November 21, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 10: The Second Month is Too Early for Spring in Luoyang (Part 1)

 

Bulan kedua, Hari ke dua puluh dua.

Luoyang.

Pagi hari.

Seekor kuda berlari dengan cepat melalui salju, menuju ke Luoyang. Pengendara kuda tersebut mengenakan sebuah jubah berwarna biru tua, dan topi kerucut lebar dengan corak Luoyang. Pinggiran topi menggantung rendah, menutupi setengah wajah dari pengendara tersebut.

Orang ini mengendarai dengan sangat ahli, tetapi segera setelah ia memasuki perbatasan Luoyang, ia turun. Tampaknya ia tak ingin orang melihat wajah atau keterampilannya.

Namun, ini adalah pertama kalinya dia berada di Luoyang, dan tak ada satupun orang di kota yang telah melihat dia sebelumnya.

Ditahun, bulan, dan hari yang sama.

Chang’an.

Pada bulan kedua, Hawa dingin yang begitu menusuk pada pagi hari di Chang’an sama seperti di Luoyang. Kebanyakan orang masih meringkuk di tempat tidurnya, namun Zhuo Donglai sudah bangun lebih awal.

Energinya penuh dan wajahnya sangat serius.

Sima Chaoqun telah sakit selama beberapa hari. penyakitnya tak kunjung membaik, dan tentunya suasana hati Zhuo Donglai tidaklah baik.

Dia tak melihat Sima sama sekali. Setiap kali dia pergi untuk mengunjunginya, Zhuo Donglai selalu berpaling dari Wu Wan. Ruang kamar memancarkan bau obat-obatan, dan Wu Wan sendiri juga tampak kurus dan pucat, namun sikapnya teguh. Selain dirinya dan para dokter, tak ada seorang pun yang diizinkan masuk, termasuk Zhuo Donglai.

Ini adalah pertama kalinya Wu Wan memperlakukan Zhuo Donglai dengan kasar.

Zhuo Donglai tak keberatan. Apa yang dikatakannya kepada orang lain adalah, “Ketika seorang wanita merawat suaminya agar selamat, apapun yang dilakukannya dapat terampuni.”

Meskipun masih terlalu pagi, sudah terdapat dua pengunjung yang menunggu Mr. Zhuo di taman.

Terdapat dua orang. Yang satu bermarga Jian, dan yang lain bermarga Shi. Keduanya merupakan dokter terkenal di Chang’an, dengan posisi tinggi dan kehidupan mereka yang nyaman. Sebagian besar dari mereka tak pernah meninggalkan selimut dan tungku arang mereka dalam cuaca dingin seperti ini.

Namun pagi ini, Zhuo Donglai telah mengutus orang-orang untuk mengantarkan mereka berdua. Kedua orang itu tak diperbolehkan untuk menuju ke arah aula dalam yang memiliki suasana hangat, melainkan mereka diarahkan ke pavilion kecil dengan keempat sisi. Di sana mereka menunggu, dalam keadaan dingin yang menusuk.

Pada bulan Juni, paviliun itu akan dikelilingi oleh bunga-bunga teratai dan pohon-pohon willow, terisi dengan angin musim semi yang lembut. Dalam keadaan seperti itu, kedua dokter tersebut akan sangat senang.

Tetapi sekarang, angin dingin menembus tubuh mereka layaknya sebuah pisau, dan meskipun mereka mengenakan pakaian yang tebal dan sarung tangan, mereka masih terlihat membiru karena kedinginan. Dalam hati mereka, mereka berharap Zhuo Donglai memberi beberapa dosis obat pencahar.

Namun tak ada tanda-tanda dari perasaan tersebut yang muncul dari wajah mereka. Semua orang di Chang’an mengerti nasib apa yang akan menimpa mereka jika berani menyinggung Zhuo Donglai.

Jadi, ketika Zhuo Donglai tiba, yang mengenakan mantel martennya berwarna violet, berjalan menyusuri jalanan batu kecil, Kedua orang itu menyapanya dengan riang, membungkukkan diri dengan tangan tergenggam.

Zhuo Donglai juga memperlakukan mereka sangat sopan.

“Cuacanya sangat dingin. Apakah anda tak merasa aneh bahwa saya tak menyuruh anda menunggu didalam yang suasananya begitu hangat, malahan mengundang anda untuk menunggu diluar? “

Dalam hati mereka mereka jelas berpikir itu sangat aneh, namun kata-kata yang keluar dari mulut mereka berbeda.

“Salju membuat segalanya begitu jelas, dan bunga-bunga plum ini begitu indah.” Dokter Shi memiliki kemampuan dalam berkata-kata. “Tuan adalah seseorang yang memiliki citarasa yang tinggi. Mungkinkah bahwa tuan mengundang kami berdua kesini untuk melihat salju dan bunga-bunga mawar?”

“Sebenarnya, aku mengundang anda ke sini untuk melihat sesuatu, namun itu bukanlah untuk melihat bunga-bunga mawar ataupun salju.”

Kalau itu bukanlah hal-hal tersebut yang ingin Zhuo Donglai tunjukkan kepada mereka, lalu apakah itu?

“Madam Snow, yang disimpan diluar kota oleh Dokter Shi, Ia memiliki kulit yang putih bagaikan salju,” kata Zhuo Donglai dengan senyum. “Dan Miss Flower Petal, yang dibayar hanya untuk semalaman oleh Dokter Jian, Ia lebih cantik daripada bunga-bunga mawar yang ada disini. Jika saya hanya menginginkan kedua tamuku untuk menikmati salju dan bunga saja, tak ada gunanya untuk mengundang mereka kemari. “

Kedua dokter yang terkenal itu berkeringat di dalam hati mereka. istri mereka tak mengerti tentang hal ini, namun Zhuo Donglai menyebut mereka dengan santai.

Di depan orang yang dengan santai menyebutkan rahasia terdalam mereka, apa yang berani dikatakan oleh mereka berdua?

“Bisakah kalian berdua mengikutiku?”

Meskipun Zhuo Donglai tersenyum seperti orang yang mempunyai niat buruk, Dokter Shi dan Dokter Jian mengikutinya dengan patuh.

Mereka berjalan ke arah selokan, dibangun dari batu-batu potong berwarna putih, yang berbatasan dengan jalanan batu. Salah satu petugas Zhuo Donglai mengangkat keluar lempeng penutup dari selokan. Dia berbalik untuk melihat mereka. “Maukah kalian berdua mau melihat. Apakah ini?”

Itu adalah selokan. Siapa pun dapat melihat bahwa itu adalah selokan. Benarkah Zhuo Donglai memanggil mereka lebih awal di pagi hari hanya untuk melihat selokan?

Apa yang layak dilihat didalam selokan itu?

Dokter Shi dan Dokter Jian bingung.

Zhuo Donglai berdiri di sana melihat kearah selokan, dan terlihat begitu meresapi sesuatu, seakan tak ada sesuatupun di dunia ini yang layak untuk mendapatkan perhatiannya.

Dokter Jian agak pemarah. Akhirnya, ia tak dapat menahan diri untuk mengatakan, “Sepertinya itu hanya selokan.”

“Tentu saja itu benar,” kata Zhuo Donglai dengan nada dingin. “Sepertinya itu hanya selokan, karena ini memang hanyalah sebuah selokan. Lalu terlihat seperti apa lagi? “

Dokter Shi dan dokter Jian tak mengatakan apa-apa.

“Selokan ini dibangun dengan sangat baik,” kata Zhuo Donglai dengan santai. “Begitu lancar dan rata. tak pernah tersumbat. Dan mengalir langsung menuju kediaman Tuan dan Nyonya Sima, aliran tersebut semua jalurnya mengarah ke taman bunga, dan tak terhalangi oleh apapun.”

Meskipun para dokter sangat akrab dengan tulisan medis, mereka tak dapat mengetahui obat kundur terkenal apa yang dimaksud oleh Zhuo Donglai ini.

Dan kemudian mendadak nampak adanya bau obat-obatan didalam hembusan angin.

Jalanan yang terbuat dari batu itu telah tersapu bersih sebelumnya pada pagi hari, termasuk selokan, yang tak terdapat salju di dalamnya.

Disaat yang sama mereka mencium bau obat tersebut, mereka melihat beberapa limbah kecoklatan mengalir dalam selokan.

Zhuo Donglai melambaikan tangannya, dan salah satu petugasnya mengisi mangkuk kecil setengah penuh dengan limbah tersebut, dan membawanya dengan kedua tangannya kepada dokter tersebut.

“Bisakah anda berdua melihatnya? Apa ini?”

Dua dokter tak perlu melihatnya. Mereka sudah tahu apa itu. Itu bukanlah limbah. Tak ada obat untuk menangkal limbah.

Zhuo Donglai menatap mereka dengan dingin.

“Kurasa anda berdua mengetahuinya.”

Nampaknya Dokter Jian ingin berbicara. Bibirnya bergetar, namun tak mengatakan apa-apa.

Bibir dokter Shi tertutup rapat seolah-olah seperti telah dijahit dengan benang.

“Ini adalah obat yang kalian persiapkan untuk pemimpin kami dua hari yang lalu. Dan telah mendidih hingga sekarang. Dan sepengetahuanku, jumlah dari seluruh obat ini bernilai sekitar 50 keping perak. “

Wajah kedua dokter itu terlihat tidak menyenangkan.

Zhuo Donglai melanjutkan, “Obat ini seharusnya telah mengalir dalam tenggorokan Sima. Bagaimana obat itu bisa berada didalam selokan ini? Aku benar-benar tak mengerti.” Matanya tiba-tiba bersinar. “Untungnya disana ada seseorang yang mengerti.”

“Siapa?” Kata Dokter Shi dengan gagap. “Siapa yang mengerti?”

“Kamu.”

Dokter Shi tampak seolah-olah ia telah tercambuk. Dia nyaris tak bisa berdiri lurus.

“Jika kau tak mengerti, seharusnya udara disini menjadi sangat panas.” Nada Zhuo Donglai tiba-tiba menjadi sangat lembut lagi. “Ketika seseorang dalam keadaan sangat panas, mereka tak dapat mengingat segala hal dengan baik.” Dia berbalik kearah petugasnya. “Kenapa kau tak membantu dokter membukakan pakaiannya.”

Dokter Shi mencengkeram erat mantel bulunya. “Tak perlu,” katanya dengan nada terputus-putus. “Benar-benar tak perlu. mantel ini sangat nyaman. “

Bahkan dengan mantel berbulu itu ia bisa kedinginan hingga mati, tanpa mantelnya ia benar-benar akan mati kedinginan.

Diantara petugas itu terdapat dua orang besar yang melangkah maju dan berdiri di kedua sisi Dokter Shi.

“Apakah kau yakin tidak kepanasan?” Kata Zhuo Donglai dengan tenang.

Dokter Shi menggeleng keras kepalanya.

“Jadi, seharusnnya anda dapat mengingat. Bagaimana bisa obat yang seharusnya diterima oleh pasien bisa berakhir didalam selokan? Apakah karena pasien tidak benar-benar sakit? “

“Aku tak tahu.”

Zhuo Donglai tertawa dingin. Kedua pria besar itu telah meletakkan tangan mereka yang besar di bahu Dokter Shi.

“Aku benar-benar tak tahu. Aku bahkan tidak melihatnya. “

Mata Zhuo Donglai tiba-tiba menyusut.

“Kau tak melihatnya? Kau tak melihat Sima Chaoqun? “

“Tidak. Aku benar-benar tidak melihatnya. “

“Istrinya meminta kau untuk melihatnya, namun kau benar-benar tidak melihatnya?”

“Saya bahkan tak melihat bayangannya,” kata Dokter Shi dengan gugup. “Tak ada satupun jejak darinya didalam ruangan.”

Zhuo Donglai berdiri diam, melihat langit kelabu yang dingin. Dia berdiri di sana dalam waktu yang lama, sebelum perlahan-lahan menoleh dan menatap Dokter Jian. Dengan sangat lambat berkata, “Dan kau? Apakah kau melihatnya? “

“Aku tak melihatnya juga.” Dokter Jian tampaknya sedikit lebih tenang. “Pendekar Sima tak ada di dalam ruangan. Nyonya Sima meminta kami kesana untuk melihat ruangan yang kosong.”

Dan kemudian mereka mendengar suara Wu Wan.

“Jika seseorang menawarkan lima ratus keping emas,” katanya dengan nada dingin. “Disana akan terdapat begitu banyak dokter yang akan bersedia untuk melihat sebuah ruangan yang kosong. Lain kali, aku akan mencari beberapa yang tak takut dingin.”

Jika ada seseorang di sini yang benar-benar sakit, itu adalah Wu Wan.

Wajahnya kuning dan pucat, biasanya matanya berwarna merah cerah.

Dia menatap kearah dua dokter.

“Aku hanyalah seorang wanita. Aku tak memiliki keterampilan dan kemampuan seperti Mr. Zhuo. Dan aku tak akan membuat kedua pria ini melepaskan pakaian mereka.” Suaranya dingin bagaikan es. “Tapi saya sarankan mereka memeriksa pintu rumah mereka dengan hati-hati sebelum tidur. Jika tidak, mereka mungkin terbangun di tengah malam dan menemukan diri mereka tertidur diluar salju. “

Wajah kedua dokter itu menjadi hijau.

Jika terlihat benar-benar ada niat untuk membunuh, maka kedua orang itu sudah pasti akan mati didalam salju.

“Pada poin ini, kedua pria itu seharusnya dapat pergi keluar dari sini,” kata Wu Wan. “Tolong, pergilah keluar dari sini.”

Dia adalah seorang wanita yang lembut, sopan dan halus, yang akan selalu mengatakan “tolong” sebelum membuat permintaan.

Setelah kedua dokter itu pergi, Wu Wan berkata, “Mr. Zhuo, saya sangat ingin meminta anda untuk melakukan sesuatu.”

“Melakukan apa?”

“Tolong pergilah keluar dari sini bersama-sama mereka.”

Tak ada reaksi apapun dari wajah Zhuo Donglai, tak ada sama sekali. Sama sekali tak ada ekspresi apapun diwajahnya.

“Sayangnya, aku tahu kau tak akan pergi keluar dari sini,” keluhnya. “Kau adalah teman baik Sima Chaoqun, saudaranya. Kau tak akan pernah bisa menemukan teman dan saudara yang lebih baik daripadanya, dimanapun dimuka bumi ini.”

Suaranya berisi cemohan, seperti apa yang telah dilakukan oleh Die Wu sebelumnya.

“Dan selama ini Sima Chaoqun telah membuat namanya hanya dengan mengandalkan dirimu. Dia hanyalah sebuah boneka yang berpikir secara sederhana. Tanpamu, bagaimana bisa dia seperti sekarang?” Wu Wan tertawa dingin. “Setidaknya, itu adalah apa yang kau pikirkan, bukan?”

Zhuo Donglai masih tak menunjukkan reaksi apapun. Seolah-olah ia sedang menonton artis yang bernyanyi di atas panggung.

“Kau orang yang luar biasa, seorang teman yang luar biasa. Kau mengorbankan segalanya untuknya, Kau berikan seluruh hidupmu untuknya. Kau membuatnya terkenal, Kau membuat dirinya sebagai Ketua dari Great Protection Agency. Kau membuatnya dirinya menjadi kelompok-kelompok pahlawan besar.”

Tertawa dingin Wu Wan mulai terdengar gila.

“Tapi apakah kau tahu kehidupan pahlawan besar itu seperti apa?” Tawanya itu bercampur dengan racun. “Dia memiliki seorang istri, putra, dan putri. Dia memiliki keluarga. Tetapi dia seperti bukan bagian dari keluarga. Tak ada satupun hari dalam hidupnya ia hidup menjalani cara hidupnya sendiri, karena kau mengatur segalanya untuk dia. Apa pun yang kau ingin dia perbuat, dia melakukannya, begitu banyak sehingga bahkan jika ia ingin meminum sekalipun, ia harus melakukannya secara diam-diam.”

Zhuo Donglai tiba-tiba menyela. “Cukup,” katanya. “sudah cukup apa yang kau katakan.”

“Baiklah” Wanita itu menundukkan kepalanya. Air mata menutupi pipinya. “Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?”

“Aku hanya ingin mengatakan satu atau dua hal.”

“Aku tak akan membiarkanmu memperlakukan diriku dengan cara seperti kau memperlakukan orang lain.” Suaranya tampak keras dan lunak pada saat yang sama. “Semua orang di Jianghu mengetahui bahwa ‘Eastern Violet Clouds’ Zhuo Donglai memiliki setidaknya ribuan cara untuk menutup mulut orang.”

“Baguslah jika kau mengerti akan hal itu,” kata Zhuo Donglai dengan dingin. “Sima telah meninggalkan Chang’an, bukan?”

“Benar.”

“Kenapa kau berbohong terhadapku?”

“Karena aku ingin dia pergi melakukan sesuatu yang ingin dia lakukan. Aku istrinya. Aku pikir setiap istri menginginkan suaminya untuk mandiri, dan menjadi pria sejati.”

“Kapankah dia pergi?”

“Pada malam ke tujuh belas. Dia mungkin sudah sampai ke Luoyang.”

“Luoyang?”

Mata Zhuo Donglai berwarna abu-abu layaknya seekor serigala ini tiba-tiba nampak terlihat berwarna merah darah. “Kau mengirim Sima sendirian ke Luoyang? Apakah kau ingin membuat dirinya terbunuh? “

“Kami adalah suami dan istri. Mengapa aku ingin dia terbunuh? “

Zhuo Donglai menatap ke arah wanita tersebut. Setelah beberapa lama, ia berbicara, satu kata pada suatu waktu. Suaranya terdengar unik, lebih tajam daripada pisau dan lebih berbisa daripada ular. “Ini disebabkan oleh Guo Zhuang.”

Setiap kali Zhuo Donglai berbicara seperti ini, itu berarti bahwa ada seseorang didunia yang akan menjadi korban dari serangan fatalnya yang menyakitkan.

“Karena Guo Zhuang.”

Kebanyakan orang tak akan berpikir banyak setelah mendengar hal tersebut, namun Wu Wan tiba-tiba tampak seolah-olah telah ditikam oleh seekor kalajengking yang beracun, atau tiba-tiba jatuh dari atas menara. Dia nyaris tak bisa berdiri. Wajahnya kuning, pucat, dan mengalami rasa takut yang tak terlukiskan.

Tentu saja Zhuo Donglai tak akan melewatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan dalam perubahan keadaan.

“Beberapa tahun terakhir, Sima tidur terpisah denganmu,” kata Zhuo Donglai, suaranya begitu kejam dan dingin. “Sima bahkan belum menyentuh dirimu. Kau berada pada usia dimana hasrat seksualmu berada pada titik puncaknya, dan tiba-tiba kau memiliki seseorang pemuda yang kuat, tampan, dan muda di sisimu, yang tahu bagaimana cara untuk menyenangkan hati seorang wanita. Sayangnya, ia telah meninggal di Red Flower Bazaar, mati di bawah pisau Zhu Meng, dan kepalanya … “

“Cukup,” jawab Wu Wan dengan serak. “Cukup kau katakan.”

“Aku tak ingin berbicara tentang hal-hal itu, karena aku tak ingin menyakiti Sima.” Aku hanya berbicara tentang hal itu sekarang sehingga kau dapat mengerti bahwa kau tak dapat menyembunyikan hal apapun dari diriku. Sehingga kedepannya kau harus sangat berhati-hati dan berjaga-jaga dalam segala tindakan yang kau lakukan.”

Tubuh Wu Wan bergetar.

“Aku mengerti sekarang,” kata Wu Wan, matanya penuh dengan kebencian dan kedengkian. “Kau mengirim Guo Zhuang ke Red Flower Bazaar sehingga ia dapat terbunuh, karena kau sudah mengetahui tentangku dan dirinya.”

Wu Wan melemparkan diri ke arah Zhuo Donglai dan meraih mantelnya. “Memang benar bukan? Itulah yang terjadi? “

Zhuo Donglai menatapnya dengan dingin. Dengan sangat lembut ia menggunakan kedua jari untuk menekan pergelangan tangannya.

Tangan Wu Wan melemah, dan ia terjatuh ke tanah. namun ia terus bertanya. “Memang benar, bukan? Benar bukan? Itulah yang terjadi? “

Wanita itu tak akan pernah tahu jika hal tersebut terjadi dengan cara itu. Karena Zhuo Donglai telah pergi meninggalkan, dan tak menoleh kearah belakang, bahkan ia tak melirik kearahnya. Seolah-olah ia adalah seekor serangga yang sedang meraba-raba mantelnya, yang berada dibawah pengawasannya.

**

Sebuah tali yang panjang.

Tali panjang itu berada di tangan Wu Wan. Ia berada dibawah palang rumah. Angin bertiup melalui jendela. Dingin, begitu dinginnya.

“Hari apakah ini? Aku pikir ini adalah hari yang baik.” Wu Wan berbicara dengan dirinya sendiri seperti orang gila, dan perlahan-lahan ia mulai mengikat tali.

Mengikatnya menjadi sebuah tali penjerat.

Translator / Creator: fatality