September 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 1: A Solitary Box (Part 6)

 

Di luar jendela terdapat sebuah halaman kecil yang penuh dengan bau aroma pohon prem dan pohon pinus, aroma harum yang dapat menyebabkan setiap orang menjadi sangat bahagia. Para penjaga berpakaian hitam berkumpul di suatu gang jalanan panjang dan terlihat agak gelap yang terletak di samping halaman. Pisau-pisau panjang menempal di sisi samping pinggang mereka.

Di ujung gang tersebut terdapat sebuah pintu.

Dalam perjalanannya melompat keluar dari jendela, ia melihat Cloudly Sky dan para pengikutnya membawa Yang Jian menuju arah pintu.

Dan kemudian pintu itu tertutup.

Para penjaga yang mengenakan pakaian hitam tersebut telah mencabut pisau panjang mereka. Pisaunya berkilau, dan kemudian sepuluh penjaga itu menyerang Little Gao.

Mereka tidak bertanya siapakah Little Gao itu? Mereka juga tidak bertanya mengapa dia ada disini?

Tidak. Karena mereka telah menerima sebuah perintah: jika terdapat orang-orang asing yang memasuki halaman, bunuh saja mereka, Tak ada yang perlu dipertanyakan!

**

Little Gao tidak menjelaskan mengapa ia ada di sini, atau apapun keadaannya. Hal Itu sudah tidak berlaku lagi untuknya dimana sebuah ucapan dapat digunakan untuk membuat penjelasan.

Pada saat ini, satu-satunya hal yang dapat ia lakukan adalah menyerang terlebih dahulu, menggunakan tekniknya yang sangat cepat.

Dia harus segera mencapai pintu yang berada di ujung gang, secepat mungkin.

Kilauan cahaya muncul dari pedangnya, walaupun pada kenyataannya pedang Little Gao masih terbungkus didalam kain.

Dia tidak mencabut pedangnya. Hanya menggunakan sehelai sarung kain yang kasar, ia mengibaskan empat pisaunya jauh-jauh, dan telah menumbangkan empat orang.

Dalam sekejap saja, dia telah memasuki gang. Tujuh atau delapan orang lebih menyerangnya. Dia menumbangkan mereka dan berlari dengan sangat cepat ke arah pintu.

Akan tetapi Zhuo Donglai telah sampai dulu di pintu itu.

Dia telah bersembunyi di balik layar selama ini. Dalam setiap perubahan yang terjadi secara mendadak, ia dapat muncul seketika tanpa adanya peringatan.

Little Gao menatapnya dan menghela napas panjang.”Kupikir aku akan sampai tepat waktu, tapi sayangnya aku terlambat.”

Cahaya pedang yang ada dibelakangnya berkelip-kelip, akan tetapi Little Gao tak menoleh kebelakang. Zhuo Donglai melambaikan tangannya dan tiba-tiba cahaya pedang itu menghilang.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Zhuo Donglai dengan nada dingin. “Apa yang kamu inginkan?”

“Aku hanya ingin melihat seseorang.”

“Siapa?”

“Seorang pembunuh.”

Zhuo Donglai tersenyum dingin. “Tak ada yang bisa membunuh siapa pun di sini.”

“Mereka bisa” kata Little Gao. “Ada satu yang bisa.”

Ekspresi Zhuo Donglai mendadak berubah, karena ia baru saja mencium bau busuk yang menyerupai darah.

Yang mengejutkan lagi, bau darah itu berasal dari balik pintu.

Zhuo Donglai berbalik dan mendorongnya hingga terbuka, dan pada saat itu, Terlihat seolah-olah dia telah jatuh ke dalam neraka.

Translator / Creator: fatality