September 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 1: A Solitary Box (Part 5)

 

Halaman luar berhiaskan cahaya lampu terang yang bersinar cemerlang dan terdengar suara-suara teriakan yang keras dan ramai.

Little Gao berdesak-desakan masuk ke dalam keramaian. Dia bukanlah salah satu tamu yang diundang oleh Sima Chaoquan, oleh sebab itu ia tak dapat memasuki ruang utama, yang mana pencahayaan lampunya bersinar lebih megah.

Terdapat kumpulan orang didalam ruang utama, Mereka semua adalah orang yang terkenal, memiliki status, posisi, dan kekuasaan.

Selain orang-orang terkenal itu, ada juga beberapa orang kekar mengenakan jubah berwarna hijau gelap yang terbuat dari satin dan kulit domba. Mereka kuat dan cekatan ketika mereka sedang menerima tamu, dan tatapan mereka juga nampak berseri. Mereka tidak akan membiarkan segala hal yang buruk terjadi, tidak peduli seberapa kecil kejadian tersebut.

Mendadak suasana menjadi hening seketika.

Ketua dari “Steward of the 39 Northern Roads Great Protection Agency,” orang terhebat didalam dunia persilatan, Sima Chaoqun yang  tak pernah terkalahkan, akhirnya telah muncul.

Sima Chaoqun berjalan keluar mengenakan pakaian berwarna hitam dan putih , dijahit dengan sangat teliti dan hati-hati untuk membuatnya terlihat kuat dan tinggi daripada biasanya, dan juga terlihat lebih muda dari usianya yang sebenarnya.

Dia menyapa para tamu secara tulus ikhlas dan ramah, dan bahkan ia berjalan menuju tangga batu yang berada di depan ruangan untuk melambaikan tangan kepada para tamu yang berada di halaman luar.

Di tengah suasana iringan sorak-sorai, Little Gao tidak memperhatikan Sima Chaoqun, melainkan memperhatikan dua orang yang lain.

Pakaian dan ciri-ciri mereka terlihat biasa, akan tetapi tatapan mereka terlihat dingin dan menakutkan, penuh dengan hawa ingin membunuh.

Mereka tidak pergi secara bersama-sama, atau bahkan melihat satu sama lain, tetapi masing-masing dari mereka memiliki kelompok yang terdiri atas delapan atau sembilan orang yang saling berdekatan, mengawasi orang-orang, dan saling berjaga-jaga dalam jarak yang sesuai.

Little Gao tersenyum.

Dia dapat mengatakan bahwa kedua orang tersebut kesini untuk Yang Jian, pembunuh kelas satu yang diutus oleh Zhu Meng.

Dia juga dapat melihat bahwa Sima Chaoqun dan Zhuo Donglai memperlakukan dirinya dengan keadaan yang sama seperti mereka, sama seperti orang-orang yang sedang mengawasi dirinya, Sebenarnya, ada begitu banyak orang yang sedang melihatnya. Zhuo Donglai harus mencurigainya sebagai orang yang sangat berbahaya diantara semua.

“Tetapi Zhuo Donglai membuat kesalahan kali ini!” Little Gao tersenyum sendiri. “Menugaskan orang-orang untuk mengawasiku hanyalah membuang tenaga.”

**

Dua lilin merah besar yang telah menyala diletakkan berdiri di atas meja panjang yang berada ditengah ruangan yang besar.

Sima Chaoqun duduk di depan meja tersebut dengan kursi cendana berwarna ungu kemerahan, yang tertutup secara menyeluruh oleh kulit harimau.

Sebuah karpet merah terbentang keluar dari depan kursi, terlentang hingga ujungnya mencapai matras doa yang terbuat dari satin berwarna keunguan.

Upacara besar akan segera dimulai.

Kedua orang dengan tatapan seperti pembunuh itu telah bergerak secara perlahan. Disusul oleh orang-orang yang melihat mereka, tangan kedua orang itu berada dibalik jubah mereka.

Terlihat dengan jelas mereka memiliki senjata mematikan yang tersembunyi didalam pakaian mereka.

Jika keduanya beraksi, tangan orang-orang disekitarnya akan mengeluarkan senjata dan akan membantai mereka hanya dalam hitungan detik, bahkan sebelum keduanya berhasil mencapai ruangan besar.

Little Gao yakin kedua orang tersebut tak akan berhasil.

– Disitu pasti ada orang ketiga, dan orang ini adalah orang yang sebenarnya diutus oleh Zhu Meng untuk membunuh Yang Jian.

Ternyata Little Gao berpikir sama seperti Zhuo Donglai. yang membedakan hanyalah dia mengetahui bahwa orang ketiga itu bukanlah dirinya sendiri.

– Siapa orang itu?

Tiba-tiba Little Gao menyempitkan tatapannya.

Dia menangkap sesosok orang yang mana tidak begitu menarik perhatian, menghindari keramaian.

Dan membawa sebuah kotak biasa yang kuno.  yang sudah pasti tidak akan menarik banyak perhatian orang.

Dia ingin mendorong dirinya untuk terus melanjutkan, tetapi terlalu banyak orang dan penuh sesak didalam sana. Seorang yang sangat terkenal telah hadir dalam upacara besar menuju ruang utama.

**

Wajah Yang Jian yang terlihat putih memucat, menampakan senyuman.

Enam orang mengawal dirinya.

Little Gao tidak mengenali enam orang itu, Tapi bagi orang-orang yang berpengalaman dalam menjelajah daerah Jianghu akan mengetahui siapa mereka. Kebanyakan dari mereka adalah para ahli terkenal dalam Protection Agency industry, tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah salah satu dari mereka adalah “Cloudy Sky,” bandit terkenal yang beberapa tahun lalu telah berlari secara tak terkontrol di Guanluo Road.

Di bawah perlindungan enam para ahli seperti itu, siapakah yang dapat mengganggu Yang Jian?

Dia telah sampai diatas karpet merah, dan berdiri di depan matras ungu yang telah dipersiapkan secara khusus untuknya agar dapat berlutut kepada Sima Chaoqun.

Di saat yang sama, halaman luar meledak dengan dahsyatnya. Terdapat dua puluh orang di tengah-tengah kerumunan yang meninggal, berdarah dan menjerit histeris.

Tak hanya para bawahan Zhuo Donglai yang telah gugur. Namun juga banyak orang-orang yang tak bersalah lainnya.

Ini adalah rencana yang telah diatur oleh Han Zhang dan The Wooden Chicken.

Mereka dengan jelas mengetahui bahwa orang-orang telah memperhatikannya, jadi sebelum mereka bertindak, mereka akan membuat suasana menjadi kacau balau dengan cara membunuh orang yang tak bersalah.

Di tengah kekacauan itu, mereka melompat kedepan dan menerkam Yang Jian.

Little Gao bahkan tidak menoleh ke arah mereka.

Dia tahu bahwa apapun cara yang mereka gunakan, mereka tidak akan berhasil. Dia terus memantau orang yang membawa kotak itu.

Akan tetapi, orang itu telah menghilang.

**

Sima Chaoqun duduk tegak di kursi cendana berwarna merah keunguan. wajah dan ekspresinya tak menunjukkan perubahan sedikitpun.

Bagian luar ruangan utama telah dikuasai oleh para pembunuh.

Yang Jian telah dibawa pergi oleh ke enam guru, keluar menuju pintu bagian belakang ruang utama.

Little Gao telah menentukan arah pintu mana yang akan dimasukinya.

Didalam suasana kacau balau, Tiba-tiba Little Gao berlari kencang menuju ke ruang utama, dan kemudian ia menggunakan gerakan seni bela diri yang aneh dan tak terlukiskan untuk meluncur ke dinding dan keluar dari jendela.

Kedua Jendela dan pintu tersebut menghadap arah yang sama.

Translator / Creator: fatality