September 28, 2016

Heroes Shed No Tears – Chapter 1: A Solitary Box (Part 2)

 

Setelah menghabiskan segelas anggur, Zhuo Donglai memikirkan sebuah rencana untuk upacara besar pada malam ini, dari awal hingga selesai.

Dia selalu minum dengan perlahan-lahan, tetapi berpikir sangat cepat.

Hari ini adalah hari pertama kalinya dimana Sima Chaoqun akan menerima seorang murid pribadi. Dari sudut pandang apapun anda melihatnya, hal ini akan menjadi kabar yang sangat menggemparkan di Jianghu.

Bagian yang sangat mengejutkan dari semua itu adalah murid pertama Sima Chaoqun adalah Yang Jian, dimana pada satu bulan silam telah berkhianat kepada ”Central Plains Lion Clan”.

Diantara empat puluh grup pahlawan yang menempati Northern Roads. Lion Clan adalah satu-satunya klan yang menolak untuk bergabung dengan aliansi Sima Chaoqun. Mereka adalah klan yang sangat besar dan terkuat diantara semua klan yang ada.

Yang Jian adalah salah satu dari empat jenderal kepercayaan pemimpin Lion Clan, Mr. Zhu.

Tak ada satupun orang di Jianghu yang akan menyangka bahwa Yang Jian akan berkhianat terhadap Lion Clan. Tetapi semua orang mengetahui bahwa setelah Yang Jian meninggalkan klan, “Fierce Lion” Zhu Meng telah menyampaikan sebuah pesan kepada seluruh dunia persilatan, mengungkapkan pendapatnya.

— Tak peduli siapapun kelompok anda, sekolah atau klan, siapapun yang memberikan perlindungan kepada Yang Jian adalah musuh Lion Clan, dan akan menerima hukuman yang keras dan setimpal.

Dan sekarang, Sima Chaoqun tak hanya memberikan Yang Jian tempat untuk berlindung, namun juga membukakan pintu lebar-lebar, menyalakan dupa, dan menerimanya sebagai murid.

**

Meskipun Lion Clan tak bergabung dengan “Great Protection Agency” milik Sima Chaoqun. Mereka juga tidak berani menentang agensi tersebut, apalagi berusaha meruntuhkannya.

“Fierce Lion” Zhu Meng adalah seseorang yang jahat, kejam, dan berdarah dingin. Dia bukanlah tipe orang yang bisa dianggap remeh, ketika dia membuat sebuah perjanjian, ia akan menepatinya. Dan jika ia berhasil membuat perjanjian, konon ia akan bertarung dengan cara yang kotor agar dapat menang, Ia akan menggunakan segala cara untuk dapat mencapai sebuah kemenangan.

Kenyataannya, untuk mencapai tujuannya, Ia tak segan-segan untuk mengorbankan 3.800 kepala dari para bawahan dan murid-muridnya.

Seseorang yang paling ia sayangi dalam hidupnya adalah seorang wanita bernama Die Wu.

Die Wu memiliki wajah yang cantik, dan tariannya pun juga sangat indah.

Bangsawan “Di Qinglin”, seorang pria yang memahami kecantikan wanita lebih dari apapun yang ada di bumi. konon dia pernah memiliki kesempatan untuk melihat tarian Die Wu sebelum ia meninggal. Diapun tak dapat berkata-kata apapun. Pada suatu hari, seseorang bertanya kepada pria tersebut dan berkata bagaimana perasaannya setelah melihat tarian wanita tersebut. Setelah beberapa lama dia hanya mendesau dan berkata, “Aku tak dapat berkata apapun, belum pernah aku melihat seseorang yang memiliki kaki seperti itu, tak terbayangkan jika hal tersebut memang benar-benar ada.”

**

Semua orang di Jianghu mengetahui bahwa apapun keadaannya. Zhu Meng tak akan membiarkan Yang Jian kabur.

Meskipun Zhu Meng telah menyerah untuk melawan Sima Chaoqun, Dia tetap akan membunuh Yang Jian.

Zhuo Donglai membantah hal tersebut.

Zhuo Donglai percaya bahwa apapun situasinya, Zhu Meng tak akan bisa menyentuh sehelaipun rambut dari kepala Yang Jian.

Dia sangat yakin.

**

Upacara besar akan diadakan secara publik. Bagi orang-orang yang telah mendapatkan kartu undangan dapat memasuki ruangan dalam sebagai tamu pribadi Sima Chaoqun. Bagi orang-orang yang tidak mendapat kartu undangan dapat berkumpul dibagian luar halaman untuk menyaksikan.

Diantara murid-murid yang ada di Lion Clan, terdapat banyak dari mereka yang telah bertahan hidup dalam ratusan pertempuran dan berhasil membunuh musuh yang tak terhitung jumlahnya.

Di Jianghu, terdapat banyak pembunuh profesional yang dapat membunuh sasarannya yang sangat terlindungi hanya dalam sekejap mata. Mereka dapat muncul kapanpun, menyelinap diantara keramaian, dan menunggu kesempatan untuk membunuh Yang Jian.

Selama upacara besar berlangsung, kesempatan seperti itu akan terbuka lebar.

Tetapi Zhuo Donglai percaya bahwa upacara akan berjalan dengan lancar hingga selesai, dan ia pun juga menyakini bahwa Yang Jian tidak akan terluka sedikitpun.

Alasannya adalah ia telah memperhitungkan segala kemungkinan dari situasi dan keadaan; setiap orang yang kemungkinan akan menimbulkan masalah terhadap Yang Jian telah berada dalam pengawasannya.

Dalam persiapannya, Zhuo Donglai telah mempersiapkan 186 guru tertinggi dari “Northern Roads 39 Great Protection Agencies,” dimana setiap dari mereka mampu menangani 27 atau 28 lawannya.

Zhuo Donglai telah membagi mereka menjadi sembilan grup, dan masing-masing dari mereka memegang tanggung jawab di area yang berbeda-beda.

Tapi hanya satu kelompok yang ia pilih untuk menangani tiga orang secara khusus.

**

“Tiga orang yang mana?”

Pagi itu, Sima Chaoqun bertanya kepada Zhuo Donglai, “mengapa kau menyuruh seluruh kelompok untuk berurusan dengan mereka?”

Zhuo Donglai hanya perlu menyebutkan nama dua orang untuk menjawab pertanyaan tersebut.

“Karena tiga orang, yang pertama adalah Han Zhang dan yang lainnya adalah Wooden Chicken.”

Pada saat itu, Sima Chaoqun sedang makan.

Ia adalah seorang pria yang kekar, dan membutuhkan banyak makanan bergizi untuk mempertahankan fisiknya.

Sarapan paginya adalah paha sapi yang beratnya sekitar tiga pon, ditambah dengan sepuluh telur, buah-buahan, dan sayuran.

Daging sapi dipanggang secara perlahan-lahan di atas arang, dibumbui dengan rempah-rempah dan saus, daging tersebut sangatlah lunak.

Ini merupakan salah satu makanan favoritnya, akan tetapi begitu Sima Chaoqun mendengar kedua nama tersebut, ia menjatuhkan sebuah Curved Persian Knife yang ia gunakan untuk memotong daging dan menatap Zhuo Donglai dengan pandangan setajam pisau.

“Han Zhang dan Wooden Chicken ada di sini?”

“Ya.”

“Apakah kau pernah melihat mereka sebelumnya?”

“Belum pernah” Zhuo Donglai dengan tenang berkata, “Saya yakin tak ada satupun orang disini yang pernah melihat mereka.”

Kebanyakan orang di Jianghu tahu tentang mereka, tetapi hanya sedikit yang pernah melihat mereka .

Han Zhang sama seperti Yang Jian. Dia adalah seorang kapten dari “Fierce Lion”, salah satu pengikutnya yang paling terpercaya, dan juga salah satu yang paling berbahaya.

Zhu Meng jarang membiarkan Han Zhang pergi meninggalkan sisinya.

Wooden Chicken bahkan lebih berbahaya daripada Han Zhang.

Dia tak punya rumah, tempat tinggal tetap, dan tak memiliki pola hidup seperti orang-orang biasa, Selain itu, Ia juga sangat susah untuk ditemukan.

Tapi jika seseorang membutuhkannya dan Wooden Chicken mempercayai serta membutuhkan orang tersebut, maka ia akan muncul seketika pada saat itu juga.

Apa yang biasanya ia inginkan adalah mutiara, perhiasan, emas, atau catatan bank dalam jumlah yang sangat besar.

Apa yang diinginkan orang lain terhadap dirinya adalah “flying noose” dan kedua pedangnya.

Satu pedang panjang, satu pedang pendek.

Wooden Chicken menggunakan pedangnya untuk menebas leher orang-orang selembut dan seterampil petani yang memotong tanaman dengan sabitnya.

Ketika dia membunuh orang dengan “flying noose”, Ia seperti seorang pemuda nakal yang meletakkan benang berisikan mutiara di sekitar leher pasangan yang dicintainya.

Tentu saja, Wooden Chicken memerlukan bayaran, dan jika pembayaran yang anda tawarkan tidak mencukupi, maka ia tak akan mau membunuh seekor semut untuk anda, meskipun anda berlutut dan memohon sekalipun.

Siapa pun yang memerlukan jasanya, mereka harus memberikan pembayaran yang cukup. Dia hanya membuat pengecualian terhadap satu orang, karena ia berhutang nyawa terhadap orang tersebut.

Dan orang itu adalah Zhu Meng.

**

“The Curved Knife”, gagangnya berlapiskan yasper, diletakkan di atas baki kayu. Pisau tersebut telah berlumuran cairan daging.

Sima Chaoqun menggunakan sepotong kain sutra untuk menggosok pisau tersebut hingga bersih dan bersinar. Ketika ia selesai, ia bertanya kepada Zhuo Donglai, “Kau tidak pernah melihat mereka, bagaimana kau bisa tahu mereka ada di sini?”

“Aku tahu,” katanya dengan nada dingin. “aku tahu karena aku benar-benar mengerti.”

Apakah ini yang dinamakan suatu jawaban? Ini merupakan jenis jawaban yang tidak memiliki jawaban sama sekali. Tak akan ada seorangpun yang akan puas dengan jawaban tersebut.

Namun Sima Chaoqun puas.

Karena itu diucapkan oleh Zhuo Donglai sendiri, dan ia sangat percaya dengan pendapat Zhuo Donglai, sebanyak ia percaya bahwa pisaunya yang berada di baki kayu dapat memotong sebuah daging.

Namun tiba-tiba mata Zhuo Donglai menunjukkan ekspresi yang aneh. Ia juga mengucapkan sesuatu hal yang tak biasa.

“Kesalahan!” Katanya. “Kali ini, Zhu Meng membuat kesalahan!”

“Kenapa?”

“Han Zhang dan Wooden Chicken sudah pernah kemari?” Sima Chaoqun bertanya.

“Ya,” kata Zhuo Donglai.

“Apakah mereka bisa pergi hidup-hidup?”

“Tidak.”

“Apakah mereka berguna untuk Zhu Meng?”

“Ya, mereka berguna”

“Apakah perlu saya mengirim dua orang andalan saya untuk membunuh mereka?” Tanya Sima kepada Zhuo Donglai . “Baiklah, perlukah saya mengirimnya? “

“Tidak.”

Sima tertawa. “Jadi, Zhu Meng telah membuat sebuah kesalahan.”

Zhuo Donglai tidak tertawa. Dia menunggu Sima hingga selesai, lalu perlahan-lahan berkata, “Zhu Meng tak melakukan kesalahan.”

“Oh?”

“Dia tak mengutus mereka kemari untuk mati.”

“Lalu untuk apakah mereka kemari?”

“Untuk menjadi umpan,” kata Zhuo Donglai. “Han Zhang dan Wooden Chicken hanya menjadi umpan.”

“Kenapa?”

“Orang yang dikirim untuk membunuh Yang Jian bukanlah kedua orang tersebut, melainkan orang lain. Jika kita hanya waspada terhadap mereka berdua saja, maka orang ketiga akan lebih mudah untuk melakukan gerakan.”

“Siapakah orang ketiga itu? “

“Dia adalah seorang pemuda, menggunakan pakaian kain tenun dan membawa sebuah pedang. Tinggal di sebuah penginapan kecil yang murah, dan ia selalu menyantap semangkuk mie dengan kubis rebus. Dia sudah di sini selama tiga hari, tetapi dia tidak pernah meninggalkan kamarnya selain untuk makan. “

“Apa yang ia lakukan dikamarnya yang penuh dengan serangga itu? “

“Aku tak tahu.”

“Dari mana dia berasal?”

“Aku tak tahu.”

“Kemampuan pedang apakah yang telah ia pelajari? Apakah kemampuan pedangnya tinggi atau rendah?”

“Aku tak tahu.”

Mata Sima Chaoqun mulai mengerut.

Sima Chaoqun dan Zhuo Donglai telah berteman selama dua puluh tahun. Dari orang yang dulunya tertindas dan miskin, mereka telah menggunakan berbagai cara untuk dapat mencapai posisi puncak pada saat ini. Tak ada yang lebih mengerti Sima Chaoqun selain Zhuo Donglai, dan tak ada yang mengerti Zhuo Donglai lebih baik selain Sima Chaoqun.

Namun Sima Chaoqun tak menyangka bahwa ia akan mendengar tiga kata “aku tak tahu,” datang dari mulut Zhuo Donglai .

Ketika Zhuo Donglai hendak menyelidiki seseorang, ia membutuhkan paling lama 6 hingga 10 jam untuk mengungkap asal orang itu, keadaan keluarga, kebiasaan, hobi, afiliasi bela diri, tempat keberadaannya yang terakhir, dan arah tujuannya saat ini. Dia dapat mengetahui segala hal. Tak hanya berbekal pengalaman yang tinggi akan hal tersebut, namun ia juga memiliki banyak metode yang berbeda-beda, metode spesial, dimana tiap masing-masing metodenya sangatlah efektif.

Sima Chaoqun mengerti semua tentang metode tersebut.

“Dia tinggal di sebuah penginapan yang murah,” kata Sima Chaoqun, “dan dia menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang kasar. memakan mie dengan kubis rebus. Dari kenyataan tersebut kau dapat melihat bahwa dia bukanlah orang yang sangat sukses dan juga bukan berasal dari keluarga yang sangat baik.”

“Mungkin kelihatannya demikian,” kata Zhuo Donglai, “terkecuali pemuda ini.”

“Kenapa?”

“Karena sikapnya. Ketika aku melihatnya, walaupun ia berada di sebuah toko kecil dan memakan mi rebus kubis dengan sekelompok kuli dan tukang becak, ia nampak seolah-olah baru saja ditempatkan di urutan pertama dalam ujian imperial dan berpesta dengan Kaisar. Meskipun hanya mengenakan pakaian yang terbuat dari kain tenun, tampak seolah-olah ia mengenakan sebuah mantel marten yang bernilai ribuan keping emas.”

“Mungkin dia memang sengaja menyamar.”

“Sikap seperti demikian tidak dapat direkayasa. Hanya seseorang yang benar-benar sangat percaya diri yang dapat melakukan hal tersebut. Belum pernah aku melihat orang seperti itu sebelumnya.”

Mata Sima Chaoqun bersinar. dia tampaknya sangat tertarik kepada pemuda tersebut.

Zhuo Donglai melanjutkan, “Nama yang ia gunakan di penginapan kecil itu adalah ‘Li Huicheng,’ tetapi nama tersebut palsu.”

“Bagaimana kau tahu itu palsu?”

“Karena aku melihat nama yang ditulisnya di konter penjualan. Dia menulisnya sendiri, sudah benar, tetapi terlihat sangat kaku. Ketika seorang benar-benar bisa menulis karakter nama mereka sendiri, seharusnya tak terlihat kaku dan aneh.”

“Bagaimanakah logatnya pada saat ia berbicara?”

“Aku tak dapat mendengarnya, tetapi saya bertanya kepada pemilik penginapan itu.”

“Apa yang dikatakan oleh pemilik penginapan itu?”

“Pemilik penginapan itu dulu pernah bekerja sebagai agensi perlindungan, dan telah berkunjung ke banyak tempat. Bahkan, ia dapat berbicara tujuh atau delapan dialek dari provinsi yang berbeda-beda. Akan tetapi ia tak dapat memberitahu dimana Tuan Li ini berasal.”

“Kenapa tidak?”

“Karena Tuan Li mampu mengucapkan tujuh atau delapan dialek provinsi tersebut lebih baik daripada pemilik penginapan tersebut. “

“Bagaimana pakaiannya?”

Anda dapat menjelaskan banyak hal tentang seseorang dari pakaian yang mereka kenakan.

Semua pakaian terbuat dari bahan yang berbeda-beda. Bahkan pakaian tenun sendiri mempunyai tipe variasi yang banyak. Masing-masing daerah memiliki metode yang berbeda dalam segi tenun dan pengeringan, begitu pula dengan pembuatan benangnya.

Zhuo Donglai juga ahli dalam jenis masalah tersebut.

“Aku yakin kamu telah melihat pakaiannya,” kata Sima Chaoqun . “Apa yang dapat kau beritahu?”

“Aku tidak dapat memberitahukan apa-apa . Aku belum pernah melihat jenis pakaiannya. Melihat jenis benang jahitan yang ada pada pakaiannya. Aku yakin bahwa dia memintal benang sendiri, menenun kain sendiri, dan menjahit pakaian sendiri. Bahkan ia telah menanam kapas sendiri di suatu tempat yang tak pernah kita kunjungi. “

Keduanya selalu berkumpul bersama sejak awal, dan telah berpetualang mengelilingi China.

Sima Chaoqun tertawa dengan pahitnya. “Kita hampir pergi kesemua tempat.”

“Saya juga tidak dapat melihat pedangnya,” kata Zhuo Donglai. “Pedangnya terbungkus oleh kain, dan selalu dibawanya kemana-mana.”

“Kain yang digunakan untuk membungkus pedang, apakah bahannya sama dengan kain yang ada pada pakaiannya?”

“Sama persis.”

Sima Chaoqun tiba-tiba tertawa. “Tampaknya Tuan Li ini benar-benar sudah gila. Jika memang benar dia kesini untuk membunuhku, maka malam ini akan menjadi malam yang sangat menyenangkan.”

Translator / Creator: fatality