November 25, 2016

DKWSS – Chapter 8 : A Sword Which You Cannot Drop

 

A Sword Which You Cannot Drop

17 April. Sebelum senja.

Blok sel Kota Jinan “Nomor Satu” yang seharusnya tidak bisa ditembus tiba-tiba berubah menjadi debu. Sel itu dibangun dari balok-balok batu yang diimpor khusus, masing-masing mempunyai berat ratusan kilogram. Namun, sebuah kekuatan misterius dan tidak bisa dijelaskan menghancurkannya menjadi puing-puing. Beberapa potongannya terbang sejauh duapuluh meter. Beberapa bahkan merusak gudang kayu yang ada di belakang yamen serta sebuah pohon scholar kuno berusia tigaratus tahun.

Lebih dari duaratus tahanan yang menunggu hukuman mati tiba-tiba semuanya mati. Setelah penyelidikan, kepala koroner lokal, Ye Laoyan, memastikan bahwa dua dari mereka sebenarnya sudah mati hari sebelumnya, sebelum hancurnya blok sel itu.

Tidak ada yang bisa memastikan penyebab kematian mereka, maupun bagaimana blok sel tersebut hancur.

Pihak berwenang lokal ingin menutupi masalah ini, tapi dalam waktu kurang dari satu jam, semua orang di Jinan membicarakan hal itu.

***

Gadis berkepang itu mungkin bukan orang pertama yang mendengar tentang penjara itu, tapi dia mendengarnya lebih cepat dari kebanyakan orang.

Berita itu disampaikan kepada Old Master Tian saat dia sedang tidur siang. Dia segera memanggil Beggar Clan Torture Chamber Lord Xiao Jun, dan anak sulungnya Frogboy, ke ruang duduk. Mereka tahu alasan panggilannya.

Mereka belum tidur malam sebelumnya, dan telah minum saat makan siang. Tapi Old Master Tian dalam keadaan sadar.

“Kalian sudah dengar beritanya?”

“Ya.”

Old Master Tian memberi isyarat pada seorang murid sekte yang membawa sebuah potongan besar batu dan meletakkannya di meja.

“Blok sel itu dibangun dari jenis batu ini. Awalnya, setiap potong mempunyai berat empatratus atau limaratus kilogram.”

Ukuran asli lempengan batu itu kira-kira setengah meter kali setengah meter.

Old Master Tian mengambil sebuah pecahan batu itu lalu menghancurkannya di antara jarinya.

“Ini bukan jenis batu biasa.” Katanya. “Kualitasnya sedikit di bawah granit, tapi sama kerasnya. Jika seorang pandai besi memukulnya dengan sebuah palu besi, mungkin akan membutuhkan setengah hari untuk pecah.”

Frogboy mulai dengan pertanyaannya. “Apakah batu ini dihancurkan dengan palu?”

“Tidak.”

“Old Zhao dari penjara mengatakan bahwa hari ini, blok penjara tiba-tiba runtuh, dan potongan batunya beterbangan ke segala arah.” Dia melihat Frogboy. “Apakah ada palu di bawah langit yang bisa melakukannya?”

“Tidak.”

“Mungkin tidak ada di bawah langit, tapi mungkin ada di surga.” Old Master Tian melanjutkan. “Jika aku seorang bajingan, mungkin aku akan berpikir bahwa blok sel itu dihancurkan oleh arwah.” Dia mendesah, “Tapi aku bukan bajingan. Selain arwah, ada kekuatan lain yang bisa melakukan ini.”

Tentu saja, Frogboy harus bertanya: “Kekuatan lain apakah itu?”

“Kekuatan manusia,” jawabnya.”Kekuatan manusia bisa melampaui imajinasimu.”

“Manusia apa yang bisa mempunyai kekuatan seperti itu?” Frogboy selalu menanyakan pertanyaan yang selaras dengan topik pembicaraan ayahnya.

“Tidak banyak orang yang bisa. Faktanya, saat ini, hanya ada satu.”

“Siapa dia?”

Old Master Tian marah lagi. Melotot pada anaknya, dia berkata, “Apa kau tidak tahu siapa yang sedang kubicarakan? Apakah kau benar-benar sebodoh itu?”

***

Frogboy tidak bodoh. Dia tahu persis siapa yang sedang dibicarakan Old Master Tian.

“Orang-orang ingin menangkapnya dan memenjarakannya, jadi dia pergi ke penjara.” Frogboy tertawa kecut. “Lelaki ini benar-benar memiliki sebuah keahlian dalam beberapa hal.”

“Dia bukan hanya seorang pria, dia seorang jenderal. Laughing General,” kata Old Master Tian, wajahnya terlihat sangat serius. “Dan dia tidak punya sebuah keahlian untuk beberapa hal. Sedikitnya dia punya tujuh ratus atau delapan ratus keahlian.” Dia menunjuk jarinya ke hidung anaknya dan dengan marah berkata, “Kau harus mengingat hal ini dengan baik, atau kau akan mendapati dirimu mati.”

“Baiklah.”

“Ingat itu. Siapapun yang meremehkan Laughing General tidak akan hidup cukup lama.”

“Baiklah.” Kata Frogboy. “Aku tidak pernah melupakan apapun yang ayah katakan padaku.”

Xiao Jun akhirnya bicara. “Bisakah Old Master yakin bahwa ini adalah Laughing General?”

“Aku yakin.” jawabnya dengan kepercayaan diri penuh. “Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya.” Keyakinannya didukung oleh bukti. “Saat ini, hanya dia yang bisa menggabungkan dan menggunakan energi kuat Yang dan energi halus Yin. Dan hanya sebuah kung fu yang menggabungkan unsur Langit dan Bumi, Matahari dan Bulan, Yin dan Yang, bisa menghasilkan kekuatan sehebat itu.”

“Dia sangat takut sehingga memalsukan kematiannya sendiri dan lari untuk menyelamatkan hidupnya, lalu berakhir dengan bersembunyi di dalam blok sel antrian mati itu. Kenapa dia tiba-tiba menggunakan kung fu unik itu untuk mengungkapkan posisinya?”

Pertanyaan Frogboy pasti berhubungan.

Old Master Tian berpikir sebentar sebelum merespon, “Karena posisinya telah terungkap dan dia tahu bahwa yang lain menyadari bahwa dia tidak mati. Kemungkinan besar dia bersembunyi dalam penjara untuk beristirahat dan mengumpulkan energi dan kekuatannya.”

Saat mendengar ini, wajah Frogboy dan Xiao Jun berdua berubah, dan cahaya aneh bersinar di mata mereka.

Mereka mengerti maksud Old Master Tian.

–Alasan Laughing General butuh membangun energinya tidak diragukan lagi karena dia bermaksud menghadapi musuhnya dalam pertempuran.

Orang lain hanya bisa membayangkan akan seperti apa pertempuran putus asa itu.

Old Master Tian mendesah, menarik sebotol alkohol dari bawah meja dan minum. “Untungnya,” katanya dengan tenang, “Aku bukan musuhnya.”

“Jika ayah bukan, berarti aku juga bukan.” kata Frogboy dengan apa yang terdengar seperti desahan lega.

“Tentu saja kau bukan,” tawa Old Master Tian. “Kau tidak layak.”

“Siapa yang layak? Orang yang membunuh duapuluh enam anak buah Zheng Nanyuan?”

“Itu bukan orang yang membunuh mereka. Itu adalah sekelompok orang, sebuah organisasi. Pasukan Qiu Budao telah disusupi oleh organisasi ini, dan itulah sebabnya teknik yang sama digunakan dalam semua pembunuhan itu.”

“Teknik itu sangat menakutkan, bukan?”

“Apa kau ingin mengetahui dan mencobanya?” Old Master Tian tertawa dingin. “Aku khawatir jika kau melakukannya maka kau akan duduk di kursi rodamu yang berharga itu seumur hidupmu.”

Xiao Jun menatap kejauhan, seolah sedang memikirkan sesuatu yang tidak bisa dibayangkan orang lain. “Mungkin aku juga tidak layak.”

“Layak untuk apa?”

“Layak untuk menjadi musuh Laughing General.” Jawabnya dingin. “Tapi terlepas dari itu, aku harus.”

–Apakah ada permusuhan yang tak terselesaikan anatara Xiao Jun dan General Li? Suatu masalah rahasia?

Kali ini, entah mengapa, Frogboy tidak menanyakan apapun. Dia tidak suka mengorek urusan pribadi orang.

“Mengapa tidak kau tanyakan padaku tentang itu?”

“Bertanya tentang apa?”

“Mengapa aku harus melawan Laughing General.”

“Aku tahu bahwa Laughing General adalah alasan kau berada di sini sejak awal.”

“Tapi mengapa tidak kau tanyakan padaku sebabnya?”

Frogboy tertawa. Dia tidak benar-benar ingin tertawa, tapi dia lakukan.

“Kau ingin mengatakan bahwa aku harus menanyakan tentang itu?”

Xiao Jun sekali lagi menatap kejauhan. Setelah beberapa saat, dia bicara lagi, “Aku memiliki lenganku, dan hidupku. Jika aku bisa melawannya, itu akan sepadan, terlepas jika aku hidup atau mati. Apa arti kata ‘harus’, dan apa arti kata ‘tidak boleh’?” Perlahan dia berdiri. “Aku hanya berharap bisa menemukan dia lebih dulu sebelum yang lain.”

“Kau bisa menemukannya?”

“Mungkin.” Jawabnya. “Karena aku sekarang mengerti sedikit soal Qiu Budao.”

“Oh?”

“Kelemahan terbesarnya adalah judinya. Semua dimulai di sana. Orang-orang yang menyusup dalam pasukannya bertemu dengannya di arena judi.”

Sebenarnya, pernyataannya tidak menjelaskan tujuan dia sesungguhnya. Tapi Old Man Tian mendesah dan menatap anaknya. “Jika kau setengah saja sama pintarnya dengan Chamber Lord Xiao, aku akan sangat bahagia.”

***

Xiao Jun tidak mendengar komentar itu.

Pada saat yang sama, dia sudah berada di atas tembok yang mengelilingi halaman luar.

“Kau sungguh berpikir dia bisa menemukan mereka?” tanya Frogboy.

“Bagaimana dia akan melakukannya?”

“Tigabelas orang yang menyusupi pasukan Qiu Budao melakukan kontak dengannya melalui judi.” kata Old Master Tian. “Sun Jicheng adalah Laughing General, musuh mereka. Jika Laughing General ingin melacak mereka, bagaimana dia akan melakukannya?”

“Dengan pergi ke arena judi.”

“Laughing General telah memutuskan pergi ke pertempuran, jadi tentu dia sedang mencari mereka. Karena itu, jika Xiao Jun ingin menemukan the Laughing General, bagaimana dia akan melakukannya?”

“Dengan pergi ke arena judi.”

Old Master Tian mendesah. “Akhirnya kau menunjukkan sedikit kepintaran. Rupanya kau tak sebodoh itu.”

Frogboy mendesah. “Jika aku setengah saja sama pintarnya dengan Chamber Lord Xiao, menurutku ayah tidak akan terlalu senang.”

“Mengapa?”

Frogboy mengambil botol alkohol setengah kosong itu lalu menandaskannya dalam sekali tenggak. “Karena aku ingat sesuatu yang pernah ayah katakan padaku. Orang pintar tidak berumur panjang.”

***

“Big Zhao’s” hanya sebuah restoran kecil, tapi dia sangat terkenal. Bahkan lebih terkenal dari restoran besar.

Bos Big Zhao’s” tidak besar ataupun gemuk, atau bermarga Zhao.

Sebenarnya, lelaki besar, gemuk dan tinggi bermarga Zhao itu adalah seorang koki. Tapi nama “Big Zhao’s” sebenarnya diambil dari dia, dan banyak orang menganggap dialah pemiliknya dan sang pemilik adalah asistennya.

— Tidak semua restoran besar lebih baik dari restoran kecil, dan tidak semua pemilik punya reputasi lebih besar dari asisten. Jika kau memikirkannya, banyak hal di dunia yang seperti ini.

17 April, sebelum senja.

“Big Zhao’s” tidak buka hari ini, karena Big Zhao telah bersenang-senang sepanjang malam dan perlu istirahat.

Jika koki beristirahat, pemilik juga beristirahat. Karena jika kokinya berhenti, restoran akan menutup bisnisnya.

Jadi ketika seorang koki perlu tidur, bahkan meski dapur sedang kebakaran, dia akan tidur. Tidak ada yang bisa membangunkannya.

Tapi hari ini, mereka membangunkannya, dan dia tidak berani mengeluh.
Karena orang-orang yang membangunkannya adalah dua pemabuk dari malam sebelumnya, dua orang yang sedang dikejar oleh the Flowered Flag Sect dan pemerintah lokal.

Tipe orang-orang ini buka tipe untuk disinggung. Jika tidak, seseorang akan berakhir seperti Mr. Wang dari Flower Flag Sect, mati dengan celana yang basah oleh kencingmu sendiri.

Jadi, apapun yang mereka inginkan, orang tidak berani menahan.
Big Zhao mungkin punya tubuh yang besar, tapi dia tidak punya nyali yang besar.

Dua orang itu memesan delapan hidangan, delapan makanan pembuka, duapuluh roti kukus, dan juga segentong Lianhua baijiu. Dan mereka menandaskannya dalam sekejap mata.

***

Wu Tao makan dengan lahap, begitu juga Ingot.

Tapi Ingot sudah kenyang. Dia belum pernah melihat orang bisa makan bahkan setengah dari yang dimakan Wu Tao.

“Jika kau tidur dengan baik kau bisa punya banyak energi.” kata Wu Tao.

“Dan jika kau makan dengan baik, kau bisa punya banyak kekuatan. Bahkan jika kau hanya pengumpul tanah malam ( kotoran manusia – red -), kau masih perlu menghimpun energi dan kekuatan sebelum kau bekerja. Terlepas dari apapun yang kau lakukan dalam hidup. Itu sama saja.”

“Apa kau sudah kenyang?”

“Sepertinya sekitar tujuh puluh sampai delapan puluh persen.”

“Saat kau selesai, apakah kau hendak mengumpulkan tanah malam?”

“Tidak. Cuma ada tiga hal yang tak pernah kupelajari untuk dilakukan.”

“Tiga hal apa?”

“Main catur, menyulam, mengumpulkan tanah malam.”

Ingot tidak tertawa. Dia hanya menatapnya dengan mata besarnya, lalu bertanya, “Selain makan dan minum, apa yang bisa kau lakukan?”

“Itu terlihat seperti apa menurutmu?”

“Sepertinya kau bisa membunuh orang!” kata Ingot. “Aku berani bertaruh, kau mengumpulkan energimu untuk melakukan beberapa pembunuhan.”

Wu Tao tiba-tiba tertawa keras.

Dia tidak sering tertawa, tapi ketika melakukannya dia tertawa keras. Dia tampak sangat bahagia.

Nada ironi dan kesedihan sering mengapung dalam tawanya, dan biasanya itu akan segera berhenti.

“Apa kau percaya bahwa orang mati kadang bisa kembali hidup?” dia bertanya pada Ingot.

“Tidak.”

“Kau akan percaya beberapa saat lagi.”

“Mengapa begitu?”

Wu Tao meneguk semangkuk Lianhua baijiu. “Karena saat ini ada orang mati yang akan dibangkitkan.”

Ingot menatapnya beberapa saat, lalu meneguk mangkuk Lianhuanya sendiri dan bertanya, “Menurutku orang matinya adalah kau?”

“Benar,” Wu Tao mengakui. “Aku adalah orang mati.”

“Tapi kau tidak mati.”

“Salah. Yang seharusnya kau katakan adalah, Wu Tao tidak mati.”

“Kau bukan Wu Tao?” sembur Ingot.

“Kadang iya, kadang bukan.”

“Saat kau bukan Wu Tao, siapakah kau?”

“Seseorang yang mati.” Mata Wu tao tiba-tiba berbinar. “Orang mati yang akan dibangkitkan setiap saat.”

Ingot tertawa. “Aku tidak mengerti.” katanya. “Kau sudah mati dalam kematian burukmu dalam hidup ini. Mengapa kembali hidup?”

“Karena ada beberapa orang yang tidak akan membiarkanku mati.”
Orang-orang apa?”

“Musuh.” Wu Tao minum semangkuk alkohol lagi. “Begitu banyak musuh yang tidak bisa kubunuh semua.”

“Jika mereka adalah musuhmu, lalu mengapa mereka tidak membiarkanmu mati?”

“Karena aku lebih berguna dalam keadaan hidup daripada mati,” jawabnya. “Juga, mereka pikir kematian terakhirku terlalu cepat dan mudah. Mereka ingin aku mati lagi, pelan-pelan.” lanjutnya dengan tenang: “Sayangnya, kali ini, aku tidak peduli siapa yang menginginkan aku mati, mareka tidak akan mudah untuk dicapai.”

Ingot menggebrak meja dengan keras. “Bagus! Aku setuju!”

“Setuju apa?”

“Aku setuju kau tidak ingin mati dengan mudah. Jika kau akan mati, setidaknya kau bisa menjatuhkan beberapa musuh yang banyak itu dulu.”
Wu Tao tertawa keras dan menepuk punggung Ingot. “Bagus! Aku suka itu.”

“Suka apa?”

“Kau.” Wu Tao menyentuhkan semangkuk anggur ke Ingot, lalu meminumnya. “Dalam beberapa tahun, kau akan jadi lelaki hebat. Aku minum untukmu!”

Ingot tidak minum. Sebaliknya, dia bertanya, “Maksudmu aku bukan lelaki hebat sekarang?”

“Kau hebat.” Wu Tao meneguk semangkuk lagi. “Kau sudah hebat.”

Dia meletakkan mangkuk itu lalu mengambil sepasang sumpit dan mulai mengetukkan sebuah nada ke mangkuk. Dia bernyanyi, “Semangkuk alkohol yang tak bisa kau minum sampai habis, sebuah lagu yang tidak bisa kau nyanyikan sampai selesai. Sebuah pedang berharga yang tak bisa kau jatuhkan, sebuah gedung tinggi yang tak bisa kau panjat. Darah seorang pahlawan yang tak pernah berhenti mengalir, kepala musuhmu yang tak pernah bisa semua terpotong.”

***

Lagu muram dan khidmat itu tiba-tiba berhenti, dan Wu Tao berteriak, “Pergi!”

Saat dia berteriak, sumpit di tangannya tiba-tiba terbang ke depan, dan dengan suara “ding”, menembak ke pintu.

Restoran tidak buka hari itu, jadi pintunya tidak terbuka. Sumpit itu menembus pintu, lalu mencuat keluar dari sisi lainnya.

Dua teriakan kesakitan terdengar dari luar, dan orang-orang mulai berteriak, “Itu dia. Itu dia!”

“Jika kau tahu ini aku, lalu mengapa kau tak masuk?”

Tidak ada yang masuk. Tidak ada yang berani.

Wu Tao berdiri, mencengkeram lengan Ingot. “Karena mereka tidak mau masuk, mengapa bukan kita yang keluar.”

Pintunya tertutup.

Bagaimanapun juga, sepertinya Wu Tao tidak menyadari itu. Dia melangkah maju, dan kemudian suara “brak” terdengar. Potongan pintu beterbangan ke segala arah.

Jalan di luar sunyi; orang yang kebetulan lewat sudah melaikan diri, melihat restoran kecil itu benar-benar dikelilingi.

Dua lelaki mengerang, masing-masing dengan sebuah sumpit yang tertanam di bahunya, sedang diseret menjauh oleh rekan-rekan mereka.
Di tangan Wu Tao, dua sumpit biasa bisa menembak menembus pintu kayu dan menusuk sampai tulang. Masing-masing telah menusuk ke posisi yang persis sama pada tiap orang itu, dan keduanya berada pada jarak yang sama dari jantung.

Mereka tidak mati, tapi itu tak ada hubungannya dengan mereka.

Mereka hidup karena Wu Tao tidak tertarik untuk mengambil nyawa mereka.

Ingot bisa melihatnya dengan jelas.

Yang tidak dia mengerti adalah bagaimana seseorang bisa menembakkan dua sumpit dari belakang pintu setebal tiga inci, dan mengenai tepat pada titik yang sama dari kedua orang itu.

— Tidak ada cara dia bisa melihat menembus pintu. Itu sungguh tidak mungkin.

— Mungkinkah dia bisa merasakan posisi mereka hanya dengan mendengarkan suara napas mereka?

Itu tidak mungkin, namun, itu tidak mustahil.

Ada beberapa hal yang sedikit mungkin, dan jika mungkin, sepertinya hanya mungkin bagi satu orang.

***

Adapun saat itu, hal itu barangkali tidak mungkin bagi kebanyakan orang untuk dimengerti. Namun selain Ingot, ada orang lain yang bisa melihatnya.

Di antara kerumunan orang yang mengelilingi restoran itu, seseorang tiba-tiba mulai bertepuk tangan.

“Mendengarkan napas untuk menentukan posisi saat kau tidak bisa melihat. Menusukkan daun yang melayang dengan kekuatan yang bisa menembus tembok. Aku tidak pernah membayangkan kung fu seperti itu ada di dunia. Jika aku tak melihatnya sendiri, aku akan menyebut diriku sendiri anak jalang sebelum mempercayainya.”

Lelaki itu bicara dengan nada yang sangat meyakinkan.

Setengah pidatonya cukup elegan, sangat elegan. Hanya pimpinan sekte keriput dari generasi sebelumnya yang akan bicara seperti itu.

Tapi setengah yang terakhir sama sekali tidak elegan, terutama baris terakhir. Bagian itu terdengar seperti sesuatu yang diucapkan seorang bajingan.

Orang ini sangat unik.

Dia memakai jubah katun tebal. Dari tigabelas kancing di bagian depan, hanya sekitar lima yang dikancingkan. Mencuat dari bawah adalah sepasang sepatu rami usang.

Tapi terpasang di sekeliling pinggangnya adalah sebuah sabuk yang hanya pangeran muda atau orang kaya baru yang akan mengenakannya, sebuah sabuk emas bertaburkan selusin mutiara dan permata.

Dia sama sekali tidak tampan, tapi semakin kau memandangnya, semakin tidak buruk dia terlihat.

Tinggi dan gagah, dia tidak muda, tapi saat dia tersenyum, dia terlihat seperti anak-anak.

***

Ingot berpikir orang ini menarik. Sepertinya Wu Tao juga beranggapan sama.

–Orang yang mengganggu selalu membuat orang merasa terganggu dan orang yang menarik selalu membuat orang tertarik.

Kebenaran ini semudah mengatakan “telur ayam bukanlah telur bebek.” Beberapa orang menikmati melakukan hal-hal yang mengganggu orang lain.

Saat dia melangkah keluar dari kerumunan, dia tertawa. Dengan senyuman, dia melihat Wu Tao dan berkata, “Aku telah melihat banyak ahli seni bela diri terkenal. Tapi untuk bisa melihat kehebatan kung fu mu hari ini, mataku benar-benar terbuka.” “Tapi aku merasa sedikit menyesal.”

“Oh?”

“Aku menyesal karena aku masih tidak tahu bagaimana cara menyapa anda.” Katanya. “Haruskah aku memanggilmu tuan Wu? Atau Big Boss Sun?” Dia tertawa lagi. “Atau mungkin yang paling tepat adalah memanggilmu General Li?”

“Bagaimana aku harus memanggilmu?” balas Wu Tao.

“Aku tidak penting.” Jawab lelaki itu dengan tawa. “Bahkan jika kau memanggilku anak jalang busuk, itu tidak masalah.”

Ingot tertawa, memamerkan dua lesung pipitnya. “Jika kau anak jalang, bagaimana dengan ayahmu? Seorang jalang?”

Orang-orang di kerumunan mulai berteriak marah, tapi lelaki itu menahan mereka. Sambil tersenyum, dia berkata, “Kau memanggilku anak jalang, tidak berarti aku benar-benar anak jalang. Dan terkadang seseorang yang tidak kau panggil anak jalang, sesungguhnya sangat jalang. Ini adalah dua situasi yang sangat berbeda.”

“Itu masuk akal.” jawab ingot. “Jadi apakah itu kau atau kau bukan anak jalang?”

“Apakah aku terlihat seperti itu?”

“Tidak juga.” Ingot menyipitkan matanya. “Lebih tepatnya, kau terlihat seperti bajingan.”

Lelaki itu tertawa keras. Dia terlihat cukup senang, tidak sedikitpun marah.

“Kau juga tidak terlihat seperti ingot.” Katanya. “Ya, mungkin sedikit. Seperti yang dulu sering kubuat dari tepung saat aku masih kecil. Hanya saja mereka akhirnya selalu berjamur.”

Ingot tertawa. Dia juga tidak tampak sedikitpun marah.

“Ingot tepung berjamur dan bajingan kelas menengah berukuran sedang. Sepertinya kita sama: tidak berguna.”

“Kau berguna untuk sesuatu, tapi aku sama sekali tidak.” Dia mengedipkan mata. “Karena aku seorang manusia.”

Wu Tao, yang sedari tadi melihat mereka, tiba-tiba bertanya, “Apakah kau bermarga Tian?”

“Ya.” Lelaki itu mengaku. Dia memang bermarga Tian.

“Kalau begitu kau anak Tian Yonghua, Frogboy.”

“Itu aku.”

“Mengapa kau tidak mengatakannya saja?”

“Aku masih tidak tahu siapa kau,” kata Wu Tao. “Jadi mengapa aku harus memberitahumu siapa aku?”

“Kau sudah cukup tahu. Begitu juga aku.”

“Apa yang aku tahu?”

“Bahwa aku adalah orang yang kau cari.”

“Dan apa yang kau ketahui?”

“Bahwa aku adalah orang yang kau cari!” Matanya berkilat. “Aku tahu yang tersembunyi dalam sabukmu adalah Burmese sword yang fleksibel, yang mampu membelah rambut . Dan tersembunyi di balik pakaianmu adalah tigabelas bendera terbang mematikan, senjata tersembunyi yang sama yang dipakai Tian Yonghua di masa lampau.”

Frogboy menghela nafas. Dengan tawa getir, dia berkata, “Adakah sesuatu di dunia yang tak kau ketahui?”

“Ada satu hal.”

“Apa itu?”

“Aku adalah orang yang kau cari, dan kau telah menemukan aku. Kau punya pedang di sabukmu dan senjata tersembunyi dalam pakaianmu. Kau bisa menyerangku setiap saat. Mengapa tak kau lakukan?”

“Karena aku tidak layak.”

Beberapa orang akan mati sebelum mengucapkan kata-kata seperti itu, tapi Frogboy mengatakannya sambil tertawa. Dia melanjutkan, “Bahkan ayahku berkata aku tak layak untuk jadi lawanmu. Bagaimana bisa aku berani mengambil langkah?”

“Lalu mengapa kau ada di sini?”

“Aku hanya ingin melihat seperti apa kau,” jawabnya. “Lawanmu yang sesungguhnya pergi ke tempat lain. Jika tidak, dia akan berada di sini.”

“Siapa itu?”

“Xiao Jun,” jawab Frogboy. “Dia punya hati seperti batu dan serangan seperti kilat. Dia adalah Chamber Lord dari Torture Chamber yang baru didirikan oleh the Beggar Sect.”

Wu Tao tertawa dingin. “Menurutmu dia layak jadi lawanku?”

“Dia sendiri bilang tidak.” Frogboy menggelengkan kepala. “Tapi dia masih ingin mencoba.”

“Lalu mengapa dia tidak di sini sekarang?”

“Dia pergi mencarimu dan sudah cukup lama melakukannya.”

“Kemana dia pergi mencariku?”

“Dia memperhitungkan bahwa kau akhirnya akan pergi ke arena judi untuk melacak orang-orang yang membayar Qiu Budao. Dia kemungkinan besar ada di sana sekarang, menunggumu.”

“Lalu mengapa kau tak ke sana juga?”

Frogboy tertawa lagi. “Karena aku ini agak bodoh. Aku tidak bisa melakukan hal-hal seperti dia. Jadi aku hanya dengan bodoh duduk menunggu, tidak peduli. Pada akhirnya, dia tidak menemukanmu, tapi aku, hanya dengan menunggu.”

Wu Tao tertawa dan itu terdengar memilukan. Siapa yang tidak takut saat mendengarnya?

“Jadi kita pergi atau tidak?” tanya Ingot.

“Pergi kemana?”

“Ke arena judi. Aku belum pernah melihat seperti apa arena judi sesungguhnya.”

Mata Wu Tao berbinar. “Kau akan segera melihatnya.” Jawabnya tenang.

Ingot terlihat sangat bersemangat, seolah dia tidak tahu betapa banyak musuh yang berniat membunuh sedang menunggu di sana. Tampaknya dia sudah lupa betapa menakutkannya Xiao Jun.

Dia hanya ingin tiba di sana secepat mungkin, dan berjudi!

Frogboy juga tampak bersemangat.

“Baiklah, aku akan mengantar kalian ke sana.” katanya. “Dan jika kau tak punya apapun untuk dipakai berjudi, aku bisa meminjamimu.”

“Kau punya uang?”

“Tentu saja,” responnya. “Banyak.”
Dia mengeluarkan sebuah tas besar, tapi sayangnya itu hanya berisi bermacam-macam koin tembaga dan beberapa perak.

“Itu uangmu semua? Sepertinya tidak banyak.” Ingot terlihat sedikit kecewa.

“Ini adalah semua uang yang kumiliki di dunia! Dan kau bilang ini tidak banyak?”

Ingot menggelengkan kepalanya dengan tawa getir. “Sepertinya kau, orang kaya, dan aku, seorang pengemis, tidak terlalu berbeda pada akhirnya.”

Frogboy, wajahnya serius, dengan nada hormat, berkata, “Seseorang tidak seharusnya punya terlalu banyak kekayaan. Jika kau mendapat uang dengan tangan kirimu, kau harus menghabiskannya dengan tangan kananmu. Dengan begitu kau akan bisa merasa bebas dari kekhawatiran, dan sangat bahagia.”

“Itu masuk akal.” Jawab Ingot.

“Jika kau memiliki terlalu banyak kekayaan, dan tidak menggunakannya sama sekali, lalu kau kehilangan itu, kau akan marah. Kau akan terus khawatir itu dirampok atau dicuri. Kau takut ditipu atau dicurangi. Kau akan khawatir tentang orang-orang yang datang untuk meminjam darimu setiap saat. Juga, kau tidak bisa membawanya saat mati. Itu sungguh sebuah ketidak bahagiaan.”

“Masuk akal.”

“Bisa menghabiskan uang dengan bahagia, itulah kekayaan sesungguhnya. Dan dengan begitu, aku kaya.”

“Kau memang kaya.”

“Karena itu, kekayaanku relatif sedikit. Aku tidak khawatir orang hendak merampok atau mencurangiku, dan aku tidak khawatir orang datang hendak meminjam dariku. Tapi, yang perlu kau lakukan hanya meminta, dan aku akan meminjamkannya padamu.”

Biasanya adalah hal yang menyenangkan saat seseorang menawarkan untuk meminjamimu uang. Siapa yang membayangkan bahwa Ingot tiba-tiba menjadi waspada. “Apa kau perlu jaminan?”

“Tidak.”

“Bagaimana dengan bunga?”

“Tidak.”

Penawaran yang murah hati begini tidak umum. Ingot bertanya lagi, “Bisakah aku tidak mengembalikannya?”

Frogboy tertawa. Pertanyaan selanjutnya bahkan lebih mengejutkan dari pertanyaan awal Ingot. “Bisakah aku memintamu untuk tidak mengembalikannya?”

“Kau bisa!” respon Ingot dengan gembira. Dia menyambar tas Frogboy.

Orang yang bersedia meminjam dengan cara begini tidak umum di dunia, dan orang yang bersedia meminjami uang dengan cara ini lebih langka lagi.

Tapi mereka berdua terlihat cukup senang.

“Seandainya aku jadi Big Boss Sun, aku pasti tidak sebahagia ini.” Kata Frogboy. “Dia pasti tidak akan bersedia menyerahkan kekayaannya padamu, atau kau tidak akan mau meminta dia melakukannya.”

Ingot tertawa keras. “Untungnya, kau bukan Big Boss Sun. Kau hanyalah bajingan kelas menengah berukuran sedang.”

“Tepat sekali.”

***

Tapi Ingot membuat kesalahan.

Tidak ada perlunya dia meminjam uang untuk berjudi, karena setelah tiba di arena judi, mereka menemukan bahwa bukan uang yang dipakai untuk berjudi.

Orang-orang di sana ingin berjudi dengan nyawa!

**

Translator / Creator: Jade77