November 24, 2016

DKWSS – Chapter 7 : Wisp of Smoke

 

Wisp of Smoke

Part 1

17 April. Tengah hari.

Pencarian besar atas Ingot dan Wu Tao berlanjut di Jinan. Semakin banyak orang yang tertarik dengan masalah ini, mungkin karena the Flowered Sect dan juga pihak berwenang lokal telah menawarkan imbalan besar untuk informasi, imbalan yang cukup besar untuk hidup selama bertahun-tahun.

Target pencarian saat ini sedang tertidur lelap dalam  Den of Immortals, hanya mereka berdua.

***

Di luar 79 bisnis Sun Jicheng ditempel poster kertas bertuliskan, “Tutup, bisnis ditunda selama lima hari.” Saat ini, orang telah mendengar tentang kematian Big Boss Sun, jadi tidak ada perlunya berusaha menyimpannya sebagai rahasia lagi.

–Rahasia yang sesungguhnya yang harus disimpan adalah bahwa Big Boss Sun sebenarnya tidak mati.

Great Three Yuan jelas tidak buka untuk bisnis. Namun, Zheng Nanyuan buru-buru menuju restoran. Tiga pelanggan penting menunggunya, tamu yang tidak bisa dia abaikan.

Tamu-tamu tersebut termasuk Old Master Tian dari Flowered Flag Sect yang berkuasa, anaknya dan Huang Jun, lelaki yang berharap mereformasi Beggar Sect, yang seorang diri mendirikan Torture Chamber yang baru, terkenal di Jianghu dan pemegang kekuasaan hidup dan mati di organisasinya.

***

Zheng Nanyuan sekarang sedang menaiki tangga restoran.

Dia tidak lumpuh; dia menggunakan kursi roda karena penyakit rematik yang sudah dideritanya bertahun-tahun.

Saat dia tiba, meja hidangan pembuka telah disiapkan di salah satu ruang makan pribadi yang elegan. Para tamu telah duduk.

Ada tiga jenis alkohol di atas meja.

Sebuah guci berisi Guizhou Maotai yang baru dibuka, jernih dan kuat, serta Nu’er Hong dari wilayah Jiangsu/Zheijang, manis dan lembut, tapi dengan efek lanjutan tertunda yang kuat.

Dan dalam sebuah teko emas adalah yang tersisa dari Persian Red Wine yang belum dihabiskan Sun Jicheng saat makan siangnya di hari sebelumnya. Teko emas itu baru dikeluarkan dari air pendinginnya, embun menetes di sisi-sisinya.

Old Master Tian minum satu cangkir dari setiap jenis alkohol itu, dan lalu berkata, “Kami tidak datang kesini untuk minum.”

Dia bisa mengatakan hal seperti itu.

Sekali status seseorang mencapai level tertentu, mereka bisa mengatakan apa saja, dan yang lain hanya bisa mendengarkan.

Hal-hal yang dikatakannya tidak begitu baik; biasanya dia membuat orang tidak yakin apa harus menangis atau tertawa. Kadang dia mengejutkan orang, dan kadang membuat mereka ketakutan seumur hidup mereka.

“Kami juga tidak di sini untuk memberikan penghormatan kami,” dia melanjutkan. “Seperti kita semua tahu, Big Boss Sun tidak mati.”

Itu adalah hal yang kasar untuk diucapkan.

Zheng Nanyuan sepertinya tidak menunjukkan reaksi apapun. Dia hanya menuangkan sedikit Persian wine ke dalam gelas kristalnya. Dia menuang cukup untuk benar-benar memenuhi gelas itu, dan tidak menumpahkan setetes pun.

Tangan yang sangat mantap!

Old Master Tian menyipitkan matanya, menatap Zheng Nanyuan. Dia melanjutkan, “Pencarian besarmu tadi malam bukan usaha untuk mencari bosmu yang seharusnya ‘mati’. Untuk mencarinya dengan cara seperti itu tidak akan membuahkan hasil. Jenis pencarian seperti itu hanya akan memunculkan pemabuk dan orang bodoh. Tujuan pencarianmu adalah untuk memberitahu Sun Jicheng bahwa kau tahu mayat itu bukan dia.”

Zheng Nanyuan duduk mendengarkan, seperti seorang murid mendengarkan kuliah tutornya tentang the Four Books and Five Classics, meskipun dia tidak tahu apa yang gurunya katakan.

Old Master Tian minum tiga cangkir alkohol lagi. Anaknya turut bergabung dengannya.

“Alasan kami ada di sini,” kata Old Master Tian, “adalah karena kami ingin menanyakan padamu sebuah pertanyaan.” Pertanyaan yang ditanyakan oleh Old Master Tian selalu mengenai inti masalah. “Bagaimana kau tahu jika mayat itu bukan milik Sun Jicheng?”

Zheng Nanyuan tertawa.

“Sebenarnya,” dia berkata, “itu adalah pertanyaan yang harus kutanyakan padamu.”

“Namun, aku yang bertanya lebih dulu.”

“Bisakah aku menolak untuk menjawabnya?”

“Tidak.”

“Kalau begitu ijinkan aku memulainya dari awal.”

Dia menuang untuk dirinya sendiri segelas anggur, minum seteguk, dan kemudian memulai ceritanya: “Para penjaga yang melindungi kediaman Big Boss Sun dibagi menjadi enam shift, dibagi di bawah kepemimpinan Lian Gen dan Qiu Budao. Baru-baru ini aku menyadari bahwa Qiu Budao secara bergantian memberhentikan tigabelas orang dari pasukannya.”

Old Master Tian tahu dia tidak akan berbicara hal yang tidak ada hubungannya dengan masalah, dan akan menceritakan semuanya secara rinci.

“Siapa orang-orang yang dia berhentikan?” tanyanya. “Dan siapa yang menggantikan mereka?”

“Yang dia berhentikan adalah orang-orang yang cakap, dan para pendatang barunya semua mempunyai masa lalu yang samar, orang asing yang belum pernah terlihat di Jianghu sebelumnya, mereka semua kira-kira berusia tigapuluh tahun.”

“Apa kau pernah membicarakan ini dengan Sun Jicheng?”

“Tidak. Tapi saat dia mati tiba-tiba, aku segera mencurigai bahwa kematiannya ada hubungannya dengan tigabelas orang ini.”

“Mereka belum pergi?”

“Tidak, belum,” kata Zheng Nanyuan. “Jadi, aku memutuskan memanggil kembali tiga belas orang yang sudah diberhentikan Qiu Budao. Bersama dengan orang-orang yang kukirim untuk mencari mereka, aku akan punya dua orang untuk menangani setiap dari tigabelas dengan masa lalu samar itu. Aku akan menangkap mereka, hidup atau mati.”

“Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” kata Old Master Tian. “Apa yang terjadi?”

“Orang-orang yang kukirim untuk mencari tigabelas orang yang diberhentikan kembali dengan cepat.” Dia menghabiskan gelas anggurnya dalam sekali teguk. “Mereka kembali, duapuluh enam orang.”

“Di mana mereka sekarang?”

“Di bawah, di gudang anggur.”

“Mereka semua? Dan mereka belum pergi?”

“Duapuluh enam orang, tidak satupun yang pergi,” jawab Zheng Nanyuan dengan tenang. “Aku khawatir mereka tidak akan pernah pergi.”

Di dalam gudang bawah tanah yang gelap, mayat-mayat, ditutup kain putih sederhana, telah berbaris  bahkan lebih rapi daripada guci-guci anggur.

Zheng Nanyuan mengikuti Old Master Tian ke dalam. Dia berkata, “Aku tidak menempatkan mereka dalam peti mati karena aku tahu bahwa akhirnya aku akan mengundangmu ke sini untuk melihat mereka.”

Dia mengangkat kain putih dari salah satu mayat. Cahaya dari lampu gudang anggur  bersinar remang di atas mayat itu, memunculkan wajah berkerut ketakutan, satu tangan terkilir, siku retak, pangkal tenggorokan hancur.”

“Setiap orang mati dengan cara yang sama,” kata Zheng Nanyuan. “Duapuluh enam orang, semuanya persis sama.”

Wajah Old Master Tian tiba-tiba menjadi sangat serius.

“Bagian sendi dan pangkal tenggorokan tidak dipukul oleh orang yang sama,” kata Zheng Nanyuan. “Tenaga yang diberikan berbeda, meskipun tekniknya sama. Teknik ini sebenarnya aneh dan kejam, tapi efektif. Tidak ada sekolah atau sekte di Jianghu yang menggunakan cara yang sama.”

“Kau belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya?” tanya Old Master Tian.

“Tidak pernah.”

Satu per satu kata, Old Master menjawab, “Aku pernah.”

Ekspresinya menjadi semakin serius. Sebelum  Zheng Nanyuan bisa mengatakan sesuatu, dia melanjutkan, “Sekarang aku mengerti mengapa Sun Jicheng membuang kekayaannya yang melimpah, memalsukan kematiannya sendiri dan lari menyelamatkan hidupnya.”

Tentu saja, Zheng Nanyuan bertanya “Mengapa dia mau melakukannya?”

“Karena dia pasti menyadari bahwa pasukan bodyguardnya telah disusupi oleh tigabelas orang, dan dia pasti bisa menebak darimana mereka berasal.”

Frogboy tidak bisa menahan diri untuk memotong, “Jangan bilang kalau tigabelas orang itu membuatnya ketakutan?”

”Humph,” jawab Old Master Tian.

“Jika dia benar Laughing General,” lanjut Frogboy, “bagaimana mungkin dia ketakutan karena mereka? Kapan General Li takut pada siapapun?”

Dengan melotot marah, Old Man Tian berkata, “Bagaimana kau tahu dia tidak pernah takut pada siapapun?” Memangnya dia cacing pita di perutmu atau sesuatu?”

Frogboy tidak berani merespon.

Zheng Nanyuan tidak bertanya tentang darimana tiga belas orang itu berasal, atau bertanya pada Old Master Tian mengapa Sun Jicheng lari ketakutan.

Dia dengan tenang melanjutkan penjelasannya.

“Setelah operasiku gagal, aku kehilangan jejak dari tiga belas penyusup itu. Saat Lian Gen mengetahui masalah itu, dia memulai pencarian skala besar untuk membuat mereka keluar.”

Old Master Tian tertawa dingin. “Hal yang bagus kalian tidak membuat mereka keluar. Jika sebaliknya, meskipun gudang anggurmu tiga kali lebih besar, tidak akan cukup besar untuk menampung semua mayat karena terbunuh oleh mereka.”

“Dalam hal apapun, aku hanya ingin Old Master Tian mengerti bahwa tujuan pencarian kami kemarin bukan karena kami mengetahui bahwa mayat itu bukan Big Boss Sun, atau untuk menginformasikan padanya tentang apapun.” Setenang sebelumnya, dia melanjutkan, “Tujuannya adalah melacak tiga belas penyusup ini.”

Dia dan Xiao Jun cukup berbeda; Dia berbicara dengan sangat rinci, dan untuk membuatnya sangat jelas, dia bahkan akan mengulang kalimatnya beberapa kali jika diperlukan.

Setelah menjelaskan segalanya dengan jelas, sekarang dia mengajukan pada Old Master Tian sebuah pertanyaan, “Jadi, bagaimana Old Master sampai pada kesimpulan bahwa mayat itu bukan milik Sun Jicheng, tapi hanya tubuh pengganti?”

Old Master Tian, jika dia merasa sedang ingin bersikap keterlaluan, bisa menolak menjawab pertanyaan itu.

Jika dia menolak, siapa yang bisa memaksanya menjawab?

Untungnya, saat tertentu ini, dia tidak memilih untuk bersikap keterlaluan. Setelah seseorang menjawab pertanyaannya secara rinci, dia tidak mungkin menolak bersikap sama.

“Haruskah aku, juga, memulai dari awal?” dia bertanya pada Zheng Nanyuan.

“Itu adalah yang terbaik.”

Old Master Tian menuang untuk dirinya sendiri secangkir alkohol dan memulai penjelasannya: “Aku curiga dari awal bahwa Sun Jicheng tidak tiba-tiba mati seperti itu, tapi aku tidak punya cara untuk memastikan identitas mayat tersebut. Awalnya. Lalu aku punya kesempatan.”

“Kesempatan apa?”

“Sun Jicheng meninggalkan restoran Great Three Yuan pada siang hari tanggal 15 April, benar?”

“Ya.”

 “Pada hari itu, dia makan semangkuk ayam dan sup sirip hiu abalone, bukan? Untuk makanan pembuka, dia makan kacang kenari, kacang pinus dan buah-buahan kering. Untuk minumannya, Persian wine yang baru kau sajikan pada kami. Benar?”

“Benar.” Zheng Nanyuan tertawa getir. “Aku tidak tahu bahwa Old Master Tian begitu akrab dengan operasi kami di sini.”

Old Master Tian mengabaikan nada ejekan dalam komentarnya, dan melanjutkan penjelasannya. “Dia mati beberapa saat setelah senja, mungkin dua jam setelah dia berpisah denganmu.”

“Bagaimana Old Master bisa memastikan itu?”

“Kepala Koroner Jinan, Ye Laoyan, kebetulan temanku. Seperti yang kau tahu, dia adalah salah satu yang terampil dan berpengalaman di bidangnya. Siapa yang tahu berapa mayat yang sudah diperiksanya dalam dua puluh tahun terakhir? Penilaiannya sempurna.”

“Tapi kami tidak meminta pemerintah untuk memeriksa mayat itu,” kata Zheng Nanyuan. Mr. Ye Tua tidak pernah melihat mayat tersebut.”

“Dia melihatnya.”

“Kapan?”

“Tadi malam setelah senja, saat kau menghimpun orang-orangmu untuk memulai pencarian besar kalian.”

“Saat itu, mayat Big Boss masih berada di ruang rahasia.”

“Benar.”

“Bagaimana tuan Ye bisa masuk ke dalam ruang rahasia Boss?”

“Karena aku membawanya .”

Zheng Nanyuan tidak  bertanya lebih jauh lagi. Jika Old Master Tian ingin membawa seseorang ke suatu tempat, itu tidak akan jadi hal yang sulit.

Lebih jauh lagi, saat menghimpun dan mengirim pasukan lengkap dari kediaman Sun, di antara yang ditinggalkan untuk menjaga perkebunan, pasti beberapa adalah teman anggota sekte “Flowered Flag”.

Old Master Tian melanjutkan, “Setelah Ye Laoyan menentukan waktu pasti kematian Sun Jicheng, pertanyaan terpikir olehku.”

“Pertanyaan apa?”

“Saat seseorang makan, berapa lama yang dibutuhkan untuknya berubah menjadi kotoran?”

Ini adalah pertanyaan luar biasa, sebuah pertanyaan yang langsung mengenai inti permasalahan.

“Menurut pengalaman Ye Laoyan, makanan akan tetap berada dalam sistem pencernaan selama hampir dua jam sebelum menjadi kotoran. Kenari, kacang pinus dan sejenisnya membutuhkan lebih banyak waktu untuk dicerna.”

Tanpa berhenti, dia mengatakan kesimpulan dari masalah itu: “Perut mayat itu tidak berisi ayam dan sup sirip hiu abalone, atau juga kenari, kacang pinus atau buah kering. Sebaliknya, dia berisi makanan yang tidak akan pernah dimakan oleh Sun Jicheng: potongan ikan kering.”

***

Bagaimana sebenarnya mereka menentukan hal itu?

Old Master Tian tidak menjelaskan secara rinci, tapi semua orang bisa membayangkan bagaimana.

Meskipun semua bisa membayangkan, tidak ada yang bersedia menanyakannya.

Saat ini, wajah Zheng Nanyuan tidak lagi setenang daan seringan sebelumnya. “Jadi,” tanyanya dingin, “Old Master curiga sejak awal bahwa orang yang mati itu bukan Sun Jicheng.”

“Benar.”

“Mengapa begitu?” tanya Zheng Nanyuan, matanya berkilat tajam. “Boss kami dan Old Master tidak dekat. Mengapa kau sangat tertarik dengan detail kematiannya?”

Ekspresi wajah Old Master Tian berubah.

Frogboy melihat bahwa perubahan ini mirip dengan perubahan yang dia amati saat dia membahas masalah Liu Jin’niang sebelumnya. Old Master Tian terlihat marah.

Namun, dia menjawab pertanyaan itu.

“Tentu saja aku tertarik, dan tentu aku punya kecurigaan. Karena, “ katanya dengan lantang, “Aku tahu bahwa Sun Jicheng tak lain adalah Laughing Li. 10 orang Qiu Budao  tidak akan bisa melawan satupun jari Laughing General. Bagaimana mungkin dia bisa terbunuh oleh Qiu Budao?”

***

Ini adalah penjelasan yang sangat masuk akal. Siapa yang bisa membantahnya. Bahkan meski orang tahu bahwa itu hanya sebuah alasan, dia masih tidak bisa membantahnya.

Tapi Zheng Nanyuan masih punya pertanyaan lain untuk ditanyakan.

“Aku telah mendengar bahwa pemerintahan lokal dan Old Master sedang melakukan pencarian atas seseorang bernama ‘Wu Tao’. Berdasarkan laporan rahasia, dia mungkin adalah yang sebelumnya dikenal sebagai ‘Fear-inspiring Three laughs’ General Li.”

“Aku anggap kau mendengarnya.”

“Jadi, maksud Old Master, Wu Tao adalah Sun Jicheng, Sun Jicheng adalah General Li, dan General Li adalah Wu Tao?”

Zheng Nanyuan sekali lagi menggunakan metode berkomunikasinya yang terlalu rinci, memanfaatkan tiga metode untuk mengajukan satu pertanyaan.

Respon Old Master Tian sangat sederhana: “Ya.”

“Itu sungguh sulit dipercaya.” Zheng Nanyuan menghela nafas. “Meskipun Sun Jicheng tidak menjalani hidup yang biasa, dia hidup sangat ketat, di tempat terbuka, tidak pernah menyembunyikan tindakannya. Tidak ada yang melontarkan kecurigaan padanya selama bertahun-tahun. Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana Old Master tiba-tiba sampai pada kesimpulan bahwa dia adalah Laughing General.”

Old Master Tian tertawa dingin. “Kau pikir aku satu-satunya yang tahu rahasia ini? Mengapa menurutmu Chamber Lord Xiao ada di sini?”

Dengan pernyataan cepat ini, dia mengalihkan tanggung jawab menjawab pertanyaan pada Xiao Jun.

Dan tentu saja, Zheng Nanyuan langsung bertanya, “Chamber Lord Xiao, bagaimana kau bisa sampai pada kesimpulan ini?”

“Murid Sekte kami ada di mana-mana.” Jawabnya tenang. “Setiap masalah di Jianghu, besar atau kecil, menjadi perhatian kami cepat atau lambat.”

Jawaban ini tidak benar-benar dihitung sebagai jawaban, tapi juga bukan penolakan untuk menjawab.

Setiap orang di Jianghu tahu bahwa Beggar Sect mendapat informasi dengan cepat. Tentang sumber informasi tersebut, siapa yang tahu?

Jadi meskipun jawabannya tidak memuaskan Zheng Nanyuan, dia tidak bisa meminta informasi lebih.

Tapi dia bisa menanyakan hal lain. “Bagaimana kalian bisa yakin bahwa Wu Tao adalah Big Boss Sun?”

“Sun Jicheng membunuh tubuh penggantinya dengan satu serangan telapak tangan fatal yang menimbulkan luka dalam yang parah. Dia dengan sempurna meniru teknik Qiu Budao ‘As Stable as Mount Tai’, seolah dia telah berlatih selama tigapuluh atau empatpuluh tahun. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa tenaga dalam yang ada di serangan telapak tangan itu mengandung beberapa elemen Yin yang halus.” Dengan penuh keyakinan, master Tian melanjutkan, “Divine Shaolin Palm Power murni memakai dasar Yang. Tidak mungkin murid Shaolin menghasilkan kekuatan Yin sehalus itu.”

Old Master Tian memiliki pengetahuan yang mendalam dan pengalaman serta pemahaman yang mendalam tentang seni bela diri. Sejauh kemampuan bela diri, senjata, teknik tinju dan telapak tangan, senjata tersembunyi dari berbagai sekolah dan sekte di Jianghu, dia tahu sesuatu tentang mereka semua.

Zheng Nanyuan hanya bisa mendengarkan.

“Condor King Wang, satu dari Huainan Three Kings, terbunuh oleh Wu Tao.” lanjut Old Master Tian. “Serangan yang dipakainya untuk membunuh Wang tidak lain adalah kung fu Eagle Claw Huainan Sect, dan tekniknya sebagus milik Wang sendiri. Hanya saja, teknik Eagle Clawnya mengandung kekuatan Yin.”

Eagle Claw menggunakan kekuatan Yang, dan murid Huainan Sect tidak berlatih kekuatan Yin.

Poin itu tidak perlu dinyatakan dengan keras, semua orang mengetahuinya.

“Aku memeriksa kedua mayat itu sendiri. Mungkin aku ini orang tua, tapi penglihatanku belum redup. Saat aku melihat sesuatu, tidak ada yang bisa bilang bahwa yang kulihat salah.”

Tidak ada yang bisa, dan tidak ada yang berani mengatakannya.

Akhirnya, Old Master Tian bertanya pada Zheng Nanyuan: “Berapa banyak orang di dunia yang bisa mengalahkan lawan dengan menggunakan kung fu lawannya sendiri, sesuatu yang sudah mereka latih selama berpuluh tahun. Dan siapa pula yang bisa menggabungkan kekuatan Yin dengan seni bela diri kekuatan Yang?”

“Tidak banyak, bisa dibilang.”

“Selain Laughing General, yang bermarga Li, bisa kau sebutkan yang lain?”

Zheng Nanyuan tidak mengatakan apapun.

Dia tidak bisa menyebutkan sebuah nama pun.

“Kau tidak bisa memikirkan siapa pun. Jadi karena itu, aku berani mengatakan. Wu Tao adalah Sun Jicheng. Sun Jicheng adalah General Li, dan General Li adalah Wu Tao.”

Inilah kesimpulannya.

Zheng Nanyuan tidak punya pertanyaan lagi. Tapi, Xiao Jun punya.

Ini adalah jenis pertanyaan yang umumnya tidak bisa dijawab.

“Saat ini, Wu Tao tahu bahwa kita telah mengetahui rahasianya, dan sedang mencarinya.” Katanya. “Jadi, apa langkah dia selanjutnya?”

Frogboy tiba-tiba tertawa. “Kau seharusnya tidak bertanya pada kami. Mengapa kau tidak pergi menanyakan padanya sendiri?”

Part 3

17 April. Siang hari.

Hari itu adalah hari yang cerah, dan matahari menerangi semuanya. Meskipun dia tidak bisa langsung menyinari blok sel sempit, berjamur dan sangat bau itu, sedikit sinarnya bisa mencapai ke dalam.

Ingot telah bangun dan duduk menatap dengan dua mata besarnya.

Tidak ada yang mungkin bisa membayangkan apa yang sedang dia lihat.

Dia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Sesuatu yang tidak ingin dia lihat, dan bahkan sekarang, saat melihatnya, sulit dipercayainya.

***

Ingot saat ini sedang melihat ratusan laba-laba, tikus, kecoa, kadal, ular, lipan, nyamuk dan kutu busuk.

Laba-laba mati, tikus mati, kecoa mati, kadal mati, ular mati, lipan mati, nyamuk mati, kutu busuk mati.

Dia tidak pernah membayangkan bahwa sebuah sel penjara batu bisa berisi begitu banyak hal seperti ini.

Namun, mereka ada. Dan mereka pada awalnya melompat dalam keadaan hidup.

Tapi segera saat mereka menyentuh Wu Tao, yang tetap tidur lelap, mereka langsung mati.

Terlepas apakah itu laba-laba, tikus, kecoa, kadal , ular, lipan nyamuk atau kutu busuk, segera saat mereka menyentuh tubuhnya, mereka akan jadi kaku dan jatuh, tidak pernah bergerak lagi.

***

Ingot tidak hanya melihat, dia menghitung.

Setiap yang mati, dia hitung. Saat itu hingga seratus delapan puluh sembilan.

Angka itu sendiri tidak menakutkan, tapi menghitungnya sebanyak itu, membuat semua bulu kuduknya berdiri.

Wu Tao masih tidur lelap, tidur seperti mayat.

Siapa yang tahu berapa banyak lagi hama menjijikkan yang akan muncul di dalam penjara? Dari luar bisa terdengar suara denting rantai besi di lantai batu, ratapan memilukan dan tangisan, dan umpatan sipir saat mencambuk dan memukuli tahanan.

Dia tidak tahan lagi.

Saat apa Wu Tao akan bangun?

Ingot memutuskan untuk membangunkannya. Dia tidak memanggilnya, dia hanya mendatangi dan mendorongnya. Tapi saat tangannya menyentuh tubuh Wu Tao, dia merasa itu menjauh. Dan kemudian hampir setengah tubuhnya mati rasa.

–Orang ini aneh. Dia sendiri tidak menakutkan, tapi seni bela dirinya menakutkan.

Ingot tidak sedikitpun takut padanya. Dia mengambil tikus mati lalu melemparnya ke hidung Wu Tao.

Suara tamparan terdengar saat tikus itu mengenai hidung.

Bukan hidung Wu Tao. Tapi hidung Ingot.

Tikus mati itu terpental, dan langsung mengenai Ingot di hidungnya.

Ingot, marah, hendak berteriak. Tapi Wu Tao telah terbangun dan meregangkan tubuhnya. Memelototinya, Ingot berkata. “Apa?”

“Apanya yang apa?”

“Untuk apa kau memukulku di hidung dengan tikus mati?”

“Apakah aku yang yang memukulmu di hidung dengan tikus mati? Atau sebaliknya?”

“Aku bisa memukulmu, tapi kau tak bisa memukulku.” Jawab Ingot, berani dan yakin.

Wu Tao duduk. “Mengapa kau bisa memukulku, tapi aku tak bisa memukulmu?”

“Karena kau orang dewasa, tapi aku hanya anak-anak.” Semakin dia bicara, semakin masuk akal argumennya terdengar. “Juga, kau pura-pura tidur, jadi tentu saja aku harus mencoba membangunkanmu. Kau tidak tidur, jadi kenapa kau pukul aku?”

Wu Tao terlihat seperti ingin tertawa, tapi tidak.

“Mengapa kau perlu membangunkan aku? Mengapa tidak tidur sedikit lagi?”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Mengapa kau tidak bisa tidur?” Ada yang salah dengan tempat ini?”

 “Semuanya.”

“Apa kau ingin pergi?”

“Ya. Sangat ingin.”

“Kau ingin pergi dan tak pernah kembali?”

“Sebut aku bajingan jika aku pernah kembali.” Jawab Ingot terdengar semakin marah. “Ini bukan tempat untuk manusia. Bahkan bajingan pun seharusnya tidak tinggal di sini.”

Wu Tao tiba-tiba berdiri. “Baiklah!” teriaknya.

“Baiklah?” tanya Ingot. “Apa maksudnya?”

Segera saat mengatakannya, dia tahu apa yang dimaksud oleh Wu Tao. Dia melihat Wu Tao membentangkan lengannya, dan terdengar suara seperti kembang api keluar dari tubuhnya.

Dan kemudian terdengar suara letusan.

Blok sel berjamur dan sempit, yang terbuat dari potongan batu tebal, tiba-tiba meledak ke segala arah.

Debu beterbangan, dan Ingot merasakan dirinya terbang di udara. Satu-satunya hal yang bisa dia dengar adalah suara Wu Tao: “Jika tempat ini tidak cocok untuk bajingan, untuk apa dibiarkan tetap berdiri?”

Translator / Creator: Jade77