November 22, 2016

DKWSS – Chapter 6 : Den of Immortals

 

Den of Immortals

Part 1

17 April. Pagi.

Dalam waktu dua jam setelah matahari terbit, setiap murid the Flowered Flag Sect telah melakukan kontak dengan informan jalanan mereka dan membagikan gambar serta instruksi.

Gambar itu telah dibuat oleh salah satu dari seniman sketsa terkenal di Jinan, digambar berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh staf restoran “Big Zhao’s”. Itu menggambarkan dua orang.

Seorang lelaki paruh baya bernama Wu Tao, wajah tajam dan mata kecil, hidung panjang dan mulut lebar, berpakaian seperti pedagang yang sedang bepergian.

Yang lain, seorang pengemis muda bernama Ingot, wajah bundar dengan mata besar dan senyum yang memunculkan dua lesung pipit. Sangat menarik.

Instruksi telah dikirim dengan urgensi “Level 1 Flowered Flag”: mengeluarkan semua usaha yang memungkinkan untuk melacak keberadaan kedua orang ini.

Dalam waktu satu jam, bahkan petugas pengadilan lokal dan polisi yang ada di pemerintahan daerah Jinan turut serta dalam pencarian ini.

Ini karena tiga pasukan kepolisian Jinan telah menerima petunjuk anonim bahwa pebisnis Wu Tao sepertinya satu dari empat penjahat terkenal yang dicari di seluruh bagian China. Faktanya, mungkin dia bandit terkenal yang telah tiga kali masuk dalam Istana Kekaisaran untuk membawa lari harta, seseorang yang dianggap oleh orang-orang di Jianghu sebagai yang kedua setelah “Bandit Chief” Chu Liuxiang . “Laughing General.”

***

Di bangku kayu terletak sebaki besar saus bawang dan roti, semangkuk besar daging rebus empuk, dan sepiring besar sayur tumis berbumbu.

Old Master Tian biasa sarapan seperti ini. Dia percaya jika kau sarapan dengan baik, kau akan punya banyak energi untuk menyelesaikan segala sesuatu sepanjang hari.

Hari ini, dia tidak makan banyak.

Hari ini, dia punya sesuatu yang membebani pikirannya, dan membuatnya emosional.

“The Laughing General, bernama keluarga Li,” katanya. “Dia benar-benar punya nyali. Dan keterampilan.”

“Namanya Li… apa?”

“Aku tidak tahu. Tidak ada yang tahu.”

“Baiklah,” kata Frogboy. “Kalau begitu, mengapa orang memanggilnya the Laughing General?”

“Semua orang tahu keterampilan dan kemampuannya hanya sedikit di bawah Chu Liuxiang, jadi mereka menyebutnya General.”

“Bagaimana dengan bagian ‘Laughing’ nya?”

“Setelah setiap aksi pencurian, dia mengeluarkan suara tawa keras tiga kali.” Old Master Tian mendesah. “Dulu, ketika orang mendengarkan tawa itu, beberapa jadi begitu ketakutan hingga mereka ngompol di celana.”

“Kemudian apa?”

“Kemudian, hilang.”

“Apa yang hilang?”

“Emas, mutiara, perhiasan, giok kuno dan lukisan. Setiap dan semua yang General ingin bawa, hilang.”

Old Master Tian berkata lagi. “Sepuluh tahun yang lalu, dia sendiri menghilang. Seperti semangkuk alkohol yang dituangkan ke kerongkonganmu. Tiba-tiba, hilang.”

“Tidak hilang,” kata Frogboy. “Saat aku menuangkan alkohol ke kerongkonganku, itu masuk ke dalam perutku.”

“Tetap hilang. Saat alkohol itu mencapai perutmu, dia berubah jadi kencing. Alkoholnya hilang.”

Dia tidak tertawa, karena yang dia ucapkan bukan candaan.
Frogboy juga tidak tertawa.

Dia paham apa yang dimaksud ayahnya. “The Laughing General yang hilang bertahun-tahun berubah menjadi Wu Tao.”

Old Master Tian tiba-tiba menoleh dan menatap Xiao Jun. “Beggar Sect’s Torture Chamber baru saja didirikan. Pasti banyak urusan yang harus ditangani. Tidak seharusnya kau berada di sini.”

“Benar.” Saat satu kata cukup untuk mengungkapkan maksudnya, Xiao Jun tidak akan memakai dua.

“Dan kau masih di sini.”

“Benar.”

“Mengapa?””

Xiao Jun berpikir sebentar. “Karena Laughing General.”

Dia mengatakan yang sebenarnya. Belum pernah dia berbohong, jadi Old Master Tian menganggap jawabannya memuaskan.

“Tentu saja kau di sini karena dia,” kata Old Master Tian. “Begitu juga Three Panthers Niu di sini karena dia. Aku curiga orang-orang di Jianghu sekarang tahu bahwa dia ada di Jinan.”

Frogboy masih tidak mengerti. “Tapi, Wu Tao tidak ada di Jinan sebelumnya.”

“Di Jinan atau tidak, itu tidak masalah.”

“Mengapa begitu?”

“Karena orang yang seharusnya mereka kejar bukan dia.”

“Bukan dia? Lalu, siapa?”

“Sun Jicheng.”

***

Tentu saja itu Sun Jicheng.

Setelah the Laughing General menghilang, dia berubah menjadi jutawan besar Jinan yaitu Sun Jicheng.

Bukannya Frogboy tidak mempertimbangkan ini.

Dia tidak bodoh.

Dia hanya suka bertanya, segala macam pertanyaan, bahkan pertanyaan yang dia sudah tahu jawabannya.

“Jika orang seharusnya mengejar Sun Jicheng karena mereka mencurigainya sebagai the Laughing General, lalu mengapa mereka tiba-tiba tertarik pada Wu Tao?” dia bertanya. “Jangan bilang kalau Wu Tao dan Sun Jicheng punya semacam hubungan.”

“Itu yang kukhawatirkan.”

“Hubungan yang besar atau kecil?”

“Besar. Sangat besar. Mematikan.” Dia berkata lag. “Mematikan bagi beberapa orang sejauh ini.”

***

Xiao Jun, matanya menerawang jauh, perlahan, satu per satu kata, berkata, “Sun Jicheng sudah mati. Pembunuhnya juga mati. Mengapa bawahannya memulai pencarian sebesar itu di Jinan?”

Ini adalah pertanyaan yang kritis, pertanyaan yang telah ditanyakan berkali-kali, tapi tak seorang pun bisa menjawabnya.

Tapi kali ini, itu berbeda.

Karena sekarang, ada seseorang yang bisa menjawab pertanyaan itu, dan orang itu tak lain adalah Old Master Tian.

“Sebenarnya, jawaban dari pertanyaan itu cukup mudah,” katanya. “Aku bisa menjawabnya dalam delapan kata.”

“Delapan kata?” tanya Frogboy. “Delapan kata apa?”

“Sun Jicheng sebenarnya sampai sekarang sama sekali belum mati.”

Pernyataan yang mengejutkan ini pasti akan membuat kebanyakan orang kaget.

Tapi Frogboy dan Xiao Jun bukan kebanyakan orang.

Mereka adalah sekelompok kecil di antara kelompok kecil.

Dan mereka tidak terkejut.

Tapi Frogboy punya pertanyaan lain untuk disampaikan: “Dia jelas mati, dan setiap orang melihat mayatnya. Bagaimana bisa dia tidak mati?”

“Karena Sun Jicheng tidak mati,” kata Old Master Tian, “Dan mayat itu bukan dia.”

“Lalu mayat siapa itu?”

“Seseorang yang mirip sekali dengannya, tidak diragukan lagi adalah yang secara khusus dipilih dan dibuat untuk tujuan tertentu yaitu berperan sebagai tubuh penggantinya dalam kematian.”

“Dipilih secara khusus, aku mengerti,” kata Frogboy, “Tapi dibuat… Apa maksudnya? Dibuat seperti apa?”

“Dia memilih seseorang yang sangat mirip dengannya, dan kemudian, menggunakan beberapa teknik khusus, membuat beberapa perubahan pada wajahnya.” Old Master Tian melanjutkan penjelasannya. “Menurut rumor di Jianghu, the Laughing General cukup dekat dengan Hua Shiniang, Seni mengubah penampilan Hua Shiniang adalah yang terbaik di bawah langit. Pasti dia belajar satu atau dua hal darinya.”

“Jadi dia menyembunyikan orang ini dalam gudang bawah tanahnya, menunggu waktunya kapan diperlukan untuk menggantikannya dalam kematian.”

“Benar.”

“Dan diperlukan, maksudmu saat rahasianya terbongkar.”

“Benar.”

“Jadi dia mencekik Liu Jin’niang, menggunakan Divine Shaolin Palm Qiu Budao untuk membunuh tubuh penggantinya, kemudian memaksa Qiu Budao untuk minum anggur beracun. Semua untuk meyakinkan orang bahwa ini adalah pembunuhan karena nafsu.”

“Benar.”

“Jadi bahkan jika orang mencurigai Sun Jicheng sebagai the Laughing General, setelah dia mati, tidak akan ada yang mengejarnya.”

“Benar,” kata Old Master Tian. Kemudian dia berkata, “Salah.”

Frogboy tertawa getir, “Apakah itu benar, atau salah?”

“Kau benar, dia salah.” Jawab Old Master Tian dengan dingin. “Dia memilih orang yang salah untuk dia bunuh.”

“Menurutku dia sama sekali tidak salah.” Kata Frogboy. “Liu Jin’niang membuat pakaiannya dengan sangat baik sehingga mereka pas seperti kulit kedua. Dia jelas mengenal struktur tubuhnya dengan baik. Dia tak diragukan lagi akan tahu bahwa tubuh pengganti itu bukan dia, karena struktur tubuh tiap orang berbeda. Jika aku jadi dia, aku pasti akan memilih Liu Jin’niang.”

Old Master Tian tiba-tiba marah lagi. Menggebrak meja dengan keras, dia berkata, “Tapi kau bukan dia! Kau hanya bajingan kecil yang tidak tahu apa-apa. Faktanya, kau tidak mengerti apapun!”

Frogboy tidak mengatakan apapun untuk meresponnya.

Dia bisa melihat bahwa ayahnya benar-benar marah, dan dia tidak tahu mengapa.

Jadi dia tidak berani membuka mulutnya. Tapi Xiao Jun melakukannya. “Pasti ada sebuah kecacatan dalam rencananya.”

Dia mengucapkan tujuh kata.

Sebenarnya, untuk mengungkapkan maksudnya secara penuh akan membutuhkan mungkin tigabelas atau empatbelas kata, seperti: “Rencana Sun Jicheng teliti, tapi memiliki cacat; karenanya, orang-orang menyadari bahwa dia belum mati.”

Tapi dia hanya mengucapkan tujuh kata karena dia tahu bahwa Old Master Tian akan mengerti maksudnya.

Old Master Tian mengangguk. “Tentu saja ada cacat.” jawabnya. “Hanya orang gila yang percaya pada kejahatan yang sempurna.”

“Sun Jicheng sendiri bisa merasakannya, karena itu, dia tidak bisa menahan untuk kembali lagi dan memeriksa segala sesuatunya sendiri.”
Old Master Tian tertawa. “Dia mungkin berpikir bahwa itu aman, bahwa tidak ada seorang pun yang mengira dia akan kembali.”

“Jadi dia kembali,” kata Xiao Jun. “Dan karena itu Wu Tao muncul di Jinan.”

***

Itu adalah kesimpulan yang mereka capai.

Tapi Frogboy punya pertanyaan lain. “Jika Wu Tao adalah Sun Jicheng dan the Laughing General, lalu siapa Ingot si pengemis?”

Old Master Tian, wajahnya tenang, tidak berkata apa-apa.

Xiao Jun juga tetap diam.

“Jika Ingot ada hubungannya dengan semua ini, mengapa dia bersama Wu Tao?” Apa dia juga tahu dia Laughing General? Bagaimana dia bisa tahu?”
Old Master Tian marah lagi. “Mengapa tidak kau tanyakan padanya sendiri?”

Frogboy mendesah. “Aku ingin, tapi aku khawatir bahwa untuk menemukannya tidak akan mudah.”

“Mengapa?”

“Jika aku jadi Wu Tao, aku akan menyingkirkannya setelah dia menyaksikan aku membunuh Old Wang.”

Dia melihat ayahnya dengan sudut matanya, lalu tiba-tiba tertawa.

“Tentu saja, aku bukan Wu Tao. Aku hanya seorang bajingan kecil.”

***

Sebenarnya, Frogboy bukan bajingan.

Cerdas, cerdik, berani dan berwawasan, dengan reflek yang cepat, dia memiliki penilaian yang sangat bagus. Karena rekam jejak yang bersih atas penilaiannya yang bagus ini, tidak ada seorang muridpun dalam the Flowered Flag Sect yang tidak mengaguminya.

Dan saat ini, penilaiannya sekali lagi tampaknya tepat. Baik Old Master Tian maupun Xiao Jun tidak keberatan dengan kesimpulannya.

Tapi sebenarnya dia salah.

Wu Tao tidak membunuh Ingot untuk membungkamnya, dan faktanya sepertinya tidak punya kecenderungan untuk membunuhnya.

Dan mereka belum pergi.

Mereka masih di Jinan, Dalam tempat di mana tidak seorang pun akan menemukan mereka.

Bahkan meskipun Frogboy sepuluh kali lebih pintar, dia tidak akan pernah menyimpulkan bahwa mereka akan pergi ke tempat ini.

Tidak ada yang mungkin membayangkan mereka akan bersembunyi di sini.

Part 2
Jinan adalah kota kuno dan terkenal, lama sejak didirikan sebagai pusat pemerintahan, diperkaya dengan banyak tempat dan pemandangan.

Besar dan luas, Prefektur Yamen terlihat lebih megah dan mengagumkan dibandingkan yamen pada umumnya.

Penjara di Jinan utamanya kokoh, dijaga ketat; bagi siapapun yang dikurung di dalam penjara ini, melarikan diri sama mustahilnya dengan memanjat surga.

Belum pernah ada yang melakukan penelitian tentang cara melepaskan diri darinya.

Lagipula, siapa yang ingin dikurung di penjara hanya untuk meneliti hal tersebut?

Sebenarnya ada. Sedikitnya dua.

Part 3

Setiap penjara punya sisi gelap, tidak terkecuali di Jinan.

Semua tahanan di penjara ini, jika mendengar tiga kata, “Den of Immortals,” akan sangat ketakutan hingga celana mereka basah oleh kencing.

The Den of Immortals tentu saja bukan sarang yang sebenarnya dengan makhluk abadi, ataupun tempat yang pernah dikunjungi makhluk abadi.

The Den of Immortals adalah blok sel paling mengerikan di penjara Jinan; hanya penjahat terkeji yang akan dikurung di sana.

Saat ini, dua tahanan dikurung dalam the Den of Immortals; dua orang yang kejahatannya menumpuk setinggi gunung, terpidana mati keji yang sedang menunggu eksekusi pada musim gugur.

Pagi hari pada tanggal 17 April, saat waktu yang tergelap, dua tahanan tiba-tiba terbangun dari mimpi saat menemukan bahwa di bagian tergelap yang mengerikan dalam penjara ini tiba-tiba bertambah dua orang lagi.

Mereka tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang-orang itu, hanya yang satu cukup tinggi.

Para narapidana itu sangat senang, berpikir bahwa mereka adalah sesama penjahat yang datang untuk menyelamatkan mereka.

Sosok bayangan tinggi itu dengan sopan berkata, “Aku kemari untuk mengantar kalian.”

“Mengantar kami kemana?” kata narapidana yang satunya, terdengar lebih senang lagi.

“Untuk orang seperti kalian,” jawab lelaki itu lebih sopan lagi, “kemana lagi aku bisa mengantarmu jika bukan ke neraka lapisan kedelapan belas?”

Para narapidana ini tiba-tiba menjadi gugup dan geram. Mereka ingin melompat bangun, tapi tubuh mereka lumpuh.

Sosok bayangan itu telah menggunakan satu jari untuk melumpuhkan mereka.

Dua lelaki ini telah membunuh orang yang tak terhitung banyaknya; mereka pasti tidak lemah. Tapi dibandingkan dengan lelaki yang sangat kuat ini, mereka seperti kutu busuk.

Berkeringat, mereka bertanya, “Apa kau punya dendam kepada kami?”

“Tidak.”

“Apakah kami menyinggungmu?”

“Tidak.”

“Jika tidak ada dendam dan kami tidak menyinggungmu, mengapa kau mengambil resiko datang kesini?”

Jawaban dari pertanyaan mereka ini adalah jawaban yang tak bisa mereka perkirakan. Saat mendengarnya, mereka tidak bisa menangis meskipun ingin, ataupun tertawa. Mereka hanya bisa mati, dengan mata terbuka.

Lelaki yang memasuki penjara itu menjawab, “Aku ingin tidur sejenak di sini.”

***

Sosok jahat ini tentu saja Wu Tao. Selain Ingot, siapa lagi yang berdiri di sampingnya saat dia membunuh dua tahanan itu?

Satu-satunya yang aneh adalah bahwa Ingot tidak diculik dan dipaksa ikut.

Dia ikut karena kemauannya sendiri.

Di ruangan kecil gelap di Big Zhao’s, Wu Tao telah menggunakan teknik yang tak bisa dimengerti untuk langsung membunuh ahli top the Huainan Eagle Claw Sect Old Condor Wang. Lalu dia meraih Ingot dan melemparnya keluar jendela.

Sebelum Ingot menyentuh tanah, Wu Tao sudah meraihnya lagi.

Kemudian Ingot ingat menemukan dirinya sudah berada sejauh tujuh atau delapan bangunan, di atap.

“Hebat!” teriak Ingot. “Di mana kau belajar kung fu mu? Kau manusia atau hantu?”

“Kadang aku manusia, kadang aku hantu,” kata Wu Tao dengan tenang.

“Kadang setengah manusia setengah hantu, dan kadang bukan manusia atau hantu. Kadang aku tak tahu apa aku sebenarnya.”

Tampaknya ada kesedihan tersembunyi yang tak terucapkan dalam suaranya, tapi sepertinya Ingot tidak menyadarinya.

Pengemis muda itu menyadari bahwa dia tahu terlalu banyak dari yang seharusnya, jadi dia bertanya, “Apa kau akan membunuhku untuk membungkamku?”

“Membunuhmu untuk membungkammu?” dia tertawa ringan. “Apa yang kau ketahui? Apa alasanku untuk membunuhmu?”

“Ya, setidaknya, aku tahu kau membunuh seseorang.”

“Memangnya kenapa jika aku membunuh seseorang?” Dalam suaranya terdengar lagi jejak kesedihan. “Apakah aku satu-satunya orang di dunia yang pernah membunuh seseorang?”

Ingot menatapnya dan kemudian berkata, “Sebenarnya, aku tahu lelaki itu tidak terbunuh olehmu.”

“Oh?”

“Dia begitu ketakutan sampai mati. Saat kau menyerang, kau mematahkan dua Eagle Clawsnya, lalu kau membisikkan sesuatu ke telinganya. Kemudian aku mendengarnya kentut. Itu cukup bau.” Dia melanjutkan, “Aku mendengar dulu sekali saat orang ketakutan sampai mati, inilah yang terjadi.”

“Sepertinya kau tahu banyak.”

“Aku tahu lelaki itu ditakdirkan untuk mati.”

“Mengapa?” tanya Wu Tao.

“Dia tidak benar-benar tahu siapa kau, dia hanya ingin membawamu untuk ditanyai. Tapi, untuk melakukannya, dia berencana menggunakan serangan dengan teknik tinggi untuk mematahkan empat sendi utamamu. Orang seperti itu, mau menggunakan metode yang ganas, kejam dan menyeramkan… Ya, dia ditakdirkan untuk mati pada akhirnya.”

Wu Tao melihatnya beberapa saat. Awalnya wajahnya tanpa ekspresi, tapi kemudian setelah beberapa saat tatapan aneh muncul di matanya, tatapan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

“Keluarlah dari sini,” katanya. “Secepatnya.”

“Aku tidak akan kemana-mana. Aku tidak bisa.”

“Mengapa.”

“Jika orang bisa melacakmu, maka mereka pasti tahu aku bersamamu. Jika kau pergi dan aku tidak tahu kemana pergimu, maka saat mereka menangkapku, mereka mungkin akan memukuliku sampai mati.”

Dia meraih lengan baju Wu Tao. “Jadi aku akan pergi denganmu. Kita terjebak bersama.”

Wu Tao menatapnya lagi beberapa saat. “Kau tahu siapa aku?”

“Tidak.”

“Aku bukan pedagang biasa.”

“Dan aku bukan pengemis biasa.”

“Tidakkah kau ingin tahu siapa aku?”

“Tentu. Tapi aku tidak ingin kau tahu siapa aku. Jadi jika kau tak menanyaiku, aku tidak akan bertanya padamu.”

“Tidak ada bagusnya jika kau mengikuti aku.” Kata Wu Tao. “Jika aku manusia, aku bukan manusia yang baik. Dan jika aku hantu, pasti aku hantu yang jahat.”

Suaranya tiba-tiba menjadi muram. “Awalnya, aku hanya ingin menggunakanmu untuk melewatkan waktuku saja. Tapi aku juga bisa melihat bahwa kau punya latar belakang yang unik. Mungkin saat dibutuhkan, aku bisa menggunakan status sosial keluargamu untuk mengancam orang.”

“Aku tahu. Tentu saja aku tahu.”

“Jika kau ikut denganku, kau akan harus berbagi penderitaan dan kesengsaraan dan kesulitan. Aku mungkin harus mengkhianatimu,” katanya dengan dingin. “Jika seseorang menyerangku, selama aku punya kesempatan untuk melarikan diri, aku mungkin memakaimu untuk menahan serangan.”

“Aku tahu.”

“Kau tidak akan menyesalinya?”

“Ikut denganmu adalah ideku, mengapa aku harus menyesal?” Ingot tiba-tiba tertawa. “Mungkin aku akan memanfaatkanmu juga. Jika seseorang menyerang kita, siapa bilang aku tak akan memakaimu untuk menahan serangan? Sulit untuk dikatakan.”

Wu Tao tidak tertawa.

Awalnya, sepertinya dia ingin, tapi pada akhirnya tidak.

“Kemana kau akan pergi?” tanya Ingot.

“Aku perlu tidur. Mengumpulkan energiku. Apapun yang akhirnya aku lakukan, aku perlu mengumpulkan energiku.” Dia tertawa dingin. “Orang pasti berpikir jika aku kelelahan seperti anjing liar. Aku akan memberi mereka sedikit kejutan.”

“Tidur itu selalu bagus,” kata Ingot. Tapi adakah tempat di Jinan di mana kau bisa benar-benar beristirahat?”

“Ada satu tempat di mana mereka pasti tidak akan mencariku. Mereka tidak akan pernah berpikir bahwa aku akan kesana.” Dia terlihat sangat percaya diri.

“Suatu tempat yang tidak akan dipikirkan siapa pun?”

“Tidak seorang pun.”

“Sebenarnya, ada satu.” Ingot mengedip. “Sedikitnya satu orang bisa memikirkannya.”

“Siapa dia?”

“Aku.”

Wu Tao menatapnya. “Kau tahu tempat yang aku bicarakan?”

Ingot tertawa, dan lesung pipitnya muncul lagi. “Tidak saja aku tahu tempat apa yang kau bicarakan, aku juga tahu bahwa masuk ke dalamnya jauh lebih mudah daripada keluar.”

***

Dan akhirnya Ingot mengikuti Wu Tao ke the Den of Immortals.

**

Translator / Creator: Jade77