November 21, 2016

DKWSS – Chapter 5 : Silver Lightning

 

Silver Lightning

Part 1

17 April. Sebelum fajar.

Frogboy mengirim tiga puluh dua muridnya yang kompeten untuk melakukan kontak dengan pasukan Sun Jicheng, yang sedang melakukan penyelidikan mereka di tiga puluh dua distrik Jinan. Sudahkah mereka bertemu Wu Tao dan Ingot dalam pencarian mereka?

Murid-murid the Flowered Flag Sect datang dari berbagai kelas sosial, sehingga tentu saja mereka semua punya teman yang menjadi bagian dalam penyelidikan.

Sebelum fajar, Yang Kedong, Asisten Manager dari Open Source Lending, telah dihubungi dan keberadaan Wu Tao dan Ingot sudah dipastikan.

Pada saat itu mereka berdua masih tidur lelap di sebuah ruangan kecil di belakang toko anggur. Di halaman rumah angker yang kosong, Frogboy telah memakai sepasang penjepit perak untuk mengeluarkan senjata-senjata kecil dari luka mayat-mayat itu, dan meletakkannya di sebuah baki perak.

Baik penjepit perak maupun baki perak tidak menunjukkan perubahan warna; jadi jelas senjata-senjata tersebut tidak beracun. Mereka bisa membunuh dengan satu tembakan karena ketepatan, kekuatan dan kecepatannya.

Lima senjata itu sangat tipis, tapi bisa menembus pakaian korban, kulit dan otot untuk kemudian masuk ke dalam tulang. Perlu cukup usaha bagi Frogboy untuk mengeluarkan mereka.

Mereka diletakkan di baki perak, berkilau. Tiga dari mereka barwarna hitam pekat, hampir seperti paku besi.

Dua yang lainnya berwarna perak, dan bahkan bersinar lebih terang dibanding baki perak tempat mereka diletakkan.

Semua yang hadir melihat lima senjata rahasia tersebut dengan ekspresi serius di wajah masing-masing.

Setelah beberapa lama, Old Master Tian menarik nafasnya dengan lembut.

“Aku tak pernah mengira, Aku benar-benar tak mengira.” Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku tidak pernah membayangkan bahwa dua orang aneh itu masih hidup, apalagi muncul. Tidak heran orang seterampil Three Panthers Niu tidak punya kesempatan.”

“Mungkin itu karena Three panters Niu tidak pernah berpikir bahwa mereka akan muncul. Dia sedang fokus berurusan dengan pengemis muda itu, dan karenanya jatuh dalam pengkhianatan mereka.”

“Mungkin saja,” kata Old Master Tian. “Atau mungkin Three Panthers Niu tidak punya kesempatan.”

Dia memungut satu dari jarum perak itu dan bergumam, “Aku belum pernah melihat senjata rahasia seperti ini dalam kurun delapan belas tahun. Aku ingat, delapan belas tahun yang lalu, ketika senjata mereka muncul, tidak ada yang bisa menghindarinya. Semuanya, sampai akhirnya dalam pertarungan di tepi pantai East China Sea.”

“Apa yang terjadi kemudian?”

“Akhirnya mereka bertemu lawan yang seimbang. Setelahnya, tidak seorang pun pernah mendengar tentang mereka lagi.”

“Apa kau sedang membicarakan ‘Soundless Tigerbolt’ Yun Zhongxue dan istrinya the Silver Lightning Immortal?”

Old Master Tian tiba-tiba kehilangan kesabarannya. Melotot pada anaknya, dia meraung,

“Kapan kau jadi begitu bodoh? Selain mereka berdua, siapa lagi yang akan menggunakan Thunderbolt Needles dan Silver Lightning Needles?”

Frogboy tertawa. “Untunglah kadang-kadang aku sangat pintar,” katanya dengan tawa kecil. “Hal-hal yang orang lain tak bisa pikirkan, sering bisa kuhubungkan.”

“Hal apa? Apa yang kau hubungkan? Katakan!”

“Pengemis muda itu jelas bukan orang biasa, dan bukan orang yang mudah diatasi. Karenanya, Three Panthers Niu menyamar sebagai bandit kelas delapan supaya pengemis itu meremehkannya, yang kemudian akan memberinya kemenangan yang mudah.”

Old Master Tian masih marah dan hanya memandangnya. Tapi Xiao Jun mulai menganggukkan kepalanya.

Frogboy tersenyum padanya lalu melanjutkan, “Sayangnya, Three Panthers Niu tidak menyadari bahwa dua orang itu bersembunyi dalam bayangan untuk melindungi pengemis muda itu. Dan tentu saja dia tidak menyadari bahwa dua orang itu tak lain adalah dua tokoh terkenal dari Jianhu delapanbelas tahun lalu, The Thunderbolt dan Lightning Immortals.”

“Itu masuk akal,” kata Xiao Jun.

“Masuk akal seperti kentut!” raung Old Master Tian. “Dua orang tua aneh itu tidak punya anak laki-laki atau perempuan, atau juga murid. Ketika mereka pensiun, pengemis muda itu bahkan belum lahir. Apa hubungan dia dengan mereka? Mengapa mereka diam-diam melindunginya?”

“Mungkin mereka sedang menjalankan tugas,” kata Frogboy. “Mungkin mereka dikirim secara khusus.”

“Dikirim secara khusus?” Old Master Tian tampak makin marah. “Siapa di bumi yang punya senioritas mengirim keduanya?”

“Sedikitnya satu orang.”

“Siapa?”

“Orang yang mengalahkan mereka 18 tahun yang lalu di tepi pantai East China Sea.”

Tiba-tiba Old Master Tian tidak marah. Dia tidak berkata apa-apa, dan setelah beberapa lama tiba-tiba dia menepuk ringan sisi wajahnya. Sambil  berkata, “Kadang aku berharap kau sedikit lebih bodoh.”

Frogboy menghela nafas. “Bahkan meski aku bodoh, aku tak akan sebodoh itu.”

“Kenapa begitu?”

“Karena aku adalah anak Fourth Master dari the Flowered Flags.”
Old Master tertawa keras.

Dan saat dia tertawa gembira, tiba-tiba telapak tangannya meluncur.

Telapak tangan ini berisi lebih banyak kekuatan dan kecepatan dari telapak tangan yang digunakannya beberapa saat lalu.

Meskipun Old Master Tian memainkan sanxiannya lebih pelan daripada musisi buta Daming Lake, kecepatan serangannya sebenarnya tiga kali lebih cepat dibandingkan sebagian besar orang di Jianhu.

Tidak banyak orang yang bisa menghindari serangan telapak tangan ini, tapi untungnya, Frogboy adalah salah satunya.

Tepat saat telapak tangan itu menyerang, dia bergegas ke salah satu pilar paviliun delapan sisi itu.

Kemudian, Xiao Jun mengulurkan tangannya. Dengan jarinya, dia membuat tujuh titik pada pilar yang tertutup debu, lalu menggambar sebuah garis bergelombang di antara tanda tersebut. “Inikah dia?” tanyanya, suaranya pelan dan serak. “Apakah dia yang mengalahkan the Thunder dan Lightning Immortals di tepi pantai East China Sea?”

Apa yang digambarnya seperti beberapa garis berbelok yang tidak punya arti. Namun saat Old Master Tian melihat tujuh titik dan garis panjang itu, tatapan hormat tampak di wajahnya yang tak pernah dilihat orang sebelumnya, tatapan yang akan kau berikan bagi orang yang sungguh pantas dihormati.

Tidak banyak orang hidup di dunia yang bisa mendapat rasa hormat dari Old Master Tian. Orang seperti apa yang diwakili oleh tujuh titik dan garis itu?

Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, tapi tatapan di wajahnya telah menjawab pertanyaan itu tanpa ragu.

“Benarkah itu dia?” Xiao Jun mengerutkan kening. “Mungkinkah pengemis muda itu ada hubungannya dengan dia?”

“Pasti dia ada hubungannya.” Jawab Frogboy.

“Mengapa kau berkata begitu?”

“Jika tidak, meskipun pengemis muda itu digigit sampai mati oleh anjing liar di selokan, Thunder dan Lightning Immortals tidak akan meliriknya. Jika pengemis muda itu muridnya, mengapa dia mencuri dompet koin seorang pedagang?” Sebenarnya, dia sudah memikirkan jawaban dari pertanyaan ini. “Karena pedagang ini bukan pedagang biasa.”

“Bagaimana pengemis muda itu tahu bahwa dia bukan pedagang biasa?” tanya Xiao Jun. “Jika dia bukan pedagang biasa, lalu siapa dia?”

“Seharusnya kau tak menanyakan itu padaku!” tawa Frogboy.

“Lalu aku harus bertanya pada siapa?”

“Pergi tanyai mereka sendiri. Aku yakin kita sudah mendapatkan lokasi mereka.”

Dia berani berkata begini karena dia melihat Li Dong sudah kembali.

Li Dong adalah salah satu murid the Flowered Flag Sect yang paling cerdas, dan salah satu yang dikirimnya untuk mengumpulkan informasi.

“Frogbro, kami sudah mengetahui di mana kedua orang itu,” katanya.

“Kita mendapat informasi dari Yang Kedong, dan sepertinya ini bisa diandalkan.”

“Di mana mereka?”

“Di sebuah restoran bernama ‘Big Zhao’s’”

“Apakah mereka bersama?”

“Ya, sepanjang malam.”

“Apa yang mereka lakukan bersama?”

“Minum-minum sepuasnya. Mereka minum selama lima atau enam jam hingga mabuk seperti lumpur. Mereka tidur seperti mati sejak itu, di ruangan kecil di belakang restoran Big Zhao’s.”

Old Master Tian tiba-tiba tertawa. “Sepertinya mereka tidak bodoh. Pada malam seperti itu, minum adalah lebih baik daripada sadar. Semakin mabuk semakin baik.”

Xiao Jun tertawa dingin. “Jika mereka adalah orang yang kita pikirkan, aku khawatir mereka tidak benar-benar mabuk.”

“Benar atau tidak, kita harus melihat mereka,” kata Frogboy. “Menurutku yang terbaik adalah jika aku masuk dulu.”

Li Dong menghalangi jalannya.

“Kau tak perlu pergi, Frogbro.”

“Mengapa tdak?”

“Old Pa Wang akan membawa mereka kembali.”

“Bagaimana dia tahu mereka ada di mana?”

“Dia baru bertanya padaku, di luar.”

“Dan mengapa kau memberitahunya?” teriak Frogboy.

Dengan senyum yang dipaksakan, “Frogbro, kau tahu sifat Old Pa Wang.

Jika dia bertanya padaku, bagaimana aku bisa menolak menjawabnya?

“Apa dia sudah pergi?” tanya Frogboy.

“Dia pergi beberapa saat yang lalu. Aku khawatir dia mungkin sudah tiba di Big Zhao’s.”

Frogboy melompat, dan berteriak, “Kacau sekali!”

Part 2

“Apanya yang kacau?”

“Amarah Condor King Wang itu sepedas jahe, dan semakin buruk seiring usia. Jika dia bilang akan membawa kembali seseorang, tidak peduli dia mabuk atau tidak, hidup atau mati, dia pasti membawanya kembali.”

“Dan jika dia tidak mau ikut?”

“Dia tidak akan punya pilihan selain menyerang.”

“Dan bagaimana jika dia bukan lawan sepadan bagi orang itu?”

“Kacau sekali!”

Pada saat perbincangan ini berakhir, Frogboy dan Xiao Jun telah tiba di ruang belakang Big Zhao’s.

Restoran itu benar-benar berselimut kegelapan, tanpa sedikit pun cahaya terlihat.

Untungnya, Frogboy sudah pernah ke sana. Dia pernah minum di sana, mabuk, dan juga menghabiskan semalam di ruangan kecil di belakang.

Jadi dia tahu pasti di mana mencarinya.

Di ruangan itu tidak ada cahaya, ataupun suara.

Frogboy mendesah. Dengan senyum pahit, dia berkata, “Sepertinya situasinya memang sangat kacau.”

Dia benar, ini kacau.

Dalam ruangan itu ada orang, satu orang. Tidak ada jejak dari Wu Tao dan Ingot yang seharusnya sedang mabuk berat. Dan Condor King Wang yang mestinya dalam keadaan sadar sekarang tergeletak, the condor hancur menjadi bubur.

Part 3

17 April. Pagi hari.

Sinar matahari sudah menembus ke gudang kayu di tempat penjualan kayu “Forest Memory”. Tidak perlu menyalakan lampu untuk melihat.

Condor King Wang, satu dari tiga ahli teratas dari Huianan Eagle Claw Sect, terbaring di papan kayu cemara baru, anggota tubuhnya dan otot wajahnya kaku.

Meskipun ototnya mulai memutar balik di bawah kekakuan itu, ekspresi ketakutan saat dia menghadapi kematian masih bisa terlihat di wajahnya.

Condor adalah orang yang selalu keras hati, dan Frogboy belum pernah melihat apapun yang bisa membuatnya takut.

Tapi siapapun bisa melihat bahwa itu ketakutan mematikan yang nyata.

Frogboy mendesah lagi. “Aku bisa menjamin bahwa yang membuatnya ketakutan bukan kematian. Dia tak pernah takut pada kematian.”

“Lalu apa yang dia takutkan?”

“Orang itu. Lelaki yang bilang bahwa nama keluarganya ‘Wu’ dan nama pemberiannya adalah ‘Tao’”

Tidak ada yang pernah mendengar nama “Wu Tao” sebelumnya. “Wu Tao” bukan orang yang perlu ditakuti.

“Tentu saja, nama aslinya bukan Wu Tao,” Frogboy tertawa. “Hanya roh yang tahu apa sebutan dia sebelumnya.”

Translator / Creator: Jade77