November 19, 2016

DKWSS – Chapter 4 : An Old Man Playing a Sanxian

 

An Old Man Playing a Sanxian

Part 1

16 April. Malam hari.

Sebuah pencarian rahasia meluas di balik tirai malam. Jumlah orang yang melakukan penyelidikan lebih dari yang mungkin akan dikerahkan oleh Gubernur Prefektur Jinan sendiri. Mereka meliputi para penjaga Sun Jicheng, pegawai dari banyak bisnisnya, serta teman-teman dan keluarga mereka. Setiap orang sangat familiar dengan Jinan; setiap kedai teh, toko anggur, dan rumah bordil yang terletak dalam wilayah pengaruh mereka.

Saat ini, Wu Tao, sama mabuknya dengan lumpur, telah dibawa kedalam sebuah kamar peristirahatan kecil oleh salah seorang pelayan.

Ingot juga belum pergi, karena dia mabuk, benar-benar mabuk. Mereka berdua dalam keadaan tidak sadar dan penuh dengan muntahan.

Orang yang bertugas menginspeksi area ini adalah Asisten Manager bisnis “Open Source Money Lending” milik Sun Jicheng, Yang Kedong.

Mampu dan efisien, dan juga fasih, dia bingung saat bertemu Wu Tao yang mabuk. Dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun.

Seseorang yang mabuk seperti Wu Tao itu tidak penting; orang yang benar-benar penting tidak akan pernah membiarkan diri mereka berada dalam keadaan seperti itu, terutama dengan seorang pengemis muda.

Jadi Yang Kedong memilih untuk mengabaikan mereka.

Dan lagi, dia harus melanjutkan penyelidikannya. Sepertinya dia tidak akan punya kesempatan untuk kembali dan tidur malam ini, mempelai barunya harus menunggu sendirian di tempat tidur semalaman.

Dia sedikit menggerutu dalam hati. Dia tidak mengerti; kematian Big Boss Sun jelas adalah kejahatan nafsu, dan pelakunya telah mengakhiri hidupnya. Siapapun yang mengatur penyelidikan ini menginginkan dia datang dan memikul tanggung jawab lagi?

Apa yang ditemukan Yang Kedong bahkan semakin membingungkan adalah, apa hubungannya antara para orang asing yang baru tiba di Jinan hari ini dengan kematian Big Boss Sun?

Part 2

Tidak ada yang tahu jawaban dari pertanyaaan yang diberikan oleh lelaki berbaju hijau itu, jadi meski hal itu seperti memukul paku tepat di bagian kepala, sebenarnya pertanyaan itu sia-sia.

Frogboy berdiri lalu menepuk-nepuk peti mati itu. “Apa benar-benar ada mayat di dalamnya?” dia bertanya.

“Ada.”

“Apakah mereka teman-temanmu?”

“Bukan.”

“Lalu siapa mereka?”

“Aku tidak mengenali mereka.” Kata lelaki berbaju hijau kebiruan itu.

“Tidak satupun dari mereka.”

Frogboy terlihat terkejut.

“Kau tidak mengenali mereka?” tanyanya. “Lalu apa yang kau lakukan pada mereka?”

“Membawa mereka kepadamu.”

Frogboy menatapnya dengan keheranan. Seolah matanya akan keluar dari kepalanya, dia sangat terkejut.

“Kau pergi untuk membeli lima peti mati bagi orang-orang yang bahkan kau tak kenali, untuk memberikannya padaku?”

“Ya.”

Frogboy terlihat seperti hampir pingsan saat ini. Dia bergegas dan menenggak semangkuk alkohol; dia minum sangat cepat sehingga tegukan terakhir hampir tumpah ke hidungnya.

Dan kemudian, dia tertawa nyaring. “Jika aku tak kenal kau, aku akan menendangmu keluar.”

Ini adalah metode yang biasa dia gunakan jika berurusan dengan orang-orang gila.

Tapi lelaki berbaju hijau kebiruan itu tidak gila, ataupun mabuk.

Tampaknya dia cukup sadar dibandingkan rata-rata orang di dunia, dan melihatnya seperti ini, Frogboy tidak bisa tertawa lagi. “Mengapa kau membawa mereka kepadaku?”

Terlihat sangat serius, lelaki berbaju hijau kebiruan itu berkata, “Aku ingin kau memeriksa mereka dan melihat siapa mereka, dan bagaimana mereka mati.”

Peti-peti itu tidak disegel.

Ekspresi Frogboy berubah setelah melihat mayat-mayat di dalamnya, serta luka-luka fatal mereka. Dia terlihat serius dan heran.

“Apa yang kau lihat?” tanya lelaki berbaju hijau kebiruan itu.

Frogboy menggelengkan kepalanya, terus menerus. Setelah beberapa saat berlalu, dia menggumam pelan, “Aku tidak bisa mengatakan, aku tidak terlalu yakin.”

Tiba-tiba dia menepukkan tangannya dengan keras, memanggil lelaki muda rapi, yang dia tanyai, “Di mana ayahku?”

“Pagi ini, mood Master sedang tidak bagus,” kata lelaki muda itu “Dia keluar sendirian, dan menolak untuk mengijinkan siapapun menemaninya. Tidak ada yang tahu kemana perginya.”

Pemimpin dari the Flowered Flag Sect saat ini, Old Master Tian Yonghua, satu dari beberapa yang tersisa dari generasi tetua dunia bela diri, biasanya akan bersembunyi di tempat yang yang tidak diketahui jika moodnya sedang tidak bagus.

Tidak ada yang tahu kemana dia bersembunyi, kecuali Frogboy. Lelaki berbaju hijau kebiruan itu segera bertanya padanya, “Bisakah kau membawaku?”

“Tidak, tidak ada yang bisa. Meskipun, saat ini…” Frogboy melihat mayat-mayat dalam peti mati itu lalu mengeluarkan desahan panjang.

“Sepertinya kali ini aku harus membuat perkecualian.”

Lelaki berbaju hijau kebiruan itu perlahan berdiri den menolehkan kepalanya ke wajah Old Condor Wang, yang menatap bagian belakang kepalanya sejak tadi. “Kau memilih tempat yang salah,” katanya dengan tenang.

“Apa maksudmu?”

Dia menunjuk bagian belakang kepalanya sendiri. “Tempat ini buruk. Sangat buruk.”

Ekspresi Condor berubah, pupilnya mengerut.

Baru saja dia melayang ke arah jendela tanpa alasan. Dia sudah marah pada lelaki berlengan satu dengan muka pucat ini, dan the “Three Kings of Huainan” punya emosi yang buruk untuk bersama.

Mengepalkan tinjunya, dia bertanya, “Apa yang buruk tentang itu?”

“Menilai dari posturmu barusan kau mengumpulkan Qi mu, kau sedang mempersiapkan jurus ‘Divine Thirteen Eagle Claws’ dari Eagle Claw Sect mu untuk menyerangku, yang bernama “Tiger Contending Form.”

Old Condor Wang tertawa dingin. “Menggunakan jurus itu untuk menyerangmu sudah menunjukkan rasa hormat padamu.”

“Untungnya, kau tidak sungguh-sungguh menyerang, sebaliknya…”

“Sebaliknya apa?”

Wajahnya tanpa ekspresi, matanya menerawang jauh lagi, tubuhnya tiba-tiba berputar tangkas. Sebuah lengan meluncur ringan, dari sudut yang tidak bisa diprediksi siapapun. Di tengah serangan itu, bentuk tangannya tiba-tiba berubah.

Dia tidak menyentuh Old Condor Wang, tapi lelaki tua itu bersikap seolah dia telah diserang. Wajah kurusnya yang gelap berubah pucat seperti kematian. Beberapa saat berlalu sebelum akhirnya dia bertanya, “Siapa kau?”

“Nama keluargaku Xiao,” jawab lelaki berbaju hijau itu. “Seperti dalam ungkapan, ‘Desolate Whistling Sword Qi.”

Old Wang secara naluri mundur selangkah. “Apakah kau Torture Chamber Lord baru dari the Beggar Sect, Xiao Jun?

“Ya, itu aku.”

Part 3

Saat ini, Wu Tao dan pengemis muda bernama “Ingot” sedang tidur lelap di ruang kecil di belakang toko anggur. Tidur lelap sekali.

Part 4

Di belakang toko anggur itu terbentang sebuah jalan pendek. Pendek, sempit, bau dan kotor – Saat musim panas tiba, sepertinya semua lalat dan nyamuk di Jinan berkumpul di sana.

Selain lalat dan nyamuk, orang-orang juga berkumpul di sana.

Orang-orang yang dianggap rendah oleh orang lain mereka perlakukan seperti lalat dan nyamuk.

Berbaris di kedua sisi jalan pendek itu adalah beberapa gubuk kayu yang kumuh, menyediakan alkohol dan wanita termurah di kota, dua puluh empat jam sehari. Saat malam tiba, udara akan dipenuhi segala macam suara berisik dan mengerang.

Tapi malam ini, di sudut yang suram dan paling gelap di jalan, dari dalam gubuk paling kumuh, mengalunlah nada sanxian yang menyedihkan.

–Saat mendengar musik ini, orang-orang di jalan tahu bahwa pelanggan tua aneh dari Old Sister telah kembali.

Old Sister pernah disebut “Skylark”. Tidak saja dia dulu secantik burung skylark, dia juga menyanyi semanis mereka.

Tapi itu tiga puluh tahun yang lalu.

Tiga puluh tahun tanpa belas kasihan itu telah membuatnya lelah. Dia yang dulunya menjadi kembang kota, sekarang adalah wanita tua yang menakutkan.

Semakin sedikit pelanggan yang mencari wajah keriputnya. Kenyataannya, tahun ini, dia tak punya pelanggan sama sekali selain lelaki tua aneh ini.

Tapi dia tidak punya tempat lain untuk pergi. Jadi seperti bunga serunai yang layu, dia tinggal di sini, di sudut tergelap jalan pendek ini, menunggu mati lalu jatuh ke tanah.

Mungkin satu-satunya alasan dia tetap bertahan hidup adalah karena satu pelanggan setia ini.

Seorang lelaki tua yang suka memainkan sanxian.

Tidak ada yang tahu siapa dia, dan tak ada yang bertanya. Tapi di belakangnya, mereka menyebutnya “lelaki tua kecil Old Sister.”

***

Lelaki tua itu memainkan sebuah lagu kuno yang suram dengan sanxian, diiringi nyanyian sedih dan serak Old Sister.

Ruangan yang lusuh dan gelap itu dipenuhi perasaan tak terkatakan akan penderitaan tanpa harapan, tapi juga terdapat suatu ketenangan.

Mereka berdua sudah menua; wanita cantik itu sudah melewati masa kejayaannya, rambut pahlawan itu telah memutih. Semua kebahagiaan dan kejayaan serta semangat dalam hidup sudah tak ada hubungannya lagi dengan mereka.

Mereka merasa tidak perlu bersaing dengan yang lain untuk hal-hal seperti itu.

Di bawah kerlipan cahaya lampu, lelaki tua itu dengan lembut memetik dawai sanxian. Dia mendengarkan lirik sedih yang dilantunkan oleh partnernya, dan malam itu seolah tak pernah berakhir, pagi, masih jauh sekali. Wajahnya, ditandai oleh tahun-tahun tak berkesudahan dengan pengalaman yang menyiksa dan penderitaan tak terhitung, tiba-tiba bersinar dengan ekspresi yang mungkin kau temukan pada seorang anak laki-laki yang tidur dalam pelukan ibunya.

Hanya di sini dia bisa mengalami perasaan ini.

Hanya di sini dia bisa benar-benar merasa nyaman.

Itu karena tidak ada yang tahu siapa dia. Tidak ada yang tahu bahwa di masa lalu dia adalah “Flowered Flag” terkenal Tian Yonghua, dari “Four Great Banner Sect.”

Tidak ada yang tahu, kecuali Frogboy.

Lelaki tua itu tiba-tiba meletakkan sanxiannya dan mendesah, “Aku tahu kalau anak nakal itu akan muncul di sini suatu hari.”

“Anak nakal yang mana?” tanya Old Sister.

“Selain anakku, siapa lagi?”

Old Sister tertawa, dan di bawah temaram cahaya lampu, senyumnya masih membawa sisa pesona yang dimilikinya bertahun-tahun lalu.

“Bagaimana kau tahu kalau tuan muda ada di sini?” tanyanya.

“Jika aku tidak tahu, siapa yang bisa?” tanya Old Master. “Apakah ada sesuatu di dunia ini yang lelaki tua ini tidak tahu?”

“Ada.” muncul suara Frogboy dari luar. “Aku berani bertaruh ada.” Dia tertawa. “Aku mau bertaruh, orang tua. Pasti kau tak tahu siapa yang sedang bersamaku.”

“Siapa yang ada bersamamu?”

“Satu orang yang masih hidup, dan lima orang mati. Yang hidup ada di sini untuk bertemu denganmu, dan yang mati ada di sana untuk meminta the Old Master untuk melihat mereka.”

Part 5

Di belakang gubuk bobrok itu ada tembok yang tinggi. Dan di belakang tembok itu bisa ditemukan satu dari rumah-rumah mewah angker terkenal di kota itu.

Sebuah rumah mewah angker yang sering dikunjungi hantu.

Halaman yang suram dan dingin di belakang rumah angker itu ditumbuhi rumput tinggi, lumut menutupi jalan setapak batunya. Lima peti mati telah diletakkan dalam paviliun delapan sisi di belakang halaman. Dua lampu minyak berayun tertiup angin. Dari jauh, kau mungkin berpikir mereka adalah will-o-the-wisps (sejenis fenomena alam yang di lihat masyarakat seperti bola cahaya yang terbang – red -).

–Besok, orang akan dengan yakin bilang telah melihat hantu di sini.

Frogboy dan Xiao Jun masing-masing memegang sebuah lampu saat berdiri di samping Old Master. Cahaya lampu itu menyinari wajah mereka dan juga mayat-mayat itu.

Wajah Old Man tiba-tiba ditekuk. Dia menoleh dan melihat Xiao Jun. “Kau membawa orang-orang ini ke sini?”

“Ya.”

“Di mana kau menemukan mereka?”

“Di sebuah hutan…” Xiao Jun menggunakan kata-kata paling ringkas untuk menjelaskan apa yang terjadi. Dia tahu bahwa Old Master Tian benci orang yang heboh terus menerus.

Saat Old Master mendengarkan Xiao Jun berbicara, dia terus menatap wajah lelaki gondok itu. Setelah Xiao Jun selesai, dia mendesah panjang. Berbicara pada lelaki gondok itu, katanya, “Niu Baozhu, Boss Niu, aku sudah tidak melihatmu selama duapuluh tahun. Siapa yang mengira benjolan kecil di lehermu berubah jadi sebesar bola.”

Frogboy melihat Xiao Jun, dan Xiao Jun juga balik melihatnya. Dengan

nada terkejut yang sama, mereka berdua berkata, “Ini bandit Northeast China terkenal itu, Three Panthers Niu?”

“Ya, benar.” jawab Old Master. “Benjolan di lehernya, pedang di sisinya, sebuah kepala bergantung di pedangnya. Dia pasti Niu Baozhu, juga dikenal sebagai Three Panthers Niu. Duapuluh tahun yang lalu, siapapun yang mencoba menangkapnya akan mendapatkan kepalanya bergantung di pedangnya.”

“Dia temanmu?”

“Bukan.” Jawab Old Master Tian. “Tapi dia juga bukan musuhku.” Dia menghela nafas. “Karena aku hanya punya satu kepala, dan aku tak ingin kepalaku bergantung di pedangnya.”

“Apakah kemampuan bela dirinya memang sehebat itu?”

“Seni bela dirinya bahkan mungkin lebih hebat daripada yang diperbincangkan orang. Dan dia mungkin tidak sejahat yang dikatakan orang. Bahkan jika dia minum tigaratus botol alkohol, dia tidak akan mencoba mencuri perak dari seorang pengemis muda. Tidak juga dia akan berpakaian seperti bandit tingkat delapan.”

“Tapi inilah yang terjadi.”

“Dia pasti melakukannya karena suatu alasan.

“Seperti apa?”

“Pengemis muda itu pasti bukan pengemis biasa.” Kata Old Master.

“Bahkan mungkin dia sama sekali bukan pengemis.”

“Mungkin pedagang yang koinnya dia curi juga bukan benar-benar pedagang.”

“Sepertinya begitu.”

Melihat Frogboy, Xiao Jun bertanya, “Bisakah kau temukan mereka?”

“Jika mereka berada dalam kota, tentu aku bisa menemukan mereka.”

“Kapan?”

“JIka aku mulai sekarang, aku bisa menemukan mereka sebelum fajar.”

“Kalau begitu sebaiknya kau mengirim anak buahmu secepatnya.”

**

Translator / Creator: Jade77