January 27, 2017

DKWSS – Chapter 22 : A Story

 

A Story

Part 1

19 April, malam.

Udara di lambung kapal perlahan mulai pengap. Bagian atas kabin lambung berada di bawah permukaan air, jadi tentu saja itu tidak punya ruang ventilasi. Bahkan sedikit jarak akan menyebabkan air masuk dan kapal akan tenggelam.

Tapi Ingot tidak peduli dengan udara. Dia fokus pada Guo Mie.

Semua peristiwa di sekitarnya seharusnya tidak terjadi, jadi tentu saja tidak ada yang bisa menjelaskannya.

Ingot masih tidak yakin.

Tidak peduli berapa banyak ia berpikir tentang hal itu, dia tidak bisa menjelaskan semua yang telah terjadi. Dia mulai merasakan sakit kepala, dan bahkan masih belum  memulai untuk menyatukan semua potongan.

“Apakah kau melihat kepalaku?” Dia tiba-tiba bertanya Guo Mie. “Apakah terlihat berbeda?”

“Rasanya tidak begitu.”

“Tapi dia berubah, aku tahu. Ini setidaknya tiga kali lebih besar dari normal.” Ingot tertawa getir. “Kepalaku awalnya kecil. Sekarang dia tiga kali lebih besar dari normal, dia terasa begitu sakit hingga gemetar.” Dia bertanya Guo Mie,” Apakah kau tahu kenapa kepala seseorang akan berubah tiba-tiba? “

“Kenapa?”

“Karena aku tidak bisa memahaminya,” dia akhirnya mengakui. “Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan dan istrimu serta anakmu.” Dia memegang kepalanya di tangannya. “Dulu aku berpikir aku sangat pintar, bahwa aku bisa mengetahui apa pun di dunia. Tetapi karena ceritamu, otakku jadi membengkak, begitu besar hingga leherku mungkin akan patah karena beratnya.”

“Kau tidak seharusnya mencoba untuk mencari tahu,” kata Guo Mie. “Ini adalah rahasia yang harus tetap terkubur. Tak seorang pun selain kami bertiga harus tahu tentang hal itu. “

“Kenapa begitu?”

“Karena rahasia ini adalah senjata mematikan, senjata yang bisa melukai orang. Siapapun yang mengungkapkan rahasia ini akan membahayakan bukan hanya kami, tapi juga diri mereka sendiri. “

“Tiga orang yang mana yang  kau maksud?”  tanya Ingot. “Maksudmu General Li, Gao Tianjue dan kau sendiri?”

“Ya.”

“Tapi sekarang, kau harus membiarkan setidaknya dua orang lagi untuk tahu. Karena ada dua orang yang perlu tahu!” Tampaknya ia takut Guo Mie mungkin salah paham. “Dua orang yang kumaksud, tentu saja, aku dan anakmu. Setiap orang memiliki hak untuk mengetahui rahasia yang mempengaruhi kehidupan mereka. “

“Kalau kau apa?” tanya Guo Mie  pada Ingot. “Apa yang memberimu hak untuk mengetahui rahasia orang lain?”

“Karena aku tidak bisa untuk tidak mengetahuinya. Jika kau tidak memberitahuku, aku akan sangat terluka dalam hati.”

Sebenarnya, dia tidak memberikan alasan sama sekali, namun berbicara begitu percaya diri seolah-olah dia telah memberikan seratus alasan.

“Juga,” lanjutnya, “bahkan jika aku memiliki senjata mematikan di tanganku, aku tidak akan menggunakannya untuk menyakiti orang.” Dengan nada ceria, lanjutnya, “Bahkan jika itu adalah benar-benar senjata mematikan, di tanganku itu akan menjadi jimat keberuntungan. “

Guo Mie menatapnya, lalu memandang Xiao Jun. Dia menghela napas.

“Baiklah, aku akan memberitahumu,” katanya kepada Ingot. “Tidak ada rahasia di dunia yang dapat tetap tersembunyi selamanya. Aku kira sudah tiba saatnya untuk mengatakan itu.”

Ingot menatapnya, ekspresinya tiba-tiba sangat serius dan tulus. “Tentu saja, katakanlah. Aku dapat menjamin kau tidak akan menyesalinya.”

Mereka saling menatap, sebuah pemahaman muncul di antara mereka yang hanya mereka berdua yang bisa mengerti.

Keduanya bisa merasakan kesepakatan bersama. Jadi, Guo Mie menceritakan kisahnya:

Part 2

Beberapa tahun yang lalu, seorang anak nakal dan energik tersesat di jalan gunung. Orang-orang yang tersesat di pegunungan ini akan berakhir menjadi makanan macan tutul, atau mati kelaparan. Tidak ada yang pernah lolos dalam keadaaan hidup.

Tapi anak ini sangat beruntung, karena ia tidak sengaja tersandung ke sebuah lembah misterius, dan bertemu dua perempuan bersaudara, kira-kira usia mereka sebaya dengannya. Mereka secantik roh abadi dari surga.

Tidak saja mereka menyelamatkannya, mereka juga membawanya pulang dengan mereka.

Anak itu sangat cerdas dan menawan, jenis yang selalu menarik perhatian orang lain.

Itu adalah sesuatu yang dipelajari dengan menjalani kehidupan yang sulit.

Dia adalah seorang yatim piatu dengan peruntungan yang buruk, tetapi sejak hari itu, peruntungannya berubah.

Ini karena ayah dari dua perempuan bersaudara itu adalah orang yang luar biasa yang sudah lama tinggal di pengasingan, dan memiliki seni bela diri mistis yang diasah hingga sempurna. Setelah kematian tragis istrinya, ia lari dari peradaban dan bersembunyi, akhirnya menetap di gunung liar itu.

Dia menerima anak itu.

Dia bisa melihat bahwa kedua putrinya menyukainya, dan juga bisa merasakan bahwa dia sangat cerdas.

***

Dua bersaudara itu sama-sama cantik, tapi temperamen mereka sangat berbeda. Kakaknya  lembut dan tenang, adiknya, ambisius dan agresif. Dia sering kehilangan kesabaran.

Meskipun muda, anak ini tahu bagaimana cara menyenangkan dua bersaudara itu.

Ketika seseorang berjuang melalui kehidupan yang sulit, mustahil untuk tidak belajar tentang hal semacam itu. Pada saat itu dia belum berusia sepuluh tahun.

***

Semua anak bertumbuh, dan biasanya hal itu terjadi tanpa mereka sadari. Dan biasanya, mereka akan tiba pada pemahaman tentang apa yang terjadi di antara laki-laki dan perempuan, bahkan meski tidak ada mengajarkannya kepada mereka.

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak perlu diajarkan.

Saat sang ayah semakin menua, menjadi jelas bahwa ia ingin mengambil anak yang telah tumbuh ini sebagai menantunya.

Si anak mengerti itu.

Meskipun ia rukun dengan sang adik yang sombong dan bersemangat, namun telah jatuh cinta pada sang kakak yang lembut dan tenang.

Pada saat itu, sang kakak telah benar-benar dewasa, dan dia tentu saja tahu bagaimana perasaannya.

Dan, meskipun mereka berdua belum resmi menikah, mereka berkomitmen satu sama lain dalam hati mereka, dan bersatu untuk pertama kalinya pada malam musim semi yang lembut.

***

Ini adalah kisah yang benar-benar indah, seperti dongeng.

Tapi kemudian semua berubah, sedemikian rupa hingga akan menyebabkan mereka merasakan sakit dan penyesalan selama sisa hidup mereka.

Part 3

Mendengar sampai ke bagian ini, Ingot tidak bisa menahan untuk bertanya, “Apakah kau anak itu?”

“Ya.”

“Dan sang kakak? Apakah dia General Li?”

“Ya.”

General Li adalah sang kakak, dan Gao Tianjue adalah sang adik perempuan. Bagaimana bisa saudara sedarah dan sedaging berakhir menjadi musuh bebuyutan?

Bagaimana bisa sang kakak yang lembut dan tenang menjadi pencuri besar General Li, yang mengguncang Jianghu?

Ingot tidak bisa menahan diri untuk mengajukan pertanyaan lain: “Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana segalanya berubah?”

Part 4

Sang Ayah secara perlahan makin menua dan menua. Dia tampak jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya.

Ini karena dia terlalu kesepian, dan tidak bisa berhenti berkutat pada kenangan masa lalunya.

Jenis hal-hal tersebut membuat orang lebih mudah menjadi tua.

Lalu suatu malam yang menyedihkan, pada hari peringatan kematian istrinya, dia minum minuman keras yang kuat, yang diseduh dari buah gunung, dan menjadi lebih mabuk dari biasanya.

Dia jatuh malam itu.

Semua orang akhirnya akan menjadi tua dan lemah, dan mati, bahkan orang-orang yang tidak ingin hidup mereka berakhir. Tapi di ranjang kematiannya, ia mengatakan sesuatu kepada anak itu. Dia mengatakan keinginan terakhirnya, permintaan terakhirnya.

Dia ingin si anak untuk menikahi putrinya yang kedua, untuk merawatnya seumur hidupnya.

Ini adalah keinginannya karena ia tahu bahwa meskipun putrinya yang lebih muda dari luar terlihat lebih kuat dibandingkan yang  tertua, di dalamnya, dia sebenarnya jauh lebih rapuh. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menangani penderitaan batin, tidak bisa menerima jika diserang. Tanpa seorang pria yang cerdas dan kuat untuk melindunginya, dia bisa dengan mudah jatuh dalam kejahatan.

Anak itu adalah pilihan terbaik untuk putrinya yang lebih muda, dan dia selalu memperlakukannya dengan lembut dan dengan pertimbangan. Tidak diragukan lagi mereka akan mencintai satu sama lain dalam hati mereka.

Lelaki tua itu meyakini bahwa dirinya telah membuat keputusan yang paling bijaksana dan benar.Yang tidak dia ketahui adalah bahwa keputusan ini akan menyebabkan kedua anak perempuannya menjalani hidup dengan penderitaan.

–Bagaimana bisa seorang lelaki tua yang kesepian memahami hati orang-orang muda?

***

Anak ini dibesarkan menjadi dewasa oleh lelaki tua itu, bagaimana dia bisa menolak keinginan terakhirnya?

Sang kakak tidak bisa mengatakan apa-apa.

Ayahnya tidak salah menilai dirinya. Dia adalah seseorang yang lembut di luar, tapi keras di dalam. Tidak peduli seberapa dia merasa diperlakukan salah, dia bisa mengatasinya, dan tidak akan mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu.

Jadi pada hari setelah lelaki tua itu meninggal, dia menyelinap pergi diam-diam, meninggalkan kerabat satu-satunya, dan kekasih satu-satunya.

Yang tidak pernah dikatakannya kepada siapa pun adalah bahwa pada saat dia pergi, dia sudah hamil.

Bahkan sebelum anaknya lahir, ia ditakdirkan hidup tanpa ayah.

Part 5

Ingot tidak melihat ekspresi wajah Xiao Jun.

Dia tidak tahan melihatnya, dan bahkan tidak ingin. Meskipun, bahkan jika dia ingin, ia tidak akan bisa melihat dengan jelas.

Matanya kabur, dan tampak seolah-olah air mata akan mengalir di wajahnya setiap saat.

Dia merasa sangat kasihan pada Guo Mie.

Siapa pun dalam situasi itu tidak akan mampu membuat pilihan yang berbeda. Hanya seseorang tanpa sedikit pun belas kasih akan melakukan yang berbeda, dan orang seperti itu bahkan tidak akan terhitung sebagai manusia.

Dia juga merasa kasihan pada sang kakak yang lembut dan tenang.

Dia tidak bisa menentang keinginan terakhir ayahnya, atau merusak kesempatan adiknya untuk berbahagia.

Dia tidak ingin menimbulkan rasa sakit untuk kekasihnya.

Selain pergi, apa yang bisa dia lakukan?

Ingot hanya bisa membayangkan bagaimana patah hatinya dia ketika dia pergi.

Dan tentu saja, ia merasa kasihan pada anaknya.

Dia tahu bahwa sang adik tidak bersalah dalam hal apapun. Dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang telah terjadi.

Dia tidak akan menentang ayahnya, karena dia sudah lama menerima untuk diberikan kepada Guo Mie.

Bagaimana bisa gadis manapun, tanpa sajak atau alasan, menolak untuk dinikahkan dengan seseorang yang sangat dia cintai?

Dan lelaki tua itu juga tidak melakukan hal yang salah.

Seorang ayah yang penuh kasih, di ambang kematian, ingin memilih orang yang baik untuk menemani putrinya menjalani hidupnya.

Siapa yang bisa mengatakan bahwa ia telah melakukan sesuatu yang salah?

***

satupun dari mereka telah melakukan sesuatu yang salah. Jadi siapa yang harus disalahkan?

Ingot tidak bisa mengatakan. Tidak ada yang mungkin bisa memberikan penilaian pada situasi ini.

Oleh karena itu, Ingot hanya bisa bertanya, “Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana segalanya berubah?”

Part 6

Selanjutnya, “Akhiri langit, hancurkan bumi” muncul di Jianghu, seperti keajaiban tiba-tiba.

Pada saat itu, tidak ada yang tahu bahwa mereka adalah suami dan istri, juga tidak ada yang tahu bahwa Gao Tianjue adalah seorang wanita. Dia tidak ingin ada yang tahu.

Di Jianghu, wanita dipandang rendah. Ketika bertempur melawan wanita, banyak pahlawan akan menahan. Lainnya akan langsung menolak untuk melawan. Dia tidak ingin orang-orang menahan untuk melawannya, ia ingin orang-orang takut padanya.

***

Ketenaran “Akhiri langit, hancurkan bumi” tumbuh hari demi hari. Sulit untuk mengatakan berapa banyak pahlawan dari dunia bela diri, berapa banyak orang perkasa dari jalan gelap, jatuh ke tangan mereka. Jika mereka memilih untuk mengejar seseorang, tidak ada yang bisa membantu orang itu menghindar.

Hanya ada satu pengecualian.

Orang ini muncul ketika mereka telah mencapai puncak ketenaran mereka: Three Fearsome Laughs General Li.

Untuk menangkap General Li, “Akhiri langit, hancurkan bumi” menciptakan sebuah rencana yang sangat cermat, dan memobilisasi sebuah pasukan yang terdiri dari orang-orang yang paling kuat. Dan mereka menghabiskan enam bulan untuk melaksanakan rencana tersebut.

Sayangnya, mereka gagal.

Seolah-olah setiap langkah, setiap detail, dari rencana itu telah diantisipasi oleh General Li.

Mereka bahkan tidak pernah melihat General, namun General tampaknya mengerti segala sesuatu tentang mereka. Seolah-olah ia bahkan tahu bagaimana cara mereka berpikir.

Hanya ada satu orang di dunia yang bisa memahami mereka dengan baik.

Hanya satu orang.

Part 7

Udara di kabin lambung semakin pengap. Guo Mie sepertinya mengalami kesulitan bernapas.

Luka di dadanya cukup serius, tetapi dengan usaha, ia terus berbicara.

“Dan saat itulah mereka menyadari, Laughing General itu kemungkinan besar Gao Tianyi.” [1]

Gao Tianyi. Ini adalah pertama kalinya Ingot mendengar nama asli General Li. Dan itu adalah pertama kalinya Xiao Jun mendengar nama ibunya.

Dengan ekspresi sedih, Guo Mie melanjutkan, “Kami telah hidup bersama selama bertahun-tahun, tak seorang pun bisa memahami kami sebaik dia. Meskipun, pada waktu itu, Gao Tianjue tidak bisa mengerti mengapa kakaknya akan menentang kami.”

“Kenapa kau tidak mengatakan padanya?”

“Sudah cukup buruk bahwa salah satu dari mereka terluka, kenapa menyakiti keduanya?” Dia menghela napas. “Dan dalam hal apapun, hal ini bukan sesuatu bagi orang lain tahu. Bahkan untuk berbicara tentang hal itu akan sulit. “

“Aku tidak menyalahkanmu. Kau adalah protagonis dari cerita ini.” Ingot juga mendesah. “Ini adalah waktu yang tepat untuk ungkapan, ‘mereka yang terlibat dalam sebuah situasi sering tidak bisa melihat dengan jelas.’ Betapa benarnya itu.” Dia melanjutkan,” Tapi aku masih tidak mengerti. Jika dia bersedia pergi diam-diam untuk membantu kalian berdua memenuhi keinginan terakhir ayah mereka, mengapa dia bertindak seperti itu setelahnya?”

“Pada saat itu, aku juga tidak mengerti, karena aku tidak tahu bahwa dia melahirkan seorang anak. Beberapa simpul ikatan akan lebih kencang semakin kau menariknya, sampai mereka tidak pernah bisa dilepaskan. Banyak hal dalam hidup adalah sama. Semakin kau berpikir tentang mereka, semakin sedikit kau dapat memahami mereka. Ketika seorang wanita melahirkan anak, pemikirannya berubah.”

Pemikiran wanita adalah sesuatu yang tidak mampu dipahami para lelaki secara bawaan.

“Jadi, aku ingin pergi mencari dia,” kata Guo Mie. “Sendiri, untuk membicarakan beberapa hal.”

“Apakah kau menemukannya?”

“Ya.”

“Kau menggunakan begitu banyak orang, namun tidak bisa melacaknya. Bagaimana kau bisa menemukannya sendiri?”

“Karena kali ini aku tahu siapa dia. Aku begitu akrab dengan kebiasaan dan cara berpikirnya karena dia bersama kami.”

Ingot mendesah. “Yah itu mengerikan.”

“Apa maksudmu?”

“Kalian bertiga tumbuh bersama. Jika kau bisa menemukannya, maka Gao Tianjue juga bisa. Ketika kau menemukannya, Gao Tianjue mungkin tepat di belakangmu.” Dia tertawa getir. “Sayangnya, pada waktu itu, tidak hanya kau adalah protagonis, berpikir tidak jernih, tetapi kau juga tidak secerdas aku. Jadi kau tidak memikirkan hal itu, dan karena itu, kau tertangkap basah oleh Gao Tianjue. “

Guo Mie tidak menanggapi, karena ia mengalami kesulitan bernapas, dan tidak bisa berbicara.

Tapi Ingot memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan.

–Ketika Gao Tianjue tahu tentang hubungan suaminya dengan kakaknya, bagaimana dia menanggapi situasi itu, dan apa yang dia lakukan?

–Bagaimana lengannya terpotong? Siapa yang memotongnya?

–Mengapa General Li tiba-tiba memutuskan untuk pensiun? Mengapa dia membawa anaknya untuk hidup di tempat asing, dan kemudian mati karena kebencian? Dan mengapa dia mengirim anaknya untuk tinggal di Beggar Sect?

–Mengapa Guo Mie memutuskan hubungannya dengan istrinya? Dan mengapa, ketika dikelilingi oleh para pahlawan Jianghu, dia mengaku sebagai General Li?

***

Xiao Jun sekarang mengerti banyak hal.

–Dia mengerti mengapa Gao Tianjue memotong lengannya.

–Dia mengerti mengapa suara Gao Tianjue telah terdengar begitu akrab.

-Dia mengerti mengapa mantan Ketua Sekte  Ren mengatakan kepadanya bahwa ibunya telah dibunuh oleh General Li.

Kalau bukan karena jeratan-jeratan cinta, akankah ibunya pernah menjadi General Li?

Jika General Li tidak muncul, ibunya tidak akan pernah mati sia-sia. –

-Dia juga mengerti mengapa Gao Tianjue ingin membunuh Guo Mie, namun tidak bahagia tentang hal itu setelahnya, dan malah sebaliknya tertawa penuh kesedihan dan kengerian.

Xiao Jun sepenuhnya paham hal-hal yang kompleks ini. Tapi dia sama bingungnya seperti Ingot tentang satu hal.

Dia ingin satu hal untuk dijelaskan.

Tapi tak satu pun dari mereka bisa bertanya.

Itu adalah pertanyaan yang sangat penting, sangat penting: Bagaimana mereka akan keluar dari tempat ini?

Jika mereka tidak melakukannya, mereka semua mungkin akan mati lemas.

Selama jangka waktu tersebut, mereka tidak tahu bahwa tanpa oksigen di udara, tidak peduli seberapa kuat seni bela diri seseorang, mereka akan mulai merasa kelelahan, kemudian akhirnya jatuh tertidur.

Yang telah dikatakan, semua orang tahu bahwa jika kau tidak bisa bernapas, kau akan mati lemas.

Ingot tiba-tiba berkata, “Hanya ada satu cara. Aku sudah berpikir tentang hal itu, dan hanya ada satu metode.”

“Metode apa?”

“Buat lubang di lantai dan biarkan air masuk, maka kita bisa keluar.” Dia menghela napas. “Sayangnya, ini bukan metode yang mudah.”

***

Tentu saja metode itu tidak akan mudah.

Kapal itu adalah kapal yang kokoh. Setiap papannya dipahat dari kayu khusus pilihan, dan jelas cukup tebal.

Seandainya Guo Mie tidak terluka, itu akan semudah mengangkat seorang petarung.

Sayangnya, dia terluka, parah.

Ingot masih berharap. Dia bertanya pada Guo Mie, “Apakah kau membubuhkan obat pada lukamu? Apakah itu menjadi lebih baik?”

Orang dari Jianghu, yang terus-menerus hidup di tepi pisau, tahu bahwa sulit untuk menghindari cedera. Kebanyakan akan membawa sejumlah kecil obat khusus bersama mereka.

Tapi Guo Mie bukan orang rata-rata, sehingga Ingot segera menyerah pada gagasan itu.

“Tentu saja kau tidak memiliki obat apapun.” Dia menghela napas. “Jika seni bela diriku sebaik milikmu, dan aku tidak berpikir siapa pun di dunia bisa menyakitiku, aku juga tidak akan membawa obat.”

Guo Mie tidak menanggapi.

Dia merasa sangat mengantuk. Sangat mengantuk, dengan cara yang belum pernah dirasakannya dalam hidupnya.

Meskipun ia bisa mendengar Ingot berbicara, dia tidak memiliki kekuatan untuk merespon.

Seperti Ingot dan Xiao Jun, ia bisa berpikir, tapi pikirannya tampaknya bergerak lebih lambat dari biasanya.

Mereka semua masuk dalam keadaan semi-koma.

Tidak sampai mereka mendengar suara pukulan “tip tip tap tap” hingga mereka menjadi tersadar.

Suara itu datang tepat dari bagian kapal yang mereka ingin hancurkan untuk melarikan diri.

Mereka ingin menghancurkan lubang itu, tapi tidak punya energi untuk melakukannya.

Sekarang, sepertinya seseorang sedang mengetuk lambung kapal dari luar, bersiap-siap untuk menghancurkan lubang itu.

Siapa yang ada di luar?

***

Bagian dari kapal ini berada di bawah permukaan danau.

Sebuah suara “dor” terdengar, dan lubang besar tiba-tiba menabrak lambung. Namun, tidak ada air danau mengalir masuk.

Tidak setetes pun air yang masuk, hanya angin.

***

Ingot terbangun, dan kemudian menatap terkejut.

Dia adalah orang yang sangat pintar, tapi dia tidak tahu bagaimana ada angin di luar, tapi tidak ada air.

**

Translator / Creator: Jade77