January 7, 2017

DKWSS – Chapter 19 : A hand And A Foot

 

Part 1

19 April. Sore.

Matahari yang sedang terbenam di sore musim semi ini bersinar menerobos jendela ke bunga kamelia yang terletak di sudut kamar. Sisa alkohol semalam masih ada. Beberapa helai rambut Tang Lanfang dan aromanya juga tertinggal di bantal.

Kamar itu sama sunyi dan damainya saat dia tinggalkan. Satu-satunya perbedaan adalah sekarang kamar itu kosong.

“Ingot?”

Dia pasti menyesali apa yang diucapkannya tadi malam, dan menyelinap pergi.

Tang Lanfang memaksa dirinya tetap berada di bawah kendali, tidak membiarkan rasa sakit atau kekecewaan terlihat di wajahnya. “Dia sudah pergi.” katanya dingin. “Tidak apa-apa. Orang yang harus pergi tidak bisa dipaksa tinggal.”

Dia tidak menatap wajah Grand Miss Lei. Dia berjalan perlahan ke arah tempat tidur dan menarik sehelai rambut dari bantal.

–Apakah ini rambut miliknya? Atau milik dia?

Dia berdiri di sana seperti bodoh, melihat rambut itu, untuk berapa lama siapa yang tahu. Lalu tiba-tiba dia merasakan dingin di kakinya yang menusuk ke tulang-tulangnya.

Dia melihat sebuah sepatu. Sepatu Ingot.

Tidak ada yang menakutkan tentang sepatu. Tapi saat dia melihat sepatu itu, wajahnya tiba-tiba penuh dengan kepanikan dan ketakutan yang tak terkatakan. Dan saat dia berbalik, dia menemukan bahwa wajah Grand Miss Lei memiliki ekspresi yang sama.

“Dia tidak pergi,” kata Tang Lanfang. “Tidak dengan kemauannya sendiri.”

“Oh?”

“Siapa yang akan pergi dengan hanya memakai satu sepatu?” Dia meraih tirai kanopi tempat tidur untuk mencegah dirinya jatuh. “Dia juga benar-benar tak berdaya. Dia tidak akan bisa melewati halaman.”

“Oh?”

“Tanpa perintahku, tidak seorangpun yang akan memasuki halaman, juga tidak satupun penjaga yang akan mengijinkannya pergi.”

“Namun beberapa saat lalu kau yakin dia telah pergi.” kata Grand Miss Lei. “Kenapa tadi kau tidak memikirkan hal-hal ini?”

“Aku tidak tahu.” Dia duduk. “Aku sungguh tidak tahu.”

***

Sebenarnya, dia tahu. Dia hanya tak ingin mengatakannya. Jadi lagi-lagi, lelaki tua itu yang berbicara untuknya.

“Karena kau telah mencintainya, tapi kau tidak tahu apakah dia benar-benar mencintaimu. Hatimu terikat dalam sebuah simpul, dan saat kau tidak melihatnya di sini, kau merasa bingung. Bagaimana bisa kau memikirkan hal lain?”

“Bagaimana denganmu?” tanya Grand Miss Lei. “Apakah kau bingung?”

“Sejujurnya, hatiku kebingungan sampai mati.” katanya dengan tawa getir. “Jika sesuatu terjadi padanya, aku akan menenggelamkan diriku sendiri di laut.”

Grand Miss Lei berjalan dan membelai rambut Tang Lanfang. “Jangan khawatir, aku menjamin bahwa tak seorangpun di dunia akan berani menyentuh sehelai pun rambut di kepalanya. Bahkan Gao Tianjue pun tidak akan punya keberanian untuk melakukannya.”

Lelaki tua itu mendesah dan menggelengkan kepalanya. “Itulah yang dulu kupikirkan.”

“Apa yang kau pikirkan sekarang?”

“Aku baru ingat bahwa Gao Tianjue adalah seorang wanita.”

“Lalu kenapa jika dia seorang wanita?”

“Bukan lalu mengapa,” katanya dengan desahan. “Hanya saja, jika seorang wanita melihat pemuda menawan seperti Ingot, terkadang mereka bisa melakukan apapun. Tidak peduli berapa usianya, atau siapa dia.”

Dengan jeritan, Grand Miss Lei berkata, “Jangan bilang kau berpikir bahwa Ingot akan tertarik pada nenek tua seperti Gao Tianjue?”

“Lelaki tua selalu tertarik pada wanita muda, mengapa wanita tua tidak bisa tertarik pada lelaki muda? Dalam hal apapun, Gao Tianjue tidak setua itu, dan terlebih lagi…”

Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, karena pandangannya menangkap sesuatu yang sangat aneh.

Ini adalah sesuatu yang bahkan lebih aneh daripada sepatu Ingot.

Saat ini, siapapun yang melihat sesuatu seperti ini, di tempat seperti ini, akan sangat terkejut.

***

Dan kemudian, Grand Miss Lei dan Tang Lanfang berdua melihatnya juga.

Part 2

Sebuah jubah hitam, ikat kepala hitam, dan sebuah topeng perak yang berkilauan terang di bawah sinar matahari sore.

Air danau Daming beriak di bawah matahari yang sama.

Gao Tianjue berdiri diam di pantai, tampak sedikit berubah. Dia tampak lelah, seolah ada sesuatu yang membebani pikirannya.

–Apakah perubahan ini karena bajingan terkutuk Ingot itu?

Ingot tidak ada di sana, Dia sendirian.

–Dan bagaimana dengan Ingot? Di mana dia? Mati di tangannya?

Akan jadi sebuah kemalangan jika pemuda menawan seperti dia mati. Bagaimana dia bisa tahan melakukannya?

***

Sebuah perahu kecil mengapung di dekatnya, dilabuhkan di bawah naungan pohon willow. Seorang lelaki berjubah abu-abu berdiri di sana, kepalanya menunduk hormat, tidak berani menatap wajah Gao Tianjue.

Setelah cukup lama waktu berlalu, Gao Tianjue perlahan naik ke dalam kapal, langkah kakinya terlihat sedikit lebih berat dari biasanya.

Suasana hatinya tak diragukan lagi sedang muram.

Membunuh bukanlah sesuatu yang membuatmu bahagia, terutama jika orang yang kau bunuh bukanlah orang yang kau inginkan untuk mati. Suasana hati siapapun akan muram dalam situasi seperti ini.

Part 3

Setiap orang punya kaki, jadi sebuah kaki bukanlah hal yang aneh atau menakutkan.

Dan kaki ini tidak dipotong, atau meneteskan darah dalam sebuah karung goni.

Dia mencuat keluar dari bawah tempat tidur, dan umumnya kaki tidak mencuat dari bawah tempat tidur.

Tapi saat Tang Lanfang dan Grand Miss Lei melihat kaki ini, mereka berdua terkejut.

Karena kaki ini bukan milik Ingot.

Itu adalah kaki seorang wanita, dan sebuah kaki yang cantik, langsing, bersinar dan sempurna. Itu terlihat seolah dengan susah payah diukir oleh seorang master, dari lempengan giok yang sempurna.

Bagaimana bisa ada sebuah kaki wanita mencuat keluar dari tempat tidur ini, dalam kamar ini?

***

Mata lelaki tua itu menatap lekat-lekat.

Semakin seorang lelaki menghargai wanita, semakin dia menghargai kaki mereka. Secara umum, lelaki seusia ini tahu bagaimana menghargai seorang wanita.

Sayangnya, dia tidak bisa menghargai apapun, karena berdiri di sampingnya adalah seorang istri yang sangat pencemburu.

Grand Miss Lei memberinya sebuah tamparan.

“Naikkan pandanganmu! Atau kau ingin aku mencungkil matamu?”

“Tidak.”

Lelaki tua itu segera menyingkir dan berdiri dekat pintu. Dia tidak henti-hentinya mendesah.

“Jika seorang lelaki bahkan tidak bisa melihat kaki seorang wanita, apa gunanya melakukannya sendiri dengan benar?”

Kali ini, Grand Miss Lei pura-pura tak mendengar, dan sebaliknya bertanya pada Tang Lanfang: “Tidakkah kau tadi bilang bahwa tanpa perintahmu, tidak ada yang akan berani memasuki tempat ini?”

Tang Lanfang mengangguk, tapi kemudian menggelengkan kepalanya: “Selain aku, ada satu orang lagi yang bisa masuk.”

“Siapa?”

“Little Cai.”

“Siapa Little Cai?”

“Seorang gadis.” Tang Lanfang berpikir sesaat sebelum berkata, “Dia adalah anak perempuan adopsiku.”

“Apakah ini kakinya?”

“Bukan, itu tidak mungkin.”

“Mengapa tidak?”

“Karena kakinya seperti kakiku, jari kaki yang kedua sedikit lebih panjang daripada jempol kaki.”

Grand Miss Lei memandangnya dengan ekspresi aneh, kemudian melihat kaki itu. “Lalu kaki siapa ini?”

Lelaki tua itu tidak tahan lagi. “Jika kau ingin tahu siapa dia, mengapa tidak kau tarik saja dia dari bawah tempat tidur dan melihatnya? Jika kau tidak ingin menyentuhnya, aku bisa melakukannya.”

“Jika kau berani menyentuhnya, detik saat kau melakukannya, aku akan memotong kaki itu, merebusnya dalam kecap dan memasaknya sampai lunak, dan menyuruhmu memakannya.”

Lelaki tua itu mengangkat kepalanya. “Mengapa kau mau menyuruhku makan kaki orang lain? Kau tahu bahwa aku tak akan makan kaki siapapun kecuali kakimu.”

Grand Miss Lei tidak bisa menahan tawanya. Tapi segera saat dia menyentuh kaki itu, dia berhenti tertawa.

Kaki itu sedingin es, tanpa sedikitpun kehangatan, seperti mayat.

Segera saat dia mengulurkan tangannya, dia menariknya lagi, lalu memanggil suaminya. “Baiklah, kau saja yang melakukannya.”

“Bagaimana bisa tiba-tiba kau berhenti cemburu?” tanyanya, terlihat terkejut.

“Siapa bilang aku tidak cemburu? Aku selalu cemburu pada orang yang hidup, tanpa terkecuali.” Dia mendesah. “Tapi untuk cemburu pada orang mati itu sedikit keterlaluan.”

***

Sebenarnya siapa yang berada di bawah tempat tidur? Apakah itu sebuah mayat?

Saat si lelaki tua menarik orang itu keluar dari bawah ranjang, jantung Tang Lanfang hampir berhenti berdetak.

Part 4

Cahaya matahari perlahan meredup, begitu juga bayangan dari gunung-gunung di permukaan danau.

Gao Tianjue berjalan perlahan ke kapal. Seorang lelaki paruh baya berjubah abu-abu berdiri di dekat tirai mutiara, tangannya di sisinya dengan hormat. Dia melapor, “ Kami sudah mengirim enam shift orang ke dalam air, tapi kami masih belum menemukan mayatnya.”

“Humph.”

“Dia pasti berada dalam air,” kata lelaki itu, terdengar sangat yakin. “Kami sudah menyuruh orang-orang menjaga tepi danau sejak tadi malam. Bahkan jika dia tidak mati, dia tidak akan bisa lari dari pantai.”

Gao Tianjue tertawa dingin.

Lelaki itu melanjutkan, “Chamber Lord Xiao sudah berada di kabin sepanjang waktu. Dia tidak mau makan atau bicara, seolah dia kerasukan. Dia hanya duduk di sana, tak bergerak.”

***

Xiao Jun benar-benar duduk di sana, tak bergerak.

Napasnya tidak berhenti, dan jantungnya masih berdetak, tapi dia terlihat seperti mayat, seolah dia telah mati bersama General Li.

Tampaknya seolah-olah pedang yang telah menusuk menembus jantung General Li secara bersamaan menembus jantungnya sendiri.

Gao Tianjue masuk perlahan untuk berdiri di depannya, tapi dia tidak menunjukkan reaksi apapun.

Itu seolah matanya juga telah tertusuk oleh pedang itu.

Membunuh seseorang biasanya tidak membuatmu bahagia, tapi seharusnya itu tidak membuat tersiksa seperti ini.

Dia telah ingin membunuhnya sejak lama, telah hidup untuk membunuhnya dengan pedangnya.

Harapannya telah terpenuhi. Mengapa sepertinya dia berada dalam kesakitan dan penderitaan yang amat sangat?

Gao Tianjue mengeluarkan tawa dingin lagi.

“Kau mati,” katanya. “Bahkan jika kau berhasil hidup hingga usia delapanpuluh, kau adalah orang mati yang hidup.”

Xiao Jun tidak menunjukkan reaksi.

“Itu karena kau ingin mati,” kata Gao Tianjue. “Kau seharusnya ingin terus hidup, tapi sebaliknya kau berharap untuk mati.”

Xiao Jun tidak menunjukkan reaksi.

“Jika orang tahu bahwa kau telah bunuh diri, maka pasti akan banyak orang yang bahagia. Aku harus memanggil mereka, dan membiarkan mereka melihat apa yang telah terjadi pada Torture Chamber Lord dari Beggar Sect yang terkenal sedunia.”

Xiao Jun masih tidak menunjukkan reaksi.

“Apakah kau tahu apa yang ingin kulakukan saat ini?” Tampak seolah Gao Tianjue menjadi marah. “Aku sangat ingin menampar wajahmu.”

Xiao Jun tiba-tiba bereaksi, karena dia telah melihat sekilas sesuatu yang sangat aneh.

Pupilnya mengerut, seolah dia telah melihat hantu atau naga berbisa.

***

Tapi dia tidak melihat hantu, ataupun naga berbisa.

Dia telah melihat sebuah tangan.

Setiap orang punya tangan, jadi sebuah tangan bukanlah hal yang aneh atau menakutkan.

Dan tangan ini juga tidak terpotong, ataupun berteteskan darah dalam sebuah karung goni.

Namun segera saat dia melihat tangan ini, dia lebih terkejut daripada jika dia melihat naga berbisa atau hantu.

Mengapa?

Part 5

Orang itu telah ditarik keluar dari bawah tempat tidur.

Itu adalah seorang wanita, wanita yang tidak mudah untuk dilihat. Jika kau berjalan mengelilingi seluruh dunia, kau akan mengalami kesulitan untuk menemukan wanita seperti ini untuk dilihat, karena sesungguhnya tidak ada orang lain di dunia ini yang seperti dia.

Dia terlalu cantik, cantik yang sulit dipercaya, dengan cara yang mustahil untuk dijelaskan.

Tangan, kaki, kulit, sosok, bahkan pakaian dalamnya, sangat indah tidak tertandingi. Dia begitu cantik sehingga kau tidak akan berani menyentuhnya.

Tingkat kecantikan seperti ini sebenarnya menakutkan.

Tapi yang paling menakutkan bukanlah kecantikannya, tapi keburukannya.

Dia sangat cantik, tapi juga sangat buruk. Kecantikannya tak terbayangkan, namun begitu juga keburukannya. Kecantikannya mustahil dijelaskan, begitu juga keburukannya.

Tangannya seindah milik patung, lengannya berkilau seperti giok. Bahkan orang yang paling pilih2 pun tidak akan bisa menunjuk cacat apapun.

Kecuali, dia hanya punya satu tangan, dan satu lengan.

Rambutnya hitam, lembut, dan berkilau. Wajahnya terbentuk indah, setiap garis dan setiap lekuk.

Meski begitu, tepat di tengah wajahnya adalah sebuah tanda X merah darah.

Tanda itu telah diukir dengan sebuah pisau tajam, pisau yang penuh kebencian dan permusuhan. Saat pisau itu mengirisnya, sepertinya juga menguliti baik daging maupun tulangnya.

Luka itu telah lama sembuh, tapi bekas lukanya masih berwarna merah darah.

Grand Miss Lei merasakan perut dan bahkan pori-porinya menegang.

Jika dia melihat bekas luka ini pada orang lain, dia akan merasa kasihan, tapi melihatnya pada kecantikan yang sempurna ini memberi perasaan lain.

Dia merasakan ketakutan yang bergetar yang sulit dijelaskan, dan dia berharap tidak pernah melihat orang ini.
Tapi dia telah melihatnya, dan tahu siapa dia.

“Gao Tianjue.”

“Tidak heran dia selalu memakai topeng perak. Jika aku jadi dia, aku pasti tidak akan membiarkan siapapun melihat wajahku.”

“Dan dia tidak ingin melihat orang lain.” kata Tang Lanfang dengan sedih. “Atau setidaknya, ada beberapa orang yang tidak ingin dilihatnya.”

“Oh.”

“Aku sudah melihat topengnya.” kata Tang Lanfang. “Itu tidak punya lubang untuk mata.”

Grand Miss Lei mendesah. “Aku mengerti bagaimana perasaannya. Jika aku jadi dia, aku mungkin akan seperti ini juga.”

***

Sekarang tidak ada topeng di wajah Gao Tianjue, namun matanya kosong. Terlihat seolah dia tidak melihat apapun.

Saat yang lain bicara, dia tidak bisa mendengar.

“Ada sesuatu yang tak kumengerti,” kata Grand Miss Lei. “Selama bertahun-tahun yang lalu, Gao Tianjue dan Guo Mie berada di antara para ahli top di bawah langit. Dikatakan bahwa saat mereka bekerja bersama, mereka tak terkalahkan.”

“Bahkan bisa kukatakan, ” kata lelaki tua itu. “Sebagai tim suami istri, mereka tak terkalahkan.”

“Bagaimana dengan kita berdua?”

“Tidak.”

Lelaki tua itu berbicara dengan penuh keyakinan, tapi istrinya tampak tidak yakin. “Bagaimana kau bisa begitu yakin? Apakah reputasi Madam Silver Lightning dan Silent Thunderbolt kurang daripada mereka?”

Jadi, pasangan ini tidak lain adalah pasangan Thunder dan Lightning, yang mengguncang Jianghu di masa lalu. Bahkan Tang Lanfang pun terkejut.

Tapi Silent Thunderbolt, yang dulunya sangat mudah marah dan tidak pernah mengakui kekalahan, berkata, “Reputasi kita tidak kurang dari mereka, tapi itu karena kita tidak pernah bertarung dengan mereka.”

Kali ini, Grand Miss Lei tidak berdebat dengan suaminya. Sebaliknya, dia mendesah, “Mungkin kau benar. Dan karena itulah aku masih tidak mengerti.”

“Apa yang tidak kau mengerti?”

“Mereka punya keterampilan yang hebat, bagaimana dia bisa seperti ini sekarang?”

–Seperti saat ini, Guo Mie sudah mati dan Gao Tianjue menjadi cacat. Jika mereka memang tak terkalahkan, siapa yang mungkin telah mengalahkan mereka?

“Aku juga tidak tahu,” kata lelaki tua itu dengan desahan. “Ini adalah satu dari dua misteri besar di Jianghu.”

Misteri lainnya adalah lokasi dari semua harta karun yang dicuri oleh Laughing General. Selama bertahun-tahun, tidak satupun di Jianghu yang bisa melacak keberadaannya.

Mata lelaki tua itu berkilau, dan tiba-tiba dia berkata, “Jika kau sungguh ingin menebak siapa yang mengalahkan mereka, ya, aku hanya bisa memikirkan dua kandidat yang mungkin.”

“Dua yang mana?”

“Mereka sendiri.”

“Mereka sendiri?” teriak Grand Miss Lei. “Maksudmu Guo Mie bunuh diri? Dan Gao Tianjue merusak wajahnya sendiri?”

“Ya.”

“Apakah kau gila?”

“Tidak.”

“Kau benar-benar gila. Hanya orang gila yang akan berpikir begitu.”

saat mereka bertengkar tiba2 ada suara lain berkata

“Dia tidak gila.”

Siapa yang mengatakan ini?

Gao Tianjue yang sebelumnya tidak mendengar dan tidak bergerak tiba tiba bicara

***

Saat mendengarnya bicara, semuanya terkejut. Siapa yang pernah membayangkan dia akan mengucapkan sesuatu?

“Dia tidak gila?” teriak Grand Miss Lei. “Dan kau juga tidak?”

“Dia pasti tidak gila.” Suara Gao Tianjue sangat tenang. “Karena dia sepenuhnya benar.”

“Jangan bilang bahwa kau seperti ini karena kau menyakiti dirimu sendiri?”

“Ya. Akhiri surga, hancurkan bumi, benar-benar tak terkalahkan,” kata Gao Tianjue dingin. “Selain kami sendiri, siapa yang mungkin bisa menyakiti bahkan sehelai rambut di kepala kami?”

Grand Miss Lei berdiri di sana terkejut, begitu juga Tang Lanfang.

Siapa yang bisa membayangkan mengapa seseorang akan dengan sengaja menyakiti diri mereka sendiri. Ini sudah pasti sebuah rahasia luar biasa.

Tidak ada yang mungkin bisa atau harus bertanya tentang rahasia itu.

Grand Miss Lei memikirkan pertanyaan lain. “Bagaimana dengan sekarang ?” dia bertanya pada Gao Tianjue. “Jangan bilang kau mengunci titik akupunturmu sendiri dan menempatkan dirimu di bawah tempat tidur?”

Gao Tianjue tidak merespon pertanyaan itu, jadi Grand Miss Lei melanjutkan, “Atau apakah itu Ingot? Kemana dia pergi?”

Suara Gao Tianjue yang tenang tiba-tiba menjadi sangat muram. “Tidak masalah ke mana dia pergi, kau tidak akan pernah menemukannya. Selamanya!”

Part 6

Melihat sebuah tangan bukanlah sesuatu yang aneh. Siapa yang tahu berapa banyak tangan yang seseorang lihat seumur hidupnya?

Hal yang aneh adalah, tangan ini telah terulur dari tempat yang tidak seharusnya. Bahkan sebuah tangan yang mencuat keluar dari papan lantai tidak akan seaneh itu.

Karena tangan ini adalah sebuah tangan kiri, keluar dari jubah hitam pekat Gao Tianjue. Gao Tianjue tidak punya tangan kiri.

Jika Gao Tianjue ini punya tangan kiri, berati dia bukan Gao Tianjue.

Secepat kilat, Xiao Jun menangkap pergelangan tangan orang itu. Dengan suara yang dalam, dia bertanya, “Siapa kau?”

Translator / Creator: Jade77