December 16, 2016

DKWSS – Chapter 17 : Congratulations!

 

Congratulations!

Part 1

Big Boss Tang telah terbangun, dan matanya terbuka, tapi di depannya adalah selembar kegelapan. Dia tidak bisa melihat apapun. Seolah-olah matanya tertutup.

Berapa lama dia tidak sadarkan diri? Jam berapa ini? Tempat apa ini? Kenapa orang tua aneh itu membawanya ke sini?
Dia tidak tahu.

Dia hanya tahu bahwa semua titik akupuntur penting di tubuhnya telah dikunci dengan cara unik dan cerdik. Tendon, arteri, Qi dan darahnya tidak rusak, tapi dia tidak bisa menggerakkan bahkan sekedar jari kelingkingnya.

Jika lelaki tua itu sedikit lebih muda, mungkin dia bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya padanya. Dia akan segera memikirkan itu.

Tapi lelaki tua itu terlalu tua, cukup tua sehingga dia bisa menghibur diri karenanya.

–Dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Dia tidak mungkin tertarik pada wanita sepertinya. Dia tidak bisa mengatasinya. Ketika seorang lelaki tua mengejar wanita, mereka selalu mengejar gadis-gadis muda yang lugu.

Inilah caranya menghibur diri, namun memikirkan hal itu membuatnya muak.

Untungnya, dia masih bisa mendengar.

Tidak lama setelah dia bangun, dia mendengar suara dua orang sedang bercakap-cakap. Yang pertama adalah seoeang wanita, suaranya tipis, nyaring dan keras, seolah dia ingin membuat orang di sekitarnya tuli.

Orang kedua berbicara dengan nada santai dan eksentrik. Itu tidak lain adalah lelaki tua yang aneh itu.

“Apakah kau membawa wanita itu kembali?”

“Tentu saja,” jawab lelaki tua aneh itu. “jika aku di kirim untuk tugas sepele seperti itu, tentu saja akan berhasil, semudah merentangkan tanganku.”

“Aku tahu kau suka hal semacam ini,” kata wanita itu, suaranya semakin keras. “Kau bajingan tua mesum!”

“Siapa yang suka hal semacam ini? Kau mengirimku untuk melakukannya. Jika kau menyuruh orang lain melakukannya, aku tidak akan pergi meskipun kau berlutut dan memohon padaku.”

“Diamlah. Kau mengambil keuntungan lalu mencoba memamerkan kepintaranmu?”

“Mengambil keuntungan apa?”

“Kau… Aku tahu tanpa ragu bahwa kau melecehkannya.”

Tiba-tiba, sebuah suara “plak” terdengar. Lelaki tua kecil itu baru saja ditampar wajahnya. Dia berteriak.

“Tidak adil, ini perlakuan tidak adil!”

“Kau berani mengklaim perlakuan tidak adil? Kau berani bilang kau tidak melecehkannya?”

“Jika aku melakukannya, sebut aku bajingan.”

“Kau memang bajingan. Bajingan tua.”

“Jika aku seorang bajingan, lalu kau apa?”

“Pergi! Pergi dan menyingkirlah sejauh kau bisa. Lebih jauh lebih baik. Dan jangan kembali sampai aku memanggilmu.”

“Baiklah.”

Lelaki tua itu mendesah, menggumam sendiri: “Kau hidup hingga usia tujuhpuluh atau delapanpuluh dan masih cemburu seperti seorang gadis kecil. Kau akan membuatku mati.”

***

Suara lelaki tua itu menghilang di kejauhan. Dia tampaknya takut menerima tamparan lagi di wajahnya.

Big Boss Tang akhirnya bernapas lega. Dia bisa tahu bahwa lelaki tua dan wanita dengan suara tipis melengking itu adalahsepasang suami istri.

Lelaki itu telah pergi, meninggalkan wanita itu, dan dia berusia tujuhpuluh atau delapanpuluh. Bagaimana seorang wanita tua akan memperlakukannya? Bagaimanapun dia diperlakukan nantinya, itu akan lebih baik dari apa yang telah dibayangkannya beberapa saat sebelumnya.

Tepat saat dia mulai berpikir bahwa dia bisa menenangkan pikirannya, dia melihat cahaya lentera bersinar.

Cahaya itu sangat terang. Mata siapapun akan mengalami kesulitan menyesuaikan diri pada cahaya yang begitu terang di tengah kegelapan.

Big Boss Tang menutup matanya. Lalu dia membukanya, dan kemudian menutupnya lagi. Saat dia membukanya lagi, dia tidak melihat siapapun, tapi hanya beberapa lentera, masing-masing lebih terang daripada lentera di arena judinya.

Semua lentera itu digantung langsung di atasnya. Dengan penggunaan penutup, semua cahaya lentera itu ditujukan langsung ke tubuhnya. Semua yang lain dalam ruangan itu gelap gulita.

Dia memicingkan matanya, mencoba menghalangi cahaya dengan bulu matanya. Dengan memiringkan kepalanya, dia hanya bisa menangkap bayangan seseorang.

Dia adalah seorang wanita, kurus dan tinggi.

Big Boss Tang sebenarnya tidak bisa melihat orang itu. Dia hanya bisa melihat rok yang dipakainya.

Itu adalah rok berlipit yang mencolok, bukan jenis yang seharusnya dikenakan wanita tua berusia tujuhpuluh atau delapanpuluh.

Melihat rok itu, Big Boss Tang bisa tahu bahwa wanita ini lebih tinggi dari siapapun yang pernah dia lihat sebelumnya. Itu karena roknya lebih panjang dari rok manapun yang pernah dilihatnya. Dan itu sangat ketat.

Rok yang dikenakan Big Boss Tang saat dia berusia tigabelas tahun lebih longgar dari gaun ini.

Sosok seperti apa yang kau perlukan untuk bisa mengenakan rok seperti ini? Big Boss Tang tidak bisa membayangkan.

Wanita itu pasti mengamatinya, dari kepala sampai ujung kaki. Setelah waktu yang cukup lama berlalu, dia mengajukan pertanyaan padanya dengan suaranya yang tipis dan melengking: “Apa nama margamu? Apa nama pemberianmu? Berapa usiamu? Apakah kau yang memulai As You Wish Gambling Hall?”

Big Boss Tang menolak untuk menjawab. Wanita ini tidak berhak menginterogasinya, jadi dia merasa tidak wajib untuk meresponnya.

Sebaliknya, dia membalas, “Apa nama margamu? Apa nama pemberianmu? Berapa usiamu? Mengapa kau tidak memberitahuku dulu?”

“Aku bisa memberitahumu.” jawab wanita itu. “Margaku Lei, dan orang memanggilku Grand Miss Lei.”

“Kalau begitu, aku bisa memberitahumu bahwa margaku Tang. Orang memanggilku Big Boss Tang.”

“Berapa usiamu?”

“Apakah kau memberitahuku berapa usiamu?”

“Tidak.”

“Lalu mengapa aku harus memberitahumu berapa usiaku?”

“Kau bisa memberitahuku. Kau pasti bisa.” Dengan suara dingin, Grand Miss Lei berkata, “Aku suka karaktermu. Kau memiliki jenis semangat yang lebih memilih untuk mati daripada berada di posisi yang tidak menguntungkan. Aku mempunyai karakter yang sama.”

“Hebat kalau begitu.”

“Sayangnya, ada sedikit perbedaan di antara kita.”

“Apa itu?”

Grand Miss Lei tidak merespon. Sebaliknya, dia perlahan mengulurkan tangannya, dan kemudian menampar wajah Big Boss Tang.

Tangannya perlahan berpindah, namun Big Boss Tang tidak bisa melihat jelas seperti apa tangan itu sebelum telapaknya menampar wajahnya, lalu menghilang.

Tamparan itu terjadi begitu cepat.

“Aku bisa memukulmu, dan kau tidak punya cara untuk memukulku. Itu adalah perbedaannya. Apakah kau mengerti sekarang?”

Big Boss Tang tidak mengatakan apapun.

“Aku bisa melakukan lebih dari sekedar menamparmu.” lanjut Grand Miss Lei. “Apapun yang mungkin bisa kau bayangkan, bisa kulakukan. Bahkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan, bisa kulakukan.”

Hati Big Boss Tang mulai tenggelam. Dia tahu bahwa apa yang dikatakan Grand Miss Lei bukan dimaksudkan unntuk menakut-nakutinya. Hal-hal yang bisa dilakukan wanita pada wanita lainnya jauh lebih buruk daripada hal-hal yang bisa dilakukan pria, dan dia telah membayangkan beberapa hal mengerikan yang bisa dilakukan.

Grand Miss Lei mendesah. “Aku yakin bahwa kau mengerti maksudku. Jadi, bisa kau beritahu aku sekarang? Siapa namamu?”

“Tan Lanfang.”

“Berapa usiamu?”

“Tigapuluh empat.”

“Kau baru berusia tigapuluh empat? Itu bagus. Kau masih seorang gadis muda, kau akan menjadi pasangaan yang cocok.”

Di matanya, wanita berusia tigapuluh empat masih seorang gadis muda. Sebenarnya berapa usia Grand Miss Lei?

Big Boss Tang sangat ingin melihat wajahnya, melihat seperti apa dia.

“Kau tidak terlalu tua, dan kau tidak kelihatan terlalu buruk. Meskipun temperamenmu tidak terlalu bagus, itu tidak bisa dianggap buruk.” Suara Miss Grand Lei melembut. “Terus terang, aku sudah cukup puas. Namun, aku masih harus melihatmu dari dekat.”

“Melihat dari dekat?” teriak Big Boss Tang. “Mengapa kau perlu melakukan hal itu?”

Dia berteriak karena dia tiba-tiba ingat sesuatu yang cukup mengerikan.
Dia mengingat apa yang telah dikatakan oleh lelaki tua itu.

–Jika aku memberitahumu, kau tidak akan percaya. Aku datang ke sini karena istriku ingin melepas semua pakaianmu dan melihatmu dari dekat.

Saat itu, dia berpikir bahwa hal itu cukup konyol, dan bahkan telah menertawakannya. Dia belum pernah mendengar sesuatu yang lebih tidak masuk akal sebelumnya.

Tapi sekarang dia tidak tertawa.

Saat itu, dia tidak percaya bahwa lelaki tua itu mengatakan hal yang sebenarnya. Sekarang dia percaya.

Grand Miss Lei mengulurkan tangannya lagi. Kali ini, bukan untuk menyerangnya, tapi untuk membuka kancing bajunya.

Semua pakaian Big Boss Tang dibuat oleh penjahit ahli; pakaiannya adalah kualitas terbaik, potongannya sempurna, benar-benar unik–

Dan kancingnya dibuat khusus. Bahkan meski dia tidak bergerak, akan sulit bagi orang lain untuk membukanya.

Bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa sering terjadi bagi seorang lelaki untuk berusaha membuka kancing bajunya. Bahkan jika seseorang ingin melakukannya, tidak akan ada yang berani mencoba.

Itu lebih pada apa yang diinginkannya.

Dia selalu percaya bahwa kancing pada pakaian wanita seperti pos-pos di medan perang, dan harus memiliki kemampuan melindungi segala hal dengan hati-hati.

Namun sekarang, pos medan perang itu runtuh dalam sesaat, hancur oleh jemari Grand Miss Lei.

Big Boss Tang belum pernah melihat seseorang dengan jemari setangkas miliknya.

Part 2

Tangan Gao Tianjue sedingin es, sedingin tepi pisau, tampaknya sedingin baja pada penjepitnya.

Siapapun yang merasakan sebuah tangan seperti itu mencengkeram tenggorokan mereka akan takut, jika tidak sampai mati, sedikitnya setengah mati.

Tapi tidak ada ekspresi ketakutan muncul di wajah Ingot. Sebaliknya, ekspresi simpati yang muncul saat dia melihat Gao Tianjue. Dia mendesah, dan melanjutkan apa yang telah diucapkannya: “Kau benar-benar cukup menyedihkan. Aku sangat bersimpati padamu.”

Tampaknya dia memang merasa simpati padanya, seolah dia tidak tahu bahwa orang ini bisa mengahancurkan tenggorokannya seperti kacang walnut pada jepitan pintu.

“Kau bersimpati padaku?” seru Gao Tianjue. “Mengapa kau bersimpati padaku?”

“Karena kau takut kalau kau tidak punya waktu cukup lama untuk hidup.”

Hidupnya sendiri sedang berada di tangan orang lain, namun dia berkata tentang orang itu tidak punya waktu lama untuk hidup, dan cukup sungguh-sungguh tentang hal itu.

Gao Tianjue telah menjelajah tanpa hambatan di Jianghu selama duapuluh atau tigapuluh tahun, tapi dia belum pernah bertemu orang seperti ini.

“Siapa yang tidak punya waktu lama untuk hidup; aku, atau kau?” tanyanya pada Ingot.

“Tentu saja kau.”

“Dan bagaimana kau akan bisa melanjutkan hidup untuk waktu lama?”

“Karena kau sakit, dan cukup serius.”

“Oh?”

“Jika aku jadi kau, aku sudah pulang ke rumah jauh sebelumnya, dengan semangkuk sup yang mengepul, dan meringkuk dalam dua atau tiga selimut untuk tidur selama tiga hari.” Dia bicara dengan penuh kesungguhan. “Jika kau mendengarkan saranku dan melakukan yang kukatakan, mungkin kau bisa selamat.”

Gao Tianjue tampak sangat terkejut. Ingot memutar matanya, dan kemudian tiba-tiba memegang tangan pria itu.

“Rasakan sendiri,” katanya. “Tanganmu terlalu dingin. Itu sedingin tangan orang mati.” Dia mendesah. “Jadi, aku sarankan kau bersikap baik dan mendengarkanku. Pulanglah secepatnya.”

Tangan Gao Tiajue dingin dan halus, sedangkan tangan Ingot hangat dan lembut.

Dia menggenggam tangan Gao Tianjue dengan kedua tangannya, dan dengan lembut berkata,

“Orang sepertimu harus benar-benar merawat diri dengan baik. Jika kau tidak peduli pada dirimu sendiri, siapa yang akan melakukannya? Dan jika kau mati, aku khawatir tidak akan ada seorangpun yang meneteskan air mata untukmu.”

Dia tidak tertawa. Tampak seolah kata-katanya keluar dari hatinya, dan dia sebenarnya berharap Gao Tianjue akan tergerak olehnya. Dia ingin menggerakkan hati orang lain, karena dia sendiri sering tergerak oleh orang lain.

Kenyatannya, akan sulit menemukan seseorang yang mudah tergerak oleh orang lain.

Gao Tianjue tidak menunjukkan reaksi appun, namun dia juga tidak menyingkirkan tangannya dari tenggorokan Ingot.

Ini adalah reaksi yang sangat aneh. Jika orang lain yang mengatakan hal seperti itu di depannya, maka lidah orang itu pasti sudah dipotong. Dan jika ada orang lain yang berani menyentuh tangannya, maka orang itu tidak akan memiliki kerangka utuh lagi.

Ingot menunggu lama, dan melihat bahwa dia sepertinya tidak tergerak sama sekali, maka diajukannya pertanyaaan menyelidik yang lain, “Apakah kau mendengar apa yang kukatakan?”

“Aku mendengarnya,” respon Gao Tianjue. “Aku mendengar setiap kata dengan sangat jelas.”

“Jadi kau bersiap untuk pulang?”

“Tidak.”

“Lalu apa yang sedang kau persiapkan?”

“Aku bersiap untuk membunuhmu,” responnya dingin. “Aku akan mulai dengan memotong lidahmu, lalu aku akan memotong tanganmu, dan akhirnya aku akan membunuhmu dan memberikanmu sebagai makanan pada anjing-anjing.”

“Mengapa?” tanya Ingot, terlihat terkejut. “Aku telah memperlakukanmu dengan begitu baik, mengapa kau ingin membunuhku?”

“Karena aku tahu bahwa semua yang kau ucapkan, tidak sedikitpun benar,” kata Gao Tianjue dengan tawa dingin. “Kau hanya mencoba menggunakan kata-kata untuk menggerakkanku, supaya aku melepaskanmu.”

Ingot tampak benar-benar tidak rela menyangkalnya. Dia hanya mendesah dan tertawa getir, “Sepertinya tidak terlalu mudah untuk menipumu.”

“Jadi kau mengakuinya?”

“Yah, karena aku tidak bisa menipumu, tidak ada gunanya menyangkal.

Lanjutkan dan bunuhlah aku.”

“Aku akan membunuhmu.”

“Bagaimana persisnya kau berencana membunuhku? Bisakah kau membunuhku hanya dengan satu lengan?”

Tangannya sendiri masih memegang tangan Gao Tianjue. Dia tiba-tiba mencium tangan itu dengan bibirnya yang lembut dan hangat. Lalu dia menutup matanya, tampak menunggu kematian.

“Aku telah mendengar bahwa terpidana mati mendapat permintaan terakhir sebelum mereka mati.” katanya. “Jadi inilah permintaan terakhirku, kau harus mengabulkannya.”

Dengan itu, dia menutup mulutnya, dan bersiap untuk mati.

Part 3

Big Boss Tang tidak menangis atau berusaha kabur. Dia tidak menjerit atau melawan. Dia tahu hal itu tidak ada gunanya.

Dia berharap bisa mati. Jika kematian bukan pilihan, dia berharap bisa pingsan. Tapi sayangnya, dia belum mati, dan nyatanya benar-benar sadar. Jadi dia hanya bisa berbaring di bawah lampu sementara Grand Miss Lei, yang sama sekali tidak seperti “Grand Miss”, menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan sangat rinci.

Dia memiliki pinggang ramping, payudara besar, dan kaki yang panjang dan ramping. Dia tidak memiliki noda apa pun di tubuhnya, juga lemak apa pun. Tubuhnya tidak berbeda dari saat usianya tujuh belas tahun.

Bagi wanita berusia tiga puluh empat tahun untuk menjaga tubuhnya dengan cara ini bukanlah tugas yang mudah. Itu adalah hasil kerja keras bertahun-tahun, dan sesuatu yang sangat dia banggakan.

Pada malam musim semi, setelah mandi, berdiri sendirian di depan cermin, Tang Lanfang kadang-kadang membayangkan fantasi yang mustahil di mana seseorang menatap sosoknya tanpa cela, seperti malam musim semi lainnya tujuh belas tahun yang lalu ketika dia menawarkan dirinya untuk yang pertama kalinya.

Dia benar-benar memikirkan hal-hal seperti itu, dan dia percaya bahwa banyak wanita lain memiliki pemikiran serupa.

Tidak mau makan ini, tidak mau makan itu, terlihat ngeri melihat lemak, menghabiskan seluruh usaha untuk tetap langsing, bukankah itu semua untuk kesenangan orang lain ketika melihatnya ?

Namun, saat ini, yang sebenarnya ingin dilakukannya pada orang yang “menikmatinya,” adalah mencongkel matanya.

Yang lebih menyebalkan lagi, saat Grand Miss Lei memeriksanya, dia terus menggumamkan untuk dirinya sendiri.

“Tidak buruk, dia merawat dirinya sendiri dengan baik, tidak ada kulit lembek sama sekali, tidak ada cacat sama sekali. Dia pasti bisa melahirkan banyak anak putra dan putri, pasti. “

Pada akhirnya, Bos Besar Tang tidak dapat menahannya lagi, dan berteriak: “Tidak ada permusuhan antara kita, mengapa kamu memperlakukan saya seperti ini?” Teriaknya. “Kamu siapa? Mengapa kau melakukan ini? Katakan padaku!”

***

Siapa yang bisa menjelaskan hal yang tidak masuk akal itu? Siapa yang bisa memahaminya?

Grand Miss Lei sama sekali tidak menjelaskannya. Sebaliknya, dia hanya mengatakan sesuatu yang sangat luar biasa.

Dengan suara yang sangat bahagia, dia berkata kepada Big Boss Tang: “Selamat” !!

Translator / Creator: Jade77