November 29, 2016

DKWSS – Chapter 11 : Ingot’s Adventure

 

Ingot’s Adventure

Part 1

17 April. Malam semakin larut.

Kebanyakan penjudi tahu bahwa di “As You Wish Gambling Hall”, meja judi terbesar adalah “Number One Heaven.” Itu bukan yang terbesar dalam soal ukuran, tapi itu yang terbesar.

Hanya orang-orang dengan reputasi dan koneksi terbesar bisa berjudi di sana.

Meskipun lebih kecil ukurannya dibandingkan meja-meja dadu, di mata sebagian besar orang, itu meja terbesar di dalam ruangan.

Banyak hal di dunia seperti ini.

Biasanya, taruhan yang ditempatkan di meja berupa emas, perak, mutiara, perhiasan dan uang kertas. Tapi Frogboy tiba-tiba meletakkan sabuknya di atasnya, bersama dengan sebuah tas kulit tua.

“Dalam sabuk itu ada Burmese sword, dan dalam tas ada tigabelas bendera terbang. Siapapun yang menginginkannya boleh mengambilnya.”

Tidak seorangpun mengerti apa maksudnya.

“Ini adalah senjata yang mematikan,” kata Frogboy. “Namun, aku belum pernah menggunakan mereka untuk membunuh siapapun seumur hidupku. Aku sungguh tidak ingin dibebani benda-benda seperti ini.”

“Beberapa orang tidak membutuhkan senjata untuk membunuh orang,” kata Wu Tao dingin. “Tidakkah lebih mudah menyuruh yang lain untuk melakukan pekerjaan kotormu untukmu?”

Frogboy tertawa, lalu berkata, “Aku sungguh berharap kau bisa memahami sesuatu, sebaiknya sebelum kau mati.”

“Apa itu?”

“Pasti ada orang-orang di sini yang memburu nyawamu. Dan sedikitnya ada tujuh atau delapan yang bisa mengambilnya.”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku satu-satunya yang tak ingin. Jika ada seseorang di sini yang tidak menginginkan hidupmu, itu pasti aku.” Dia tiba-tiba berteriak: “Presiden Jin, apakah aku benar atau tidak?”

Seorang lelaki yang telah duduk di sudut jauh dari mereka sepanjang waktu itu mendesah, lalu pelan-pelan berbalik. Dengan senyum getir, dia berkata, “Tuan muda Tian, aku tahu bahwa kau akan memanggilku cepat atau lambat.”

Lelaki kurus pendek ini memakai setelan biasa, pakaian keabu-abuan. Siapapun akan kesulitan mengenali orang sepertinya.

“Apakah di sini ada yang tahu siapa beliau?”

Frogboy mengajukan pertanyaan, lalu menjawabnya sendiri: “Kemungkinan besar tidak ada yang tahu dengan melihatnya saja, tapi aku yakin kalian sudah pernah mendengar tentang dia. China utara mempunyai Divine Constable yang memecahkan delapan ratus lima puluh kasus dalam sepuluh tahun, belum pernah terjadi sebelumnya sejak didirikannya Departmen Six. Namanya mengguncang baik yang orthodox maupun non orthodox.”

Melihat lelaki berjanggut itu, dia tertawa.

“Nah, inilah dia.” Frogboy memasang senyum di wajahnya. “Dia tak lain adalah Kepala Polisi dari Delapan Sirkuit, Lima Distrik dan Tujuh Prefektur Shandong, ‘Watertight’ Presiden Jin.”

Dia melanjutkan, “Dengan status Presiden Jin, apakah akan sulit membuat semua lentera di arena judi padam, jika dia menginginkan itu terjadi?”

Tidak ada yang bersedia merespon pertanyaannya, tapi Presiden Jin tersenyum dan berkata, “Tidak akan. Itu sama sekali tidak akan sulit.”

Dengan suara nyaring, Frogboy memanggil: “Great Hero Tu, tidakkah kau, juga, seharusnya menampakkan wajahmu sekarang?”

Meskipun dia belum menampakkan wajahnya, semua tahu siapa yang dibicarakan Frogboy.

Kata-kata “Great Hero” bukan kata yang diucapkan dengan mudah. Hanya sedikit Great Hero yang ada di Jianghu, dan di antara mereka, hanya ada satu “Great Hero Tu.”

“Hate Evil with a Vengeance” Tu Qu’e. Tu Qu’e juga bisa di artikan “menyingkirkan yang jahat”

Setelah lampu kembali menyala, kebanyakan orang-orang telah kembali berjudi. Namun sebenarnya, lebih banyak orang yang menonton kejadian ini daripada berjudi. Hanya satu meja yang saat ini penuh penjudi.

Tiba-tiba, semua orang di meja minggir. Seorang lelaki tinggi dengan wajah pucat keemasan duduk di kursi kehormatan. Tu Qu’e.

Frogboy melihatnya dan tertawa. Dengan senyum, dia berkata, “Kapan Great Hero Tu tiba?”

“Ketika lampu padam.”

Great Heroes tidak berbohong. Dia tidak menunggu Frogboy mengajukan pertanyaan yang dia tahu akan ditanyakan. “Ya, aku bisa membuat lentera padam. Dan aku juga bisa mengambil nyawa orang.” Dengan suara tegas, dia berkata, “Aku ingin hidup dari semua bandit dan pelaku kejahatan di bawah surga untuk dihabiskan, dimusnahkan seluruhnya.”

“Bagus.” Kata Frogboy, bertepuk tangan. “Great Hero Tu sungguh layak disebut Great Hero. Aku benar-benar mengagumimu.”

Saat dia selesai bicara, seorang lelaki “persegi” keluar dari balik layar. Dia tidak pendek.

Tapi bahunya terlalu lebar, tubuhnya terlalu besar, begitu besar hingga dia terlihat seperti persegi. Meskipun dia tidak tampak seperti persegi sempurna, dia cukup mendekati.

Hampir semua orang di Jianghu tahu Kepala Bodyguard Dai Tianchou dari “Enmity of Heaven Protection Agency.” Virgin kung fu nya “Golden Bell, Iron Tunic, Severe Thirteen Officials” telah dengan keras dilatih hingga titik di mana tubuhnya kebal terhadap pisau dan tombak.

Hanya praktisi dari jenis kung fu ini yang bisa benar-benar mengerti pengorbanan yang telah dibuatnya untuk berlatih itu, dan betapa pahitnya dia berlatih.

“Aku tidak sebanding dengan Great Hero Tu,” kata Dai Tianchou. “Dan aku tidak punya kekuatan untuk membunuh semua bandit dan pencuri di bawah surga. Aku hanya ingin hidup satu orang.”

Dengan suara serak, dia melanjutkan, “Karena permusuhan antara aku dan orang ini, kami tidak bisa hidup di bawah langit yang sama. Satu-satunya alasan aku hidup, adalah untuk melihatnya mati.”

Orang-orang bijaksana semua tahu apa yang dia maksudkan.

Dua belas tahun yang lalu, di bawah kepemimpinan Dai Yongan yang hati-hati, berani dan terampil, “Eternal Peace Protection Agency”  yang baru didirikan mencapai ketenaran dalam periode tiga tahun dibandingkan yang kebanyakan agensi lain yang mencapainya dalam tiga puluh tahun. Tidak seorangpun berani menyentuh orang yang bepergian di bawah bendera berlambang karakter “Peace.”

Tapi dulu, seseorang telah menyentuh satu dari tanggung jawab mereka, bahkan sebelum mereka meninggalkan gerbang utama.

Tanggung jawab itu berupa koleksi besar sparklers dan nacre. Dalam jargon agensi perlindungan, sparklers dan nacre berarti perhiasan dan mutiara. Pemilik dari perhiasan dan mutiara tersebut sangat hati-hati, tidak pernah pamer. Satu malam, dia meminta dua peti besi besar dikirimkan ke agensi perlindungan.

Kepala Bodyguard Dai sendiri yang mengawasi anak buahnya menerima dua peti itu dari pemiliknya. Mereka menempatkannya di dalam sebuah ruang kecil di halaman belakang dan menyegelnya rapat, lalu menugaskan beberapa pasukan bodyguard untuk bergantian menjaganya. Setelah mengamankan peti itu, dia menjamu pemiliknya, saat di mana dia menepuk dadanya dan menjamin: “Tanggung jawab ini tidak berada dalam bahaya apapun.”

Bahkan saat kata-kata itu keluar dari mulutnya, tiga tawa yang menakutkan terdengar dari halaman belakang.

Saat Dai Yongan bergegas, dia menemukan bahwa ruang terkunci itu sudah dibuka paksa, dua kapten bodyguard dan enam orang pengawal  telah dilumpuhkan. Dua peti itu telah hilang.

Hasil akhir:

Agensi perlindungan itu langsung gulung tikar. Dai Yongan menjadi lemah dan akhirnya mati, istrinya gantung diri. Tepat sebelum dia mati, dia mengubah nama anak lelaki satu-satunya menjadi “Tianchou,” dan menyuruhnya untuk tidak pernah menyerah untuk mencari kesempatan balas dendam.

Dan Dai Tianchou tidak pernah lupa.

Presiden Jin, Tu Qu’e, Dai Tianchou. Tiga lelaki ini semuanya mempunyai identitas yang sangat berbeda, tapi mereka semua adalah orang-orang yang yang tak seorangpun berani abaikan.

Mereka semua datang untuk alasan yang berbeda, tapi mereka semua datang untuk orang yang sama.

Frogboy menatap Wu Tao dan mendesah. “Lihat, aku tak berbohong padamu, bukan? Beberapa musuhmu muncul di sini.”

“Baru saja, bukankah kau bilang bahwa ada sedikitnya tujuh atau delapan? Di mana yang lainnya?”

“Aku tidak bisa mengatakan nama-nama yang lain.”

“Mengapa tidak?”

“Karena identitas yang lainnya berbeda dari tiga orang ini,” jawabnya. “Dari tiga ini, satu adalah pahlawan besar, yang lain Kepala bodyguard, yang lainnya lagi Kepala kepolisian. Mereka semua orang dengan integritas dan kehormatan. Meskipun aku memanggil mereka dan mengungkapkan posisi mereka, mereka mungkin mengutukku dalam hati sebagai bajingan, tapi mereka tidak akan melakukan apapun padaku.” Dia mendesah. “Tapi yang lainnya berbeda. Jika aku memanggil mereka saat mereka ingin tetap tersembunyi, siapa bilang jika mereka akan mengambil nyawaku atau tidak? Aku hanya punya satu kepala, dan aku tak ingin itu dipotong dan diubah menjadi pispot pada malam selarut ini.”

Kepala Ingot berputar saat dia melihat sekeliling ruangan, dengan mata lebar. “Mereka semua ke sini untuk siapa?”

“Seorang jenderal,” jawab Frogboy. “Three Frightening Laughs General Li.”

“Mengapa mereka mencari seorang jenderal?” tanya Ingot, berkedip. Dia sengaja merendahkan suaranya: “Apakah mereka ingin jadi tentara?”

“Tidak juga,” jawab Frogboy, tertawa. Dia juga merendahkan suaranya: “Jenderal ini sebenarnya bukan benar-benar seorang jenderal.”

“Jika dia bukan seorang jenderal, lalu siapa dia?”

“Dia seorang bandit besar, yang sudah bersembunyi selama sepuluh tahun.”

“Dan tidak ada yang menemukannya dalam sepuluh tahun itu?”

“Tidak.”

“Tidak ada yang menemukannya dalam sepuluh tahun, dan kemudian tiba-tiba semua orang muncul sekaligus. Apa yang sedang terjadi? Mungkin kau salah…”

“Dia tidak salah,” Tu Qu’e tiba-tiba berkata pada Ingot. “Bocah, kemarilah. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.”

Mengapa orang setenar Tu Qu’e berurusan dengan seorang pengemis muda. Mungkinkah itu karena bintangnya?

Ingot berjalan, lalu bertanya. “Apakah kau akan menunjukkan padaku sesuatu yang indah atau sesuatu yang jelek?”

Sikap Tu Qu’e tampak sangat hangat. Dia tertawa dan berkata, “Bagaimana bisa orang tua sepertiku punya sesuatu yang indah? Ini hanya sebuah surat.”

Dan kemudian dia benar-benar mengeluarkan sebuah surat, yang disegel dengan lilin. Pada surat itu tertulis: “Hanya untuk dibaca oleh Great Hero Tu Qu’e.”

Isi surat itu jelas sangat penting dan sangat rahasia, tidak untuk dilihat orang lain.

Tu Qu’e bukanlah orang yang tidak bijaksana.

Namun, dia menyerahkan surat itu pada Ingot dan berkata, “Setelah kau melihatnya, tidak ada salahnya membacanya keras-keras untuk semua orang.”

Ingot mengerutkan kening. “Kau tidak seharusnya memintaku membacanya. Mungkin ada karakter yang tidak aku ketahui.”

Untungnya, surat itu hanya berisi empatbelas karakter, karakter yang anak kecil juga tahu.

Ingot tertawa, lalu membacanya keras-keras. “Jika kau ingin Three Frightening Laughs General Li, datanglah ke Jinan pada tanggal limabelas April.”

Setelah dia selesai membaca, dia mengerutkan kening.

“Karakter-karakter ini terlihat buruk,” katanya. “Bahkan aku saja bisa menulis lebih baik.”

“Itu disengaja. “ kata Tu Qu’e. “Siapapun yang menulisnya tidak ingin yang lain mengenali mereka melalui tulisan tangan.”

“Apa kau tahu siapa dia?”

“Tidak.”

“Apakah ada yang tahu?”

“Mungkin tidak,” jawab Tu Qu’e. “Tapi aku curiga bahwa ada lebih banyak orang selain aku yang menerima surat seperti ini.”

Ingot menggelengkan kepalanya. “Kalian semua tidak tahu siapa yang menulis surat ini, mengapa kalian mempercayainya?”

Dai Tianchou tiba-tiba tertawa. “Aku sudah mencari Li ini selama duabelas tahun. Aku tidak akan membuang kesempatan untuk mengungkap bahkan sedikit petunjuk.”

Dengan kata-kata ini, dia mengungkapkan bahwa dia juga telah menerima surat itu.

Dia melotot penuh kebencian pada Wu Tao: “Aku bahkan tidak ingin tahu siapa yang menulis surat itu,” katanya. “Karena aku telah menemukanmu. Apa kau ingin bertarung di dalam sini, atau di luar?”

Wu Tao tertawa. “Tidak banyak orang saat ini yang berlatih Severe Thirteen Officials Virgin kung fu. Itu hanyalah bukan sesuatu yang seharusnya dipelajari orang.”

“Tapi aku melakukannya,” jawab Dai Tianchou dengan kasar. “Mungkin aku tidak bisa mengalahkanmu, tapi setidaknya aku bisa tahan melawanmu. Aku bisa menahan sedikitnya sepuluh serangan telapak tangan tanpa masalah. Bagaimana denganmu? Bisakah kau tahan melawan satu telapak tanganku?”

“Mengapa aku harus berdiri melawan satu dari telapak tanganmu?” jawab Wu Tao dengan desahan. “Dalam kasus apapun, sangat menakutkan melihat seseorang yang telah berlatih kung fu mereka pada levelmu. Aku mungkin juga membiarkanmu mencobanya.”

Dan Tianchou tidak mengatakan apapun. Dengan teriakan marah, dia terbang ke udara.

Tapi dia tidak terbang ke depan.

Segera saat dia terbang, dua kartu domino melayang ke arahnya. Telapak tangannya meluncur, menghancurkan kartu domino itu menjadi potongan dan mengirim potongannya terbang keluar.

Tapi tubuhnya berhenti terbang.

Domino itu telah ditembakkan dari tempat duduk pembagi kartu di meja “Number One Heaven.” Xiao Jun, dengan wajah tanpa ekspresi, dingin berkata pada Dai Tianchou: “Aku tidak akan menyerang jika aku jadi kau.”

“Mengapa tidak?”

“Karena aku tidak ingin mengambil resiko.”

“Kau tidak ingin mengambil resiko?” raung Dai Tianchou. “Hidupku yang dalam bahaya, bukan hidupmu? Apa resikomu?”

“Itu karena hidupmu dalam bahaya sehingga aku mengambil resiko.”
Dai Tianchou tidak mengerti. Tidak seorangpun mengerti.

“Aku tidak bisa mengambil resiko membiarkanmu mencoba membunuhnya,” kata Xiao Jun dingin. “Aku bisa dengan jelas melihat bahwa kau bukan tandingannya, tapi apa yang terjadi jika, karena kesempatan yang menguntungkan, kau mengalahkannya? Lalu bagaimana?”

“Chamber Lord Xiao,” jawab Dai Tianchou, wajahnya semakin ungu. “Apa yang sedang kau bicarakan? Aku tidak mengerti.”

“Yang kumaksud adalah kau tidak bisa menyentuh orang ini. Hanya jika aku mati kau boleh menyentuhnya.”

Jika orang lain yang mengatakan ini, Dai Tianchou pasti sudah langsung menyerangnya. Tapi kata-kata itu keluar dari mulut Torture Chamber Lord dari Number One Sect di bawah surga. Bahkan Dai Tianchou tidak akan berani bertindak gegabah dalam situasi ini. Dia hanya bisa bertanya,

“Mengapa?”

“Karena dia milikku,” jawab Xiao Jun. “Jika aku tidak bisa membunuhnya, aku tidak bisa mati dengan tenang.”

Dai Tianchou, suaranya serak, berkata, “Chamber Lord Xiao, bisakah kau memberiku kesempatan?”

Pada poin ini Ingot menginterupsi: “Menurutku kalian semua harus melakukan undian.” Dia tertawa. “Presiden Jin, Great Hero Tu, Kepala Bodyguard Dai, Chamber Lord Xiao. Kalian berempat menarik undian. Yang lain juga bisa berpartisipasi. Siapapun yang menang bisa melakukan langkah pertama. Dalam hal apapun, kalian semua adalah musuhnya, tidak masalah siapa yang mulai pertama.”

Frogboy segera bertepuk tangan setuju. “Ide yang bagus.”

“Sebenarnya, aku punya ide yang lebih bagus.”

“Oh?”

“Mengapa kau tak meminta Big Boss Tang yang moneyphobe itu untuk memadamkan lampu lagi? Biarkan saja mereka bertarung dalam kegelapan. Dengan begitu tidak seorangpun yang bisa melihat, dan tidak seorangpun akan jadi malu.”

Frogboy bertepuk tangan lagi dan tertawa keras. “Itu ide yang sangat bagus.”

Tiba-tiba, semua lampunya padam.

Seperti yang sebelumnya, seluruh lentera padam secara bersamaan.

Dalam kegelapan bisa terdengar hembusan angin dari mana-mana – suara gemerisik lengan pakaian, senjata tersembunyi yang beterbangan, dan pisau yang bergerak cepat.

Dan Ingot mendengar Wu Tao mengatakan sesuatu padanya: “Keluarlah dari sini.”

***

Ingot tidak menurutinya, karena dia sudah pergi.

Segera saat lentera padam, dia bisa merasakan sedikitnya tiga orang bergerak ke arahnya untuk menyerang.

Dia tidak bisa melihat siapa mereka, tapi dia bisa mengatakan bahwa mereka semua pendekar hebat.

Dia mengelak serangan dari kedua orang itu, dan sebenarnya melakukan serangan balasan terhadap salah satunya. Tapi yang ketiga mampu mengunci pergelangan tangannya.

Tangan orang ini terasa dingin seperti es.

Dan mereka sangat kuat.

Ingot merasakan bahwa setengah tubuhnya menjadi mati rasa. Yang setengahnya lagi sama sekali tak bertenaga.

Dan kemudian, dia merasakan tubuhnya dilemparkan seperti sebuah bola.

Dia terbang melintasi ruangan, di mana seseorang menangkapnya.

Ternyata orang yang menangkapnya adalah orang yang sama yang telah melemparkannya. Dia bisa tahu, karena orang ini punya aroma yang unik.

Baunya seperti mayat yang telah direndam dalam rempah-rempah dan disegel dalam peti mati.

Itu bukanlah bau yang sering bisa tercium.

Ingot sangat beruntung: dalam waktu singkat, dia punya kesempatan mencium baunya dua kali.

Dan kemudian dia pingsan.

Part 2

Saat Ingot terbangun, dia mencium sesuatu yang sangat berbeda, aroma yang jika orang mati bisa menciumnya, akan membuat mereka melompat dan menendang.

Dia belum pernah mencium aroma memikat seperti itu.

Dan kemudian dia menyadari bahwa dia sudah tidak berada di arena judi, yang penuh dengan aura kematian.

Baru saja, dia telah tidur di sebuah tempat tidur, dan dari situlah aroma harum tersebut berasal.

Pakaian pengemisnya bau, bau luar biasa. Tapi tidak ada bau di sini.

Dia tiba-tiba menyadari bahwa dia berbaring telanjang di tempat tidur, dan seluruh tubuhnya telah bersih, sebersih bayi yang baru lahir.

Ingot merasakan gelombang kejutan.

–Bagaimana dia bisa sampai di sini? Tempat apa ini?

–Siapa orang yang berbau seperti mayat dan punya tangan sedingin es itu?

Ingot tidak tahu.

Meskipun dia telah menerima sebuah kejutan, dia tidak melompat. Tubuhnya masih terasa lemah, tanpa sedikitpun energi.

Lalu kemudian, ketika dia tidak yakin dia bisa menangis meskipun ingin, tiba-tiba dia mendengar seseorang – dia mendengar seseorang tertawa.

Itu adalah seorang gadis yang tampaknya kira-kira seumuran dengannya, atau mungkin sedikit lebih muda. Dia tiba-tiba muncul di ujung tempat tidur, tertawa. Saat dia tertawa, dua lesung pipit muncul, seimut miliknya.

Selain Ingot sendiri, siapapun di dunia mungkin akan mengatakan bahwa gadis ini lebih imut daripada dia.

Ingot segera membungkus tubuhnya di dalam selimut. Gadis itu semakin tertawa senang.

“Aku tidak akan melakukan apapun padamu.” katanya. “Apa yang kau takutkan? Contohnya, jika kau takut aku melihatmu, ya, aku sudah melihat semuanya barusan.”

“Kau melihat?” tanya Ingot, ngeri. “Apa yang kau lihat?”

“Semuanya,” jawab gadis itu.”Aku baru saja memandikanmu.”

Ingot ternganga.

Bahkan dalam mimpi-mimpinya, dia tidak pernah membayangkan dia akan bertemu gadis seperti ini, apalagi bahwa gadis itu akan memandikannya.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Translator / Creator: Jade77