November 28, 2016

DKWSS – Chapter 10 : The First Star

 

The First Star

Part 1

17 April. Malam.

Malam semakin larut, cahaya lentera semakin terang. Aroma alkohol, daging dan ikan memenuhi As You Wish Gambling Hall, begitu juga aroma make up dan parfum. Ketika semua bau itu bercampur bersama, sebenarnya baunya menjadi agak tak sedap.

Banyak hal di dunia seperti ini.

Ingot menepuk tas besar yang dibawanya masuk tadi. “Kau dengar itu? Tuan ayam di sini berkata bahwa aku sudah kalah.

Dalam bahasa Cina, menambahkan karakter 田 tian (yang secara harfiah berarti ladang, tetapi juga sebuah marga yang umum, dan marga dari Frogboy dan ayahnya) ke karakter鸡 “ayam” menghasilkan kata 田鸡 “kodok”. Jadi, nama Frogboy mengandung karakter “ayam” di dalamnya.

Aku sudah bekerja keras membawamu ke sini. Aku sungguh tak ingin kehilangan kau begitu cepat.” kata pengemis itu lagi

Tas kain itu tidak bisa mendengar apa yang diucapkannya, tapi Frogboy bisa.

“Aku bukan tuan ayam. Aku Tian.”

“Tuan. ayam, tuan Tian, terserah. Keduanya hampir sama.”

“Hampir sama?” tanya Frogboy. “Mengapa kau berkata begitu?”

“Ya, kau bisa makan ayam dan kau bisa makan kodok,” dia tertawa. “Saat ini, aku sedang ingin makan ayam. Ayam tanpa uang sepertinya bukan hal umum yang bisa makan.”

“Tunggu sebentar.”

“Aku sedang buru-buru, mengapa aku harus menunggu?”

“Karena aku punya dua hal yang harus kusampaikan padamu,” respon Frogboy. “Kau perlu benar-benar mengingatnya.”

“Baiklah. Silakan, aku mendengarkan.”

“Kodok dan ayam berbeda,” jawabnya. “Ada sedikitnya tiga perbedaan.”

“Apa ketiganya?”

“Kodok punya empat kaki, ayam hanya punya dua. Kodok bisa melompat, sangat tinggi, bahkan. Ayam tidak bisa. Dan ayam bisa bertelur, kodok tidak.”

“Itu benar.” jawab Ingot, bertepuk tangan. “Aku tidak pernah membayangkan bahwa kau tahu banyak hal. Aku sangat mengaguminya.”

“Kau harus sering datang kembali untuk belajar banyak hal dariku. Kau, juga, bisa menjadi lebih dan lebih banyak tahu.”

“Tuan. Tian, apa hal kedua yang ingin kau sampaikan padaku?”

“Kau tidak boleh begitu saja percaya apa yang dikatakan orang,” jawab Frogboy. “Jika seseorang tiba-tiba menyeret sebuah tas dari luar dan bilang bahwa itu penuh emas, kau sebaiknya tidak langsung mempercayainya.”

Ingot melompat seperti kodok dan berteriak seperti ayam jantan yang lehernya baru diinjak.

“Kau tidak mempercayaiku? Kau tidak percaya bahwa tasku penuh emas? Apa aku terlihat seperti seorang pembohong?”

“Ya, memang.” Jawab Frogboy tersenyum. “Sangat terlihat begitu.”
Ingot menatapnya dengan pandangan marah, lalu kemudian tiba-tiba tertawa.

“Ya, kurasa begitu. Kadang saat aku melihat cermin aku memikirkan hal yang sama. Siapapun yang berpikir bahwa aku tidak akan menipu orang benar-benar bodoh.”

“Aku tidak bodoh. Karena itu, aku ingin melihat isi tasmu.”

“Baiklah, silakan melihat.”

Tidak hanya secara tak terduga Ingot setuju, dia sendiri yang menyerahkan tas itu kepada Frogboy,

Tas itu tidak berisi emas, tidak sedikit pun.

Itu penuh dengan berbagai macam potongan tembaga dan besi.

Frogboy tertawa. “Itu emas?”

Ingot tidak tertawa. Dengan nada serius, dia berkata, “Tentu saja. Semuanya. Seratus persen, emas murni.”

Frogboy menatapnya, ekspresinya seperti seorang mempelai laki-laki, saat memasuki kamar pengantin, menemukan dirinya baru menginjak setumpuk kotoran anjing.

“Apa kau gila?” tanyanya pada Ingot. “Apa yang salah denganmu?”

“Aku tidak gila, dan tidak ada yang salah denganku. Tapi aku punya sebuah bintang.” Dia terlihat sangat serius. “Karenanya, meskipun tas itu hanya berisi potongan besi dan tembaga, di tanganku, dia bisa menjadi emas. Seratus persen emas murni.”

“Kau punya bintang?” Frogboy terlihat lebih terkejut lagi. “Bintang seperti apa?”

“Sebuah bintang berkat.”

“Bintang berkat?” Saat ini, Frogboy tidak berpikir dia gila. Tapi dia menanyakan pertanyaan lain: “Darimana bintang berkat ini berasal?”

“Itu jatuh dari surga,” jawab Ingot. “Sebuah bintang berkat dari surga, dengan satu ketukan, dia bisa mengubah besi menjadi emas.”

Ekspresi Frogboy tiba-tiba berubah. Dengan sungguh-sungguh, dia bertanya, “Bisakah kau ijinkan aku melihat bintang ini?”

“Tentu.”

Ingot meraba pakaiannya lalu mengeluarkan sebuah bintang. Tampaknya itu tak lebih dari sebuah bintang berujung lima yang dipahat dari kayu, dengan sebuah karakter yang terukir di kedua sisinya.

Tidak mungkin melihat dengan jelas dari kejauhan karakter apa itu. Frogboy menerimanya dengan dua tangan dan melihatnya, kemudian menyerahkannya pada Xiao Jun. Ekspresi wajah Xiao Jun berubah, dia menyerahkannya kembali dengan hormat pada Ingot.

“Jadi apa yang kau lihat?” tanya Ingot dengan santai.

“Sebuah bintang,” jawab Frogboy muram. “Bintang berkat.”
Ingot mengetukkan bintang itu ke tasnya. “Lalu apa isi tas ini?” dia bertanya pada Frogboy.

“Emas. Seratus persen emas murni.”

Ingot tertawa. “Karena itu, apa aku bisa makan ayam sekarang?”

Bagaimana bisa sebuah tas berisi besi dan tembaga tiba-tiba berubah jadi emas? Mengapa Frogboy mengakui hal ini?

Apa bintang berkat ini? Bagaimana dia bisa punya kekuatan ajaib untuk mengubah besi menjadi emas? Tidak ada yang tahu.

Part 2

Sebagian besar meja sudah mulai melanjutkan permainan. Yang kalah ingin merebut kembali kekalahannya, yang menang ingin menang lebih banyak. Saat penjudi sedang berjudi, sulit untuk mengalihkan perhatian mereka.

Dan hanya sedikit di dunia ini yang bisa mengalihkan selera makan Ingot.

Dia sudah mulai melahap makanan dan minuman. Itu gratis, dan jika itu soal makanan gratis, dia tidak pernah mau berada di nomor dua dalam barisan. Meskipun seseorang baru mengatakan bahwa dia akan kalah taruhan, dia tetap harus makan.

Frogboy sudah mulai mengaguminya: “Anak ini bisa menahan diri dan melepaskan. Bahkan jika dia kehilangan nyawanya sendiri, dia tidak akan peduli.”

Xiao Jun tampak seolah berada di tempat lain seperti biasa, kecuali saat dia tiba-tiba berkata dengan nada dingin: “Dia tidak kalah. Kau yang kalah.”

Dan itu benar.

Frogboy menolehkan kepalanya untuk melihat Wu Tao yang seharusnya mati sedang berjalan masuk, tanpa sedikitpun goresan padanya, tak sehelai rambut pun hilang.

Tapi Frogboy yang kehilangan beberapa helai rambut.

Saat berada dalam situasi yang tidak dia pahami, dia akan menarik rambutnya dengan keras. Dia menarik rambutnya dan bertanya pada Wu Tao, “Bagaimana kau bisa kembali?”

“Sepertinya aku berjalan kembali,” jawab Wu Tao,

“Dengan kedua kakiku.”

“Dan orang-orang yang lain?”

“Orang-orang yang lain apa?”

“Orang-orang yang hendak menghancurkan setiap titik vital tubuhmu?”

“Mereka juga kembali.”

“Di mana mereka?” Frogboy tidak mengerti. “Bagaimana bisa aku tidak melihat mereka.”

“Karena,” jawab Wu Tao dengan tenang, “Mereka tidak kembali secara lengkap. Hanya sedikit bagian dari setiap orang yang kembali.”

Bagaimana bisa sedikit bagian seseorang kembali? Awalnya Frogboy tidak mengerti, tapi kemudian… dia mengerti.

Wu Tao memegang sebuah tas di tangannya. Saat dia membukanya, Frogboy jadi benar-benar paham.

Di dalam tas ada tigabelas penjepit baja, penjepit yang sama persis dengan yang dipakai ketigabelas orang itu.

Penjepit itu adalah senjata pembunuh mereka, tetapi juga alat pertahanan mereka. Mereka tidak akan dengan sukarela memberikannya pada orang lain, terlebih pada orang yang dengan santainya memotong lengan mereka untuk memberikannya pada yang lain.

Bagaimana dengan sisa bagian tubuh mereka? Tidak ada yang bertanya, atau perlu bertanya.

Ingot tertawa, lalu bergegas dan memegang bahu Wu Tao dengan tangannya yang penuh lemak ayam. Dia melirik Frogboy, “Jadi, apakah dia mati?”

Frogboy tertawa getir, “Menurutku orang mati tidak akan bisa berjalan.”

“Jadi, dia kembali, bukan?”

“Kelihatannya begitu,”

“Dan apakah kau baru saja bertaruh denganku?”

“Yep.”

“Apa kau kalah, atau aku yang kalah?”

“Aku kalah.”

“Jadi sekarang apa?”

Frogboy tertawa, lalu tiba-tiba bertanya: “Tidakkah kubilang bahwa jika aku kalah maka aku akan berhutang padamu satu orang?”

“Ya.”

“Kalau begitu aku perlu berpikir sebentar tentang bagaimana mendapatkan seseorang yang bisa dibayar untuk bersamamu. Meskipun, aku tidak pernah mengatakan persisnya untuk tipe orang seperti apa aku berhutang padamu.” Frogboy tertawa. “Kenyataannya, aku bisa memberimu wanita buta, jelek, gemuk, bau, penyakitan dan berbibir sumbing. Dia bisa menemanimu setiap hari, dari pagi hingga malam. Kau tidak bisa menolaknya, kau harus menerimanya.”

Ingot ternganga.

Ternyata dia bisa tertipu. Yang lain mungkin berpikir ini tidak mungkin, dan tentu dia tidak pernah berpikir ini mungkin.

Frogboy tertawa dengan keras, dan sepertinya dia bersiap-siap pergi keluar untuk mencari wanita muda yang buruk. Dia tertawa bangga. “Kebetulan, aku kenal dengan gadis seperti itu yang tinggal di daerah ini. Dan kebetulan juga, dia sedang mencari lelaki muda sepertimu.”

Dia benar-benar terlihat hendak pergi mencari gadis yang terdengar mengerikan ini, saat Wu Tao tiba-tiba memintanya berhenti. “Ada sesuatu yang kebetulan perlu aku konsultasikan denganmu.”

Frogboy segera berhenti. “Satu dari sifat terbaikku adalah aku bersedia membantu orang lain.” Dia tersenyum senang. “Siapapun yang datang padaku meminta saran, aku akan memberikannya, tidak peduli apa.”

“Itu sangat baik.”

“Tentang hal apa kau butuh saranku?”

“Tampaknya ada total seratus sembilan puluh enam lentera di sini.”

“Kau tidak salah menghitungnya. Tidak sama sekali.”

“Bagaimana mungkin seratus sembilan puluh enam lentera itu bisa padam pada waktu yang sama?”

Frogboy memiringkan kepalanya. “Itu memang hal yang aneh, tapi bukan berarti tidak mungkin.” Jawabnya. “Jika sepuluh ahli senjata tersembunyi ada di sini, dan mereka semua menembakkan sepuluh proyektil, maka lampunya akan padam.” Apa yang dikatakannya masuk akal. “Ini adalah tempat berkumpulnya orang orang yang bersembunyi. Bahkan jika seratus pendekar ada di sini, aku tidak akan heran.”

Wu Tao tidak bisa menyangkal bahwa yang dikatakannya masuk akal. Tapi, dia tiba-tiba terbang naik ke udara, meletakkan tangan kirinya ke salah satu crossbeam di atap, lalu meraih salah satu lentera dengan tangan kirinya.Semua orang bersorak saat dia melayang turun lagi dan meletakkan lentera itu di hadapan Frogboy.

“Jika lentera itu dipadamkan dengan senjata tersembunyi, maka akan ada lubang di lentera ini.” Dia bertanya padaFrogboy. “Apakah kau melihat ada lubang?”

“Tidak.”

“Lentera ini dinyalakan, dan kertas dipasang mengelilingi seluruh delapan sisinya dengan rapat. Bahkan sedikit lubang saja akan merusak pengerjaan yang indah ini, dan siapapun akan bisa melihatnya.” Lanjutnya, “Jika tidak ada lubang, bisakah lentera itu padam dengan senjata rahasia?”

Frogboy menggelengkan kepalanya dan tertawa getir,

“Saat ini, kau tak perlu kosultasi denganku lebih jauh lagi. Aku tahu bagaimana lentera ini dipadamkan.”

“Semua terlihat terkejut. Bahkan Ingot tidak bisa mengetahuinya.

“Apa yang terjadi?”

“Semua lentera-lentera ini adalah hasil karya Qian Erdai yang terkenal dari Ibu Kota. Meskipun karakter dalam namanya berarti ‘nomer dua bodoh’, sebenarnya dia sama sekali tidak bodoh, dan memiliki tangan yang tangkas. Pada bagian atas lenteranya yang indah adalah sistem pegas. Dengan sedikit sentuhan, penutup logam kecil akan menekan bagian atas kap lampu dan sumbu, sehingga memadamkan lentera.”

“Di atas lampu ada pengait,” kata Wu Tao. “juga tersambung dengan alat pegas, semuanya dihubungkan oleh kawat tembaga tipis pada sebuah pegangan. Semuanya seratus sembilanpuluh enam lentera bisa dipadamkan oleh sekitar sepuluh orang. Selama mereka semua menarik tuas pada saat yang sama, maka seratus sembilanpuluh lampu itu akan padam secara bersamaan.” lanjutnya dengan tenang, “Yang kau perlukan untuk melakukan trik seperti ini, adalah orang dengan tangan. Jauh lebih mudah mencari orang dengan tangan, daripada menemukan ahli top yang bisa membidik dan tak pernah meleset.”

Ingot mendengarkan, terpesona. “Kurasa aku perlu pergi mencari Qian Erdai dan memiliki beberapa lampunya untuk main-main.”

“Namun,” kata Wu Tao, “untuk membuat semua lampu di sini padam pada waktu yang sama persis, sebenarnya tidak terlalu mudah. Menurutku hanya satu orang yang bisa membuatnya terjadi.”

“Siapa?”

“Big Boss Tang.”

“Tidak, tidak mungkin.” kata Frogboy, menggelengkan kepalanya. “Mengapa dia melakukan hal seperti itu?”

“Karena seseorang memintanya untuk melakukannya. Dan hanya ada satu orang yang mungkin.”

“Siapa?”

“Kau,” jawab Wu Tao, menatap Frogboy dingin. “Setiap orang di Jinan City tahu bahwa Young Master Tian dan Big Boss Tang berteman baik.”

“Aku!” Frogboy tampak bingung. “Mengapa aku melakukan hal seperti itu? Aku tidak gila, dan memadamkan semua lampu itu sama sekali tidak ada untungnya bagiku.”

“Ada,” jawab Wu Tao. “Kematianku akan menguntungkan semuanya, tidak peduli siapapun kau.”

“Dan apa hubungan lentera dipadamkan dengan hidup matimu?” tanya Frogboy.

“Karena segera saat lentera padam, Lord Xiao Jun bisa mengambil langkah,” jawab Wu Tao. “Keterampilan tinjunya, keterampilan telapak tangannya, keterampilan pisau, seni meringankan tubuh, dan senjata tersembunyi semuanya sangat halus. Persis saat lampunya padam, dia bisa menyerang bagian vitalku dengan senjata tersembunyi. Siapa bilang aku tidak akan mati? Paling tidak,” katanya dingin, “itulah yang kau pikirkan.”

Saat itu, Xiao Jun duduk tepat di depannya. Semua jalan Wu Tao untuk mundur dihadang oleh tigabelas penjepit yang mematikan.

Jika Xiao Jun mengambil langkah dan menyerang titik vital tubuhnya, itu akan sulit untuk dihindari.

Seorang ahli seperti Xiao Jun bisa menyerang seseorang langsung di depannya bahkan dengan mata tertutup. Telah menentukan posisi dari titik vitalnya, segera saat lampu padam, dia akan punya keuntungan.

Frogboy mendesah. “Semua yang kau katakan masuk akal. Jika dia ingin mengambil nyawamu, itu pasti kesempatan terbaik.”

“Jadi kau memberinya kesempatan,” kata Wu Tao.

“Dia tidak cukup percaya diri untuk mengambilnya?”

“Tidak, dia tidak,” jawab Wu Tao. “Mungkin dia terlalu muda, dan kurang memiliki kekejaman untuk hal seperti itu.”

“Jika dia punya, apakah kau akan mati sekarang?”

Wu Tao tiba-tiba menyandarkan kepalanya ke belakang dan tertawa. “Aku berkeliaran di Jianghu selama dua puluh tahun. Jumlah orang yang memburu nyawaku tidak sedikit, sedikitnya ada sembilan belas pendekar yang setingkat dengan Xiao Jun. Dan mereka semua punya kesempatan yang sama sepertinya.”

“Tapi mereka tidak cukup percaya diri untuk mengambilnya?”

“Mereka semua orang kejam. Mereka tahu bahwa jika sebuah kesempatan bagus hilang, itu mungkin tak pernah datang lagi. Kesempatan seperti itu tidak bisa dilewatkan.”

“Jadi di mana orang-orang itu sekarang?”

“Mati. mereka semuanya benar-benar mati. Tepat sebelum mereka mati, mereka semua menyadari sesuatu.”

“Oh? Apa?”

“Ketika kau punya kesempatan membunuh seseorang, itu biasanya berarti bahwa seseorang punya kesempatan untuk membunuhmu. Dan jika seseorang itu bisa membunuhmu, mengapa mereka tidak melakukannya?”

“Itu masuk akal,” desah Frogboy. “Jika lebih banyak orang di Jianghu menyadari ini, akan jauh lebih sedikit orang yang mati.”

**

Translator / Creator: Jade77