November 9, 2016

DKWSS – Chapter 1 : The Death of a Multimillionaire

 

The Death of a Multimillionaire

Part 1

15 April . Langit Cerah.

Hari ini dimulai seperti hari yang lainnya. Ketika Sun Jicheng bangkit dari tempat tidurnya, pakaiannya telah disiapkan oleh Liu Jin’niang dan enam belas gadis muda bawahan nya. Liu Jin’niang adalah mantan pelayan kerajaan yang bertanggung jawab atas pakaian Kaisar. Di ruangan sebelah luar kamar tidurnya, dia duduk minum teh Oolong dari pegunungan Wuyi di Fujian, kemudian masuk ke kereta kuda pribadinya dan memulai perjalanan inspeksi ke 79 bisnis yang dimilikinya di kota Jinan.

Dia bukan tipe orang yang mentaati gaya hidup normal setiap harinya. Contohnya, dia akan begadang untuk minum dengan klien sepanjang malam. Tapi dia tidak membiarkan hal ini mengganggu inspeksi hariannya. Bahkan, rute yang dia lalui tidak pernah berubah.

Memulai bisnis itu tidaklah mudah, dan menjaganya untuk tetap sukses itu jauh lebih sulit lagi. Siapapun yang ingin meraih sukses seperti itu harus ada harganya.

Sun Jicheng mengerti akan hal itu.

Dia mencintai bisnisnya seperti seorang wanita cantik mencintai kemolekannya.

Dia sering berkata pada teman-temannya, “Kekayaan tidak akan membuatmu bahagia, tapi jauh lebih baik dibandingkan menjadi orang miskin.”

Tinggi Sun Jicheng kurang lebih 6 kaki. Tegap dan gagah, dia tahu bagaimana menikmati hidupnya, tidak seperti kebanyakan pedagang kaya dan berpengaruh lain yang jadi rekannya.

Bertahun-tahun dengan makanan dan minuman lezat  menyebabkan perutnya sedikit buncit, tapi berkat pakaiannya yang dirancang dengan seksama, dia terlihat lebih muda dari usia sebenarnya. Dia masih bisa ikut pacuan kuda, minum minuman keras, dan memuaskan wanita yang paling sulit untuk dipuaskan.

Dia tidak akan pernah lupa mengingatkan yang lain tentang hal ini, dan mereka tidak akan pernah lupa faktanya.

Tentu saja, orang seperti ini tidak ingin mati.

Jadi setiap hari saat dia meninggalkan rumah, berbagai ahli dari agen bodyguard terkenal akan menemaninya. Salah satunya adalah Qiu Budao, dikenal sebagai “As Stable as Mount Tai,” yang telah sukses menyelesaikan 91 misi bodyguard tanpa kegagalan.

Kereta Sun Jicheng dibuat secara khusus, tahan terhadap pisau dan anak panah. Kuda-kudanya berasal dari kandang “General Who Attacks the West”, masing-masing dengan kecepatan dan stamina terbaik yang tak tertandingi, mampu berlari sejauh 400 mil dalam sehari tanpa berhenti.

Kediaman mewahnya yang sangat besar dilindungi dengan cara yang sama. Siang dan malam, banyak penjaga bergantian mengawasi segalanya, dan mereka adalah ahli beladiri jempolan.

Untuk membunuh orang seperti Sun Jicheng bukanlah urusan mudah.

Tidak ada yang akan mau melakukan hal itu. Tak ada yang berani ambil resiko.

Siapa yang mengira dia akan mati!

Part 2

Kecuali dalam keadaan tak terduga, Sun Jicheng biasanya makan siang di restoran Great Three Yuan.

Mungkin karena mengkhawatirkan perutnya yang semakin buncit, atau karena kebiasaan minumnya, biasanya dia tidak makan dan minum apa-apa lagi selain teh Oolong. Jadi tentu saja dia juga pilih-pilih soal makanan.

Ada banyak alasan dia memilih untuk makan di Great Three Yuan.

Pertama karena Great Three Yuan merupakan salah satu dari 79 bisnis yang dia miliki.

Kepala chefnya sangat terkenal yang khusus disewa dari China Selatan. “Marinated Shark’s Fin” dan “Grilled Shark’s Fin”nya adalah resep rahasia keluarga, diwariskan turun temurun, dan kebetulan, hidangan favorit Sun Jicheng adalah Shark’s Fin.

Manajer Great Three Yuan, Zheng Nanyuan, tidak hanya sangat pemilih soal makanan, tapi soal rasa humor dan kemampuan berkomunikasinya, dia adalah tipe orang yang disukai Sun Jicheng.

Hal yang paling penting adalah Great Three Yuan merupakan bisnis yang sangat sukses dengan banyak pelanggan. Sun Jicheng suka melihat orang-orang, dan dia suka orang-orang melihatnya.

****

Hari ini seperti hari yang lainnya. Big boss Sun makan siang di Great Three Yuan, minum sedikit alkohol.

Biasanya dia minum anggur Chu Ye Ching, Maotai, Daqu, Nu’er Hong, Mei Kuei Lu, dan kadang bahkan anggur Barley atau minuman keras Gucheng yang dikirim dari wilayah-wilayah jauh. Hari ini, dia minum sesuatu yang bahkan lebih sulit diperoleh: anggur merah persia.

Great Three Yuan adalah perhentian terakhir dari tur inspeksinya. Setelah menyelesaikan makanannya, dia pulang. Dia akan kembali ke kamarnya yang jarang dikunjungi orang lain, tidur sebentar, lalu sekali lagi melanjutkan rutinitas hidupnya yang unik.

— Menjadi kaya jauh lebih menyenangkan daripada menjadi miskin.

****

Sun Jicheng lebih kaya dari siapapun di dunia, dan juga lebih bahagia.
Tidak mungkin ada yang membunuhnya, atau punya alasan untuk itu.
Bagaimana mungkin dia mati?

Part 3

Sun Jicheng benar-benar tahu cara bersenang-senang, dan ingin segalanya yang terbaik, termasuk pakaian, makanan, kediaman dan bisnisnya.

Jadi tentu saja, kamar tidurnya pun nyaman dan megah.

Orang yang cerdas akan bisa membayangkannya, tapi hanya beberapa orang yang benar – benar bisa menggambarkannya dengan tepat, karena sangat sedikit orang yang pernah masuk ke kamarnya.

Kamarnya hanya tempat untuk beristirahat dan tidur.

Jika tiba waktunya untuk beristirahat dan tidur, dia tidak menginginkan wanita. Dan saat dia ingin bersama wanita, dia tidak ingin beristirahat atau tidur.

— Seorang “istri” dan seorang “wanita” adalah hal yang berbeda.

Seorang “istri” bukan hanya sekedar wanita, tetapi seseorang dengan siapa dia berbagi cobaan dan kesengsaraan, kesedihan dan kebahagiaan, dukungan, kenyamanan, partner, dan teman saat kesepian, kesakitan, kekecewaan dan masa tua.

Sun Jicheng tidak punya istri, dan juga teman.

Bisa dibilang, teman-teman yang dia punya bukan sungguh-sungguh temannya.

— Sangat sepi jika sudah berada di atas, jika seseorang berhasil mencapai puncak sesuatu, orang itu akan sering merasa dirinya kesepian.

***

Seperti biasa, hampir menjelang malam saat Sun Jicheng kembali ke kamar yang jarang dilihat orang lain, tetapi bila dilihat akan menimbulkan rasa kagum, memuji dan iri.

Biasanya, ketika dia kembali, dia akan tidur sebentar. Tapi kali ini, dia membuat pengecualian. Dari sebuah bagian rahasia di samping tempat tidurnya, dia menarik sebuah kalung yang terbuat dari platinum Persia, dihiasi dengan zamrud.

Di luar kamar tidurnya adalah ruang megah untuk menerima tamu . Di dinding bergantung lukisan-lukisan yang dibuat oleh seniman terkenal Wu Daozi dan kaligrafi oleh penyair terkenal Wang Xizhi , dan di atas sebuah rak ditempatkan sebuah vas yang diukir dari giok putih. Menghadap pintu adalah kursi penerima tamu yang disebut-sebut pernah dipakai oleh Kaisar di istana Imperial.

Segera saat dia duduk, dentingan seperti musik terdengar dari luar. Orang yang dia tunggu-tunggu telah tiba.

Dia adalah Liu Jin’niang.

Liu Jiniang itu cantik, lembut, dewasa dan sangat cermat. Keahliannya dalam mengurus pakaian tidak ada yang menyamai. Dia masuk di istana Imperial saat usia 11 tahun dan berhenti saat usia 21 tahun kemudian mengurus pakaian , alas kaki dan penutup kepala Sun Jicheng. Tidak ada orang lain selain Liu Jiniang yang lebih mengenal fisik dan struktur tubuhnya.

Tentu saja itu persyaratan untuk siapapun yang bertugas membuat pakaian yang nyaman.

Sejujurnya, benar-benar memahami tubuh lelaki itu bukan perkara mudah, dan dia telah menggunakan metode paling frontal dan paling efektif.

Dia adalah wanita cantik, sehat dan kuat. Dan angin musim semi malam itu bertiup dengan sangat lembut.

Tapi sejak malam itu, dia tak pernah membahas insiden itu lagi. Sepertinya lelaki itu juga sudah lupa. Keduanya menjaga hubungan kerja yang sangat profesional.

Dulu sekali dalam resesi di istana Imperial, dia telah belajar hidup dalam kesendirian.

***

Sinar matahari yang hampir tenggelam menerobos jendela. Sun Jicheng menatap wajahnya yang cantik dan dingin, kemudian mendesah lembut.

“Sudah sepuluh tahun,” katanya diiringi desahan. “Benar sepuluh tahun, bukan?”

“Kurang lebih.”

Wajah Liu Jin’niang terlihat dingin dan tanpa emosi. Seorang wanita berpendidikan sepertinya tidak boleh menampakkan emosi.

Masih saja, dia merasakan hujaman kepedihan di hatinya. Dia tahu persis berapa hari yang telah berlalu semenjak malam di musim semi itu. Dia akan mengingat selamanya, dengan sangat jelas. Tepatnya sepuluh tahun, satu bulan dan tiga hari.

“Apa kau bahagia dalam tahun-tahun ini?”

“Bisa dibilang bahagia dan tidak bahagia .” Dia menjawab dengan tenang.

“Sekarang setelah kupikir lagi, sepuluh tahun rasanya berlalu sangat cepat.”

Begitu banyak malam-malam musim salju yang dingin dihabiskan sendirian, terlalu banyak senja-senja musim semi yang sunyi, apakah benar – benar berlalu dalam sekejap ?

Sun Jicheng menghela nafas lagi, lalu tiba-tiba berdiri dan berjalan menghampirinya.

“Aku tahu aku telah mengecewakanmu,” katanya. Dia mengangkat kalung itu. “Aku punya sesuatu untukmu. Bolehkah aku memasangkannya?”

Liu Jin’niang mengangguk dalam diam. Dan saat Sun Jicheng meraihnya dan memasangkan kalung itu di lehernya, tiba-tiba dia ingin menangis.

Mungkinkah setelah sepuluh tahun mengabaikannya, tiba-tiba dia mengingat satu malam penuh hasrat dan kelembutan itu?

Tepat saat air mata mulai turun membasahi wajahnya, tiba-tiba lelaki itu mengencangkan genggamannya, menggunakan kalung indah itu untuk mengakhiri hidupnya.
Dia tidak mati dalam penderitaan, karena dia sesungguhnya tidak menduga bahwa lelaki itu akan memperlakukannya dengan pengkhianatan yang keji.

Tidak ada yang bisa paham mengapa Sun Jicheng membunuhnya, karena, sesungguhnya, dia tak punya alasan untuk melakukannya.

***

Kalung indah itu terjuntai pada leher yang cantik. Walau si cantik telah tiada.

Matahari yang terbenam perlahan memudar, berganti dengan kemuraman senja.

Sun Jicheng, bersikap dan berpikir tenang seperti biasa, perlahan mendorong untuk membuka jendela belakang dan menghilang di balik malam seperti gumpalan asap, ditelan kegelapan dalam sekejap.

Part 4

Kegelapan senja makin mendekat. Qui Budao masih terbaring di ranjangnya. Tadi malam, dia giliran berjaga dan belum bisa tidur hingga pagi. Saat bertugas, dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya, seperti saat bertugas dalam misi bodyguard. Walaupun dia tidak tahu apa yang akan terjadi, dia tidak mau menunjukkan sedikitpun lengah atau kelalaian .

perjuangan untuk bisa mendapatkan sebutan “As Stable as Mount Tai”sangat sulit, dipenuhi darah dan keringat, tapi hanya butuh sedikit kelalaian untuk kehilangan gelar itu.

Setelah mengambil resiko tak terhitung jumlahnya yang mengancam tubuh dan hidupnya, dia sungguh-sungguh mencapai “stability”. Tidak peduli panah atau pedang macam apa yang diarahkan padanya, dia tidak akan menjadi gentar. Bahkan jika nasib keluarganya ada pada gulungan kematian, dia akan tetap tidak bergeming .

Tapi belakangan ini, dia sering merasa lelah. Sebenarnya, lelaki pada usia 55 tahun sudah tidak melakukan jenis pekerjaan ini. Sedihnya, ada yang memaksanya dan membuatnya terus maju seperti keledai yang terikat pada batu penggilingan.

Sepertinya roda kehidupan perlahan-lahan menghancurkan tubuhnya yang kuat menjadi tumpukan daging.

Dia mendesah, bersiap-siap bangkit dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu di meja. Tak pernah terbayang saat dia mulai berjalan maju, sebuah tangan tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang. Seluruh tubuhnya langsung menjadi sedingin es.

Entah bagaimana, seseorang telah masuk ke kamarnya tanpa dia sadari lalu menyelinap menghampirinya. Seharusnya ini tidak mungkin terjadi.
Keringat dingin keluar membasahi tubuhnya.

Tangan itu tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyerang pembuluh darah di lehernya, atau menusuk lebih jauh ke bahunya. Yang terdengar malah sebuah suara ringan berkata: “Tidak perlu menyalakan lampu. Aku bisa melihatmu, seperti kau bisa melihatku.”
Qiu Budao mengenali suara itu.

Iblis mengerikan di belakangnya tak lain dan tak bukan adalah majikannya, Big Boss Sun Jicheng.

***

Sun Jicheng menyingkirkan tangannya, memberi kesempatan bagi Qiu Budao untuk berbalik.

Dalam kegelapan senja, wajah Qiu Budao pucat seputih kertas, tapi eksperesinya tetap tenang dan terkendali. Dia telah melewati pertarungan yang tak terhitung banyaknya, dan setiap kali dia bisa keluar dari situasi yang pelik karena berpegang pada “stability.”

Mata Sun Jicheng bersinar kagum, tapi kehangatan itu berubah menjadi dingin secepat kilat.

Tidak memberi kesempatan Qiu Budao bahkan untuk membuka mulutnya, dia menanyakan sebuah pertanyaan yang sangat janggal, satu demi satu kata: “Kapan kau mengetahuinya?”

“Mengetahui apa?” jawabnya, bingung. Pertanyaan itu begitu tiba-tiba, dia tak tahu bagaimana menjawabnya.

Sun Jicheng tertawa. Tapi tawa itu tidak tampak di matanya. Dia menatap Qiu Budao sesaat, lalu satu demi satu kata mengucap: “Rahasiaku.”

“Rahasia anda? Rahasia apa?”

“Karena kau sudah tahu, perlukah aku ucapkan?”

Qiu Budao tidak mengatakan apapun.

Dia bisa melihat bahwa orang yang berdiri di depannya itu bukan orang yang bisa dibodohi dengan mudah. Mencoba menutupi tidak akan ada manfaatnya.

“Kapan anda sadar?” tiba-tiba dia menjawab. “Kapan anda menyadari bahwa saya sudah mengetahui rahasia anda?”

Pertanyaan ini juga sekaligus jadi semacam jawaban.

Sun Jicheng tertawa lagi.

“Kau adalah penjudi yang payah, walau selalu kalah banyak tapi masih saja berjudi, selama dua bulan terakhir kau pelan-pelan membayar hutang-hutangmu. Siapa yang membantumu membayar hutangmu?”

Qiu Budao menolak untuk menjawab, dan Su Jicheng tidak memaksanya lebih jauh lagi. Malahan, dia melanjutkan, “Dari 72 penjaga dalam 3  pasukan yang kau pimpin, 13 orang telah digantikan dalam dua bulan terakhir. Setiap tiga sampai lima hari, kau mengganti  satu orang. Saat bertugas, kau menempatkan mereka sejauh mungkin dariku. “ Dia tersenyum. “Kau pikir aku tidak memperhatikan?”

“Kupikir tidak.”

Saat itu, tepat sebelum Sun Jicheng membuka mulutnya untuk menjawab, tangan Qiu Budao telah menyerang seperti kilatan petir.

***

Qiu Budao biasanya berlatih dengan pedang besar, dan dia cukup terlatih. Tidak ada seorangpun yang berpendapat tekniknya pedang buruk.
namun dia jarang sekali menggunakan pedang.

Tinjunya bisa dianggap senjata mematikan, bahkan lebih kuat dan menakutkan dibanding pedang besarnya.

Dia selalu percaya jika kau menggunakan senjata, akan tiba saat di mana senjata itu tidak ada dalam genggamanmu. Ketika cambuk ganda yang menjadi trademark paman keduanya “Invincible Double Whips” Qiu Sheng dicuri, dia kemudian mati dalam kematian yang pahit di pertarungan.

Tinju tidak bisa dicuri. Jadi sejak anak-anak dia sudah berlatih teknik tinju. Dia telah berlatih di bawah panji kuil Shaolin. yang harus di tempuh dengan ujian dan kerja keras

Semua orang tahu tentang “Dragon Subduing, Tiger Vanquishing Lohan Divine Fist” Shaolin adalah tinju yang tidak bisa dilawan.

Teknik pertamanya sengit dan ampuh, sangat cepat dan kuat. Terutama bentuk pertama.

Mengakhiri semuanya dengan satu jurus, sebuah tinju yang fatal. Ketika pendekar hebat bertarung, kemenangan dan kekalahan biasanya ditentukan oleh satu jurus.

Dia selalu memperhitungkan jurus pertama sebagai yang paling penting, dan pandangan ini tidak mungkin diragukan lagi .

Saat mengeluarkan tinjunya, meskipun dia tidak sepenuhnya yakin akan mengenai lawannya, dia percaya bahwa setidaknya ini akan memberinya kesempatan untuk meloloskan diri. Empatpuluh tahun pahitnya pelatihan dan tigaratus pertarungan penuh darah memberinya kepercayaan diri atas penilaiannya.

Sayangnya, kali ini dia salah.

***

Bahkan saat tinjunya meluncur dengan kekuatan seperti kilat, pandangannya kabur, dan lawan yang diharapkannya akan hancur dengan serangannya, telah menghilang.

Tepat pada saat itu, dia merasakan ada yang menahan pergelangan tangannya. Tiba-tiba semua kekuatan tubuhnya menjadi tak berdaya dan pergelangan tangannya diputar ke belakang punggungnya. Dia tak punya kekuatan untuk melawannya.

Qiu Budao mematung.

Tinju besinya, yang telah menghantam hidung dan tulang rusuk ahli beladiri kuil Shaolin yang tak terhitung banyaknya, telah ditahan hanya dengan satu jurus. Empatpuluh tahun latihan tinju terlihat seperti permainan anak-anak bagi orang ini.

Keringat mengucur pada wajah “As Stable as Mount Tai” Qiu Budao yang terkejut. Dia tak pernah menyangka bahwa playboy miliarder itu begitu menyeramkan dan memiliki ilmu kungfu yang  menakutkan .

Sun Jicheng menghela nafas, “Aku membuat kesalahan.” katanya. “Kali ini itu salahku.”

Yang melakukan kesalahan bukan Qiu Budao? Bukan dia?.

Qui Budao tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Anda membuat kesalahan? Kesalahan apa?”

“Kau tak mungkin tahu.”

“mengapa?”

“Kau tak tahu rahasiaku.” ucapnya dengan dingin. “Dan kau tak tahu siapa aku. Aku menantangmu untuk melakukan satu gerakan lagi untuk melawanku.”

“Siapa anda?” tak terhentikan Qiu bertanya dengan suara serak,

“Sebenarnya siapa anda ini?”

Sun Jicheng tidak menjawab. Sebaliknya, dia bertanya, “Jika kau tak tahu siapa aku sebenarnya, mengapa kau mengkhianatiku?”

Sebagian besar orang tidak akan mau menjawab pertanyaan seperti itu. Tapi Qiu Budao merupakan sebuah pengecualian, dia ingin mengetahui kebenarannya, bahkan lebih dari Sun Jicheng.

— Siapa multi-jutawan yang misterius dan menakutkan ini? Apa rahasianya?

Satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran di balik rahasia yang lain adalah jujur—semua orang di Jianghu mengerti maksud kata kata ini.

“Walaupun aku tak pernah percaya bahwa anda membangun kekayaan dari nol, aku tak pernah membayangkan anda adalah orang yang sangat ahli dalam bela diri. Dan yang lebih sulit dipercaya adalah anda seorang pencuri hebat yang pensiun.”

“Mengapa sulit untuk dipercaya?”

“Karena anda tidak terlihat seperti itu. Jawab Qiu Budao. “anda terlalu sombong. anda tak memberi kesan ada yang ingin anda sembunyikan dari orang-orang.”

Dia melanjutkan, “Dalam dua puluh tahun terakhir, hanya ada beberapa pencuri yang mengumpulkan kekayaan luar biasa lalu menghilang. Di antara mereka, hanya empat yang belum tertangkap. Dan anda tak mungkin salah satu dari mereka. Dilihat dari usia, penampilan dan postur tubuh, anda tak cocok dengan deskripsi mereka.”

Sun Jicheng tersenyum, “Sekarang kau tahu pasti bahwa kemampuan bela diriku melebihimu.”

Qiu Budao mengakui poin ini. Lalu dia berkata, “Tiga bulan yang lalu ada beberapa orang yang menanyakan tentangmu! Mereka ingin tahu segala detail terakhir tentang aksi dan gerakanmu!”

“Siapa orang-orang ini?”

“Aku bertemu mereka di arena judi. Mereka tidak muda atau tua, sedangkan identitas mereka, itu rumit.”

“Kau tak tahu siapa mereka, bukan?”

“Aku tidak tahu.” Dia berpikir sebentar, lalu melanjutkan, “Mereka suka menghamburkan uang, dan sepertinya mereka memiliki kungfu yang bagus, meskipun mereka mencoba menyembunyikannya. Aku belum pernah mendengar orang dengan nama mereka di Jianghu sebelumnya, atau melihat orang seperti mereka.” Suaranya mengandung ketakutan yang aneh. “Mereka tiba-tiba muncul, seolah – olah mereka datang dari tempat asing yang belum pernah didatangi orang lain.”

Senyum Sun Jicheng langsung lenyap. Pupilnya mengerut. Dia tahu bahwa kali ini, dia sedang berurusan dengan sebuah kelompok yang sangat misterius, lawan yang amat menakutkan.

“Hobiku dalam hidup ini hanyalah berjudi,” kata Qiu Budao. “Aku berjudi banyak dan selalu kalah. Mereka tidak minta banyak dariku. Hanya memintaku mengijinkan mereka untuk menempatkan beberapa orang dalam 3 pasukanku. Jadi…”

“Jadi kau setuju.”

“Ya.” Jawabnya. “Aku setuju. Aku tidak suka berhutang, dan hanya mereka yang bisa membantuku melunasinya.” Dia berusaha menolehkan kepalanya dan menatap mata Sun Jicheng. “Aku mengatakan yang sebenarnya.”

“Aku percaya padamu.”

“Apa anda tahu siapa mereka?”

“Tidak.”

“Apa mereka tahu siapa anda?”

Sun Jicheng terdiam.

Qiu Budao bertanya lagi, “Siapa sebenarnya anda?”

Sun Jicheng berdiri di sana dalam sunyi di malam yang gelap. Lalu tiba-tiba dia tertawa.

“Aku adalah aku!” jawabnya dengan senyum misterius yang aneh. “Aku hanyalah seseorang yang akan segera mati. Dalam waktu dekat.”

***

Mengapa orang seperti ini harus mati? Bagaimana bisa dia mati?
Qiu Budao tidak bertanya-tanya lagi.

“Ayo ikut denganku.” Kata Sun Jicheng. “Aku akan membawamu ke suatu tempat.”

“Untuk apa?”

“Untuk menemui seseorang.”

“Siapa?”

“Orang yang tidak pernah kau bayangkan akan kau temui. Bahkan ketika kau melihatnya dengan matamu sendiri, kau mungkin masih tidak akan mempercayainya.”

Part 5

Siapa orang ini? Mengapa orang lain tak akan percaya sebelum melihatnya sendiri? Apakah dia seseorang yang seharusnya tidak hidup? Seseorang yang seharusnya tidak ada?

Qiu Budao tidak bisa memahami hal ini.

Dia juga hanya bisa menduga duga apa yang akan terjadi pada berikutnya

Ternyata Sun Jicheng membawanya ke kamarnya, yang orang lain tak pernah masuki.

Liu Jin’niang yang lembut dan pendiam, yang tak pernah berdebat dengan siapapun, terbaring di sana, terbujur kaku.

Yang mengejutkan, di bawah tempat tidur yang dihias indah, ada dua gudang bawah tanah rahasia.

Salah satunya berisi buku-buku, aroma alkohol dan makanan. Dan seseorang.

Seseorang yang Qiu Budao tak pernah bayangkan akan dilihatnya. Meskipun melihat dengan matanya ssendiri, dia hampir tak percaya.

Karena orang itu adalah Sun Jicheng. Sun Jicheng kedua.

Part 6

Qiu Budao duduk di kursi bambu di sudut gudang, seolah dia khawatir dirinya akan pingsan.

Tidak mungkin orang ini Sun Jicheng. Dua Qiu Budao tidak mungkin ada di bumi, begitu pun dua Sun Jicheng.

Tidak mungkin ini saudara laki-lakinya.

Sun Jicheng tak punya saudara laki-laki, dan bahkan saudara kembarpun tidak akan serupa seperti ini.

Mereka berdua kelihatan sama persis dalam segala hal. Figur, fitur wajah, pakaian, sikap. Semuanya sama. Ketika Sun Jicheng berdiri tepat di depan orang ini, seolah dia sedang berdiri di depan cermin.

Siapa dia? Apa hubungannya dengan Sun Jicheng? Mengapa Sun Jicheng menyembunyikannya di tempat ini? Dan mengapa dia membawa Qiu Budao kemari untuk melihatnya?

Qiu Budao tidak bisa mencari jawabannya.

Sun Jicheng sepertinya menikmati ekspresi wajahnya. Dia kelihatannya benar-benar senang.

Akhirnya dia bisa menunjukkannya pada seseorang.

Dengan senyuman, dia berkata, “Aku tahu saat pertama kau melihatnya kau akan terkejut setengah mati. Aku juga begitu saat pertama kali melihatnya.”

Dia tersenyum dengan sukacita.

“Pada saat itu, kami tidak terlalu terlihat mirip. Jika kami berdiri berdampingan, kau masih bisa melihat perbedaan antara kami. Tapi dengan bantuan beberapa teknik unik dan cerdik, kondisinya sedikit berubah.”

Dia menambahkan, “Untuk mencapai kesempurnaan yang sesungguhnya, ada beberapa area yang membutuhkan sedikit perhatian.”

Qiu Budao menunggunya untuk melanjutkan.

“Contohnya, tidak ada cukup ruang baginya untuk banyak bergerak. Jika tidak berbaring di tempat tidur, dia akan duduk dan membaca. Dalam kondisi tersebut, sulit untuk menghindari perutnya menjadi sedikit buncit. “Dia menepuk perutnya sendiri. “Jadi aku harus membuat perutku sedikit buncit juga.”

“Apa lagi?”

“Jika seseorang tidak terkena sinar matahari selama bertahun-tahun, kulitnya akan jadi pucat dan terlihat aneh. Jadi setiap hari aku mengijinkannya naik ke jendela kamarku untuk mendapat sinar matahari.”

“Jadi itu sebabnya mengapa anda tak pernah ijinkan siapapun masuk ke kamar anda.” Telapak tangan Qiu Budao terus berkeringat.

Sekarang dia memahami semua yang telah terjadi hingga saat ini.

Sebuah konspirasi mengerikan yang telah direncanakan dengan sempurna oleh Sun Jicheng telah berjalan sekarang, dan tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menghentikannya.

Sun Jicheng menoleh dan menepuk pundak orang itu. “Warna kulitmu bagus beberapa hari terakhir ini. Apakah Kau tidur nyenyak belakangan ini.”

“Bayangan”nya menjawab dengan suara lembut dan lemah: “Ya, aku tidur cukup nyenyak belakangan ini.”

Qiu Budao tiba-tiba berkata, “Tidak, ada sesuatu yang salah.”

“Oh?”

“Suaranya sangat berbeda dengan suaramu.”

Sun Jicheng tertawa. “Suaranya tidak perlu sama.” Jawabnya dengan santai.

Qiu Budao tidak perlu repot bertanya “Mengapa”. Yang baru dia ucapkan hanya untuk memastikan adanya sebuah gagasan yang mengerikan.

Setelah memastikan hal itu, hatinya seolah runtuh.

Sayangnya, Sun Jicheng telah menggunakan beberapa teknik aneh untuk mengunci beberapa titik akupunturnya dan menguras seluruh energi dari tubuhnya.

Sun Jicheng terlihat benar-benar nyaman. Dia tiba-tiba mulai mengobrol dengan “bayangan”nya. “Saat pertama melihatmu, warna kulitmu sama sekali tidak bagus, seolah kau tidak tidur dalam jangka waktu sangat lama.”

“Ya, saat itu aku sudah tiga hari tiga malam tidak makan, dan belum punya kesempatan untuk memejamkan mataku.”

“Mengapa begitu?”

“Karena aku baru saja mengalami sesuatu yang sangat tragis.” Suaranya tiba-tiba menjadi sangat lembut dan pelan. “Orang tuaku, istri, dan anak-anakku dibantai dengan kejam oleh penjahat keji.”

“Mengapa kau tak mencoba membalas mereka?”

“Karena aku lemah, tidak akan mungkin dalam hidupku meski sekedar bisa bermimpi untuk menyakiti sehelai rambutpun dari kepala monster itu.”

“Jadi kau ingin mati?”

“Ya.”

“Tapi kau tidak mati.”

“Aku tidak mati, karena kau menyelamatkan aku. Kau membunuh penjahat itu dan membantu membalaskan dendamku.”

“Apakah aku meminta imbalan?”

“Tidak,” jawab “bayangan” itu. “Kau hanya punya satu permintaan: bahwa aku menunggu hingga waktunya tiba bagimu untuk mati, kemudian aku akan mengembalikan hidup di mana aku berhutang padamu.” Dia menatap Sun Jicheng, dan dengan ketenangan yang tidak bisa dijelaskan, dia bertanya, “Waktunya telah tiba, bukan?”

“Ya.”

Waktunya telah tiba. Hidupnya akan segera berakhir.

“Bayangan” itu telah mengharapkan ini segera berakhir untuk beberapa lama. Qiu Budao juga mengerti apa yang sedang terjadi.

—Tentu saja Sun Jicheng tidak membangun bisnisnya dari nol menjadi melimpah. Dan dia sebenarnya bukan pebisnis kaya yang sangat pemilih dalam soal makanan ataupun mencintai bisnisnya.

—Dia adalah orang yang benar-benar berbeda, seseorang dengan beberapa alasan, karena dia ingin tetap menyembunyikan identitasnya, telah membawa uang ratusan jutanya yang haram bersama dengan tangan berbau darahnya itu di sini, untuk bersembunyi dari musuh-musuhnya.

—Tapi dia tahu bahwa jaring langit itu luas, dan tak ada yang bisa lepas dari jeratannya. Rahasianya akan terbongkar juga pada akhirnya, jadi dia telah mempersiapkan seseorang untuk mati menggantikannya.

—Orang ini benar-benar terlihat sama persis dengannya dalam segala hal hanya suaranya saja yang berbeda. Tapi tidak mengapa.

—Karena pada waktu mereka menemukannya, dia sudah mati, dan orang mati tidak bisa bicara.

***

Dia tidak mati kesakitan, karena Sun Jicheng menyerangnya dengan sebuah mortal fist blow. Sebuah pukulan tinju yang cepat, akurat dan ganas.

Wajah Qiu Budao muram.

Sun Jicheng tiba-tiba bertanya padanya, “Apa kau lihat tadi jenis teknik tinju apa yang baru saja kupakai?”

Tentu saja dia melihatnya. Sama persis dengan teknik tinju yang baru saja dia pakai, keahlian sempurna yang terkenal yang membuatnya menghabiskan empat puluh tahun penuh derita untuk berlatih, the Lohan Fist dari Shaolin.

“Nah,” tanya Sun Jicheng, “Bagaimana menurutmu?”

Qiu Budao tidak bisa bicara, tidak sepatah kata pun.
Dia telah berlatih teknik tinju ini selama empatpuluh tahun, dan masih saja pukulan yang baru dilakukan Sun Jicheng dalam hal energi, skill dan keampuhan, melebihi kemampuannya sendiri.

Apa yang bisa dia katakan?

“Tinju yang fatal,” kata Sun Jicheng, “langsung ke jantung. Ini adalah cara membunuh yang pasti ‘As Stable as Mount Tai’ Qiu Budao gunakan. Jadi Sun Jicheng yang ini jelas-jelas akan mati di tanganmu, dan tidak ada hubungannya dengan yang lain. Semua orang akan bisa melihatnya dengan jelas.”

Dia mencuci tangannya dalam wadah perak lalu mengeringkannya dengan kain putih salju. Lalu tiba-tiba dia bergumam. “Meskipun, mereka mungkin akan bertanya-tanya apa motifmu membunuh Liu Jin’niang.”

“Liu Jin’niang?” teriak Qiu Budao. “anda membunuhnya juga?”

“Tentu saja,” kata Sun Jicheng, terdengar seolah terkejut. “Jangan bilang bahwa kau tak mengenali kalung yang dipakai untuk menjerat lehernya. Kalung siapa itu?”

Qiu Budao merasakan terror.

Karena segala yang telah terjadi, pikirannya dalam keadaan kacau. Hingga saat ini, dia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas. Kalung dengan bandul zamrud itu memang miliknya, sesuatu yang ditinggalkan oleh istrinya yang telah meninggal. Dia telah menyimpannya cukup lama, tidak mau berpisah darinya bahkan saat masa-masa terburuknya dalam kekalahan berjudi.

Dia tidak melihatnya terlalu sering, karena kenangan yang muncul bersamanya itu manis, tapi juga terlalu menyedihkan. Dia bahkan tak ingin menyentuhnya.

“Bagaimana kau mendapatkannya?” tiba2 Qiu Budao berubah ekspresi

“Aku punya beberapa cara.” Sun Jicheng tersenyum. “Sedikitnya seratus cara, sebenarnya.”

Siapapun akan mengakui bahwa orang seperti Sun Jicheng punya banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Kenapa harus aku yang membunuh mereka?”

“Kau punya alasanmu.”

Sun Jicheng melanjutkan, “Ada sedikitnya seratus alasan mengapa seorang pria membunuh seorang wanita dan pria lainnya. Bahkan jika kau tak bisa memikirkan satu pun, orang lain akan punya ide mereka sendiri-sendiri untukmu.”

Dia tertawa. “Mereka akan punya ide-ide unik. Jika kau bertanya pada 50 orang, mereka mungkin akan memunculkan 100 versi yang berbeda. Untungnya, apapun ide mereka tidak akan berpengaruh padamu.”

Qiu Budao menatapnya lama, lalu kemudian, satu demi satu kata, dia berucap, “Aku paham apa maksudmu.”

“Sudah seharusnya.” kata Sun Jicheng. “Sun Jicheng sudah mati, begitu juga Liu Jin’niang. Kau juga sudah tak punya alasan untuk hidup lebih lama lagi.” Dengan tenang, dia melanjutkan, “Aku menjamin yang lainnya akan mencari sendiri alasan kematianmu. Jadi aku sudah menyiapkan segelas alkohol beracun untukmu.”

Part 7

Jadi sekarang, Sun Jicheng sudah mati.

Tidak ada yang membayangkan dia akan mati, tapi dia sungguh-sungguh sudah mati.

Di suatu malam tanggal 15 April, dia bersama pimpinan pasukan bodyguardnya yang terpercaya Qiu Budao dan kekasih rahasianya yang lembut Liu Jin’niang, semuanya mati bersama di sebuah gudang bawah tanah rahasia.

Tentu saja, banyak desas desus perihal kematian mereka. Tapi terlepas dari apa yang mereka katakan, hal itu tidak mempengaruhi Sun Jicheng.
Karena sekarang, Sun Jicheng sudah mati.

***

Larut malam pada tanggal 15 April, dia meninggalkan kota Jinan serta bisnisnya yang sukses dan ratusan juta kekayaannya. Seperti seorang lelaki meninggalkan pasangannya karena sudah bosan, sepertinya dia tidak membawa nostalgia dan kelembutan bersamanya.

***

Ketika seorang jutawan besar mati seperti ini, mungkinkah bagi dia untuk dibangkitkan?

**

[1] Mempertimbangkan bahwa cerita ini terjadi pada masa Ancient China, bulan yang tertera di buku akan dianggap menggunakan kalender Lunar, bukan Gregorian, tetapi untuk membuatnya mudah saya akan menggunakan nama kalender Gregorian.
[2] Nama Cina Sun Jicheng adalah 孙济城 sūn jì chéng.
[3] Nama Cina Liu Jinniang adalah 柳金娘 liǔ jīn niáng.
[4] Teh dari pegunungan Wuyi relatif terkenal. Saya ingat mendengar tentang ini saat dulu tinggal di Pecinan. http://tinyurl.com/24ebrvu
[5] Jinan adalah ibukota provinsi Shandong. Itu adalah kota pesisir yang telah menjadi pusat administratif dan ekonomi selama ribuan tahun. http://tinyurl.com/pf2akvf
[6] “General Who Attacks the West” sebenarnya adalah salah satu peringkat yang dicapai oleh General Huang Zhing yang bersejarah, yang bekerja bagi Liu Bei selama masa the Three Kingdoms Perod. Meskipun begitu, berdasarkan informasi selanjutnya dalam cerita ini, akan terlihat bahwa cerita ini tidak terjadi pada periode waktu tersebut. http://tinyurl.com/ygg3s8t
[7] Apa yang saya terjemahkan sebagai “lebih dari 400 mil” tertulis sebagai 1,300 li dalam bahasa Cina aslinya. http://tinyurl.com/pqwadtf
[8] Apa yang saya terjemahkan sebagai South China secara harfiah mengacu pada wilayah South China meliputi Jiangxi, Hunan, Guangdong, Guangxi, dan Hainan sama halnya Vietnam utara modern. http://tinyurl.com/no7apxt
[9] Semua ini adalah jenis-jenis alkohol yang berbeda. Beberapa dari mereka sangat terkenal. Chu Ye Qing adalah jenis fenjiu atau mungkin terbuat dari bambu. Saya tidak bisa menemukan artikel tentang ini. http://tinyurl.com/pbntk64. Maotai mungkin adalah baijiu paling terkenal di Cina. http://tinyurl.com/5l5z2e. Daqu adalah jenis lain dari baijiu http://tinyurl.com/ouasl23. Nu’er Hong adalah sejenis baijiu, dan jika saya benar mengingatnya, ini disebutkan dalam 7 Killers. http://tinyurl.com/ol8xjfv. Mei Kuei Lu adalah jenis baijiu dengan rasa mawar. http://tinyurl.com/mbyrfy9. Untuk dua jenis lainnya saya tidak bisa menemukan apa tepatnya mereka. Mungkin Gu Long mengarangnya, atau mungkin mereka jenis yang langka?
[10] Wu Daozi adalah seniman terkenal yang hidup pada masa dinasti Tang. http://tinyurl.com/kt7ylsc
[11] Wang Xizhi adalah salah satu penulis kaligrafi paling dikenal sepanjang masa. Dia hidup pada masa dinasti Jin. http://tinyurl.com/3fvxyd8
[12] Ya, ini adalah kutipan yang sama dari 7 Killers.

Translator / Creator: Jade77