December 31, 2016

DM Intermission: Zena

 

 

Sihir yang dipanggil membungkus tubuh ku.

Meskipun itu sensasi yang aku kenal, saat ini rasanya menjengkelkan.

Untuk mengkonfirmasi efeknya aku mengambil langkah maju.

Oke, itu bekerja dengan baik.

Bersama-sama dengan angin.

Aku sedang berlari.

 

 

Aku bertemu dengan orang itu kemarin. Meskipun belum sehari penuh sejak saat aku bertemu dengannya, tapi aku merasa telah lama mengenalnya.

Aku berpikir bahwa aku bisa menahan serangan Demon dengan sihir, tapi tubuhku menjadi babak belur sebagai gantinya. kaki dan lenganku berdenyut kesakitan, aku seperti boneka, tidak mampu bergerak.

Aku sedikit memalingkan kepalaku.

Untungnya, sebelum aku terhempas ke tanah, aku terjebak dalam cabang-cabang pohon di pinggir jalan di suatu tempat.

…Untung? Apakah benar-benar seperti itu?

Kekuatan hidup ku akan menghilang terlebih dahulu sebelum Demon yang terlalu kuat bisa dikalahkan dan untuk seseorang dari pihak militer menemukan ku.

Bahkan sekarang, darahku menetes keluar sedikit demi sedikit.

kesadaranku memudar tapi aku kembali tersadar ketika aku mendengar langkah kaki seseorang. Aku kerahkan semua energiku yang tersisa, dan mengubah pandanganku.

seseorang yang mengenakan jubah mencolok itu menyakiti mata mu.

Aku, yang berada di ambang kematian, masih berpikir bagaimana anehnya penampilan orang itu kehidupan sehari-hari.

 

Saya ingin kembali ke kehidupan sehari-hari juga!

 

Meskipun aku merasa lelah melihat seseorang jubah mencolok itu, aku memanggil dirinya sebelum dia pergi. Dia memiliki suara yang terasa seperti dia akan selalu riang dimanapun dia berada.

 

 

Berlari.

Menghindari orang-orang, menghindari kereta kuda, aku berlari.

Berjalan maju, meski hanya selangkah.

Lebih cepat, meski hanya sesaat.

Aku sedang berlari.

 

 

Aku ingin tahu apakah aku pingsan, setelah memanggil dirinya, dia langsung berdiri di sampingku.

Ia adalah anak yang terlihat sangat tenang yang membuatmu tidak akan berpikir dia akan memakai jubah yang mencolok.

Aku tidak akan menyebut dirinya tampan, tapi dia seseorang yang memberikan kesan yang baik.

Setelah memastikan luka ku dan menangani tulangku yang patah, dia dengan lembut, ya, sangat lembut mengangkat ku dengan lengannya.

jubahnya, yang terlihat benar-benar baru, dikotori oleh darah ku dan debu.

Tapi dia tampaknya sama sekali tidak keberatan dengan hal semacam ini.

 

Meskipun di terlihat rapuh, ia memiliki kekuatan yang cukup untuk menggendongku tanpa kesulitan.

Aku bertanya-tanya bagaimana ia akan membawa ku turun dari pohon?

Dengan sihir?

Bertentangan dengan perkiraanku, ia terbang dari cabang-cabang pohon tanpa menggunakan sihir.

 

 

Aku berjalan melalui gang.

Tanpa menghentikan momentum ku, aku menendang dinding untuk berbelok di sudut.

Aku menghindari orang-orang yang terkejut layaknya aku sedang menari.

Aku bahkan tidak keberatan rok ku berkelebat.

Aku berlari menggunakan setiap kekuatan yang ku miliki.

 

 

Aku menutup mata ku untuk menahan dampak benturan yang akan terjadi.

Aku mendengar seseorang berteriak keras dekat dengan telinga ku, tapi itu suara ku sendiri.

Namun benturan tidak pernah datang tidak peduli berapa lama aku menunggu.

Ketika aku membuka mata ku, dengan wajah cemas, ia lembut menyapa ku.

Dia tampaknya tidak langsung turun ke bawah pohon ini tapi melompat melalui serangkaian cabang dan naik ke atap.

Benar-benar orang yang gesit!

Mari kita memanggilnya gesit-san dari sekarang.

Sambil menggendong ku, dia melalui beberapa atap rumah, mencari tempat untuk turun.

Dia melompat-lompat beberapa kali, tapi dia melakukannya seperti bulu yang ringan. Seolah-olah ia memiliki sayap.

Aku ingin tahu apakah ini rasanya terbang di langit?

 

 

Aku kehabisan napas.

Tapi aku tidak bisa berhenti sekarang.

Aku dipercayai untuk memanggil bala bantuan, agar dia tidak mati.

Aku mengabaikan jeritan dari tubuh saya.

Aku akan membiarkan tubuhku beristirahat namun itu nanti.

Sekarang aku harus lebih cepat, meski hanya satu langkah.

 

 

Ketika kita akan melalui sebuah rumah sempit, dia menjadi sangat berhati-hati untuk tidak membuat kaki ku yang retak menyentuh perabotan yang ada.

Aku merasa seperti seorang putri setelah menerima banyak perhatian seperti ini.

Suatu hal yang mewah, mengingat aku telah menyiapkan diriku untuk menerima kematian sebelumnya.

Setiap kali dia menghindari perabotan, tubuh kami semakin dekat.

Aku telah melakukan pelatihan dengan rekan kerja laki-laki sebelumnya, tapi ia tidak memiliki bau badan layaknya binatang seperti orang-orang iyu. Sebaliknya, samar-samar aku bisa mencium aroma yang elegan.

Rambutnya juga halus. Aku ingin menyentuhnya meski hanya sedikit …

Pertarungan telah berakhir di alun-alun. Rupanya mereka menang.

Aku dipimpin oleh dirinya untuk menerima perawatan medis.

Dia mengantarku ke stasiun bantuan setelah pengobatan selesai, dan pergi untuk menyelamatkan orang lain.

Selama perpisahan kami, ia berbalik dan melambai padaku sekali.

Aku tidak tahu apakah itu untukku, tapi aku merasa sedikit senang.

 

 

Sudah hampir mencapai jalan utama.

Seorang anak tiba-tiba melompat keluar dari jalan tersebut.

Aku tidak bisa menghindarinya. Aku melompati anak itu, melakukan salto di udara.

Aku tahu itu perbuatan memalukan karena aku memakai rok, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk khawatir tentang hal itu.

Aku menyerahkan perlindungan anak ini pada orang dewasa di dekatnya.

Memaksakan kakiku untuk terakhir kalinya.

 

 

Pada malam hari itu, Lilio dan teman-teman ku menertawakan ku ketika mereka melihat aku berbicara dengan gesit-san “Musim semi akhirnya datang ke Zena ya ~”, kata mereka.

Aku tidak mengerti arti cinta bahkan jika anda menceritakannya.

Setiap kali aku berpikir tentang dirinya, entah bagaimana jantungku berdebar-debar.

Jika ini benar-benar cinta maka aku bisa mengerti mengapa Lilio, yang merupakan maniak cinta, cepat bereaksi.

 

Keesokan harinya, entah bagaimana aku pergi dengan menggunakan rok. Tidak ada alasan khusus.

Sebelum aku pergi ke kuil untuk berobatan, aku ingin tahu apakah aku bisa bertemu dengannya saat aku pergi ke toko buku yang ia bantu kemarin? Aku sedikit mempertimbangkan hal ini… pikiran kecil ini adalah rahasia.

 

Ketika saya benar-benar bertemu dengannya di toko buku, aku merasa bahwa ini adalah takdir.

Aku melebih-lebihkan?

Lilio pasti akan bercanda mengenai hal ini, “Anak-anak benar-benar suka dengan hal yang berbau takdir eh ~”, tidak ada keraguan tentang hal itu.

Dia memberitahu ku bahwa pakaian ketinggalan zaman yang kukenakan adalah “Lovely”.

Jangan lupa untuk menulisnya di buku harian ketika aku pulang hari ini!

 

 

Aku melompat ke tengah sambil bersalto.

Berlari di jalan, aku melewati kereta kuda sementara menyerempet mereka.

Aku akan meminta maaf kepada kusir yang mengeluarkan bahasa yang kasar.

 

Menunggu napas untuk mengejar ketinggalan adalah menjengkelkan jadi aku merapalkan sihir angin, Whisper Wind.

Harusnya ada gatekeeper dalam dinding bagian dalam.

“Ini adalah tentara sihir Zena yang berbicara! Di kawasan timur, Purple telah muncul di alun-13 dekat dinding luar.”

“Apakah anda menggunakan sihir? Aku Mondo unit penjaga gatekeeper. Apakah Anda yakin bahwa itu adalah Purple?”

 

Puple adalah istilah militer untuk Demon.

Kita tidak bisa benar-benar berteriak Demon muncul di siang hari bolong.

 

“Tidak ada kesalahan, aku sudah mengkonfirmasinya secara visual. Silakan kirim bala bantuan secepatnya. Aku akan kembali ke sana untuk membantu mengevakuasi warga sipil.”

“T, tunggu, sediri”

 

Tanpa mendengarkan kata-kata terakhir Mondo-san, aku akan kembali ke lapangan di mana Satou-san berada.

Di tengah jalan, suara auman dan bangunan yang runtuh datang dari arah alun-alun.

 

Au menyiapkan hatiku, membayangkan yang terburuk.

 

Tidak masalah! Aku membujuk diriku sendiri.

Ada Nebiren-sama dari kuil Garleon, dia adalah praktisi sihir suci terbaik di kota Seryu ini. Jika itu dia, bahkan jika ia tidak bisa mengalahkan Higher Demon, harusnya ia mampu untuk mengulur waktu.

Aku mengeluarkan sihir Wind Walk lagi karena efeknya sudah habis.

Aku menegaskan kembali kakiku yang gemetar.

Untuk berlari lagi.

Kembali ke sisi orang itu.

 

 

Aku diberi bunga sebagai hadiah.

Sebuah bunga Winter Honey yang memiliki aroma yang lembut.

Aku ingin tahu apakah dia tahu arti bunga ini dalam bahasa bunga?

 

Kami pergi sekitar toko-toko  yang Lilio sarankan. Dia sangat terkejut bahkan pada hal-hal yang paling biasa yang aku menunjukkan kepadanya.

Hal ini menyenangkan.

Kartu truf yang kudapat dari Lilio adalah tidak berhasil, itu membuatku sedikit malu, tapi sebelum aku tahu itu tangan kita bergabung sementara kita berjalan bersama.

Teman-teman yang selalu aku keluhkan dalam pikiran ku, hanya untuk hari ini, aku berterima kasih kepada mereka.

 

Bukankah ini apa yang mereka sebut kencan?

Bahasa bunga untuk Winter Honey adalah “Cinta yang mulai tumbuh”., Kalau saja ia tahu tentang hal itu.

 

 

Aku tiba di alun-alun lebih cepat dari yang aku harapkan.

Tapi aku tidak punya waktu untuk bertanya-tanya.

Karena, hanya ada sebuah tanah kosong di sana …

Dalam keputusasaan, aku ambruk ke tanah.

 

Di tengah banyak orang, sebuah batu hitam tumbuh dengan duri-duri tajam. Aku mendengar suara-suara dari batu hitam.

Aku menyeret kakiku yang telah kelelahan  seolah-olah berteriak memprotes hal ini.

 

Jika aku tidak salah, Demon mengatakan sesuatu tentang [Labyrinth].

Aku tidak mengerti hubungan antara Demon dan labirin, tapi Satou-san dan yang lainnya mungkin berada di dalam.

 

Aku akan melompat masuk ke dalam labirin bahkan jika aku hanya sendirian.

Tapi, aku berhenti di pintu masuk batu hitam. Oleh komandan yang datang dengan mengendarai kuda. Mereka tampaknya berada di dinding bagian dalam ketika aku menghubungi mereka sebelumnya.

 

Aku ditunjuk untuk menjadi penghubung sementara oleh komandan, untuk membantu dalam mengamankan alun-alun selama pembangunan pos militer.

Karena aku berada dekat dengan komandan, aku mendapatkan berbagai informasi. Ruang terbuka dan rumah-rumah di sekitar alun-alun tampaknya telah tersedot ke dalam tanah. Bersama dengan orang-orang.

 

Saya yakin Satou-san yang gesit harusnya bisa berlindung di tempat yang aman di suatu tempat. Mari saat ini kita mempercayai hal ini.

Konsul-sama yang datang setelah pos militer selesai, terlihat bersemangat sambil mengatakan sesuatu tentang Labyrinth Nucleus (Dungeon Core), tapi aku tidak benar-benar mengerti.

 

 

Kami mendapat izin untuk masuk ke labirin setelah sehari penuh telah berlalu.

Tentu saja aku ditempatkan pada kelompok pertama.

 

Saya ingin segera berlari ke dalam labirin, tapi Lilio tidak melepaskan tanganku. Meskipun itu tidak berarti bahwa saya akan memisahkan diri posisi sebagai vanguar.

 

Pertama, kita akan mengamankan ruang pertama yang kita telah masuki.

Dari sini, rencananya adalah untuk memajukan pasukan utama setiap kali kita selesai mengamankan sebuah ruangan. Meskipun tampaknya terlalu berhati-hati, itu aturan ketat ketika anda masuk ke sebuah labirin.

 

Kami maju perlahan-lahan melalui lorong bahkan saat aku merasa frustrasi.

Suara langkah kaki terdengar dari depan.

Aku dengan hati-hati melihat sisi lain dari sudut menggunakan cermin.

Tidak mungkin! Ini Satou-san!

Tidak mendapatkan keberuntungan yang luar biasa, aku sedikit ragu.

Aku seharusnya tidak ragu-ragu.

Dari sudut lorong, aku melihat sosok Satou-san  diserang oleh monster yang muncul dari dinding.

 

Aku melepaskan cengkraman Lilio.

Seolah-olah di bawah pengaruh sihir, aku melompat ke depan seperti terbang.

Aku melakukan pendaratan di dinding sudut lorong ini.

Monster itu akan menggigit Satou-san.

Tidak masalah.

Satou-san berhasil  menghindar.

Pikiranku menjadi jernih, tapi sekarang bukan waktu untuk hal ini.

Aku melancarkan sihir Air Hammer dan monster itu terpental. Itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan monster itu, tapi mari kita memisahkannya dari Satou-san terlebih dahulu!

Satou-san terjebak dalam ledakan itu, tapi monster itu berhasil dipisahkan darinya.

Sebelum monster itu memulai serangan balik, Nebinen-sama telah berhasil mengalahkannya. Seperti yang diharapkan.

Aku, yang merasa lega setelah melihat wajah Satou-san, mulai menangis dan memeluknya tanpa ingin melepaskan.

Lilio-san pasti akan menggodaku karena hal ini nanti.

 

Meskipun ia baru saja melarikan diri dari tempat yang berbahaya seperti seperti sebuah labirin, Satou-san masih seperti Satou-san yang biasa.

Tapi mungkin sehingga aku tidak terlalu khawatir.

Karena aku akan bebas tugas besok, aku harus membuatkan sesuatu yang lezat untuk besok pagi.

Lilio kemungkinan besar akan menggodaku lagi.

Kehidupan biasa seperti itu mungkin akan terasa baik sekali-sekali.

Translator / Creator: doroboneko88