December 21, 2016

DM Chapter 3-7: Past, Failure and Withered Labyrinth

 

 

Di sini Satou. Banyak sekali kejadian di mana pahlawan tidak datang untuk menyelamatkan harimu.

Di dunia fantasi ini, aku akan lebih suka akan ending yang berakhir dengan baik.

“Aku gagal membuat kota asalku menjadi makmur menggunakan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya.”

“Walaupun aku sekarang seperti ini, aku tadinya adalah seorang putri kerajaan tahu…” Kata Arisa dengan ironisnya.

“Pada awalnya, semua bekerja dengan baik dan lancar. Tapi kemudian, semuanya mulai berantakan dengan tidak wajar dan kerajaannya menjadi hancur, masuk dalam perang sipil, bahkan dikuasai oleh negara tetangga pada akhirnya.”

 

“Apa yang kamu lakukan?”

“Hanya sedikit reformasi dalam bidang pertanian. Seperti membuat pupuk dari daun dan kotoran hewan, Alat pertanian yang memakai roda 4, dan beberapa trik adminstrasi yang standar.”

Aku tidak pernah mendengar istilah trik adminstrasi’, tapi aku mengaitkan potongan – potongan pembicaraannya mengenai adminstrasi dan bagian reformasi.

“Walaupun kamu gagal, masa hal seperti itu bisa sampai menhancurkan satu kerajaan?”

“Karena itulah, aku bilang [tidak wajar]. Gunung tempat kami mengambil daun-daun untuk pupuk telah menjadi layu dan usang. Serangan hama serangga muncul dari pupuk yang sedang difermentasi, tanaman lobak dan wortel yang harusnya bisa memperbaiki keadaan kerajaan, malah tiba-tiba layu.”

benar, hal ini bagaikan kejadian yang di luar fantasi, tapi kalau kita camkan kata [tidak wajar] pada keadaan ini, berarti….

“Ada pihak lain yang turun tangan, benar tidak?”

“Ya, tapi aku baru mengetahuinya setelah beberapa lama. Pada waktu itu, aku pikir hal ini terjadi karena adanya perbedaan antara keadaan dunia di sini dan dunia yang sebelumnya, aku merasa sangat tertekan. Aku bahkan mulai mendapat julukan [Witch of the Lost Kingdom], atau [Mad Princess].”

Jadi title itu bermula dari kejadian ini.

Bukanlah karena dia memakai sihir pikiran untuk memanipulasi raja agar membuat harem para lelaki tampan untuknya atau hal lain yah.

“Terus, kalau tujuan utamanya untuk menguasai kerajaanmu, kalau kerajaan tetangga tidak mendapatkan profit, maka tidak ada gunanya kan? Menyerang negara lain hanya untuk mengalahkannya, apakah mereka tidak berpikir ke arah sana?”

“Mereka tidak memperdulikan daerah kekuasaan dari kerajaan kecil. Mungkin mereka hanya menginginkan [Withered Labyrinth] yang ada dibawah istana.”

“Setelah kerajaan kami dikuasai, mereka segera mengeksekusi Raja dan pangeran utama di depan umum, untuk menenangkan keadaan.”

Air mata mulai mengalir pada wajahnya yang frustasi.

“Lalu, Pangeran dan putri kerajaan yang tersisa dikumpulkan, dan mereka berkata 『Negara ini dihancurkan karena kebodohan kalian.Kalian semua tidak pantas untuk menjadi anggota bangsawan kerajaan.』”

“Lalu penyihir kerajaan membuat segel kontrak pada para putri dan pangeran itu, dimulai dari aku.”

『Hiduplah sebagai budak, sampai akhir hayatmu.』

“Aku menyalahkan diriku sendiri atas kehancuran kerajaan kami, jadi aku bersedia menerima segel kontrak itu dan menjadi budak.”

Aku mengeluarkan saputangan dari penyimpanan aku menggunakan seprai untuk menutupi hal ini, dan mulai menyeka air matanya.

“Kenapa harus menjadi budak….”

“Ini semua demi menghidupkan kembali 『Withered Labyrinth』yang tadi aku katakan. Kami tidak bisa kabur, kalau kami semua menjadi budak, karena itu adalah segel kontrak bukan kontrak biasa, hanya kerajaan asal saja yang dapat membatalkan segel kontrak itu…”

Dia memegang saputangan dan kedua tanganku, lalu melanjutkan ceritanya.

“Setiap bulan, saat bulan purnama, mereka mengorbankan satu orang pada upacara mencurigakan di depan labirin.”

“Satu tahun kemudian, Labirin itu berhasil hidup kembali. Saat semua upacara ritual itu berakhir, hanya aku yang memiliki rambut tabu dan lulu yang bukan merupakan anak sah, yang tersisa dari kami semua. Lokasi penahanan kami dipindahkan dari menara ke  villa didekat sana. Aku tidak tahu mengapa mereka tidak segera membereskan kami. Mungkin kami disisakan kalau labirin itu itu mulai kembali sekarat.”

cengkraman tangannya mulai melemah.

“Lalu, sebuah tragedi terjadi pada bulan purnama berikutnya. Sesosok Demon muncul, istana dan kota sekitarnya dihancurkan semua. Vila royal tempat kami ditahan juga ikut terbakar, aku dan Lulu berlari untuk menyelamatkan diri dari gunung itu.”

Arisa dilarang pergi dengan menggunakan Order, tapi pada saat istana itu dihancurkan, nampaknya Majikan mereka mati didalamnya, karena itu mereka dapat menyelamatkan diri dari villa.

“Pada awalnya aku pikir, kami sudah tidak mempunyai pilihan lain dan hanya bisa menerima untuk terbakar hidup-hidup. Tapi aku melihat tampilan『Master: None』pada Lulu. Kalau aku hanya sendirian saat itu, mungkin aku akan mati begitu saja.”

Arisa menarik tanganku untuk memeluknya dan dia duduk di pangkuanku. Karena dia terlihat gemetar pada tanganku, maka aku membiarkannya.

“Lalu kami mengembara di sekeliling gunung itu, saat kami sudah sangat kelelahan dan hampir mati, kami diambil oleh pedagang budak yang sedamg lewat, Nidoren-shi. Karena budak yang tidak memiliki majikan tidak bisa masuk kedalam kota. Jadi aku tidak bisa dijual kepada bangsawan-bangsawan yang mesum, Aku menggunakan skill hide untuk menyembunyikan skill yang aku miliki, lulu juga berpura-pura menjadi bisu.”

Dia menyenderkan kepalanya pada lenganku, ekspresi wajahnya tidak dapat terlihat.

“Bukankah akan lebih baik kalau kamu memakai sihir pikiran yang kamu miliki untuk membuat Nidoren-shi menganggap kalian sebagai anak sendiri?”

“Itu betul. Tapi aku terlalu tergesa-gesa dan putus asa untuk segera menyembunyikan skill yang aku miliki, saat aku tersadar, aku sudah dikontrak sebagai budak Nidoren-shi.”

“Kamu kan bisa saja memakai sihir setelah kontrak itu.”

“Aku akan segera mati kalau mencoba hal gegabah seperti itu dan melanggar kontrak.”

Hmmm… Tunggu dulu. Aku membuat Arisa menghadap diriku.

“Bukankah kamu baru saja menggunakan sihirmu kepada aku barusan? kenapa kontraknya tidak ada efek?”

Dia melihat aku dan tersenyum nakal.

“Karena itu termasuk pelayanan budak. Aku kan membuat sumpah pada saat pembuatan kontrak itu.”

『Aku akan dengan penuh semangat dan sekuat tenaga akan melayani majikan tanpa istirahat, siang dan malam』

“Karena itu, aku dengan segenap jiwa dan raga, termasuk sihirku, untuk melayani tuan.”

Dia meletakkan tangannya pada pinggangku sambil terlihat menunggu sesuatu, “Jadi, gunakanlah aku~, lahaplah badanku yang belum matang ini~”, lalu aku segera menepis tangannya.

“Siapakah Demon itu, yang kamu ceritakan?”

“Aku tidak tahu, aku tidak melihatnya secara langsung. Hanya mendengarnya dari pembicaraan Nidoren-shi dengan pedagang lainnya. Aku hanya mengetahui kalau isatana dan kota yang ada di sekitarnya sudah habis terbakar lalu Demon itu pergi. Mumgkin dia datang untuk mencuri Labirin yang baru hidup itu.”

Apakah ini seperti tangan Demon waktu itu, mengumpulkan tenaga pada labirin?

Aku membahas hal ini dengan Arisa.

“Jadi, keributan yang mengikutkan Nidoren-shi itu, mengenai labirin?”

Wajahnya nampak sedang melamun.

Aku mendorong Arisa yang terus maju dan berusaha memelukku, sambil berbicara tentang serangan Demon, tangan Demon yang aku jumpai di labirin, dan sambil menyimpulkan semua hal yang terjadi. Hero Bertopeng perak nampak bersinar.

“Maksud kamu, ada labirin baru yang terbentuk?”

“Sepertinya begitu.”

Apakah hal ini begitu mengejutkan?

“Hanya ada 6 labirin aktif di benua ini. Labirin terakhir yang muncul, 100 tahun yang lalu. Sebuah labirin akan muncul ditempat adanya jenazah Demon Lord. Hal ini tertulis di buku.”

“Tangan Demon itu mengatakan kalau dia tercipta untuk proses hidup kembali yang seutuhnya. Jadi aku pikir hal itu hanyalah benda dengan tipe tempat penyembuhan.”

“Bukan barang murahan seperti itu. Ini adalah benda kelas legendaris. Akubpenasaran akan tujuan dari benda itu…”

“Untuk menghasilkan Demon dan melawan para pahlawan kah?”

Tidak meladeni jawaban aku yang terdengar ngasal, Arisa menatapku dengan wajah serius. Aku tidak masalah dengan tangan kamu yang sedang berada dipundakku, tapi tolonglah berhenti menggunakan kakimu untuk memeluk pingganggku dengan begitu eratnya.

“Apakah ada Nadi Bumi pada area sini?”

“Sepertinya ada satu yang disebut lembah naga.”

Dia menjawab serius sambil menengadahkan kepalanya…. Baiklah, tapi kenapa kamu mulai menempel dan menekan dengan dadamu yg kecil ini?

“Kalau tujuan tangan Demon itu hanya untuk mengmbalikan satu tangan, mungkin seharusnya sudah selesai. Aku pikir untuk pulih total hanya perlu beberapa bulan. Dan akan mulai bergerak bebas dengan bentuk sebelumnya dalam tempo singkat.”

“Dan benda seperti itu ada dibawah kaki kita….” Dia menggigil membayangkan hal itu.

Aku tidak tahu tepatnya berapa lama tempo singkat yang dia maksud, tapi Zena-san dan yang lainnya yang berada di pintu masuk labirin itu dalam keadaan bahaya.

“Kamu cukup berpengetahuan yah.”

Hampir seperti Nadi-san.

“Aku sudah membaca hampir semua buku yang ada diperpustakaan istana.”

“Ukuran huruf yang ada didunia ini benar-benar kecil, tahu gak~” Arisa mengomel

“Apakah kamu tahu, kalau dengan membaca buku dan mendapat pengetahuan, maka kamu akan mendapatkan poin experience~ Berkat itu, maka level aku terus naik saat aku mengunci diri dan membaca dalam istana.”

Begitu ya, nampaknya ini bukanlah gim,kita bahkan dapat meraih level tanpa perlu bertarung.

“Coba jelaskan kalau kamu tahu masalah ini.”

“Tentu saja~Tuanku~.”

Hei, saat kau menggosokan wajahmu pada dadaku, jangan meraba-raba dengan jari-jarimu ituuu!

“Didunia ini, untuk melawan Demon level 62, berapa bamyak kekuatan yang kita perlukan?”

“Berapakah level tertinggi dari pihak kamu yang bisa kamu sediakan?”

“Sekitar level 48.”

“Kalau kamu memberi mereka perlengkapan 6 senjata dengan atribut Holy, dan keseimbangan kelompok itu cukup baik, maka kamu bisa menang~.”

“Tidak ada sampai 6 orang, satu orang penyihir level 48, 3 orang dengan level diatas 40, dan 2 orang tersisa dengan level dibawah 40.”

“Akan menjadi pertarungan yang sengit, tapi kalau ada 10 orang dengan level 30 yang menyerang secara bergantian barulah mereka ada kesempatan. Walaupun akan ada banyak jatuh korban jiwa.”

Dia berhemti bermain dengan jemarinya dan tiba-tiba tertegun menatapku.

“Tuan, sepertinya anda banyak mengetahui tentang kekuatan yang ada disini, bukankah tuan adalah Pedagang?”

“Aku ada beberapa kenalan dalam militer. Dan juga, walaupun aku memyebut diriku pedagang, aku tidak pernah melakukan kegiatan bisnis.”

“Tapi tuan mampu untuk memiliki 5 budak?”

“Yah, hal itiblu karena aku memiliki banyak monster core dari labirin, aku tidak akan mendapatkan masalah finansial untuk sementara waktu.”

Uang yang aku punya ini, sebenarnya berasal dari para naga, tapi nampaknya akan ribet kalau aku mengarahkan dia ke cerita ini.

Aku menarik tangan dia yang sedang menari-nari di dadaku, dia terkejut dan salah paham, karena dia segera menutup matanya dan menjulurkan bibirnya dan berusaha menciumku. Aku segera mendorong dia, melepaskan dari pelukannya, dan meletakkan gadis ini disebelah Lulu.

Aku memakai jubah dan kerudung sederhana, lalu segera keluar dari kamar.

“Tuan akan pergi kemana~.”

mendengar hal itu: “Kamu tidurlah sampai pagi.” aku memerintahkan Arisa dan keluar dari kamar.

Translator / Creator: penjudi cinta