December 7, 2016

DM Chapter 3-4: Little Girl and Night Turmoil

 

Seorang gadis kecil telanjang sedang menduduki pinggangku…
Apa-apaan ini, apa ini mimpi?

Aku pernah mengalami kejadian serupa dengan sepupuku dulu, ketika liburan panjang di rumah kakek, dulu sekali. Sekarang perbedaannya gadis yang diatas aku ini telanjang, dan auranya tidak seperti sepupuku dulu yang masih lugu.

Gadis ini bergerak perlahan-lahan, lalu dia bergetar kuat dan segera menyusup ke bagian dadaku yang dalam keadaan telanjang juga. Ekspresi wajahnya lebih sepeeri wanita dewasa daripada gadis kecil yang lugu.

Walaupun terlihat tenang, sebenarnya hati ku gemetar. Aku ini bukan lolicon okay! Pasti !, Tapi situasi macam apa ini?

Setelah membeli dua orang itu dari Nidoren-shi, kami sedang….

“Aku akan melayani majikan dengan penuh semangat tanpa henti, siang dan malam.”

Ujar gadis berambut violet itu(Arisa) dalam proses ritual kontrak. Walaupun Liza dan yang lainnya dan (Lulu) Gadis berambut hitam itu semua terdiam saja, apakah anak ini mau mencoba menggoda aku?

Setelah kontrak kerja itu sudah beres semua, aku membayar 1 koin emas kepada Nidoren-shi. Dia bilang akan tetap di sini sampai besok pagi hari, dan segera hubungi dia kalau masih perlu budak yang lainnya.

Kami saling memperkenalkan diri di luar tenda.

“Kalau begitu, biar saya memperkenalkan diri. Saya berasal dari kerajaan Kuboku yang sekarang sudah punah, Arisa, umur 11 tahun, masih ada 4 tahun lagi sebelum saya menjadi wanita dewasa, tapi aku akan tetap dengan senang hati menerima servis malam walaupun masih agak ceroboh. Tolong pelihara aku dengan baik sampai selama-lamanya.”

Sambil menyelesaikan salam perkenalannya dengan kata-kata formal yang tidak cocok dengan usianya, Arisa lalu mengarahkan tangannya kearah keliman didadanya sambil membungkuk hormat. Walaupun ini adalah penghornatan formal yang elegan, tapi keliman itu memang pendek sekali, dibarengi dengan pakaiannya yang sederhana, tubuh bagian bawahmya hampir terlihat telanjang bulat karena dia membungkuk. Dan kemudian aku membalas “Mohon kerjasamanya juga, namau Satou”

“…Saya Lulu Desu. Umur 14 tahun desu.terlahir di kerajaan Kuboku desu. Karena saya begitu sederhana dan kurus… saya seperinya kurang cocok untuk menjadi partner tuan dimalam hari. Tapi saya berjanji akan bekerja keras seperti seekor kuda… Saya mohon jangan tinggalkan saya tuan…”

Lulu memperkenalkan dirinya sambil terus melihat kebawah dan menutupi wajahnya dengan kerah bajunya. Suaranya yang jernih itu memanglah bukan kualitas seiyuu, tapi tetap termasuk suara indah dengan sedikit sentuhan sopran. Akan lebih baik lagi kalau suara itu tidak diiringi dengan getaran. Walaupunb dia sendiri yang mengakui kalau tubuhnya kurus, sepertinya dia sudah masuk ukuran B-cup, untuk gadis seumur 14 tahun mencapai b-cup nampaknya masa depannya cukup besar, entahbapa dunia ini lebih kearah ukuran besar? Selama itu lembut dan lunak, ukuran apa saja bagiku cukup!

Mengesampingjan hal itu, bagi gadis cantik ini untuk mengatakan dirinya sendiri bahwa dia jelek, itu erlalu merendah. Tertutup oleh poninya, dia nampak seperti sadako, tapi kalau mau membandingkan kecantikannya dengan pemenang kontes kecantikan remaja yang ada di tv, dia masih menang jauh, seperti inilah kecantikan dia dapat digambarkan. Jujur saja, dia memang tipe kesukaan ku. Kalau kepribadiannya cukup baik, mungkin aku bisa melamarnya saat dia berumur 20 tahun nanti.

Aku penasaran apakah Arisa dan Lulu ini memiliki pandangan apa mengenai demihuman, bahkan setelah gadis-gadis suku beast ini melepaskan kerudungnya, mereka tidak menunjukkan rasa jijik sama sekali. Walaupun Lulu kelihatan sedikit takut dengan Liza, aku tidak merasakan adanya perasaan jijik dan anti darinya. Apakah orang-orang dari kerajaan lain tidak menyukai demihuman?
Pochi dan Tama pada awalnya masih malu-malu akan adanya orang asing, tapi setelah Lulu dan Arisa bersikap normal kepadanya, mereka langsung cepat akrab.

“Ok, mari kita kembali ke penginapan.”

Aku memanggil mereka berlima dan segera kembali melanjutkan perjalanan. Arisa dengan cepat dan luwesnya segera menggandeng lenganku, sementara lengan lainnya diperebutkan oleh Pochi dan Tama. Karena hal ini nampaknya tidak ada habisnya, maka Liza segera mengambil mereka dan memegang mereka bagaikan membawa koper di kedua lengannya. Nampaknya menyerah, kedua anak itu akhirnya diam dan menikmati pose ini, dimana kedua tangan dan kakinya bergelantungan, dan kerah mereka dipegang Liza

Kyurukyurukyu~~.

Terdengar suara khas. Ketika aku melihat kebelakang, Lulu tersipu malu. Sosok wanita cantik yang tersipu itu memang indah di mata. Aku tidak menganggap dia sebagai hasrat cinta pada saat ini, namun aku tidak sabar menunggu saat dia dewasa nanti.

Banyak kios-kios yang mengeluarkan aroma sedap, tapi tidak terlalu banyak pembelinya. Sepertinya lelang itu sudah dimulai, jadi orang-orang yang kaya dan para penonton yang penasaran yang ingin melihat budak cantik-cantik sudah mulai mengalir kearah sana.

Karena lebih nyaman, kami pergi ke salah satu kios yang ada mejanya. Aku membeli sup ayam dan roti gepeng, bermacam-macam jeroan dan sayur, dan sate dengan jumlah yang cukup untuk rombongan kami. Akhirnya aku membeli sate dalam jumlah yang banyak.

“Selamat makan.” dan mulai lah acara makan pertama kita.

Setelah para gadis Beastkin itu mulai makan, barulah dua orang baru itu ikut makan. Arisa memenuhi mulutnya dengan sate, sambil berkata: “Ahh~ Protein setelah sekian lama♪” sambil memegang pipinya. Jadi rupanya dunia ini juga memiliki konsep nutrisi juga, aku tidak memperdulikan hal itu lg saat mulai menikmati makanan yang ada. Lulu makan dengan segenap usahanya sambil tetap terlihat anggun, nampaknya kedua orang baru ini makannya lebih lambat daripada kami berempat, jadi mereka hanya kebagian sedikit dari piring yang besar. Lain kali biar aku pisahkan porsi mereka terlebih dahulu.

Karena aku merasa tidak begitu lapar, aku selesai duluan, tapi nampaknya Arisa dan para gadis suku beast ini sepertinya masih belum puas, lalu aku memesankan jeroan dan sayur-sayuran lagi.

“Lanjutkan makan kalian, aku mau pergi membeli jubah dan sepatu di toko sana sebentar.”

“Bi, biarkan aku saja yang belanja ”
“Aku saja yang pergi.”

Lulu dan Liza segera berdiri. Pochi dan Tama berhenti mengunyah makanan, dan menatapku.

“Semuanya lanjut makan, ini adalah [Order] kalian mengerti.”

. I can clearly see the nipple of Arisa who’s sitting beside her, but I don’t care with that one.
Aku bisa saja perginya nanti sesudah makan, tapi aku secara tidak sengaja terus menerus menatap ke dada Lulu yang duduk diseberang, aku jadi tidak merasa tenang. Aku bahkan dapat melihat puting Arisa dengan jelas yang duduk disampingnya, tapi aku tidak peduli dengan bocah ini.

Aku memberikan jubah dan sendal yang murah kepada mereka berdua, yang naru saja kubeli.
Beberapa saat kemudian, mereka telah selesai menyantap makanannya tanpa menyisakan sedikitpun juga, lalu kami kembali ke penginapan.

>[Service Skill Diterima]


Tepat seperti yang dikatakan Zena-san, penginapan ini menolak demihuman untuk masuk
Tapi, Martha-chan membuatkan kasur dari jerami untuk mereka bertiga di gudang Pochi dan Tama nampak senang sekali dan Liza mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh. Apakah di gudang sana cukup hangat kalau tidur diatas jerami dengan selimut bekas yang didapat dari labirin..

Aku mengeluarkan alat-alat masak dan bahan makanan dari salah satu tas yang aku peroleh dari labirin dan menyerahkannya kepada Liza. Aku juga menaruh pedang pendek milik Pochi dan Tama.
Di kota ini melarang demihuman untuk membawa senjata, tapi karena barang-barang ini berasal dari labirin, aku pikir tidak akan menjadi masalah.
Untuk makanannya: “Kalian makan saja kalau merasa lapar yah.” aku memberikan ijin kepada Liza. Dengan begini, besok aku bisa bangun telat (lol)

Lulu juga ingin ikut tidur bersama mereka, karena penginapan ini menerima mereka, lebih baik mereka tidur dikamar saja.

Aku sudah coba untuk memesan kamar tambahan, tapi nampaknya tidak ada lagi kamar yang tersedia, akhirnya mereka memakai kasur tambahan dan tidur dikamarku.
Karena kamarnya berukuran cukup luas, karena awalnya memang twin room, bahkan setelah diberi kasur tambahan, tidak terihat penuh sesak.

Aku menyuruh Arisa dan Lulu untuk tidur disatu kasur, dan aku tidur dikasurku sendiri.
Di dalam labirin, karena membiarkan para gadis suku beast itu beristirahat, aku berjaga sendirian dan jadi kurang tidur. Karena itu kelopak mataku sekarang terasa begitu berat.

Aku menyerah dalam kelelahan, dan segera tidur setelah sekian lamanya.

Ok, kita balik lagi ke semula.

Kenapa akau bisa satu ranjang dengan seorang gadis kecil?!

Tenang dulu Satou! Kita pakai kepala dingin.

Arisa yang menyadari aku terjaga: “Kau terbangun?”
dengan nakalnya berbisik dan terus menciumi aku.
Sambil menikmati hal itu, aku membelai rambutnya…..NSFW?

Tunggu dulu! aku seharusnya mendorongnya!
Aku akan dicap Lolicon kalau ini berlanjut.

Arisa terus menciumiku dari bibir, berlanjut mencium pelan telingaku, pundak dan dadaku secara bergantian. Tangan kecilnya dengan lembut dan perlahan terus membelai aku.
Membalas perlakuan itu, aku dengan oelan membelai tengkuknya…..

Kenapa ini–! aku merasa bukan seperti diriku sendiri.
Arisa mendarat didadaku, menaruh pipinya diantara perutku yang berotot sambil dia memainkan jarinya dengan perlahan.
Merasakan hal yang nikmat inu, aku merasa apakah ini tidak apa-apa kalau dia mau berbuat semaunya…….?

Pemikiran ini terasa janggal. Bagaimanapun juga keadaan sekarang ini, aku merasa ada yang tidak benar.

Pikiranku yang kacau ini menjadi sedikit tenang. Aku mengoperasikan menu dengan pikiran, dan mengaktifkan tampilan Log. Ada didalam Log !!

Aku perlahan menegakkan tubuhku dari posisi tidur, mengangkat arisa dari tubuhku, dan meletakkan wajahku pada tengkuknya.
Arisa segera memelukku walaupun sedikit terlihat panik…

Close to her ears, I 『Order』 gently but firmly.
Pada telinganya, aku memeberikan perintah lembut dan perlahan.

“Arisa, aku melarang kanu memakai skill dan sihir. ini adalah perintah!”

Arisa melemaskan pelukannya, dan melihat kearahku dengan terkejut dan muka yang cemas.”

“Dan juga, segera kamu batalkan efek sihir ini dan skill yang kamu gunakan kepadaku. Ini adalah Perintah!”

Perintah ini nampaknya diterima, pada Log dapat terlihat pembatalan efek sihir. Informasi pada AR juga berubah.
Untuk berjaga-jaga, aku mengaktifkan skill [Mind Resistance] sampai maksimum. Sepertinya aku juga mempunyai [Mind Magic], tapi ini sudah cukup.

“Kenapa….”
“Harusnya aku yang bertanya ! memakai sihir pikiran kepada aku, apa tujuan kamu?”

Pertama kali membelinya dia memang memakai sihir.yang pertama adalah [Charm Person] dan [Fret], beberapa saat lalu kenapa [<>] dan [Heat Heart] yang dipakai.
Ketika pertama kali mengappraise skill miliknya, adalah kosong, tapi pertama kali aku melihatnya di tampilan AR menunjukkan [Unknown]. Kalau saja aku teringat akan hal ini

“… Walaupun Tuan mengatakan aku memakai sihir pikiran”
“Aku juga melarang kamu untuk berbohong dan pura-pura bodoh. Ini adala perintah, katakan tujuan kamu.”

Aku menutup jalan keluarnya lalu segera menekan dan meminta jawaban.

>[Questioning Skill Diterima]

Oke, mari kita lokasikan poin dan segera menyalakannya. Saat ini aku bikin sampai level 3 saja.

“Aku ulangi, jangan berbohong dan katakan maksud perbuatan kamu.”

Dia terlihat menyerah dan menjawab dengan jujur. Dia bahkan berhenti menggunakan kata-kata sopan yang biasa dipakai.

“…Tujuanku untuk menjadi budak tuan.”
“Tujuan lainnya?”
“Aku ingin melayani Tuan.”

Dia nampak menjadi sedikit berkaca-kaca setelah mengatakannya.

“Aku kurang mengerti, coba ulangi sekali lagi dengan jelas.”
“Mou! Seperti yang akubsudah bilang. Aku jatuh hati saat pertama kali meliha tuan. Rambut hitam yang tipis dan lembut! Ekspresi yang lemah lembut! muka yang begitu imut! Tubuh yang nampak kekar! Kalau orang seperti itu menjadi majikanku! walaupun lelaki idaman ku ada di depan mata, tapi dia akan pergi begitu saja! Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi! Karena itu aku menggunakan sihir! Agar tuan membeliku..”

Dia berkata dengan cepat seperti senapan mesin. Karena dia nampak mulai tampak sedikit putus asa, aku terus mendengarkan.

“Jadi, setelah kau dibeli, kamu berniat untuk mencuci otakku?
“Bukan, ini salah !! aku kan pernah bilang: (Aku akan dengan sekuat tenaga mengurus Tuan tanpa istirahat, siang dan malam.) waktu aku pertama kali menjadi budak kamu kan! Karena itulah aku menggoda tuan, karena tugas budak adalah membuat tuannya selalu merasa enak dan nyaman kapan saja.”

Alasan macam apa ini? tapi dia tidak terlihat sedang menutupi kebohongan.

“Aku sedikit mengerti tindakanmu, tapi apa maksudmu yang sebenarnya?
“Walaupun aku menunggu panggilan tuan, tapi tuan segera tertidur…Karena itu aku langsung naik ke kasur tuan dan saat melihat wajah tuan yang sedang tertidur, aku merasa tidak bisa menahan diri~”

Dengan wajah lugu. Aku masih ssdikit kesal, jadi aku tarikkkk pipinya. hukuman seperti ini cukup kan?
“Akitttt, akitttt.iuainohahahyanorokirakenihite~”

Pipinya benar-benar elastis. Ini terasa cukup menyenangkan, tapi karena mulai terlihat air mata pada sudut matanya, aku berhenti.

“Walaupun aku berusaha begitu keras untuk mengontrol diriku pada awalnya…”
“kalau begitu kamu menyerang karena kalah dengan nafsumu sendiri?”

“Iya, benar.” dia mengangguk

“Kam ini apa sebenarnya…”

Display AR menunjukkan hal ini.

Name : ArisaAge : 11 years
oldTitle : [Satou’s Slave] [Witch of the Lost Kingdom] [Mad Princess]
Skill : [Mind Magic]Gift (Innate Skills) :[Self Status][Status Check][Hide Skill][Item Box]
Special Ability (Ability) :[Never Give Up][Over Boost]
Nama : Arisa
Umur : 11 tahun
Title : [Satou’s Slave] [Witch of the Lost Kingdom] [Mad Princess]
Skill : [Mind Magic]
Gift (Innate Skills) :[Self Status][Status Check][Hide Skill] [Item Box]
Special Ability (Ability) :[Never Give Up][Over Boost]
Ya amoun, banyak sekali skill yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

Arisa lalu menjawab dengan menggoda . ” Aku Tachibana Arisa, sama seperti kamu, aku juga orang Jepang.”

Translator / Creator: reree