December 7, 2016

DM Chapter 3-3: At the Slave Market

 

Pasar budak ini memiliki luas sebesar 200-300 meter di pusat kota ini, dapat terlihat api unggun menyala di setiap 20 meter. Sama seperti di festival, beberapa tiang kayu nampak terpancang, masing-masing dihubungkan dengan tali dan terlihat plat metal yang tergantung dan memantulkan cahaya dari sihir. Kalau saja tempat ini bukan pasar budak, maka tempat ini akan sangat sempurna sebagai lokasi kencan…

Sebuah tali yang terbentang ditempat yang nampaknya adalah pusat lelang. Lelang budak ini memang belum dimulai, tapi dapat terlihat beberapa musisi di panggung memainkan nada yang begitu sendu.

Kami tidak memasuki pasar lelang itu, dan hanya berjalan di sekelilingnya sambil melihat-lihat keramaian yang ada.

“Satou-dono!”

Dono? Aku tidak mengenal orang yang memanggilku seperti itu…. Ternyata adalah pedagang budak yang kami selamatkan dari laba-laba di labirin itu, Nidoren-shi.  Keluar dari sebuah tenda kecil di seberang kereta budak, dia menghampiri kami. Para gadis, yang semuanya dirantai, semuanya berbaris diatas kereta itu.

“Para budak yang berada di atas kereta itu adalah pameran untuk lelang hari ini. Ada beberapa yang memiliki skill arithmetic and secretary diantara mereka, bagaimana kalau membeli satu, Satou-dono? Karena mereka semua cukup terpelajar, dan mereka semua masih perawan, saya jamin tidak ada seorangpun dari mereka yang akan menolak untuk aktivitas malam…..”

Terpelajar yah, huh

Oops, daripada memikirkan ironi ini, aku punya urusan lain.

“Maaf, tapi aku harus membawa budak-budak ku ini untuk mengurus prosedur formal dahulu sebelum memikirkan mencari budak baru.

“oh ya? apakah anda mau menjual mereka? Kalau memang betul, silahkan gunakan jasa  perusahaan kami! Kalau hari ini juga, maka anda dapat menukarnya dengan budak perawan yang cuantik-cantik!  Bagaimana tuan?”

Dia benar-benar suka mendesak. Sedikitpun aku tidak ada niat untuk itu.

… sama sekali tidak, jadi tolong berhenti menarik lengan bajuku sambil terlihat begitu cemas. Aku membelai kepala Pochi dan Tama dengan perlahan. Aku tidak dapat melihat ke arah belakang, tapi dapat merasakan Liza yang juga gelisah.

“Aku sudah bilang sebelumnya, dan aku katakana sekali lagi, aku tidak ada niat untuk menjual mereka.”

Ya, aku memang ada niat untuk membebaskan mereka

Pochi dan Tama akhirnya melepaskan genggaman mereka pada jubahku.

“Benarkah begitu? Sayang sekali. Kalau begitu, prosedur apa yang anda inginkan? ini bukan mengenai membebaskan budak-budak ini kan?”. “Karena kami sekarang hanya dalam kontrak sementara, aku ingin menggantinya jadi kontrak resmi. Apakah anda mengetahui dimana aku bisa melakukan hal ini?”

“Kalau hanya itu, aku bisa membereskannya, saya memiliki karyawan yang memiliki skill [Contract].”

“Kalau begitu, bisakah kamu mengurus hal ini?”

“Tentu saja.”

Kami semua diajak masuk ke dalam tenda Nidoren-shi dan dipersilahkan duduk. Dia memerintahkan karyawannya untuk menyiapkan kontrak. Karena isi dokumen – dokumen sudah fix, maka kami hanya perlu menuliskan nama majikan dan nama budak – budak yang bersangkutan untuk menyelesaikan kontrak ini.

“Silahkan tulis nama anda disini. Nama para budak tidak usah ditulis, cukup dengan sidik jari mereka saja memakai tinta ini.”

Aku menandatangani tempat-tempat yang ditunjukkan orang itu. Kata-kata yang sudah fix di dalam kontrak itu: [Kepada pemilik budak ini], [Budak tidak boleh melukai majikannya], [Budak harus mengikuti perintah majikan], [Budak harus merawat tubuh sendiri], hanya 4 ini saja. Seperti program dasar untuk robot, walaupun kedua poin terakhir terbalik.

Setelah kami selesai menulis pada kontrak itu, maka ritual kontrak dimulai.

“■■■■■■■■■■■ ■■■ ■■■■ ■■■■■■■■ Contract!”

Apa yang… dia?? apakah ini sihir? Setelah mantera terakhir diucapkan, dokumen-dokumen itu terbakar dan dari abunya, sebuah cahaya biru mucul dan mengikat saya dan Liza, cahaya itu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya menghilang.

Ketika aku melihat status orang itu, dia mempunyai [Contract] pada kolom skill miliknya.

Mungkin ini adalah skill yang hanya memiliki satu sihir?

>[Contract Skill Acquired]

>[Contract Skill diterima]

Oke, nanti kita coba apakah skill ini berguna.

“Dengan ini, kontrak Budak sudah selesai. Kalau anda mau, anda dapat mengecek kontrak ini pada Batu Yamato yang ada di pusat lelang.”

Setelah kontrak untuk mereka bertiga sudah selesai, aku mau membayar ongkosnya, tapi nampaknya hal ini adalah wewenang Nidoren-shi, jadi dia meminta kami untuk menunggu. Kalau diingat-ingat memang dia keluar saat ritual pertama dimulai. Sepertinya dia buru-buru pergi, dia memang sibuk.

“Terima kasih, bolehkah saya bertanya sesuatu?”

“Silahkan, apa pertanyaan anda?”

“Apakah memang hal langka bagi seseorang yang membebaskan budaknya?”

“Benar, selain budak-budak pada umumnya yang memiliki masa kontrak yang sudah ditetapkan, saya tidak pernah melihat orang membebaskan budak mereka. Saya pernah mendengar orang yang membebaskan budak-budak mereka setelah bekerja untuk beberapa waktu, tapi tidak pernah melihatnya secara langsung.”

Apakah benar sampai selangka ini?

“Apakah bisa untuk membebaskan mereka?”

“Ya, hal ini bisa dilakukan. Kecuali untuk budak kriminal atau kriminal perang. Untuk hal ini, hanya pejabat negara atau bangsawan senior yang dapat melakukannya.”

“Untuk membebaskanereka, apakah sama seperti ritual kontrak tadi?”

“Betul, saya sudah pernah membebaskan budak-budak biasa untuk beberapa kali. Dengan skill [Contract] tadi, bahkan saya bisa membatalkan kontrak mereka juga.

Karena kita sudah disini, apakah sekalian saja aku membebaskan gadis-gadis beastkin ini sekarang?

Aku dapat memperkerjakan mereka kemabali kalau mereka mau, setelah ku bebaskan dari kontrak ini.

“Tuan, maaf saya lancang, tapi ijinkan saya berbicara.”

Liza yang daritadi menundukkan kepalanya dan diam mendengarkan pembicaraan kami, ingin ikut berbicara. Aku penasaran apakah Pochi dan Tama tadi gelisah saat menjalani ritual kontrak, mereka sekaramg tertidur sambil memeluk kaki Liza.

“Silahkan, ada apa?”

“Kalau tidak merepotkan Tuan, kalau bisa tolong jangan bebaskan kami.”

Dia berkata dengan perlahan dan jelas.

Apakah kamu peramal!! Kenapa dia tidak mau dibebaskan? Bulankah lebih baik kalau bebas?

“Di daerah kekuasaan Earl ini, Beastkin dan suku Lizardkin tidak dapat hidup kecuali mereka adalah budak. Kalau sampai mereka terlihat tentara maka akan segera diusir, bahkan ada kemungkinan besar langsung digantung ditempat.”

“Ya, apalagi suku saya sudah tidak ada lagi, dan seperti yang anda dengar sebelumnya, Pochi dan Tama juga sama keadaannya.”

Mereka dapat bergantung pada suku mereka, tapi bagi mereka yang tidak mempunyai sanak saudara, mereka akan diperlakukan lebih rendah dari budak.

Aku merasa lega saat ini Pochi dan Tama sedang tertidur

Untuk memecahkan suasana berat ini, Nidori-shi datamg membawa 5 orang gadis masuk.

Mereka berlima nampak seperti gadis dari negeri lain. Mereka semua memakai pakaian tipis sampai pada lutut mereka. Karena pakaian mereka memang tipis, maka daerah sekitar dada dapat sekilas terlihat.

“Apakah anda sudah menyelesaikan kontraknya? silahkan lihat mereka dahulu.”

“Sebelum itu, aku mau membayar ongkos untuk kontrak ini.”

Aku hanya ingin segera membayar biaya kontrak dan cepat pulang.

“Jangan jangan…, karena saya sudah diselamatkan dari labirin itu oleh kalian, maka tidaklah perlu untuk membayar pelayanan sederhana seperti ini. Tentu saja, karena hal itu tidaklah cukup, maka saya akan memberi potongan 30% untuk pembelian budak baru.”

uurgh, dia membuat langkah pertamanya. Pertama-tama memberi sedikit keuntungan agar lebih mudah untuk membicarakan hal lebih lanjut, hal ini sama seperti gaya agama-agama baru yang ga jelas.

Karena tidak mungkin untuk menolaknya, maka Nidoren-shi memperkenalkan budak-budak itu secara bergantian.

Karena aku mulai malas mendengarkannya, maka aku memutuskan untuk mempraktekkan skill appraisal pada kesempatan ini. Appraisal adalah skill yang selalu aktif, aku hanya perlu untuk memikirkan (aku ingin mengetahui), atau (aku ingin meng-appraise) sambil melihat objek yang di tuju, maka hasil appraisal ini bakan segera tertampil di pikiran saya.

Karena hasilnya akan ditampilkan, maka aku menon-aktifkan indikator lainnya selain radar.

Dalam perkenalan dua set dari 10 orang ini, aku hanya menjawab demgan setengah hati.

Kebanyakan dari daya tarik mereka hanalah keadaan mereka yang perawan atau skill mereka yang lainnya. kenapa sih? Apa orang-orang didaerah sini begitu suka dengan perawan?

“Apakah anda sudah letih? tolong bertahan sebentar lagi grup ini adalah yang terakhir.” Katanya sambil membawa rombongan terakhir.

Seorang gadis cantik dengan wajah oriental berambut panjang yang waktu itu ada dalam barisan 6 gadis ini.

Oh begitu, nampaknya dia membawa yang terbaik untuk pertunjukan terakhir, benar-benar pedagang yang lihai. Gadis berambut violet dengan status yang mengerikan itu juga ada disana. Terlebih lagi dia menatap kearah ku.

Dia benar-benar menatap dengan pandangan serius. Menghiraukan tatapannya, aku melihat kearah gadis yang lain. Ada seorang gadis pirang berumur 15 tahun dengan wajah berbintik yang terlihat ngambek, seofang wanita berumur 20-an dengan rambut coklat yang berwajah oval, seorang gadis kecil berumur kurang dari 10 tahun berambut pirang yang nampak terlalu kurus, dan gadis dengan rambut merah dikepang yang nampak terpelajar.

Kebanyakan dari mereka tidaklah lebih baik dari 10 sebelumnya, apakah mereka memiliki skill khusus?

Ketika aku memakai skill appraisal untuk memeriksa mereka, gadis dengan wajah berbintik itu memiliki [negosiasi], wanita berwajah oval itu memiliki skil [tehnik sex], gadis kecil itu tidak memiliki skill, dan gadis berkepang itu memiliki skill [Collecting]. Saat aku sedang memeriksa mereka, aku sekalian melihat ke gadis berambut violet yang tidak ada skill dan gadis berambut hitam itu yang memiliki skill [Etika].

Barisan macam apa ini?

“Mungkin mereka tidak memiliki paras yang terbaik, tapi mereka dijamin akan bekerja keras untuk majikannya.”

Sambil mengatakan hal itu, Nidoren-shi menjelaskan mereka satu persatu. secara subyektif, apakah dia beepikir kalau gadis berambut hitam itu juga biasa-biasa saja?

“Bagaimana? Saya bisa memberikan harga 3 koin emas saja untuk satu rombongan ini kalau kamu ambil sekarang!”

Nidoren-shi bekerja keras untuk mempromosikan mereka. Bagaimanapun juga, harga ini terlalu murah. Ini artinya mereka masing-masing hanya berharaga dua setengah koin perak.

“Sudah diputuskan kalau yang tidak terjual hari ini maka besok akan dibawa ke tambang.”

Mendengar kata-kata Nidoren-shi, gadis-gadis dibelakang yang tadinya nampak tidak bersemangat itu, dapat terdengar suara-suara. Mereka nampak panik ketika aku melihat kebelakang, mereka segera menurunkan lengan baju mereka untuk memperlihatkan belahan dadanya, ada yang menaikkan roknya, ada yang mempraktekkan pose yang seronok, mereka semua mencoba swmua cara untuk menarik perhatian. Hanya dua orang saja yang tidak melakukan hal itu, gadis berambut violet dan gadis berambut hitam itu. Gadis berambut violet itu tetap menatao dengan serius, sedangkan gadis berambut hitam itu nampak sedih dan murung.

Saat gadis-gadis itu melihat kalau usaha mereka tidak berhasil, mereka mulai menyerah satu persatu.

Saat Nidoren-shi akan memerintahkan merka untuk mundur, gadis berambut violet segera tersadar

“Tuan! Tuan pikir setelah memiliki budak-budak demihuman yang luar biasa ini, tuan tidak memerlukan budak yang lain yah?”

“Benar, sepertinya aku memang tidak perlu budak lain.”

Lebih tepatnya aku tidak mau membeli budak yang memiliki status menyusahkan seperti dia. pasti!

“Tapi gadis-gadis ini adalah demihuman.”

“Betul, tapi aku puas dengan hal ini kok.”

“Ya, hanya melihat sekilas saja, saya mengerti kalau mereka begitu dihargai. karena itulah !! Tolong beli saya..”

Aku tidak mengerti alasan dia..

“Demihuman dikucilkan dikota ini. kalau tuan mengandalkan mereka untuk berbelanja, bahkan sepotong rotipun tidak akan didapatkan mereka kalau berbelanja.”

Begitu ya, aku tidak pernah memikirkan hal ini.

Tapi, aku tetap tidak perlu membeli budak baru untuk melakukan pekerjaan ini, aku bisa meminta pelayan di penginapan untuk melakukannya. yap, aku tidak perlu budak baru.

“Kalau ada aku, maka aku yang akan melakukan pekerjaan itu. Harganya juga cukup murah kok, tolong tuan, belilah saya……”

Gadis berambut violet ini cukup menarik. Rambut sebahu, mata berwarna violet yang nampak berkaca-kaca, bibir tipis kecil, bahunya yang nampak gemetar. Kalau aku memang suka akan tipe yang suka akan gadis kecil, pasti segera ku beli.

… Apa aku beli saja?

walaupun aku bukan tipe seperti itu, nampaknya dia cukup menawan. Tapi tunggu dulu, aku kan ga perlu, apa perlu yah?

Tapi sepertinya aku merasa harus membeli dia.

Lalu aku membeli gadis berambut violet itu(Arisa) dan atas rekomendasinya, aku juga membeli gadis berambut hitam itu (Lulu)

Walaupun masih bertanya-tanya dalam hati, aku akhirnya menjadi majikan dari dua budak baru ini dan ditambah tiga orang beastkin.

Translator / Creator: penjudi cinta