November 3, 2016

DM Chapter 2-7: Demon Return

 

Di sini Satou. “Aku harus berhati-hati terhadap lengan-lengannya”, bahkan setelah aku berbicara seperti itu, aku sudah lupa setelah beberapa lama.

Bagaimanapun, itu hanya lengan. Jika aku hancurkan dan ini akan segera berakhir.

**

“Apa-apaan tangan itu?!”

Pendeta gendut yang sudah tercabik oleh cakar tajam itu hingga organ dalamnya keluar seketika mati.
Dan, Uusu yang membawa cakar beracun itu tampak seperti tidak tahu apa yang terjadi….

“Le,.. lengan itu!”
“Bukankah itu yang kemarin,ya kan?”

Zena mengangguk.

“Apa kau tahu sesuatu?”
“Lengan itu memiliki level yang lebih tinggi daripada iblis yang menyerang kastil kemarin.”

Zena menjawab dengan tegas pertanyaan pendeta tampan paruh baya itu.

….Situasi macam apa ini.
Uusu tidak tampak seperti iblis dari awal.
Kalau begitu, mungkin dia menjadi tubuh induk yang dihinggapi oleh parasit iblis, jika begitu aku tak mengerti kenapa dan bagaimana bisa.

Mari kita periksa Uusu sekali lagi.
…Ini dia, [Abnormal Status: Demonic Possession]. Seharusnya aku menyadari ini lebih awal!

Walaupun aku sudah berbuat curang, jika aku tidak menggunakannya dengan bijak maka akan tidak berguna juga… Aku harus memikirkan ini.
Masalahnya adalah bagaimana cara mengalahkan makhluk itu.

“Jika aku mencoba menariknya dengan kekerasan, orang itu juga kemungkinan akan mati, apa yang harus kita lakukan?”
“Kita tidak tidak memiliki waktu untuk melakukan hal seperti itu, mari kita panggil bala bantuan!”
“Aku akan coba mengurung makhluk ini!

Mantera pendeta itu terlalu panjang.

“Zena, tolong panggil bantuan. Kemungkinan yang bisa membawa kabar dengan cepat ke pusat adalah dengan bantuan wind magic.”

Saat ini, jauhkan Zena dari bahaya.
Setelah sedikit ragu-ragu, Zena berlari sambil berkata “Aku akan datang lagi secepatnya”

Cakar beracun itu berusaha menyerang lagi, tetapi tubuh Uusu tidak bangkit sehingga jangkauannya tidak sampai.

Lengan itu semakin bertumbuh dari area sekitar dada Uusu. Pada awalnya, hanya sekitar 1 meter tetapi semakin bertumbuh semakin besar dan besar.

Apakah ini bertumbuh?

Sebuah batu dilempar dari kerumunan mengenai bagian samping kepala Uusu. Serangan ini menimbulkan suara.
Kali ini, sebuah anak panah melesat menancap ke leher Uusu. Saat aku tertegun, 3 anak panah lagi menyusul. Ketika aku melihat kebelakang, ternyata sudah ada 2 pemburu dari kegelapan.

“… Kami akan menjatuhkan sasaran jika kesempatan ada.”

Sejak kapan orang – orang ini disini.

Bagaimanapun, ini ada dunia dimana hidup dianggap sangat remeh. Untuk saat ini, kita diselamatkan tanpa intervensi dariku. Aku bisa saja menjadi seorang idiot yang cinta damai.

Uusu yang seharusnya mati, kembali berdiri dengan sikap yang tegak dan sangat kaku, lebih tampak seperti vampir cina. Dari tubuhnya, terpancarkan cahaya hitam.

“Hai cacing, karena kau telah menghancurkan otak tubuh ini. Aku sangat berterimakasih.”

…Hei Iblis, aku lebih suka kau diam.

” <<Cirlce of Anti-Evil>>!”

“Sangat tidak sopan. Buatku ingin tertawa.”

Iblis itu tampak terganggu, si pendeta tampan itu mengucapkan mantera yang menyegel lengan dari iblis itu dengan cahaya sihir berbentuk kotak.

Walaupun iblis itu menertawakannya, kotak sihir itu bertahan.

“Hahahaha. Ini bukan sihir yang harusnya bisa digunakan oleh manusia! Tampaknya aku salah perhitungan.”

Pendeta tampan itu mulai mengeluarkan mantera sihir lain.
Para pemburu itu mundur, setelah mengetahui musuhnya tidak bisa dikalahkan dengan panah dan busur.

Orang orang yang masih ada di taman itu hanya tinggal aku, pendeta tampan, dan ketiga gadis keturunan beast itu.
Mungkin karena penasaran dengan situasi yang ada, beberapa orang mengintip sambil mengamati dari kejauhan, dari atap disekitar taman.

Semua orang benar – benar bisa berlari dengan cepat~
Ketiga gadis keturunan beast itu terikat oleh rantai yang tersangkut di taman itu, sehingga mereka tidak bisa lari.

Saat ini, sebaiknya lindungi gadis beast itu agar tidak terhantam oleh serangan. Aku tidak boleh melepaskan alasan aku ikut campur urusan dengan pendeta gendut itu.

Menghancurkan rantai akan sangat mencolok, jadi aku menarik ketiganya secara bersamaan. Tampaknya aku tidak perlu tenaga banyak, walapun jika dilihat oleh orang lain aku seperti menarik tanahnya hingga lepas.

“Sangat berbahaya disini, secepatnya pergilah. Karena aku tidak bisa melepaskan rantainya, sebaiknya bersembunyilah dibelakang gedung yang tampak kokoh.”
“Tidak mungkin, meow”

Gadis kucing tampak takut berbicara sambil sesekali tersedak kata-katanya. Tampaknya Uusu memerintahkan mereka untuk “Jangan bergerak jauh dari tempat ini”, dan jika mereka menentangnya maka mereka mati … ini sangat merepotkan.

Aku menanti tentara tiba di sini. Personel mereka berkurang dari serangan kemarin, dan tidak mungkin untuk membawa meriam ke sini. Tidak ada ruang untuk pasukan berkuda juga. Jumlah para penyihir pun mengalami penurunan tajam.
Jika seperti ini, jika aku tidak serius korban di sekitar hanya akan bertambah. Aku tidak ingin Zena dan tiga gadis beastkin mati di sini.

Mari kita menyamar menjadi pahlawan bertopeng, dan bunuh iblis ini saat pendeta tampan itu mengeluarkan holy magic-nya.

Aku berubah sebelum iblis itu bisa melakukan hal buruk lainnya.

“Hai bajingan disebelah sana. Kau jangan beraninya tidak menghiraukanku, aku murka!”

Aku menghadapi lengan iblis itu. AR (Augmented Reality) mengindikasikan bahwa dia merubah Uusu menjadi ras Iblis. Di bagian nama, muncul simbol – simbol yang terbaris bukan lagi sebuah huruf biasa.
Apakah Uusu sudah benar – benar sepenuhnya ditelan oleh iblis?
Aku memeriksa AR sambil menjaga iblis itu terlihat, status pada gadis beastkin juga berubah menjadi [Master: None].

“Hai keparat, siapa kau? Aku merasa tidak nyaman.”

“Aku konfirmasi sekarang, kau bukan Uusu melainkan iblis, benar kan?”

“Tu, tunggu! Aku Uusu! Tolong lepaskan lengan ini, aku tidak ingin mati! Tolong aku!!”

Hah? Apakah kesadarannya kembali?
Saat aku berpikir sebentar, lengan iblis itu meluncurkan serangan 3 kuku beracun.

“Khukhukhukhu~. Manusia selalu bereaksi sama~ aku semakin bersemangat.”

Aku menangkis serangan kuku beracun itu dengan batang kayu dalam waktu yang sangat sedikit. Batang kayu itu berubah warna dan hancur seketika.

“Khukukuku~, kau bisa menangkisnya, aku terkesima!”

Aku mengambil holy stone dari tanah. Apakah aku bisa melemahkan dia dengan ini?

Rahang pria itu mulai berubah tampak seperti serigala.
Sebelum transformasi lengkap, aku melemparkan batu ke arahnya tapi tangkis dengan cakar beracun.

“Fufufu~. Sekarang lebih mudah untuk berbicara. Aku semakin tertarik sekarang.”

Sekarang mulai tidak nyaman mendengar dia berbicara.

“<<Sacred Javelin>>.”

Sebuah tombak bercahaya terbentuk dari udara disekitar melesat dari pendeta tampan itu.

“Aku sudah diejek.”

Lengan iblis itu meraung, dinding kegelapan meletus dan mengalihkan jalannya tombak cahaya. Sudah kuduga, dia tidak hanya mampu berbicara lebih mudah tetapi juga mampu menggunakan sihir sekarang.

“Semuanya segera menyingkir dari taman ini! Serangan sihir akan segera datang!!!”

Aku putus asa dan berteriak untuk memberitahu orang-orang yang mengintip kearah taman!

>[Loudspeaker Skill Acquired]

“Semua kepanikan, ketakutan, kecemasan, prasangka buruk, dan arogan yang diberikan sebelumnya sangat luar biasa! Aku puas.”

Aku akan baik – baik saja, tapi dalam keadaan seperti ini, gadis beastkin itu akan segera mati jika kutinggalkan mereka.
Sebuah raungan panjang dan keras muncul dari lengan iblis itu.

Oleh karena itu, biarkan tempat ini menjadi tanah bersarangku. Apakah Anda tidak senang? Aku akan melayani!”

Haruskah aku membawa gadis – gadis beastkin ini dipundakku dan berlari? Akan tidak sangan membantu jika aku menarik perhatian. Akibatnya, sementara memiliki kekhawatiran yang tidak perlu seperti itu, situasi berubah dengan cepat.

Tanah di bawah kami tergulung seperti efek khusus dari acara di era Showa. Meskipun tanah itu keras, tetap saja tanah ini memancarkan cahaya violet gelap, tersedot, memutar, meregangan … dan mengeluarkan kilauan cahaya [Darken].

**

Ketika cahaya meredup, aku berada di tempat yang terlihat seperti gua. Selain tanah yang tidak berubah, segala sesuatu yang lain terlihat seperti batu karang. Dalam jarak sekitar radius 10 meter, aku melihat pintu keluar pada salah satu dinding.
Entah bagaimana bisa aku melihatnya berkat cahaya ungu redup dari lantai.

Orang yang ada di sini termasuk aku, anjing dan kucing gadis yang masih dirantai kugendong dan gadis kadal di bahuku.

Pendeta tampan dan iblis lengan yang ada didekatku, menghilang.

“Selamat datang di Labyritn milikku. Ini masih tidak memiliki nama, dan monster juga sedang diciptakan sekarang, kau dapat berterima kasih padaku untuk itu. Aku sangat rajin!”

Suara lengan iblis itu datang dari suatu tempat. Ini tidak tampak seperti telepati.
Gadis anjing menunjuk di sudut langit-langit. Tampaknya suara itu berasal dari lubang udara di sana.

“Demi kebangkitan lengkapku, rasakan ketakutan dalam hatimu. Bunuhlah satu sama lain! Habiskan segalanya. Aku menantangmu!”

Setelah berhenti sejenak, lengan iblis itu melanjutkannya.

“Jiwa yang menyerah itu lemah, aku membencinya.”

“Bagaimanapun, setiap ruangan sudah terhubung menuju pintu keluar dan termasuk ruanganku. Aku adil kan.”

…Aku mengerti.
Ini seperti event paksaan [Escape from the Labyrinth Mission] didalam video game. Hentikan! Perasaan apa ini. Huft.

>Title [Labyrinth Explorer] Acquired

TLN: GeuRae

Notes: Jika anda suka web novel ini sebarkan ke teman – teman anda untuk membacanya juga, melalui akun social media apapun. Saya juga menerima saran apapun dari para pembaca, silahkan tinggalkan komentar di setiap post chapter ya 😉 (ok)

Translator / Creator: doroboneko88