October 18, 2016

DM Chapter 2-6: Arguments and the Extermination of the Hidden Evildoer Afternoon

 

Satou disini. “Di Zaman apapun, penghasut tidak pernah menghilang.”, Kata – kata itu benar adanya, tidak hanya di setiap zaman, bahkan di dunia lain pun tidak pernah menghilang.

Baiklah kalau begitu, mari kita selesaikan ini.

Menambahkan halaman lain tentang sejarah kota Seryuu…

**

Dengan melihat ketiga gadis beastkin itu, aku bisa menemukan Tuan dari gadis – gadis itu.

Tuan mereka bukan pendeta gendut itu.

Lalu, dimana Tuan dari gadis – gadis itu?

Aku memikirkan beberapa kemungkinan bahwa Tuan dari mereka tidak disini, atau dia tidak bisa menghadapi pendeta gendut ini..atau dia komplotan pendeta gendut ini.

Saat ini, karena aku tidak dapat menemukan infromasi hanya dengan AR, aku menggunakan kemampuan special All Map Exploration.
Aku mencari nama Tuan gadis – gadis itu.

Disana, di ujung dari lapangan ini. Pria kecil dengan mata seperti rubah, tersenyum licik ke arah keributan sambil duduk diatas kotak kayu.

Aku memeriksa semua informasi yang ada di AR.

Pria kecil itu bernama Uusu. 39 tahun. Skill yang dimilikinya [Fraud],[Persuasion] dan [Intimidation]. Budak yang dimilikinya [Cat kin],[Dog kin],[Lizard kin].
Hmm…? Apakah budak hanya ditampilkan tipe keturunannya saja tanpa nama?

Tidak, bagian seperti itu tidak diperlukan.
Aku butuh lebih banya informasi lagi.
Ini masih belum cukup.

Komplotan [Seryu City, Lower Class Citizen]. Kelompok [Brown Rat]

Ini dia, kelompok [Brown Rat]. Mulai pencarian!
Anggotanya 52 orang. Termasuk 10 orang yang ada di lapangan ini. Selain Uusu dan penjaga dengan badan besar dibelakangnya. 8 orang yang lain adalah demostran yang palsu.
Aku menandai orang – orang itu, termasuk orang yang tidak hadir disini.

Sekarang, mari kita lakukan!

>[Inference Skill Acquired]
>[Behind the Scene Skill Acquired]

…Tapi gadis – gadis beastkin itu kemungkinan sedang shock karena perbuatan mereka. Aku sudah melihat terlalu banyak informasi penting. Aku tidak bisa berhenti kali ini, tapi sekarang, jika aku mengulur terlalu banyak waktu maka akan terjadi hal yang berbeda nanti…

**

Nona Zena menghadapi pendeta gendut itu.

“Tolong hentikan perbuatan tidak manusiawi ini!”
“Apa – apaan gadis ini! Apakah kau sekutu dari iblis?”

Jika ada yang sadar, pengikutnya akan menghilang. Bagaimanapun, jika dia bisa menyangkal, maka demonstran akan membelanya.

“””Sekutu dari iblis juga merupakan iblis!”””
“””Ooooooo!”””

Dari jangka waktu yang sudah dibuat oleh nona Zena, pertama aku harus melakukan sesuatu kepada penipu yang ada di kerumunan.

“Tolong jangan terhasut! Apakah kuil Zaikuon bermaksud untuk melawan hukum kerajaan!”
“Apa masalahnya dengan melempari iblis menggunakan batu suci?”

Pembicaraannya ini ngelantur. Bukan, pendeta itu mengerti, dia hanya memutar balikkan fakta.
Aku mengaktifkan [Spy] dan menyelinak kedalam kerumunan. Sembari melewati kerumunan aku juga mengaktifkan [Evasion] dan [Fighting].

“””Ooooooo!”””
“””Benar juga! Mari kita lempari gadis kecil itu!!!”””
“””Ooooooo!”””

Nona Zena menggunakan <<Wind Protection>> kepada dirinya dan juga gadis beastkin itu. Sebuah sihir dari prajurit sihir kerajaan.

Sekarang, saat mereka sedang membabi buta mari kita rapihkan kerumunan ini. Meskipun untuk non Zena, jika terlalu banyak orang yang melempari maka akan berbahaya.

Aku berdiri disamping orang dari (Brown Rat) yang masih berusaha menghasut untuk tetap melempar batu. Mungkin karena efek dari skill yang aku gunakan, Aku bisa memilih serangan yang bisa membaut mereka pingsan, dan bahkan saat aku bersembunyi dikerumunan.
Aku menjatuhkan orang (Brown Rat) dengan sekali pukul. Hanya dengan begitu saja kemudian aku melempar mereka ke gang. Karena waktu adalah uang, aku tidak memiliki waktu meredam mereka.

>[Abduction Skill Acquired]
>[Assassination Skill Acquired]

Abduction skill nampaknya bisa digunakan, aku menaikan angkanya menjadi maksimum. Aku tidak mengambil Assassination skill. Aku tidak akan menggunakannya kau tahu?

Ditengah tengah lapangan, seorang pendeta berpakaian berbeda muncul dan membantu nona Zena. Dengan pria paruh baya berkerah biru pekerja berwajah tampan.

“Menyamakan setengah manusia dengan iblis, tidak seperti ajaran kuil Zaikuon, kau hanya mengada-ada saja bukan?”

“Hum, Pendeta pilantropis dari kuil Garleon ya? Jika kau menyukai beast yang dihajar ini, pakai saja mereka dari depan, belakang, dari manapun yang kau suka.”

Wah, dia melakukan pelecehan seksual. Nona Zena wajahnya berubah jadi merah..atau tidak. Dia tidak mengerti maksudnya. Untung saja.

“Bunuh separuh manusia itu!”
“””Ooooooo!”””
“Hukum iblis – iblis itu!”

Aku menyerahkan perselisihan di depan itu kepada nona Zena dan pasukannya, dan aku melanjutkan membersihkan hama berbahaya (Brown Rat) disini. Aku berhasil membuat pingsan dua, tiga orang dan meninggalkan mereka di gang yang pantas untuk mereka. Botol sake berjatuhan tapi aku tidak memiliki waktu untuk itu.

“Apa kau mengerti! Jika kau terus – terusan membuat cemas orang – orang ini, bisa jadi akan berubah menjadi kekacauan! Kuil Zaikon akan dituduh menjadi dalang dari semua ini!”
“Kadal bodoh yang meminjam kulit dari naga! Jangan membunuh iblis katamu? Dasar penghianat!
“Bunuh iblis itu!”
“””Ooooooo!”””
“Mungkin gadis kecil itu adalah iblis yang menyamar?!”

Pembersihan hama ini sudah setengah berjalan. Kerumunan orang yang berteriak sudah berkurang… Hanya ada orang penting yang sangat keras berteriak. Kupikir dia bukan salah satu dari Brown Rat. Mari kita tandai dia sekarang. Kita selesaikan setelah pembasmian ini usai.

“Orang – orang jalan timur! Orang lain juga cemas seperti kalian! Tapi itu bukan alasan untuk menyiksa yang lemah seperti seorang pengecut!”
“Apakah kau mendengarnya! Kuil Garleon menuduhmu sebagai orang jahat! Dia mengatakan kepada kalian semua hasrat untuk mendapatkan berkat adalah perbuatan jahat!”

“Bunuh iblis itu!”
“””Ooooooo!”””
“Dasar pendeta gadungan!”

Bagus, tinggal 2 orang lagi. Aku akan menghancurkan mereka dan menggelindingkan mereka ke dalam gang.

Sebelum aku menyusun siasat tentang Uusu, aku harus berurusan dengan orang bersuara lantang itu untuk mempersiapkan ini.

>[Conspiracy Skill Acquired]

“Tolong hentikanlah. Aku tidak perduli berapa banyak batu yang kalian lempar, akan aku halau semuanya!”
“Bajingan, kau ingin mengganggu pertemuan suci ini! Orang bodoh yang melawan Tuhan!”

Pendeta gendut itu berteriak dengan ludahnya yang berterbangan kemana – mana, tapi orang – orang mendukungnya berkurang. Semakin lama mereka menghilang satu per satu.

Aku menyentuh pundak Uusu.

“Sekarang giliranmu.”
“Si, Siapa kau bangsat! Oi, Banze! Hancurkan bajingan ini!”

Dengan terkejut, dia memerintahkan orang berbadan besar dibelakangnya. Tapi dia kebingungan setelah melihat belakang dan tidak menemukannya.

“Banze? Dimana orang bodoh itu!”
“Orang yang berbadan besar itu sudah pergi dengan seorang wanita.”

Sebenarnya, dia pingsan di gang itu juga.
Aku memelintir tangan Uusu dan membawanya kedepan.

“Semuanya, sudah hentikanlah. Jika kalian terus seperti ini para pasukan akan benar –benar datang! Jika kalian cemas pergilah ke kuil, aku akan mendengarkan kalian tidak perduli seberapa banyak!”
“Bajingan, kau ingin mengganggu pertemuan suci ini! Orang bodoh yang melawan Tuhan!”

Apakah kalian berdua pendeta?
Aku melemparkan Uusu diantara mereka berdua.

“Oh, Tuan Uusu! Kau bajingan! Apa yang kau lakukan kepada orang beriman ini yang menyerahkan setengah manusia untuk perteman suci ini! Dasar kafir!”
“Nona Zena, tolong gunakan sihir yang mengisolasi suara dari luar untuk pada budak itu.”

Sebelum Uusu memerintahkan budaknya, nona Zena telah menyelesaikan sihirnya.

“Anjing, Kucing, Kadal! Hajar orang – orang ini!”
Karena mereka tidak bisa mendengar perintahnya, mereka hanya memiringkan kepalanya dan tampak kebingungan.
Sekali saja, aku mengambil batu suci, dan melemparkannya tepat di pembuluh besar dari orang itu. Oh, dia langsung kesakitan dan pingsan.

“Nona Zena, terimakasih sudah menunggu. Terimakasih sudah bekerja keras juga, tuan pendeta tampan paruh baya. Orang ini adalah dalangnya.”
“Sudah kuduga tuan Satou. Kau memang cekatan!”
“Siapa kau?”

Pujianmu agak aneh, nona Zena.

“Nona Zena, jika kau masih memiliki sedikit shir, bisakah kau mengeluarkan sihir yang membuat suaraku terdengar dari seluruh lapangan ini?”

“Baiklah!  Whisper Wind.”

Aku mengangkat Uusu yang sudah pingsan dengan kedua tanganku agar dia terlihat.
Aku berencana menggunakan pendeta tampan paruh baya ini sebagai pelindung agar tak terlihat sehingga membuatku tidak dicurigai.
Wa, pendeta jangan bergerak.

“Semuanya, kalian bisa melihatnya? Orang ini adalah penjahat! Orang ini meminjamkan budaknya untuk pendeta Zaikuon ini, memancing kekhawatiranmu dan menjual batu biasa untuk mencuri uang kalian!”

>[Condemnation Skill Acquired]

“’KEMBALIKAN UANG KAMI———-!’”
Suara yang sangat lantang muncul dari kerumunan. Diikuti dengan suara teriakan, “Kembalikan uang kami”, bersahut – sahutan.

“Lebih lagi, orang – orang ini memiliki tujuan lain! Selain mendapatkan keuntungan mereka juga menggunakan kuil Zaikuon untuk kepentingan mereka! Mereka ingin menghasut orang – orang disini dan memulau kericuhan untuk pangeran! Merekalah penyembah iblis sebenarnya!”

Scammer skill pada puncaknya!

Mencari keuntungan adalah bagian yang kemungkinan memang benar. Dua alasan lainnya hanya sesuatu yang aku buat – buat.
Kebenarannya, sampai sekarang aku tidak tahu apa tujuan dari orang ini jadi aku memaksa orang ini untuk berkata yang sejujurnya.

>[False Charge Skill Acquired]

Jika tujuan mereka menjual batu suci, walaupun 100 batu terjual, itu hanya senilai 4 koin perak. Tidak setara dengan bayaran 3 budak setengah manusia ini. Dari penilaian market skillku, tidak budak itu bernilai 6 koin erak. Jika mereka melanjutkan melempar batu, budak itu pasti akan mati.
Benar kan? Perhitungannya tidak sesuai.

“’ orang itu dipengaruhi oleh iblis yang berada di dalam bayangan, ya kan….!’”
Orang itu, aku memintanya untuk meletakkan pendeta itu ke posisi yang menyudutkannya, tapi ternyata salah. Ini bisa menjadi kekacauan yang lain.

“Aku akan mengirimkan orang ini ke raja untuk dihukum karena membuat keributan. Pendeta gendut (Kuil Zaikuon), kau dicurangi oleh orang ini bukan?”

Mata pendeta itu berlinang air mata.

“Ya, benar, aku telah ditipu. Jadi dialah penyembah iblis! Aku, aku tidak bersalah tuan yang bijaksana! Aku telah ditipu. Itulah mengapa aku tidak memiliki keingin sama sekali untuk menggulingkan pangeran…”
“Ya, mungkin itu ada benarnya. Maka kembalikanlah uang mereka. Mereka akan membalas perbuatanmu lebih baik.”

Tentu saja, ini hanya janji belaka. Scammer skill sangat menyeramkan. Kata – kata yang keluar sangat lancar….
Pendeta gendut itu dengan sedikit tidak ingin memberikan instruksi kepada muridnya untuk mengembalikan uang mereka. Dua, tiga orang meninggalkan lapangan.
Sisanya, orang yang tidak membeli batu itu dan murid – muridnya berhamburan.

Kukukukuku.

Uusu yang tidak bisa berdiri dan tidak bisa bergerak tertawa dengan sangat menyeramkan.
Apakah dia mendadak menjadi gila, atau dia memiliki rencana lain?
Dia tidak akan meyakinkan orang – orang dengan perkataannya yang penuh tipu daya. Dia tampaknya orang yang suka melakukan tindak kekerasan.

Tapi, ini berbeda dari yang kau bayangkan. Walaupun badannya tertelungkup ke tanah dan badan yang tidak mampu bergerak sama sekali, sebuah serangan dari tangan hitam keluar dari tubuhnya.
Aku berhasil menghindari dengan mudah namun cakar beracun itu melukai tubuh pendeta gendut.

Translator / Creator: GeuRae