October 15, 2016

DM Chapter 2-4: The Afternoon Date with Soldier-san

 

Satou disini. Daripada menjadi pahlawan, aku lebih ingin menjadi penyihir.

Membaca mantera, adalah permainan yang tidak mungkin, membuatku patah hati.

Sakit hatiku sudah terobati sedikit setelah telibat perbincangan dengan nona Zena dan teman – temannya.

**

“Aku minta maaf atas keributan kemarin. Mereka gadis – gadis yang nakal, semua itu karena aku memang sangat jarang terlihat bersama laki – laki..”

Dia mendekati sambil memutar bola matanya. Dia tidak seperti sebelumnya, kali ini dia terlihat malu – malu.

“Mereka tampaknya orang yang menyenangkan. Aku tidak membenci mereka.”

“Aku senang kau berpikir demikian. Itu mengingatkanku, kau tampak gusar di depan toko sihir tadi, apakah terjadi sesuatu?”

“Iya, jalanku untuk belajar sihir menjadi buntu karena aku tidak bisa mengucapkan mantera. Aku pikir jika aku memiliki buku untuk berlatih mengucap mantera, tapi seperti yang kau lihat mereka tutup.”

“Tuan Satou, apa kau, umm apakah boleh aku memanggilmu tuan Satou?”

“Tentu saja, tidak masalah.”
Aku sudah memanggilmu nona Zena tanpa meminta izin.

“Tuan Satou bukan hanya pengembara yang cekatan tapi juga penyihir yang sedang berlatih? Pantas saja, hari ini kau tidak menggunakan pakaian pesta itu~, kupikir pakaian ini lebih baik untukmu.”

Aku sangat tersanjung saat dia bilang aku cekatan.

“Aku ingin bisa menggunakan Life magic jadi aku berlatih, tapi aku hanya tidak bisa melanjutkan bagian membaca mantera dengan benar…”

“Coba kulihat, untuk sihir angin biasanya orang mengawali dengan ■■■■akan tetapi jika terlalu bertenaga membaca manteranya, akan berbunyi seperti, lyu~ lia la~lule li la~ o. Jika hanya mengingatnya, kebanyakan orang bisa melakukannya.”

Nona Zena memiringkan kepalanya dengan tampang “bagaimana aku harus menjelaskan ini”.

“Irama. Ya, jadi cobalah mengucapkan mantera secara perlahan dan mengingat iramanya. Lalu cobalah tingkatkan kecepatan iramanya sehingga menjadi ■■■■!”

Aku mengerti~, walaupun yang dikatakan nona Zena bukan sebuah rahasia, tapi tetap saja ini sesuatu yang sulit diajarkan kepada orang lain?

“Irama ya.. Aku mengerti, terima kasih banyak professor. Aku akan berlatih dengan keras seperti petunjuk anda.”

“Baiklah, aku senang bisa membantumu.”

Nona Zena tersenyum.
Aku harus memberinya sesuatu sebagai tanda terimakasih.

**

Aku memutuskan untuk menemani nona Zena ke perjalanan menuju kuil Parion di distrik barat.

“Ngomong – ngomong, berapa lama nona Zena berlatih sehingga bisa menggunakan sihir angin?”

“Latihan sebenarnya menghabiskan 3 tahun, tetapi dilihat – lihat, aku melakukan berbagai latihan disela keseharian setiap harinya untuk menjadi seorang penyihir~”

Aku penasaran hal macam apa?… Aku harap bukan sesuatu yang sulit.

“Untuk mempelajari sejarah sihir, dari aku kecil , aku mencoba membaca keras – keras sebuah buku bergambar untuk anak anak menyanyikan syair, berlatih membaca kalimat dengan lembut, menggunakan nafas dari perut… Mainanku adalah mendeteksi bagaimana aliran sihir. Bahkan permainan masa kecilku juga merupakan persiapan untk menjadi penyihir.”

Wajah nona Zena tampak sedikit murung.

“Ini bukannya aku menyalahkan orang tuaku yang membesarkanku dengan cara ini, ya? Belajar sihir sangat menyenangkan, dan aku punya mimpi bahwa nanti aku bisa terbang diangkasa.”

Tetapi memang tidak ada pilihan lain dari awal….

“Tuan Satou. Kenapa anda memilih mempelajari life magic? Apakah karena ini berguna untuk sebuah bisnis?

“Tidak, karena tidak ada kamar mandi diluar penginapan, aku berpikir menggunakan siihir ini agar aku tidak perlu lagi mandi diluar.”

Ah, dia kagum.
Dia melihat langsung kearah mataku, dan tawanya pecah.
Apakah selucu itu?

“Ahahahahaha! Ini, Ini pertama kalinya aku melihat seseorang ingin menjadi penyihir karena alasan semacam itu.”

Karena tampaknya lucu sekali, sehingga nona Zena tidak berhenti tertawa.

“Apakah itu aneh?”

Aku pikir alasan itu cukup masuk akal. Bukan kah kau ingin sesuatu yang mudah?

“Itu aneh sekali!”

Jawaban yang tiba – tiba.

“Karena jika kau memiliki alat dan uang untuk belajar life magic, bukankah lebih cepat untuk membangun kamar mandi dirumahmu? Dan kau bisa membeli budak untuk memasakkan air untukmu mandi.”

Oh jadi seperti itu~
Aku akan melakukan yang ingin aku lakukan sendiri! Aku bisa saja berpikir demikian, tapi bahkan disini, walaupun itu normal membayar orang untuk bekerja untukmu, karena perbudakan di sini harganya murah sekali.

**

“Tuan, tolong beli bunga ini.”

Saat aku sampai di jalan bagian barat, seorang gadis membawa tas rajut kecil yang berisikan bunga berhenti di depan kami secara tiba – tiba.
Gadis kecil itu membawa bunga. Aku sepertinya bukan pertama kalinya melihat gadis ini, tapi baru kali ini dia memanggilku.
Aku pikir jika seseorang ditemani seorang wanita maka akan lebh mudah menjual kepada orang itu?
Dia berpikiran cerdas walaupun dia masih kecil.

“Baiklah, berapa harganya?”
“Satu penny untuk satu ikat.”

Aku membayar bunga itu dengan satu penny. Gadis itu tampak sangat bahagia dan berterimakasih kepadaku dan pergi menuju calon pembeli yang lain.
Aku memberikan bunga itu pada nona Zena.
Nona Zena tampak terkejut
Lagipula, tidak ada pilihan lain bukan?

“Umm, apakah tidak apa – apa aku mengambil ini?”
“Ya, justru aku yang akan mendapat masalah jika kau tidak menerimanya.”

Karena aku tidak bisa membuangnya begitu saja.
Nona Zena menggigit bibir bawahnya dan tampak sangat senang sekali.
Ha? Apa yang membahagiakan dari ini?

… Okay, aku pikir sepertinya tidak masalah selama dia merasa senang.

“Benar juga, Tuan Satou. Apakah kau ada urusan lagi setelah ini?”
“Tidak, selain belajar manteraku aku tidak punya urusan lain.”

… Sebenarnya ada alchemy, tapi aku tidak bisa melakukannya kapanpun.

“La, Lalu, bagaimana kalau kita pergi ke kedai di pinggir jalan dalam perjalanan ke kuil?
“Ya, aku rasa tidak masalah. Jika bisa, aku juga ingin kau beritahu tentang yang khas dari kota ini.”

Nona Zena mungkin tidak memiliki pengalaman mengajak seseorang, wajahnya berubah menjadi merah selama berbicara denganku. Ini hanya aku, tidak perlu tegang begitu sampai bicaramu gagap. Aku mengingat – ingat, sejak kapan aku menawari untuk berjalan sampai kuil? Dia membantuku memberitahu rahasia mengucap mantera, dan aku seharusnya tidak berkomentar lagi karena ini sebuah kencan dengan seorang gadis.

“Ciri khasnya? Serahkan padaku!”

Dia penuh dengan percaya diri. Aku tidak harus berharap lebih, mungkin.

**

“Ini terbuat dari ubi manis, ubi manis yang dikukus disaring untuk dijadikan selai yang nanti di campur sehingga menjadi roti. Inilah makanan khas kota Seryuu dari zaman dahulu.”

Sesuatu yang tampak seperti ubi manis dicampur untuk adonan roti. Ide yang cerdik…

“Yang ini adalah sayap kelelawar garing lalu dibumbui dengan miso hitam.”

Sepertinya nona Zena tidak mengetahui nama masakannya juga. Si penjaga toko tidak tahan menutup mulutnya dan memberi tahu kami …Itu adalah Dragon Wing Fries.
Katanya makanan ini membawa keberuntungan.

“Kemudian ini adalah sesuatu yang aku diajari oleh Lilio. Ah, Lilio adalah gadis paling kecil dari trio yang kau temui kemarin.”

Kesampingkan nama gadis itu.
Barang yang ditunjukkan nona Zena adalah… coklat cair?…. Aku penasaran apa ini?

Kemudian aku membeli dua porsi untuk dua penny dari paman penjual.
Aku meminum cairan cokat itu dengan sedotan yang diberikan oleh paman penjual.
Ini adalah Sirup pati!

“Sirup pati ternyata. Sudah lama tidak minum ini~”
“Kau tahu minuman ini~”

Dia tampaknya sedikit kecewa. Aku harusnya terkejut ya…. Maafkan aku.

“Sirup pati yang aku tahu tidak berwarna dan transparan, aku tidak tahu yang ini.”
“Tuan Cekatan, yang tidak berwarna dan transparan adalah minuman orang kaya karena dibuat dari padi – padian mahal dan gula, yang satu ini dibuat untuk orang biasa menggunakan ubi manis, buah gabo dan gandum sehingga berwarna coklat muda.”

Paman penjual menengahi dengan reaksi berlebih.
Siapa yang cekatan? Dia tidak mengatakannya kepada Zena saja.

“Tuan, aku orang biasa juga. Aku meminum yang tidak berwarna dan transparan itu di masa yang sudah sangat lama. Aku tidak tahu kalau itu barang mewah.”

Maksudku, hanya 200 yen di festival budaya populer.

Setelah itu, kamu menikmati sore itu ke beberapa kedai dan melewati beberapa kerumunan. Sore yang indah.

Translator / Creator: GeuRae