October 13, 2016

DM Chapter 2-2: Let’s Learn Life Magic!

 

Satou kembali lagi, walaupun banyak yang telah kuhadapi, sayang sekali ini sudah berakhir, Satou.

Itu wajah! Bukankah itu sebuah wajah!

**

Karena ada banyak peristiwa yang terjadi kemarin, aku menjadi sangat cepat tertidur setelah makan malam.

Hari ini adalah hari untuk membaca!
… Hanya perasaanku saja atau memang ruangan ini gelap. Ada jendela untuk cahaya masuk tapi masih tidak cukup cahaya untuk membaca, terlalu redup.

Jika tidak salah ada café dengan teras terbuka di sebelah penginapan ini.
Mari kita sarapan istimewa di coffee shop. Aku tidak tahu apakah benar ada tapi…

Kedai minuman di bawah sangat penuh dengan orang yang ingin sarapan juga. Sepertinya pelanggannya semakin banyak daripada kemarin.
Aku memberikan kunci pada pemilik penginapan selama aku pergi. Martha menyapaku dengan bahagia saat aku keluar dari penginapan. Orang tua ini terpesona dengan kilau pagimu.

Gerbang juga tampaknya lebih sibuk dari kemarin lusa. Penuh dengan kereta yang ditarik oleh buruh keluar masuk. Kenapa mereka tidak menggunakan kerbau atau kuda untuk menariknya?

Tidak disangka – sangka aku menemukan kedai kopi saat aku berkeliling diluar. Agak sedikit jauh dari yang kuingat sih.

Sepertinya kedai kopi ini menggunakan ruangan di dalam untuk mereka yang makan dan menggunakan teras untuk orang yang ingin menikmati waktu minum teh. Saat aku bertanya kepada pelayannya, nampaknya bukan keinginan sang pemilik untuk menerapkan hal itu. Karena di dalam sedikit gelap, aku memesan meja di luar untuk membaca tenang.

Untuk sarapan, aku memesan buah dan roti lapis. Roti gandum dengan ham, sayur sayuran dan keju. Jus buah yang hampir sama dengan Citrus. Buah citrus rasanya lebih kaya dari jeruk. Gelasnya tidak terbuat dari kaca melainkan dari tembaga karena membuatnya dingin, rasanya tetap terjaga enaknya. Aku rasa karena ini terasa segar apakah menggunakan life magic? Motivasiku untuk belajar sihir semakin bertambah~

Oh, iya, ada 3 pelayan lainnya. Pelayan berambut merah seperti buah plum berumur 20 tahun, pelayan umur 16 tahun berbadan langsing dengan dada rata dengan rambut warna kecoklatan, dan yang terakhir adalah seorang gadis yang terlihat lebih muda berumur 12 tahun dengan rambut panjang berwarna hitam.

Semuanya tampak ceria saat bekerja.

Sambil menikmati pemandangan itu, aku membaca buku pengenalan dari life magic.

Life magic adalah sihir yang tidak termasuk dari keempat elemen utama sihir, sihir life magic merupakan koleksi dari sihir yang berguna untuk keseharian. Sihir ini sangat lemah jika dibandingkan dengan sihir yang berelemen. Sebagai gantinya penggunaan MP untuk sihir ini tidak terlalu besar, untuk level orang yang tidak bisa menggunakan attack magic mereka bisa menggunakan life magic. Sayangnya, karena banyak sihir yang lebih berguna, kebanyakan para penyihir memandang lemah life magic ini. Mereka lebih memilih memanggil penyihir yang bisa menggunakan life magic, dengan sebutan pengguna sihir, daripada penyihir, orang orang ini diperlakukan sebagai pembantu kota. Karena perlakuan ini hanya sedikit penyihir yang mempelajari life magic. Ada beberapa keluhan saat menulis buku ini nampaknya.

“Selamat pagi, Tuan Satou!”

Aku disapa oleh orang dari luar teras. Orang itu adalah nona Nadi.
Aku pikir dia masih mengalami shock setelah kejadian kemarin tapi dia tampak sangat begitu bersemangat. Dia tampak begitu tegar untuk orang yang penuh energi!

“Selamat pagi. Bagaimana keadaanmu, nona Nadi?
“Terima kasih sekali sudah menolongku kemarin. Tidak hanya kau menjauhkanku dari tempat yang berbahaya, kau juga menaikkanku ke kereta kuda.”
“Tidak masalah, tidak terlalu menolong sih.”

Karena dia disini, maka aku menawarkannya untuk duduk bersamaku.

“Itu tampaknya buku tentang life magic?”
“Ya, aku membelinya kemarin berharap setidaknya aku bisa meggunakan ilmu dasar.”
Karena life magic skillku level 10, yang perlu kupelajari hanyalah manteranya saja.

“Untuk life magic, aku merekomendasikan untuk mempelajari Water Spring atau Dry, tergantung dengan elemen utama yang kau miliki. Kebanyakan buku merekomendasikan Ignition tapi jika kau menimbulkan api di kota, itu akan sangat berbahaya.”

Tentu saja, benar yang dia katakan.

“Jika mempelajari Water Spring kau hanya perlu membawa seember air, tapi jangan gunakan gelas logam yang ada disebelahmu itu karena akan bisa menggoresmu.”

Apakah aku menarik air dari uap?

“Jika ingin mempelajari Dry maka kau bisa berlatih dengan pakaian basah yang digantungkan.”

Pembicaraan ini sedikit ilmiah. Meskipun ini hanya fantasi.

“Ah benar juga, apakah tuan Satou tidak menggunakan tongkat sihir? Kau tidak bisa menggunakan sihir tanpa tongkat sihir.”

Apa! Ada peraturan yang mengatakan itu.
Jika kuingat – ingat lagi, memang penyihir yang menggunakan life magic sebelumnya juga menggunakannya, seorang penyihir magic life memang menggunakan tongkat sihir.
Tunggu, bagaimana dengan prajurit? Dan pendeta juga tidak menggunakannya.

“Apakah maksudmu pendeta Parion? Jika iya berarti mereka memiliki tanda suci yang menggantikan penggunaan tongkat sihir. Sang prajurit juga mungkin memiliki benda lain yang digunakan untuk melakukan sihir atau mungkin sebuah tongkat sihir pendek?”

“Benda untuk melancarkan sihir bisa semacam cincin atau semacam aksesori, berfungsi seperti tongkat sihir, ini adalah item yang digunakan untuk membantu pengaktifan dari sihir. Efeknya akan lebih lemah dari tongkat sihir, tapi karena sangat mahal jadi hanya ada beberapa penyihir yang memiliki. Bahkan job seperti magic swordsman yang tidak mungkin menggunakan tongkat sihir juga harus memilikinya.”

Benar – benar dia seperti Wiki berjalan. Satu wanita seperti ensiklopedia, nona Nadi.

Tongkat sihir ya…. Ada beberapa tipe tongkat sihir di Storage. Tapi memiliki efek yang terlalu besar, akan sangat menakutkan. Jika mungkin, aku akan berlatih dengan yang murah terlebih dahulu.
Tapi toko sihir di tengah kota tidak akan buka untuk waktu yang agak lama, aku berpikir dimana lagi aku bisa mendapatkannya?

“Nona Nadi, apakah kau tahu dimana lagi aku bisa membeli tongkat sihir yang pendek?
“Toko sihir ada di tengah kota… Tapi sepertinya tidak akan buka beberapa waktu karena kejadian kemarin kan? Aku pikir kau bisa membelinya satu di toko alchemy di bagian barat kota.”

Aku membuat catatan saat menuju ke toko alchemy yang diberitahu oleh nona Nadi.
Setelah memberi tahuku beberapa hal penting selama berada di bagian barat kota, Nona Nadi kembali bekerja.

Sekarang saatnya makan siang di ruang terbuka, para pelanggan semakin bertambah.

Aku menyelesaikan membaca buku pengenalan itu bersamaan setelah aku selesai makan pasta untuk makan siangku.
…Kenapa kota fantasi ini memiliki rasa yang aneh!

Sepuluh menit kemudian aku memasuki area barat, isi dari dompet aneh yang kugantungkan di pinggang itu sudah tidak ada lagi. Bagian bawah dari dompet itu dirobek dan isinya menghilang, sepertinya hanya ada uang receh di dalam sana.

Saat aku melihat log, sepertinya bukan sebuah pencopetan. Ini benar benar seperti game function.

Aku melewati daerah yang penuh menjual barang barang kebutuhan sehari – hari , dan juga ada toko yang mencurigakan semakin bertambah banyak semakin kedalam. Wanita seksi dan orang tua yang bertampang jahat berkeliaran.

Ada kotak pemberitahuan yang berada di tengah daerah barat ini. Toko alchemy berada sedikit lebih jauh.
Kedai kedai pinggir jalan berbaris disekitar lapangan persegi, ada yang menjual burung, hewan ternak, dan tampaknya mereka bersaing satu sama lain.

Dipintu masuk dari lapangan persegi ini, ada penjual yang mengumumkan tentang toko budak. Sepertinya hanya akan buka 3 hari mulai besok malam.

Saat aku melihatnya secara hati – hati, ada bocah laki – laki dan perempuan menggunakan kalung untuk budak di leher mereka sambil berdiri sejajar dengan hewan ternak. Sebagian dari mereka tampaknya terluka. Setiap budak memiliki mata yang tampak seperti orang mati. Bahkan hewan ternak itu terlihat lebih sehat daripada mereka.
Aku sempat berpikir untuk membeli mereka semua, tapi jika hanya untuk kepuasan diri sendiri maka aku tidak jadi membeli mereka. Bukan akhir segalanya jika mereka aku lepaskan juga.
Apakah itu cuma alasanku saja?

Keluar dari lapangan persegi itu, rumah pelacuran berada di samping jalan. Rasanya seperti sebuah drama.
Tetap saja, seorang pelacur profesional wanita dewasa adalah yang terbaik, ya kan? Daripada budak yang tidak ingin, seorang yang fasih dengan budaya berhubungan badan jauh lebih baik.
Malam ini, mari kita menuju wisma dengan wanita cantik! Aku penasaran apakah ada kabaret disana? Aku ingin melakukan percakapan cabul sambil mandi busa tetapi….

Topik utama dari ini benar benar sudah melenceng.
Toko alchemy itu berada di tengah tengah pelacuran. Mungkin banyak permintaan untuk narkoba disini~

Aku merasa sangat berterimakasih dengan saran dari nona Nadi untuk tetap berjalan di tengah jalan, aku sampai di toko alchemy tanpa diseret menuju gang kecil. Tunggu, tapi ada pencopetan di sana jadi mungkin tidak terlalu aman…

“Selamat sore, apakah tokomu ini buka?”

Ada orang cebol di kasir di dalam toko. Harus aku katakan ini,  dia tidak lucu sama sekali. Dia adalah orang tua yang memiliki tinggi setinggi 1 meter. Apakah dia kurcaci? Atau hobbit? AR mengindikasikan bahwa dia dari fairy race. Saat aku melihatnya lebih jelas muncul indikasi “Earth Fairy(Gnome)”.

“Jika kau hanya melihat lihat saja, pergilah.

Aw, sangat dingin.
… Ini bukan permainan kata kan?

“Aku ingin membeli tongkat sihir pendek, apa kau memilikinya?”

“Pengguna sihir ya? Ada yang murah, mahal, dan sangat mahal, kau mau yang mana?”

Kasar sekali~

“Tolong tunjukkan yang murah dan yang mahal.”

Penjaga toko iku mengambil tongkat sihir yang terbuat dari kayu dan tembaga. Tongkat sihir pendek lebih tampak seperti sesuatu yang terkenal dan dimiliki oleh penyihir di film, ini hanya tongkat biasa. Jika kau tidak bisa membayangkannya, maka bayangkanlah tongkat yang digunakan pemimpin orchestra hanya saja lebih tebal.
Aku memandangi setiap tingkat sihir dan spesifikasi mereka ditampilkan oleh AR. Tongkat yang terbuat dari kayu memiliki [Magic Activation Support + 3][Magic Effect Expansion -2], dan berharga 2 koin besar perak, yang tembaga memiliki [Magic Activation Support +3],[Magic Focus Support + 2],[Magic Effect Expansion +2], dan berharga 3 koin perak.
Jujur saja, walaupun aku tahu kemampuan mereka tapi aku tetap tidak tahu apa perbedaannya.

Tongkat tembaga itu harusnya memiliki kemampuan yang lebih baik, tapi yang kayu ini tampak seperti yang dimiliki penyihir kemarin, jadi aku membeli yang ini saja.

Si penjaga toko itu tampak tak begitu senang karena aku memilih yang paling murah.

Aku juga bisa membeli beberapa obat dari toko ini.
Benar juga, jika kau membicarakan tentang alchemy maka ada ramuan juga.

“Apakah disini ada buku petunjuk dan beberapa alat untuk pencampuran?”

Penjaga toko menyeringai sambil tertawa. Dia mungkin berpikir bahwa aku mudah ditebak.

[Introductory Book for Medicine Compounding, Practical Writing],[Book of Poison and Antidote][Book of Illness and Treatment], 5 alat untuk pencampuran dan pencampuran bahan kimia untuk pemula. “Hanya ada semua ini!” Katanya setelah selesai menatanya.

…Hmm? Apakah dia mengetesku saja?
Magic imbuing tools memiliki status [Magic Imbuing Type Fake]. Alat yang lainnya benar – benar asli.

“Apakah ada yang lain untuk magic imbuing tool ini? Aku tidak suka yang satu ini.”

Aku menunjuk yang palsu. Inilah bagaimana orang dewasa berkomunikasi.

“Huh, ini adalah alat yang digunakan para pemula yang belum tahu apa – apa.”

Dia nampaknya terlihat senang. Tidak begitu tampak diwajahnya memang tapi atmosfirnya sedikit melembut.

Kali ini dia membawa 3 imbuing tools.

Yang pertama memiliki ornament yang terlihat mahal. Yang kedua terlihat seperti cukup sering dipakai, dan yang terakhir terlihat sangat murah dan sepertinya alat palsu. Alat yang paling mahal sepertinya diselimuti oleh sihir, saat aku memegangnya dan menggerakkan sedikit dengan tanganku nampaknya muncul sedikit cahaya hijau yang lemah. Ini menunjukkan bahwa yang paling mahal ini palsu.

“Kalau begitu aku pilih yang ini saja.”

Aku memilih yang paling sering dipakai.

Harganya 15 koin emas. Bagaimanapun, apakah seorang pemula pengguna sihir yang datang untuk membeli tongkat pendek murah terlihat seperti seseorang yang memiliki uang?

“Aku mengerti, jadi kau memilih yang itu… Jika kau memiliki yang ini maka kau tidak akan butuh yang lain, kecuali barang – barang mentah, sampai nanti kau sudah menjadi pensiunan alchemist.”

“Berapa harganya ini?”

“10 koin emas.”

Eh, bukannya ini lebih murah dari harga pasaran?
Penjaga toko itu menyeringai sambil melihat wajahku.

“Seperti yang kuduga kau memiliki appraisal skill.”

Si penjaga toko itu sedikit bangga dengan tebakannya. Aku tidak memiliki skill seperti itu.

>[Appraisal Skill Acquired]

Aku tidak akan mendebatnya lagi…

“Apakah benar tidak apa apa jika kubeli ini dengan 10 koin emas?”
“Ya, aku akan selamat jika seseorang berbakat sepertimu mempelajari alchemy.”

Aku berpikir, mungkin aku sebaiknya bersyukur memiliki haggling skill?

Aku membayar dengan harga itu dan mendapatkan buku juga alat – alat yang lain. Seperti yang kuduga tasku tidak muat.
Aku memutuskan untuk membawa buku itu sampai ke penginapan.
Aku meninggalkan toko itu seraya berterimakasih kepada penjaga toko itu.

Barang yang kubutuhkan akan semakin banyak lagi.
Aku akan mempelajari alchemy setelah mempelajari life magic!

Translator / Creator: GeuRae