November 12, 2016

DM Chapter 2-11: Labyrinth of Demon (Part 4)

 

 

Satou di sini. Di dalam labirin biasanya ditemukan harta karun, monster, dan jebakan tersembunyi.

Saat semakin besar bahaya, keuntungan yang akan kau dapatkan jumlahnya juga besar. Inilah sensasi nyata dari labirin.

Sekelompok kstaria pasti mempunyai keseimbangan yang buruk, kan?

Setelah lebih dari dua kali istirahat, akhirnya kami berhasil menempuh 80% dari labirin.

Sejak istirahat yang terakhir, kami belum melihat mayat korban.

Equipment Pochi dan Tama telah berubah menjadi pedang pendek berornamen. Equipment itu adalah hasil dari perubahan equipment, tapi ketiga beastkin itu sekarang berlevel 13. Sepertinya status mereka sekitar 3 level lebih tinggi dari rata-rata manusia biasa.

Pochi memiliki keahlian [Enemy Search], [Throwing], [Dismantling], dan [Short Sword], Tama memiliki [Dismantling], [Collecting], dan [Short Sword], sementara Liza [Cooking], [Dismantling], [Spear], dan [Thrusting].

Dapat dikatakan kalau keahlian mereka sekarang banyak berubah dari saat pertama kali bertemu dengan mereka. Jik ada musuh yang menggunakan serangan abnormal status dan musuh berlevel 20, maka ketiga beastkin dapat menanganinya. Meskipun berbahaya untuk melawan beberapa musuh dengan level sama mengingat mereka tidak mempunyai tameng…

“Dinding itu~ aneh?”

Tama merasakan keanehan dari dinding di dalam ruangan.

Saat aku menatap dindingnya, kutemukan sebuah [Hidden Door]. Kuperiksa petaku dan kutemukan lorong di belakangnya.

Namun…

Kuubah tampilan peta menjadi tampilan bird eye.

Sekitar 5 meter dari ruangan ini, terdapat bentuk tegak lurus dengan diameter 100 meter tepat di bawahnya. Sebuah lubang, atau, karena kedalamnya 3 meter, sebuah lubang perangkap?

Kuperingatkan Tama dan kawan-kawan untuk menjauhinya.

Terdapat persimpangan setelah ini, melewati itu, tampaknya ada sebuah ruangan dengan 3 orang yang selamat di dalamnya. Mengingat mereka sudah beristirahat selama 1 jam di sana, mungkin tempat itu aman.

Meskipun tinggal 5 ruangan lagi sebelum pintu keluar, karena para orang-orang yang berhasil selamat itu tidak punya peta, mereka tidak akan bisa keluar.

“Semuanya, berhenti!”

Radar menunjukkan sebuah titik merah yang menunjukkan musuh sedang mendekat dengan kecepatan tinggi. Karena hanya satu musuh, apakah dia yang menyerang ruangan sebelumnya?

Sementara aku mundur, kuperiksa informasi musuh itu.

Monster zombie, sejenis zombie, panjang 5 meter, tinggi 2 meter. Gigitannya mampu membuat lumpuh, serangan termasuk cakar. Sangat gesit. Kelemahan: Elemen Holy.

“Levelnya… 40?”

Pembersih labirin, huh…

Terasa seperti permainan masa lalu. Musuh kuat yang muncul untuk membunuh pemain yang kehabisan waktu.

Sebelum kami menemui musuh itu, kami kembali ke ruangan.

Kuungsikan Pochi, Tama, dan Liza ke sudut ruangan. Seperti yang sudah kuduga, musuh itu berbahaya. Jika ketiga beastkin itu lengah, sekali serangan bisa membunuh mereka.

Musuh biasanya muncul dari lorong. Mengerahkan kekuatan jika diperlukan huh…

Rupanya seperti macan hitam-seperti monster dengan tanduk merah di dahinya.

Monster zombie itu menghilang dari penglihatan!

Dia merangsek masuk dengan meloncat dan menendang plafon!

Kurasakan retakan lantai di belakangku.

Gerakannya cepat meskipun dia zombie… Bahaya jika dia meloncat ke arah ketiga beastkin itu.

Melawannya secara frontal bukanlah rencana yang baik.

Monster zombie itu membuka mulutnya, menunjukkan taringnya sebelum dia mulai menyerang dengan gigitannya.

Aku melompatinya dan melemparnya ke dinding.

Monster zombie mengenai dinding,

Kukerahkan kekuatanku di kaki dan mulai menyerang,

…Semoga dia merobohkan dinding dan jatuh (ke lubang). Amin~.

Sekarang, kenapa kita tidak bergabung dengan orang-orang yang berhasil selamat?

Melewati persimpangan, lantainya dilapisi dengan benang putih yang lengket.

“Lengket lengket~”

“Kakiku lengket~ nano desu.”

“Kubertanya-tanya apakah ini jaring laba-laba?”

Tama dan Pochi membersihkannya dengan pedang pendek.

Di dalam ruangan, ada 7 kepompong. Ada orang yang selamat di dalamnya. Kita harus selamatkan mereka sementara laba-labanya tidak ada.

Orang-orang yang masih hidup dan berada di dalam kepompong itu mulai menggeliat saat kami mendekati mereka.

Kuperiksa apa yang ada di dalam kepompong itu sebelum kami menolong mereka.

Nidoren. Penjual budak, 40 tahun, level 11, keahlian [Negotiation], [torture], dan [Arithmetic].

Bangsawan Jin Belton. Bangsawan, 33 tahun, level 15, keahlian [Fire magic], [Flame Magic], dan [Social].

Putri bangsawan Tana Belton. Bangsawan, 14 tahun, level 3, keahlian [Social], [Etiquette].

Bangsawan memiliki potensi yang bagus.

Tapi kenapa ada bangsawan di dalam ruangan itu?

Kami berpencar untuk menyelamatkan mereka.

Kutangani bangsawan, Liza menangani sang putri, sementara Pochi dan Tama menangani penjual budak.

Di tengah-tengah penyelamatan, radarku menangkap pergerakan seekor laba-laba yang masuk dari bawah.

Seperti monster zombie sebelumnya, tampaknya ada lubang perangkap di sini.

“Ada musuh! Pochi, Tama, Liza, berhenti melakukan penyelamatan dan bersiaplah untuk menyerang!”

Para gadis beastkin menyiapkan senjatanya untuk melakukan penyerangan.

Setelah serangkaian kerjasama yang baikpun mulai terbentuk.

Untungnya mulut para korban tertutup, sebuah berkah tersembunyi. Keheningan memang lebih baik.

Seekor laba-laba merayap keluar dari lubang di lantai.

Pertama-tama kupukul kepalanya dengan batu untuk membuatnya tak sadar. Lalu Liza menusuk kepalanya dengan tombak, sementara Pochi dan Tama memotong-motong tubuhnya.

Kupikir dia akan mati dengan satu serangan saja tapi… Dia tak mati meskipun kepalanya sudah cedera, benar-benar seekor monster.

Monster laba-laba menyapu kepala Liza dengan kakinya, Pochi dan Tama mengiris dan memotong sang monster dengan pisau pendek mereka.

Karena pertempuran ini mungkin akan berlangsung lama, kulempar batu kerikil dengan diam-diam untuk memberikan serangan pamungkas.

Kuberikan pemulihan magic core ke Tama, dan kembali menyelamatkan orang-orang itu.

“Aku selamat. Aku berasal dari keluarga bangsawan pendiri Yamato-sama, ketua Belton Viscount, Bangsawan Jin Belton. Akan kuberikan hadiah setelah kita keluar dari sini!”

“Terima kasih, Viscount-sama. Namaku Satou, seorang pedagang.”

Aku berhasil menyelamatkan sang bangsawan saat percakapan kami selesai. Sang bangsawan pergi menuju tempat putrinya, mengambil pisau Liza lalu menyelamatkan putrinya.

Apa dia tidak mau makhluk setengah manusia menyentuh putrinya, atau dia berpikir untuk menyelamatkan putrinya dengan tangannya sendiri.

“Terima kasih sudah menyelamatkan saya, saya Nidoren, seorang pedagang. Saya tak disukai para gadis karena saya berdagang budak.”

“Saya pedagang keliling, Satou.”

“Seorang pedagang… benarkah? Kupikir kau seorang penjelajah.”

Sementara aku mendengarkan Nidoren-shi, kuberikan dia air dingin.

“Kau tahu tentang petualang?”

“Ya… ah! Ada petualang di kerajaan Shiga, kan? Membunuh demon di labirin, menyelamatkan magic core dan harta karun, pekerjaan yang penuh resiko.”

Tama kembali dengan magic core dan aku menerimanya.

“Ngomong-omong, ukuran magic core di sini berbeda, mungkin karena umur labirinnya masih muda, dan kemurniannya rendah.”

Menurut Nidoren-shi, olahan magic core digunakan untuk pembuatan alat-alat sihir, dan semakin tinggi kemurniannya semakin tinggu juga penggunaanya sihirnya yang bisa menghasilkan pembuatan alat sihir yang lebih canggih.

“Namun masih saja itu adalah kerjasama yang luar biasa, pelatihannya benar-benar lama kan? Budak-budak itu masing-masing bisa menghasilkan 20 koin emas. Aku tak sabar ingin bekerja sama denganmu.”

Tampaknya lebih baik aku tak memberi tahu kalau mereka bukanlah budakku. Karena sepertinya mereka akan kembali kepadaku.

Kuberikan pemulihan memento yang kudapatkan dari kepompong kepada gadis beastkin.

Kuberikan makanan pada bangsawan Belton dan Nidoren. Tentu, bukanlah daging katak. Sang bangsawan sungguh-sungguh menikmati makanan yang kuberikan meskipun dia sedikit mengeluh. Putri sang bangsawan hanya makan keju, dan meneguk air. Tampaknya dia sangat kehausan.

Tersisa 3 ruangan lagi sebelum jalan keluar. Putri bangsawan menyandarkan kepalanya ke pundak ayahnya. Haruskan kugendong dia? Aku mengajukan diri, tapi ia tolak.

Masalahnya ada di ruangan selanjutnya. Seperti penjara bawah tanah yang dibuat oleh GM yang buruk, terletak sebuah rumah monster yang tak dapat dihindari.

Kawanannya dipimpin oleh monster level 35, lalu Ksatria Tengkorak level 30, Sabit Kematian Tengkorak (Skeleton Deathschyte) dan Prajurit Tengkorak level 30. Sisanya adalah Tentara Tengkorak berlevel 10-15.

Apakah aku harus menjadi pahlawan bertopeng?

Kuperiksa peta, ada pendeta paruh baya tampan yang berada 10 ruangan dari sini. Aku berniat bergabung dengannya, tetapi putri sang bangsawan sangat kelelahan.

Setiap ruangan dihuni oleh 3 monster dengan tipe zombie. Jika kami menyerang, butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk melumpuhkannya.

Jika kami memilih masuk ruangan selanjutnya, maka ruangan setelahnya adalah ruangan kosong tanpa adanya monster tetapi…

Liza dan Tama kembali setelah kutugaskan sebagai pemandu.

“Banyak tulang~”

“Benda bulat bersayap terbang di dalam ruangan. Sisanya sekitar 20 monster tengkorak. Lebih baik kita cari jalan lain…”

Terdengar seperti perintah, tapi pintu keluarnya sudah dekat~

Kalau begitu, waktunya menunjukkan kemampuanku untuk mengelabuhi!

-RBP-

Translator / Creator: RBP