November 10, 2016

DM Chapter 2-10: Labyrinth of Demon (Part 3)

 

 

Satou di sini. Orang lemah yang sangat merindukan matahari, Satou.

Ruang bawah tanah yang baik jika di dalam sebuah permainan.

Melawan serangga, serangga, katak, serangga, ular di dalam ruang bawah tanah yang basah dan lembab yang mulai melelahkan.

Kami sudah melewati 6 ruangan, tapi tak menemui satupun manusia yang hidup. Kami hanya melewati beberapa mayat…

“Tuan, pengambilan magic core sudah selesai.”

“Baiklah, kita istirahat sebentar.”

Liza dan beastkin lainnya menyalurkan botol minuman setelah minum semulut penuh.

Sebelum aku mengetahuinya, mereka mengganti sebutanku dari [Danna-sama (Mister)] menjadi [Goshujin-sama (master)]. Kubiarkan saja mereka memanggilku seperti itu karena kupikir itu mudah bagi mereka.

Liza menjatuhkan botol minumnya.

Air tumpah dari botol yang terjatuh itu…

“Maafkan saya! Tuan!!!”

Liza mati-matian mengambil botol minumnya. Tangannya gemetaran.

Sempat terpikirkan olehku mengingat ketepatan keahlian melempar Tama dan Pochi yang menurun pada pertempuran sebelumnya…

“Kalian lelah?”

“Maafkan saya! Saya membuang-buang air. Hukum saya, Tuan.”

…Kau berlebihan. Tidak, Liza tampak serius dengan ucapannya.

“Liza, kita bisa mendapatkan lebih banyak air. Kau tidak apa-apa?”

“Maafkan saya… Tubuh saya terasa berat sejak tadi, saya tak bisa menggerakkan tubuh saya.

Pochi dan Tama terlihat tak berdaya, berbaring di atas tanah sambil minum air.

Memastikan status mereka, tampaknya tidak ada keanehan. Mereka mungkin hanya kelelahan.

“Istirahatnya tidak jadi, kita tidur saja.”

Kuangkat Pochi dan Tama dan kuberi mereka minum.

Kubagikan ubi untuk mereka bertiga. Mereka tampak sangat letih, tapi mereka masih punya semangat untuk makan. Mungkin mereka lapar.

“Setelah kalian selesai makan, tidurlah selama 3 jam.”

Pochi dan Tama tidur bergulingkan kakiku. Liza dengan malu-malu melingkarkan tubuhnya sehingga sedikit menyerupai bola.

Kuamati status mereka saat terlelap tidur.

Nilai atribut meningkat 1 setiap 10 menit, mulai kembali mencapai nilai normalnya. Setelah 2 jam istirahat, keahlian berwarna abu-abu mereka berubah menjadi putih.

Berbicara keahlian, jika mereka bertiga naik level maka keahlian merekapun juga meningkat kan?

Apa mereka tidak mendapat keahlian dengan melakukan sesuatu?

Sepertinya peningkatan dari kenaikan level baru bisa didapatkan setelah tidur.

…hal ini benar-benar seperti karya besar dari labirin klasik. Sangat menakutkan jika kalian tidak stabil.

Kami melanjutkan perjalanan menyusuri ruangan. Kami harus istirahat setelah naik 3 level, kami harus istirahat setelah mencapai dua ruangan lagi…

“Berhenti!”

Jarang melihat peringatan Tama tanpa ia melambat.

Tapi tidak ada musuh di depan?

“Ada apa?

“Tanahnya~ aneh?”

Dia menjawab dengan pertanyaan. Ada yang aneh, tapi dia tak tahu apa itu. Kuperiksa tanahnya, teksturnya berbeda. Meskipun warnanya sama…

Sebelum aku mengerti apa perbedaannya, sebuah tampilan AR dengan [Trap: Life Drain] muncul.

Benar, ini adalah sebuah labirin, pasti ada jebakan.

Aku hampir saja lupa.

“Bagus, Tama. Ada jebakan di sini.”

“Ay!”

Kuusap kepala dan kuping kucing Tama.

Kuperintahkan mereka mundur dan coba melemparkan batu ke arahnya, tetapi jebakan itu tidak aktif. Dari nama jebakannya, mungkin baru aktif dan berinteraksi terhadap makhluk hidup.

Karena aku tak tahu jangkauan jebakannya, aku tak yakin apakah kita akan aman jika berjalan melalui tepi lorong. Aku bahkan tidak menyarankan para gadis beastkin berjalan melewatinya.

Terdapat monster tikus di ruangan setelah jebakan ini, mungkin akan kucoba pancing mereka untuk datang kesini dengan batu.

Kulempar 3 batu berurutan.

“Monster tikus datang.”

Aku mundur tiga langkah. Monster tikus di sini hanya berlevel 10 dan lemah, tetapi mereka menyerang berkelompok. Aku tak tahu apa mereka bisa melewati jebakan ini, jadi kuambil jarak dengan mereka.

Monster-monster tikus itu terperangkap di bunga api hitam jauh dari lokasi jebakan. Akhirnya, 3 monster tikus terperangkap di lokasi yang berbeda. Tampaknya monster tikus tersebar di beberapa lokasi sekitar lorong ini.

>[Trap Release Skill Acquired]

>[Trap usage Skill Acquired]

>[Trap Discovery Skill Acquired]

Mengingat jebakannya mungkin saja bisa aktif kembali, kami tinggalkan magic core. Aku segera mengalokasikan skill poin pada Trap Discovery Skill dan mengaktifkannya.

Liza menusuk mulut raksasa katak dengan sepenuh tenaga. Pochi dan Tama kemudian loncat dari sisi berlawanan untuk menyudahi perlawanan dengan menusukkan pisau ke kepala katak.

“Baiklah! Kalian luar biasa!”

“Ya!”

“Ay!”

“Nano desu!”

Kupuji mereka atas keberhasilan pertama kali membunuh monster dengan usaha mereka sendiri. Mengingat musuh mereka hanya berlevel 10 dengan keahlian khusus kekangan lidah, kuberi mereka kesempatan untuk melawannya dan mereka berhasil. Kekuatan bertarung beastkin lebih tinggi dari manusia yang memiliki level sama.

Ruangan ini 3 kali lebih besar dari ruangan sebelumnya. Ada kemungkinan banyak musuh dengan ruang sebesar ini, tapi aku tak bisa menemukan tanda-tandanya.

Terdapat sebuah rumah di tepi ruangan. Atapnya terbagi menjadi dua. Mungkin bentuk atapnya disebabkan oleh pembentukan labirin ini. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda manusia di dalam radar…

Liza melucuti monster katak, Pochi dan Tama menjaga pintu masuk. Kali ini, waktunya Liza untuk melucuti. Karena adanya keahlian, kutugaskan mereka untuk bertukar tugas.

“Pochi, Tama, kita periksa rumah itu. Ikut aku.”

Aku pergi menuju rumah itu bersama Pochi dan Tama.

Tidak ada mayat di rumah itu, hanya ada beberapa benda yang kutemukan.

Tampaknya rumah orang kaya.

Dua pedang pendek berornamen memiliki kekuatan serangan yang cukup saat aku memeriksanya dengan keahlian penilaian. Biasanya, terdapat tempat persembunyian di belakang tembok. Kubuka kuncinya dengan Magic Gun dan memeriksa apa yang ada di dalamnya. Selain tas penuh emas dan perhiasan, terdapat juga benda magis bernama Dragon Powder di dalam botol kecil. Apakah pemilik rumah ini seorang alkemis?

Kami kumpulkan sedikit perhiasan dan kami tinggalkan benda-benda besar seperti patung atau benda hasil seni lainnya.

Di antara karya seni itu, terdapat beberapa boneka hewan di tumpukan. Meskipun aku tak peduli, aku penasaran apakah mereka sedang dalam proses perbaikan? Aku sedikit ingin tahu proses pembuatan boneka hewan fantasi.

>[Excavation Skill Acquired]

>[Treasure Discovery Skill Acquired]

>[Treasure Chest Unlock Skill Acquired]

Terdapat alat pengapian magis (Tinder Rod) di dalam dapur. Hanya itu yang bisa kutemukan di sini, tapi kami masukkan wajan, panci, dan perlengkapan makan untuk 4 orang ke dalam tas.

Karena aku bisa mendapatkan air kapan saja dari kendi air, dan terdapat banyak botol kecil di sini, maka kumasukkan minyak di dalam botol untuk membuat bom molotov dan memasukkannya ke dalam kotak Penyimpanan.

“Ini, keju dan daging kering! Nano desu~”

Di dalam perabotan yang rusak, terdapat roti yang besar, 3 bongkah keju dan beberapa daging asap. Setelah memastikan kelayakan bahan makanan itu dengan AR, kuiris beberapa untuk Pochi dan Tama.

“Mari kita makan barang-barang sisa ini dengan Liza.”

“Ay!”

“Ya! Enak no desu~.”

Saat kami keluar, pengambilan magic core sudah selesai.

“Tuan, apakah saya boleh menyalakan api?”

“Api di atas tanah? Untuk apa?”

Liza berjalan sedikit terhuyung,

“Um, aku ingin makan daging katak… Maafkan aku.”

“Kau tak perlu minta maaf, tapi apakah itu aman?”

“Ya. Aku sudah lama melucuti dan makan katak dengan keluargaku. Ada organ dalam beracun yang kami hindari. Tapi jika tidak dipanggang, ada bahaya keracunan…”

Meskipun labirin ini terletak di bawah tanah, di sini masih terdapat aliran udara, dan kami sudah memanjat sedikit jadi kami tak perlu khawatir kehabisan oksigen.

“Baiklah, aku ijinkan.”

Liza memerintah Pochi dan Tama untuk memotong kaki katak, sementara dia mengambil balok dan serpihan kayu dari dalam tas, lalu menyiapkannya. Aku mengerti, inilah alasannya dia mengumpulkan kayu di setiap ruangan.

Kuperintahkan Liza untuk menggunakan alat pengapian ajaib (Tinder Rod) alih-alih menggunakan batu untuk menyalakan api.

Kuberi Liza peralatan masak dan makan yang kudapatkan dari rumah itu.

Tak lama, Tama dan Pochi memegang daging kaki katak di atas kepalanya.

“Daging~”

“Nano desu~”

…Aku penasaran, mereka tampak lebih bahagia daripada daging asap sebelumnya.

Liza memotong daging menjadi beberapa potongan, dan meletakkannya di wajan.

Dia menusuk daging yang dipanggang menggunakan pisau dan memberikannya padaku.

…Aku harus memakannya?

“Terima kasih Liza.”

Kuberanikan diriku untuk memakannya… Sedikit terasa seperti ayam, tapi sejujurnya sedikit lebih ringan. Rasanya tidak berbumbu mengingat kita tidak punya garam. Sedikit merepotkan untuk kembali ke rumah itu untuk mencari bumbu.

Ketiga beastkin itu menatapku.

Oh ya, mereka menunggu izin.

“Berhenti menatapku, makanlah. Jika kalian tidak makan dan istirahat dengan layak, kita tak bisa keluar dari labirin ini!”

Setelah mendapat izin, Pochi dan Tama mulai makan daging di atas wajan.

Liza juga makan sambil menggoreng daging.

Kulihat mereka sambil memanggang roti hitam, keju, dan daging asap.

Setelah itu, proses pelucutan, pemanggangan dan makan berulang sekitar 30 menit, pesta makan kami baru berhenti setelah persediaan makanan kami habis.

Karena saran Liza, kubungkus sebongkah daging dengan kain dan kuletakkan di dalam tas untuk berjaga-jaga.

Jika keadaannya sama, para beastkin akan kelelahan setelah 2-3 pertempuran, jadi kami memutuskan untuk istirahat sampai pulih kembali.

Kuijinkan para beastkin untuk mandi, kuberikan baju ganti baru, dan selimut untuk tidur.

Meskipun saat pertempuran mereka akan cepat kotor, tidakkah lebih baik kalau kau tidur dengan baju yang bersih?

Translator / Creator: RBP