October 13, 2016

DM Chapter 2-1: Disaster Relief and the Shrine Maiden.

 

Satou disini. Rasanya seperti pahlawan veteran, tapi bagaimanapun aku hanya penduduk biasa, Satou.

Walaupun tidak bisa dibilang kemenangan juga, tapi setidaknya, pertempuran ini sudah selesai.
Yang tersisa dari pertempuran hanyalah menyelamatkan yang bisa diselamatkan dan membangun desa kembali.

Tinggal menunggu seorang gadis muncul, kan?

**

Aku melepaskan jubah dan mantel yang compang – camping di belakang gang. Kemudian menggunakan all map exploration untuk mengecek tanda tanda manusia, aku juga melepaskan samaranku.

Walaupun hanya wig dan topeng…

Aku menyimpan atribut penyamaranku dan jubah di folder terlarang di dalam storage.
Jubah mana yang harus aku pakai sekarang?

Aku menggunakan jubah mahal.
Harusnya tidak menjadi masalah.

Ada mayat prajurit tersangkut di pohon sejauh aku berjalan. Melayang hingga sejauh ini…. Aku mendoakan mereka.

Sekarang saatnya kembali ke pasar setelah melakukan pendoaan untuk para korban.

“Err.. Tuan berbaju mewah~”

…Terdengar ada suara yang muncul dari pohon.

Aku memastikan hal itu dengan melihat radar, mayat yang kulihat barusan bukalah mayat ternyata, sepertinya ia masih hidup.
Aku mendongak ke atas.

“Maaf, apa kau bisa memanggilkan prajurit? Tidak apa apa keadaan sudah aman karena pertarungan sudah reda.”

Impresi pertama sedikit baik karena tidak ada perkataan “tolong aku”.
Walaupun prajurit itu tersangkut dipohon…
Tangan dan kakinya juga tidak mengarah kearah yang tidak biasa.

Baiklah, apakah ada semacam gorden untuk menolong prajurit itu?
… Mungkin sebaiknya aku hanya melompat dari jendela itu dan menuju pohon untuk menyelamatkan orang itu saja.

Aku melayang menuju dahan yang paling dekat. Karena bisa saja retak, aku mendarat dengan tidak membuat banyak gerakan.

“Baiklah, aku akan membawamu turun jadi tolong jangan banyak bergerak.”

“Eh, bagaimana bisa kamu sampai kesini? Tolong jangan paksakan dirimu dan panggil prajurit saja!”

Aku menarik tangan prajurit itu perlahan.
Jika pajurit itu mengalami patah tulang dan mendarat di tanah akan sangat berbahaya. Karena tinggi pohon ini lebih dari 4 meter.
Jadi, aku akan melompat keatas atap yang lebih tinggi dari dahan.

“Karena aku melompat secara tiba tiba tolong jangan terlalu kaget, apakah kau baik baik saja?”
“Ya, itu cukup mengagetkanku tapi tak masalah.”

Aku berpindah dari atap ke atap sambil mencari rumah dengan pintu diatas rumahnya.
Banyak sekali pakaian yang dijemur, sepertinya ditinggalkan setelah iblis itu datang.

Setelah mengecek orang diradar, aku keluar dari rumah itu menuju gang.
Aku membawa prajurit itu seperti menggendong putri menuju ke pasar.

“Hey, aku memiliki pertanyaan…”
“Ya, apa itu?”
“Jika memang kau terlempar oleh iblis itu, bukankah ini terlalu jauh?”

Ini bukan manga komedi. Dari pasar menuju kesini lebih dari 10 meter.

“Aku telempar karena serangan iblis itu, karena aku bisa saja mati seketika, maka aku menggunakan sihir untuk mengurangi kecepatanku jatuh. Karena ku sudah kehabisan magic power. Aku kehilangan arah dan tersangkut di pohon ini.”

Sihir sepertinya dia bisa menggunakan sihir walaupun dia bukan seorang penyihir…

Ada posko bantuan sementara yang terletak di pasar.
Sedikit lebih jauh dari posko bantuan, digelar tikar dan beberapa “orang” berbaris disana… tampaknya jika bukan untuk yang terluka mungkin untuk mayat…

“orang-orang yang telah diselamatkan dari puing puing, tolong berkumpul disini.”

Seorang wanita dengan jubah putih berteriak untuk orang-orang yang terluka berkumpul disebelah sana, jadi aku menuju kesana.

“Untuk orang yang membawa sorang pasien, tolong jaga jarak dari mereka.”

Karena dia berkata begitu, maka aku membuat jarak darinya dan dadaku.

“Aku akan membersihkan debunya, mungkin sedikit mengagetkan, jadi tolong jangan dijatuhkan.”

“Soft Wash.”

Aku basah kuyup bersamaan dengan prajurit itu. Dengan seketika debu dan darah (Dari prajurit yang mati sebelumnya) di jubah menghilang.

>[Life Magic Acquired]

Sihir ini sangat berguna. Jika ada sihir seperti ini maka tidak perlu mandi kan?

“Aku akan segera mengeringkannya.”

“Dry.”

“Sudah selesai. Kalau begitu, silahkan tunggu didalam lingkaran yang digambar dari kapur sebelah sana. Disana tempat para orang yang terluka dikumpulkan.”

Wanita jubah putih itu menuju ke orang selanjutnya.
Ini pertama kalinya aku mendengarkan mantra sihir dengan sangat dekat tapi tidak seperti kata-kata biasa tampaknya, melainkan aku mendengarkan suara yang tidak biasa. Aku kira seperti notasi music dari DTM software?

Walaupun bukan orang-orang yang sekarat melainkan orang yang bertulang patah yang berkumpul. Disitu sudah penuh saat kami masuk kedalam. Aku tidak terluka sama sekali, aku disini hanya untuk mendapatkan skill baru.

Dua gadis yang berpakaian seperti pendeta dan aura kebaikan tiba tiba datang, dengan hadirnya mereka berdua.

“Sekarang gadis dari kuil Parion akan memberikanmu mukzizat mereka. Semuanya, diharap tenang.”
Seorang pelayan dengan perawakan besar berteriak kepada orang orang yang terluka.  Dan entah dari mana datangnya, seorang pelayan dengan perawakan kecil memberitahu orang orang yang tegang, “Tolong tenangkan tubuh kalian~”

Setelah orang orang yang terluka itu tenang, gadis dari kuil itu memulai magic chant-nya.

「Area Heal.」

>Holy Magic: Parion Belief Acquired

Sebagian besar orang nampaknya disembuhkan oleh sihir itu.
Kedua pelayan itu berkeliling untuk memberikan penyembuhan kepada yang masih membutuhkan.

Pelayan berbadan besar itu berkata, “Untuk beberapa yang menderita patah tulang, silahkan beristirahat lebih lama.”, sembari memberikan pertolongan pertama kepada prajurit yang kau bawa.

Oh iya, ini bukan BL ya? Walaupun prajurit itu bertubuh dewasa, sesungguhnya dia adalah seorang perempuan.

**

Sekarang, aku sudah belajar beberapa sihir tapi aku tidak mengetahui manteranya, ada sebuah buku sihir yang dijual di beberapa magic shop dan toko buku di sekitar pasar, tapi tokonya sudah hancur jadi kemungkinan sudah tutup sekarang…

“Kebaikan yang kau lakukan untuk orang lain juga akan berdampak baik pada dirimu.”
Mari membuat diriku terkenal dengan toko buku dan magic shop dengan membantu mereka walaupun aku mempunya agenda tersembunyi yang egois.

Kereta kuda itu terkubur setengahnya dibawah magic shop.
Setelah mengkonfirmasi tidak ada orang yang perlu ditolong disekitar kereta, aku menariknya keluar.
… Saat aku memikirkannya, aku juga sedang melakukannya, bukan?

Ada seonggok mayat dengan kondisi yang parah tersangkut di kereta itu, perutku terasa mual..aku lemah dengan hal yang berbau “Gore” begini jadi maafkan aku. <Gore= adegan keji yang berlebih semacam film berseri “Saw”>

Seisi magic shop sudah hancur, tapi tampaknya orang yg ada didalamnya bisa keluar dengan baik baik saja karena ada pintu belakangnya. Karena aku melihat seperti bayangan orang dari radar dekat pintu belakang, sepertinya mereka baik-baik saja jadi aku menuju ke toko buku.

Dinding depan toko buku itu hancur, sepertinya bisa saja runtuh kapanpun. Saat aku mengintip kedalamnya, banyak rak buku tumbang dan buku berserakan.
Dari peta aku melihat tampaknya ada dua orang tergencet di bawah rak buku.

Rak buku itu diletakkan saling berdempetan, dan karena mereka dibuat dari kayu hitam yang tebal, mereka sangat berat.
Aku mengangkat rak buku à menjejalkan buku diantara rak à setiap kali aku mengangkat rak buku itu, buku yang tertinggal menghalangi dan kemudian aku mengangkat rak buku satunya jadi pekerjaan ini memakan waktu lama. Sebagian diriku juga takut jika rak ini akan hancur jika aku memaksakan untuk mengangkatnya.
Satu jam kemudian, aku berhasil menyelamatkan orang itu.

Dia adalah seorang anak laki laki berumur 10 tahun. Tidak sadarkan diri tapi masih bernafas. HPnya tinggal setengah, aku berhenti bekerja, dan mengangkatnya menuju posko bantuan. Aku tidak lupa mengatakan jika anak itu diselamatkan dari toko buku.

Sepertinya orang ini bukan pendeta yang sebelumnya, tapi seorang penyihir yang menyembuhkan orang dengan air. Huh, healing magic bisa dilakukan dengan elemen.
Ada banyak pendeta lagi tapi mereka berpakaian berbeda, sepertinya dari sekte yang berbeda.

Baiklah hentikan menunda pekerjaan dan kembali bekerja. Aku masih membiarkan satu orang yang membutuhkan pertolongan tentu saja seorang penjaga toko itu!

Aku kembali berusaha mengangkat rak buku dan melempari buku, hingga aku bisa menyelamatkan penjaga toko tua yang terkubur penuh buku.
Dia sepertinya tidak terluka oleh tumpukan buku itu tapi sepertinya tergencet oleh buku buku yg jatuh kearahnya, HPnya tinggal sedikit. Tapi dia masih siuman.

“Terima kasih banyak sudah menolongku.”

Suaranya seperti professor yang diperankan dan cocok jika menjadi seiyuu <pengisi suara>. Pria dengan rambut abu-abu layaknya orang tua, dia pasti sangat populer di jamannya.
Diluar toko, seorang wanita tua dan anaknya telah kembali. Sepertinya mereka ingin berbelanja di gerbang barat yang saat ini sudah tutup.

Aku membawa orang tua itu ke posko bantuan. Wanita tua itu mengikuti. Anak perempuannya masih disana membereskan toko.

Di posko bantuan, orang yang terluka menjadi semakin banyak. Seperti yang diduga para penyembuh tidak mencukupi. Dua pelayan pendeta yang barusan sudah kehabisan MP dan duduk disofa beristirahat.

Aku mencari di storageku…. Nah ini dia.
Aku mengeluarkan 3 tablet MP recovery dari kantongku dan memberikan kepada dua pelayan itu.
Ini bayaran untuk skill yang aku dapat barusan.
Awalnya pelayan berbadan besar tampak curiga tapi setelah dia tahu itu tablet MP recovery dia berterima kasih padaku.
… tapi, tolonglah berhenti minum sambil meletakkan tangan dipinggang, kau tampak seperti orang tua.
Pendeta itu diam dengan wajah pucat yang melihat kebawah. Aku pikir sepertinya dia kelelahan menggunakan sihir terlalu banyak.

Aku meninggalkan penjaga toko itu di posko bantuan dan kembali ke toko untuk membersihkan.

Aku kelupaan sesuatu yang penting. Anak perempuan yang ada di toko buku itu. Namanya nona Semone. Dia sebenarnya cucu mereka, dan berdada besar! Hanya saja tersembunyi dibalik bajunya, jika aku tak salah mengira sepertinya E cup! Dengan rambut pirang yang panjang dan sepasang mata biru, dia sepertinya seumuran dengan nona Nadi!

Aku membetulkan posisi rak buku dengan berbicara sedikit dengannya, aku menikmati pekerjaan itu sembari meletakkan buku ke tempat mereka lagi.
Aku suka mengatur buku~

Aku menandai semua buku yang menarik saat aku meletakkannya kembali.
Tanda anak panah dapat terlihat cukup banyak dari AR.

Saat hari mulai gelap penjaga toko itu kembali.
Aku dengan halus menolak ajakan makan malam, aku membeli 3 buku yang menarik perhatianku dan kembali pulang. Mereka ingin mengucapkan terima kasih dengan memberikannya gratis, tapi aku memaksa dengan memberikan potongan harga saja.

“Royal Capital Tourist Guide”,”Introductory Book for Life Magic”, dan “Life Magic Book” yang harusnya 2 koin emas dan 3 koin perak menjadi 2 koin emas saja.

… Sayangnya, anak perempuan di toko buku itu sudah menikah. Suaminya seorang penyihir…

>Title [One Who Prays for the Dead] Acquired

>Title [Rescuer] Acquired

>Title [One Who Protects Books] Acquired

Translator / Creator: GeuRae