October 10, 2016

DM Chapter 1-9: Dance with the Demon! [First Part]

 

Satou disini. Akhirnya aku menemukan apa yang menjadi kelemahanku, Satou.

Iblis asli itu terlalu menyeramkan.

Terutama raungannya!

Coba kalian dengarkan raungan singa saat kau berdiri sangat dekat dengan kandangnya di kebun binatang. Tidak peduli seberapa amannya dirimu sebenarnya, jika kau tidak mempersiapkan hatimu, menyeramkan ya tetap saja menyeramkan.

**

Aku menuju ke atap sebuah gedung di mana seluruh pasar bisa dilihat.
Dari sini aku dapat melihat selusin prajurit mengepung sang iblis.
Terlebih lagi, prajurit yang berada di gerbang melndungi penyihir yang ada dibelakang mereka.
Mungkin para prajurit itu menunggu kesempatan untuk menyerang, kavaleri bergabung membentuk formasi dengan pasukan di belakangnya.

Iblis itu menjadi sasaran tusukan tombak dan panah dari prajurit dibelakangnya.
Tampaknya iblis itu bermain main dengan mereka.
Serangan di belakangnya tidak melukainya sama sekali, dia menangkap prajurit yang menyerang dia dan dengan senang hati menghancurkan tulang tulang mereka.

Jika saja iblis itu sama dengan yang iblis yang muncul pada jaman dahulu, para prajurit pasti merasa ketakutan dan kemarahan saat melihat teman mereka dibunuh.

“Sekarang, bagus juga aku kembali, tapi tidak ada ruang untuk menyerang dengan jarak dekat.”

Penampilanku berbeda dari yang sebelumnya, aku sekarang menggunakan mantel yang bertudung. Karena aku tahu pasti akan kotor, jadi aku tidak menggunakan pakaian mahal.

Aku mengeluarkan senapan sihirku dari dadaku. Bukan senapan tipe handgun, tapi rifle yang dilengkapi dengan teropong besar.
Iblis itu berada sejauh 300 meter, jadi cukup susah untuk membidiknya.

Pada saat yang tepat prajurit menarik pasukan, para penyihir mengeluarkan sihir yang membuat iblis itu terkubur setengah badannya di tanah.

Aku mengambil kesempatan ini untuk menyerang karena iblis itu tidak dapat bergerak.

Dan tembakanku meleset.

Tampaknya aku terburu-buru dalam menarik pelatuk sehingga tembakanku terlalu kebawah.
Untung saja aku tidak mengenai salah satu prajurit.

Iblis itu mendapat serangan secara beruntun dari sihir api dan petir, tetapi karena dia dilindungi oleh barrier, dia sepertinya tidak terluka sama sekali.

Saat iblis itu berhenti bergerak aku menembaknya secara beruntun dengan magic gun, dengan pengaturan paling lemah.

Tembakan ketiga akhirnya mengenainya! Disamping iblis itu muncul gauge yang semakin lama semakin berkurang.

“Apakah ini sebuah game?”

>[Mendapatkan Shooting Skill]

>[Mendapatkan Aiming Skill]

>[Mendapatkan Sniping Skill]

Diujung mataku menangkap jendela log kecil menunjukkan pesan saat aku mendapatkan skill.

Memalingkan pandangan itu sangat buruk untuk saat ini. Karena tidak sempat menghindar, sebuah serangan bola listrikdari iblis itu mengenaiku. Setelah mengenaiku listrik itu mengenai pijakan kakiku. Atap yang aku pijak hancur.

>[Mendapatkan Lightning Magic: Demon Skill]

>[Mendapatkan Lightning Resistance Skill]

>[Mendapatkan Paralyze Resistance Skill]

>[Mendapatkan Pain Tolerance Skill]

“Ouch, ouch, tangan dan kakiku rasanya seperti mati rasa.”

Rasa yang aku terima seperti mati rasa setelah kau melakukan seiza. Saat aku melihat bar HP ku, serangan tadi mengenaiku dan mengurangi 5 poin.

Aku tersadar, aku belum memeriksa level dari iblis itu…
Aku menyesali itu.

“Seberapa temperamennya makhluk itu?”

Dengan sisa waktu yang sedikit, aku segera memeriksa hal yang penting. Demon tribe, level 62, memiliki skill [Lightning Magic: Demon], [Wind Magic: Demon], [Darkness Magic: Demon], [Fighting], [Flight].

Aku melompat menjauh dari reruntuhan gedung. Nampaknya aku tidak menjadi incarannya.

>[Mendapatkan Self-Healing skill]

Saat aku melihat bar HPku, tanpa aku sadari, HPku penuh lagi.
Sepertinya penyembuhan diri sendiri?

Aku berlari menuju gedung lain melalui gang.
Aku memberikan skill poin pada [Pain Tolerance], [Lightning Resistance], [Paralyze Resistance], [Shooting] dan [Self-Healing] sambil berlari.

Aku menemukan 3 gedung bertingkat 100 meter dari gedung sebelumnya. Aku melompat dari dinding ke atap.

Karena prajurit yang mengepung iblis itu sudah berkurang setengah, maka aku memiliki beberapa cara yang bisa kulakukan untuk menyerang iblis itu.

Aku mengeluarkan panah dan busur dari storage dan membidik ke arah iblis itu. Aku tidak pernah menggunakan busur dan panah sebelumnya, tapi karena aku miliki sniping skill dan shooting skill sebelumnya, aku sedikit mengerti bagaimana cara membidiknya.

“Bidik dan tembak!”

Bidikanku terlihat bagus saat iblis itu berhenti… tembak.

Dan meleset.

Tanganku yang kugunakan untuk menarik anak panah terasa sakit.

Setelah itu, tidak perduli berapa kali aku menembak, tidak ada yang kena. Meskipun aku mengerti cara menembak dengan busur panah, tetap saja tidak berguna.

Tentara yang mendekat semakin berkurang.
Aku menemukan rute dimana aku bisa mendekati iblis itu secara diam diam, setelah menandainya di peta aku menuruni atap.

Aku menggunakan tombak milik scale tribe.
Jika saja aku tahu ini akan terjadi aku akan meminta di buatkan baju kulit.

Menggenggam tombak dengan kedua tanganku, aku bersembunyi di dalam bayangan.

>[Mendapatkan Spy Skill]

Karena nampaknya skill ini berguna, aku mengalokasikan skill poin ke dalamnya.
Ada beberapa kereta kuda besar yang terjungkal di jalan menuju ke iblis itu. Aku menuju kesalah satunya.
Saat aku menggunakan spy skill, jejak kakiku seperti menghilang. Mungkin hanya khayalan.

Raungan iblis itu terdengar dan prajurit-prajurit itu tersengat listrik. Sepertinya raungan merupakan cara mengeluarkan sihir.

Saat perhatian iblis itu teralihkan, aku mendekatinya dan menusukkan tombakku dari belakang!
Jleb! Dengan suara yang mengerikan, terasa daging yang tercabik getarannya sampai tanganku.
Aku menjadi penakut, tiba-tiba kulepaskan tanganku dari tombak itu.

Tangan dan kakiku bergetar.

Ekor dari iblis itu menyererang tubuhku yang tidak bergerak tanpa melihatku, tubuhku terpental sejauh 3 meter. Aku berhenti di puing-puing kereta kuda setelah berguling – guling di tanah.

>[Mendapatkan Surprise Attack Skill]

>[MendapatkanSpear Skill]

>[MendapatkanShock Resistance Skill]

Health Pointku hanya berkurang 1 poin. Bagaimanapun, aku masih tidak mengerti apakah karena terlalu senang atau aku ketakutan karena ini adalah pertarungan jarak dekatku yang pertama kali, tubuhku bergetar tidak mau berhenti.
Untung saja iblis itu memalingkan perhatiannya ke para kesatria yang mulai menyerang lagi, aku menghela nafas panjang berkali kali.

Tubuhku sedikit tenang.

>[Mendapatkan Fear Resistance Skill]

>[Mendapatkan Reckless Courage Skill]

Aku menggunakan pedang pendek dan perisai yang terbuat dari perunggu di balik puing-puing. Aku menyarungkan pedang dan meletakkannya diikat pinggangku. Biasanya orang yang menggunakan pedang memakai sabuk berlapis baja atau ikat pinggang khusus untuk meletakkannya tapi aku tidak memilikinya. Nanti saja aku beli.

Aku juga menyiapkan busur panah kecil. Sebuah panah dengan tulang sebagai mata panah. Iblis itu hanya berjarak 10 meter tapi aku pikir tidak bisa menyerangnya dari sini.

Prajurit yang menyerang diangkat oleh iblis itu dan melemparkan ke arah para prajurit. Tepat saat dia melemparnya aku berlari dengan cepat mendekatinya. Menembakkan anak panah dengan jarak yang sangat dekat.

>[Mendapatkan Bow Skill]

Aku membuang busurnya segera, dan menyayat iblis itu dengan pedang.
Pedang pendek itu hancur. Sebuah pedang perunggu hancur dalam satu serangan.

>[Mendapatkan Iai Skill]

>[Mendapatkan One-Handed Sword Skill]

Sambil mengutuk diriku dengan bahasa iblis yang aku tidak mengerti dia menyerang dengan cakarnya yang beracun.
Aku bermaksud untuk menerima serangan itu dengan perisaiku tapi serangannya datang dari 2 arah, akhirnya aku memaksa untuk mendorong tubuhku dan menggunakan pedang yang rusak untuk berlindung.
Tentu saja benda seperti itu tidak bisa menahan serangan dan akan hancur dari satu serangan cakar beracun itu.

>[Mendapatkan Demon Language Skill]

>[Mendapatkan Poison Resistance Skill]

Aku ingin segera mengaktifkan poison reistance skill, tapi tidak ada celah untuk mengoperasikan menu di medan pertempuran.
Aku mencegah cakar beracun yang datang dari arah berlawanan dengan perisai, dan melemparkan ganggang pedang yang kupegang ke arah iblis itu.

>[Mendapatkan Shield Skill]

>[Mendapatkan Throwing Skill]

Saat aku mencoba mengeluarkan senjata dari balik mantelku, membuat pertahananku terbuka, sehingga aku tersungkur karena dihantam ekor dari iblis itu dan aku teguling.
Selanjutnya kaki iblis itu  berusaha menginjaku.

Bum! Bum! Bum! Tiga kali berturut turut hentakan kakinya mengenaiku, sebelum hentakan yang keempat aku berhasil menghindar.

>[Mendapatkan Evasion Skill]

Aku menolakkan kakiku dari tanah dengan gerakan yang aneh dan mengambil jarak dengan iblis itu.
Akhirnnya aku bisa mengulur waktu, aku mengalokasikan poin ke [Evasion], [Shield], [Poison Resistance], [Shock Resistance] satu per satu.

Dibalik mantelku, aku mengeluarkan pisau dan pemukul terbuat dari kayu bakar dari storage. Aku menyelipkan pisau di sabukku, dan memegang pemukul itu.

Aku melihat sedikit ada ekspresi yang mengejek dari wajah iblis itu.
Aku mengira mungkin dia juga mempunyai kemampuan self-healing, HP miliknya juga perlahan penuh lagi.
Tidak ada skill seperti itu di kolom miliknya, apakah hanya ras spesifik yang mempunyainya?

Dari sudut mataku aku melihat para prajurit bersiap untuk mennyerang lagi.
Aku menghitung jarak mereka sembari mempersiapkan pemukulku.

Tidak menghiraukan serangan para prajurit, iblis itu tetap memperhatikanku.

Aku melompat dan menyerang iblis itu menggunakan pemukul kayu. Pemukul itu rusak saat mendarat di tubuh iblis yang hitam itu.
Aku berlindung dari cakar beracun itu dengan perisai, menghindari serangan ekornya dengan gerakan yang minim dan melompat.
Aku menyayatkan pisau. Iblis itu tidak dapat menghindar tapi dia bisa menangkis derangan itu dengan cakarnya.

>[Mendapatkan One-Handed Staff Skill]

>[Mendapatkan Dagger Skill]

>[Mendapatkan Parry Skill]

Para prajurit bersiap menyerang dengan berlari kearah kami saat mereka mencapai ditengah pasar, aku membuat iblis itu sempoyongan dengan melempar perisaiku dan mengenainya. Aku mundur dengan melompat kebelakang. Melompati kuda-kuda dan penunggangnya.

>[Mendapatkan Shield Bash Skill]

Para prajurit itu menyerang lalu mundur, melakukan hal yang sama, mereka menyerang menggunakan tombak mereka dan mundur.

>[Mendapatkan Cooperation Skill]

Dari formasi orang, yang paling terakhir gagal untuk menghidari serangan ekor iblis itu. Kuda dan orang yang menungganginya jatuh tersungkur.
Aku menendang iblis itu sebelum dia berhasil menghabisi prajurit itu dengan sayapnya.

>[Mendapatkan Kicking Skill]

Kuambil sebuah tombak dengan ujung yang rusak didekat kakiku milik prajurit yang jatuh dan menyarungkan kembali pisauku. Seperti yang diduga, sebilah pisau jangakauannya terlalu pendek dan mudah dihindari, sangat merepotkan.

Aku menghindari iblis itu dengan tombak berujung rusak untuk mengulur waktu jadi para prajurit dan prajurit yang jatuh dari kuda mereka bisa mundur menjauh.
Sambil menghindar aku sesekali menyerang bagian kaki iblis itu, sesekali menyerang bagian tangannya secara berhati hati membuat pertarungan ini tampak menjadi pertarungan dimana satu pihak hanya bisa bertahan.

>[Mendapatkan Two-Handed Staff Skill]

Tombak itu akhirnya hancur karena serangan dari cakar beracun iblis itu.

Mata iblis itu bersinar!
Karena aku memiliki firasat yang buruk aku mengangkat perisaiku dan menutupi seluruh tubuhku dengan mantelku. Kemungkinan ini sebuah serangan tatapan iblis. Sebuah mantra pemikat, melumpuhkan, atau menjadikan batu?

Mantel dan perisaiku berubah menjadi batu!
…Aku berhasil menghindarinya, hanya saja mantel dan perisai yang jadi korban.
Jika saja aku bergerak terlambat sedikit akan berbahaya.

>[Mendapatkan Petrification Resistance Skill]

Karena berada didekat iblis itu bisa membuatmu menjadi batu, sebelum dia datang aku mengalokasikan skill poin ke [Parry], [Petrification Resistance]

Serangan Petrification itu mungkin tidak mempan terhadap iblis itu sendiri….

Translator / Creator: GeuRae