October 9, 2016

DM Chapter 1-7 Open Air Bath, Objective, and Sightseeing

 

“Satou di sini. Seseorang yang picik dan tidak ingin terlibat dengan budak yang bertampang berbahaya, Satou.”

Ini cuma mimpi! Aku hampir menyerah bilang ini bukan mimpi.

Pikiranku yang lain mengatakan ini hanya dunia lain yang hampir tampak seperti mimpi. Ya, sekecil apapun kemungkinannya, aku tidak akan menyerah.

**

Hatiku hancur saat Martha mengatakan tidak ada kamar mandi yang tersedia kecuali di Istana raja. Karena disini makanan dan budaya kebersihan sangat dijaga, kupikir kamar mandi juga sesuatu yang penting disini.

Aku berpikir untuk mandi di dalam kamar menggunakan bak mandi yang aku beli, tapi karena kemungkinan kamarku akan jamuran karena udara yang lembab, aku disarankan untuk melakukannya di belakang penginapan, ada sumur disana.

Halaman belakang ini sebesar 6 kali lebar tatami. Sumurnya tidak jauh dari pintu belakang, tidak terpasang pompa air dan harus mengambil air menggunakan ember, sumur model lama. Aku menggunakan dua bak mandi dari kayu yang tersedia.

Kupikir akan begitu menyusahkan tapi ternyata begitu muda, terimakasih pada status (STR) ku yang tinggi.

Mereka bilang dihalaman belakang pagarnya hanya setinggi pinggangku. Ditambah lagi hanya sedikit orang yang berlalu – lalang di daerah itu, tapi masih ada. Hari mulai gelap karena senja datang tapi jika aku mandi di tempat terbuka seperti ini, bukannya seperti memerkan tubuh sendiri?

Saat aku melihat sekeliling, ternyata ada sekat yang terdapat di dekat pintu belakang.

Apakah aku harus memakai ini?

Setelah memasangnya, aku mulai mandi dengan air yang dingin.

Meskipun hanya setinggi pinggang, cukup untuk menghalangi pandangan.

….Toeng, aku lupa beli sabun!

Mungkin tidak akan ada shampoo, tapi jika hanya sabun mungkin ada. Aku akan cari besok.

Seorang wanita keluar dari pintu belakang. Wanita cantik berambut pirang berumur 20an tahun. Aku berpikir, kota ini memiliki begtu banyak wanita cantik.

Mata kami bertemu.

Kyaaaa~

….Jijik. Aku jijik pada diriku sendiri.

Setelah wanita it selesai mengambil air dan memasukannya kedalam bak mandi, dia meletakkan sekat dan mandi.

Meskipun ada sekat diantara kami, tetap saja!

Saat dia membuat gerakan kecil, bagian atas tubuhnya!

Hmm, jika aku mengestimasi sepertinya D cup, purunpurun, nampaknya seperti itu!

Dia menutupinya dengan tangan, tapi terkadang tampak secara tidak sengaja…

Tidak, tidak, aku bukan seorang pengintip, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk menjaga pandanganku dan kembali membersihkan tubuhku. Tenangkan dirimu bagian tubuh bawahku!

Aku melihat wajah wanita itu, wajahnya tampak tenang sekali!

Seperti yang kuduga, wanita dewasa memang menarik!!

Aku membersihkan tubuhku dengan handuk… Berpikir dimana aku harus membuang air ini.

Tidak ada drainase.

“Siramkan saja ke tanaman. Ada drainase dibawah tanaman ini.”

Aku berpikir sepertinya aku tampak menyedihkan karena diajari oleh seorang wanita. Aku berterimakasih padanya dan kembali ke dalam penginapan setelah membuang airnya.

Aku ingin mengabaikan pandanganku sembari masuk kedalam penginapan.

>[Mendapatkan Surveillance Skill]

>[Mendapatkan Poker Face Skill]

**

Aku berganti pakaian yang baru setelah mandi, rasanya segar sekali.

Makan malamnya masih berbahan dasar sayuran, tapi rasanya tidak diduga, sangat lezat.

Hidangannya adalah salad segar. Aku lebih senang jika ini daging…

Aku sepertinya kekurangan protein, jadi aku mengeluarkan daging tipis dari kantongku dan mengunyahnya.

Aku ingin meminum sake (minuman traditional Jepang), tapi para pelanggan disekitarku meminum sake lokal yang terlihat mentah, membuatku tidak ingin. Aku hanya ingin meminum bir dingin saja~

Setelah makan, aku kembali ke kamarku dan tidak ada lampu disana. Bahkan lampu yang terbuat dari sihir. Bekerja lebih keras, fantasi!

Saat aku bertanya pada bibi yang sedang diperebutkan oleh orang mabuk, “Jika kau perlu lampu bayar 1 koin perunggu”, kata dia. Ngomong – ngomong, lampu harus dikembalikan jika sudah selesai. Sepertinya orang yang belum ingin tidur mereka akan selalu terjaga di bar, hanya orang-orang yang ingin tidur yang masuk ke dalam kamar.

Kamar kecil disini juga dipakai bersama sama, dengan masih menggunakan gayung, Sepertinya menurutku, selalu berkelana diluar seperti kemarin masih lebih baik daripada seperti ini. Ada seikat jerami yang sepertinya digunakan untuk lap meja. Karena tampaknya bisa menyebabkan wasir jika kau gunakan, maka aku memotong kain kujadikan sebuah sapu tangan dan menggunakannya. Memang tidak ramah lingkungan, tapi aku tak mau menggunakan barang seperti itu!

Aku kembali ke kamarku setelah menyelesaikan urusan.

Cahaya dari lampu sangat redup, mungkin ada magic item yang bisa digunakan untuk menamba penerangan diantara barang jarahan, tapi aku takut nanti malah menghancurkan setengah penginapan jika aku menggunakan barang yang salah.

Aku menyewa kamar 8 kali ukuran dari tatami dengan kasur untuk satu orang, ada juga meja dan kursi. Kursinya tidak beroda padahal sangat penting untukku, bahkan mejanya tidak berlaci.

Jendela yang kecil sehingga jika kau mencoba melihat keadaan luar lewat jendela ini akan membuat mukamu kram. Aku pikir ini hanya untuk ventilasi, bibi mengingatkanku untuk menutupnya sebelum tidur untuk mencegah tindak kejahatan.

Untung saja aku masih bisa melihat layar meskipun sedang gelap.

**

Mulai saat ini mari kita isi kolom memo dengan kegiatan yang ingin dilakukan.

Act 1. Pikirkan matang – matang apakah ini mimpi atau bukan.

Sampai saat ini, tidak ada yang ku permasalahkan jika ini benar benar dunia lain, mari kita sementara anggap ini dunia lain. Ya, sementara saja. Aku tidak bisa menyerah sebenarnya!

Act 2. Berhati – hati dengan keadaan sekitar.

Walaupun aku bisa segera kabur dari keadaan berbahaya karena levelku yang tinggi, aku harus bertingkah tidak anti-sosial itu akan membuatku susah dalam berkeliling di dunia ini. Aku juga tidak tahu seberapa kuat mereka, bahkan ada dewa disini; aku tidak akan bertindak terlalu percaya diri atas kemampuanku sendiri dan sembrono.

Act 3. Mari kita belajar untuk membela diri sendiri.

Aku ingin mempelajari metode untuk melumpuhkan musuh , atau skill dan magic yang bisa digunakan saat melewati situasi yang buruk. Aku harus menahan diri untuk menggunakan Meteor Shower setiap ada masalah besar.

Act 4. Mari kita cari jalan untuk kembali ke duniaku.

Jika ini sebuah mimpi maka ada suatu cara untuk bangun, jika aku berada di dunia lain maka ada cara untuk menuju ke duniaku lagi. Aku tidak berniat bertingkah terlalu positif sih.

Act 5. Setidaknya mari kita nikmati suasana eksotis ini.

Karena ini terasa sangat nyata, pemandangannya juga sangat enak dinikmati. Aku juga memiliki banyak uang.

Mari kita tanya Tuan ksatria jika ada orang yang bisa melakukan apa saja dan mau untuk memanduku dalam perjalanan.

Apa ini sudah kutulis semua?

Aku menambahkan rencana untuk membeli sabun sebelum aku tidur.

**

“Ini pertama kalinya aku diminta untuk menjadi pemandu perjalanan.”

Kata dia, seorang wanita berumur 20 tahun [Jack-of-All-Trades], Nona Nadi, sembari tertawa malu – malu. Dia tidak cantik, tapi tingkah lakunya sungguh imut. Dia pasti cukup terkenal jujur disini.

Biasanya dia bekerja sebagai kontraktor di berbagai macam pekerjaan di guild, tiba tiba harus bekerja diminta menjadi pemandu perjalanan, sedikit aneh menurutnya.

Karena berjalan sangat melelahkan, aku menyewa kereta kuda tak beratap untuk keliling kota.

“Bagian barat kota ini tidak terlalu makmur karena itu penduduk disini tidak memiliki toko yang berada di pinggir jalan, tapi ada beberapa barang selundupan yang dijual dibelakang.”

“Seperti contoh?”

“Ya semacam Love Potion dari para Alchemist dan toko obat obatan, lintah darat, bahkan ada prostitusi disini. Perusahaan penjual budak juga ada ditempat ini.”

Aku sedikit terguncang mendengar kata “Budak”. Aku tidak ingin bertemu gadis kecil itu lagi~ aku rasa akan ada masalah jika dekat dengannya.

“Oh? Kau tertarik dengan budak? Mungkin mereka tidak bisa melindungimu tapi mereka bisa membawakan barangmu melakukan pekerjaan rumah selama perjalanan. Kebanyakan pengembara menggunakan jasa mereka.”

“Akhir – akhir ini mereka tutup setelah adanya bintang jatuh, tapi mereka akan memulainya kembali segera. Mereka akan buka 3 hari kedepan.”

Tampaknya para budak yang dibeli perusahaan budak merupakan sisa dari pasar budak atau dalam pelatihan, biasanya digelar lelang budak dalam sebulan sekali

“Jika kau ingin menyewa penjaga untuk perjalanan, maka banyak dari mereka berkumpul di bar. Karena sulit untuk menemukan orang-orang yang bisa dipercaya, jika memang membutuhkannya, lebih baik meminta [Jack-of-All-Trades]!

Kereta kuda berjalan memasuki apa yang ada di balik tembok di bagian barat.

“Disekitar sini adalah blok dimana para pengrajin berkumpul. Pengrajin Kayu, blacksmith, pengerajin kulit, dan pengrajin yang lain juga ada disini. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki toko yang tetap. Sering kali mereka membuka toko kecil dan menjual barang mereka secara langsung kepada pembeli.”

Bisakah mereka memperbaiki weapon dan armor disini?

“Jika kau punya kenalan pengrajin disana maka tidak ada masalah tapi demi menjauhi masalah, biasanya orang langsung menuju ke toko peralatan perang. Disebelah sana ada toko peralatan perang di tembok paling dalam untuk para ksatria, dan toko untuk prajurit dan umum di jalan Biso di timur kota. Pemburu lebih suka menuju barat kota karena banyak yang menjual daging yang sudah diproses, dan juga toko peralatan perang.”

Lebih baik hanya lihat-lihat setiap toko dijalan saja. Mungkin ini tidak akan selesai dalam satu hari.

Dipikir – pikir, kediaman sang bangsawan ada di utara kan?

“Kau mendapatkan banyak informasi sebelumnya ya. Apakah kau mau melihat kedalam tembok sebentar? Meskipun disana hanya ada pekerja tani untuk dilihat.”

Orang disana pasti akan salah kira aku sebagai pencuri makanan bila pergi kesana jalan kaki.

Kereta kuda menuju kedalam tembok bagian barat kota, melewati gang penghubung dalam tembok dan luar tembok.

Setelah melewatinya kita sampai di pintu gerbang yang dijaga oleh prajurit. Penunggang kuda mengangguk kepada penjaga dan masuk ke distrik utara.

Disana terdapat hamparan tanah yang luas untuk pertanian. Kereta kuda membawaku ke jalanan pertanian. Para petani memanen Gabo, buah yang aku beli kemarin.

Aku tidak tahu apakah ini normal, tetapi ada anak kecil seumuran sekolah dasar juga ikut membantu bekerja.

“Anak itu kemungkinan dari panti asuhan, karena ini musim panen, maka anak-anak kecil dari kota juga bisa kemari untuk bekerja.”

Bahkan anak kecil bekerja? Bukankah itu tidak perlu?!

Aku memasang muka aneh sebentar.

“Jika mereka berasal dari keluarga tidak mampu, maka anak anak seumuran itu memang harus bekerja.”

Apa mereka tidak menyekolahkan anaknya? WHO tolong bantulah Kota Seryuu!

“Sekolah? Jika mereka bangsawan atau orang yang kaya mereka belajar secara privat, karena sekolah hanya ada untuk keluarga kerajaan.”

“Lebih lagi, buah Gabo yang dipanen oleh anak anak itu juga makanan pokok untuk orang orang yang berkantong tipis.”

Hmm? Tapi penginapan menghidangkan roti dan bubur ringan, serta kadang beberapa kali menghidangkan stew bukan?

Tidak juga, Penginapan Mozen termasuk yang mahal jadi mereka tidak menghidangkan buah gabo. Di daerah barat ini, kebanyakan kedai menjual roti tawar, bubur, dan asinan. Makanan yang mempunyai aroma yang kuat, rasanya hambar, dan susah untuk dikunyah jadi kebanyakan orang berduit tidak memakannya. Karena makanan murah bisa membuat perutmu cepat kenyang, tidak hanya dimakan oleh anak panti asuhan saja bahkan sebagian besar populasi disini memakannya.”

Jika seperti itu, tidakkah kentang sudah cukup?

“Jumlah dari panen tiap tahunnya berbeda. Karena sawahnya semakin kecil, dalam satu bulan mereka kadang bisa memanen tapi tidak jarang juga gagal panen. Lebih lagi, pihak yang menyediakan pupuk bangkrut. Syukurlah ada buah Gabo, Panti asuhan disini semakin banyak jumlahnya.

Kebetulan sekali buah fantasi ini bisa digunakan. Meski manfaatnya ada batasnya.

Meskipun begitu, Nona Nadi cukup berpengetahuan… Nampaknya dia lulusan dari royal capital school.

“Aku tidak dibesarkan dibalik tembok itu, situasi bahan panganan di daerah kumuh sangat mengerikan.”

Dia tumbuh besar diluar tembok, sepertinya terjadi monopoli oleh pemimpin disini. Ini adalah misteri yang samar – samar.

“Buah ini merupakan makanan kesukaan para goblin. Jika tidak dilindungi oleh tembok, para goblin akan kembali dengan kecepatan tinggi dan menjarah buah itu dengan rakus.”

“Dahulu, terjadi peningkatan keberadaan goblin di bagian utara kerajaan, sarjana yang menyelidiki penyebabnya menyimpulkan bahwa itu terkait dengan buah Gabo. Pada jaman dulu, jika seseorang menemukan pohon Gabo mereka akan membakarnya ,kemudian mulai digunakan sebagai sumber makanan dan sekarang telah menjadi makanan pokok masyarakat strata bawah. Namun, bahkan sekarang, jika seseorang menemukan pohon Gabo, mereka akan membakarnya.”

Dinding di pertanian sedikit lebih rendah dari dinding kota. Mungkin sekitar 2 meter setengah?

Aku ingin tahu guna menara berada 1 kilometer dari sini jauhnya? Aku sudah penasaran sejak sebelum masuk pertanian. Sekitar 20 meter dan terlihat mengerikan.

“Itu adalah pertahanan yang dibangun untuk menghalau serangan makhluk Wyvern. Yang ada di menara untuk pertahanan menara, yang berada disini digunakan untuk menghalau serangan yang menyerang pertanian.”

“Sekitar 40 tahun yang lalu saat naga hitam menyerang, menara ini memiliki peran yang luar biasa. Saat itu menaranya hancur setengahnya, tetap saja berhasil mengusir sebagian naga hitam.”

Mengusir… Apakah mereka kabur menuju langit?

“Selain Wyvern, seperti yang diduga, membunuh naga yang asli sangat mustahil. Hanya seorang raja terdahulu, Yamato seorang penyihir besar atau pahlawan Saga empire yang dapat melakukan hal seperti itu.”

..Pahlawan,ya?

“Saga empire memiliki pahlawan yang dapat mengeluarkan sihir yang luar biasa. Karena membutuhkan pengorbanan yang besar, kecuali saat siklus bangkitnya Demon King selama 66 tahun dimulai, sihir itu tidak digunakan. Tuan Yamato dan pendiri Saga Empire juga merupakan pahlawan yang dipanggil kembali saat dunia dalam kesulitan pada jaman dahulu. Ini sangat khayal.”

Seperti yang kupikirkan, Yamato dan tuan Saga… aku bisa melihat melalui pedang suci yang dinamakan Excalibur atau yang lain.

Saat cerita sudah selesai maka satu putaran mengelilingi pertanian sudah selesai. Kereta kuda membawa kembali ke dalam tembok.

Translator / Creator: GeuRae