October 9, 2016

DM Chapter 1-6 The Marketplace, the Princess and the Slave Trade

 

Satou disini. Namaku adalah Suzuki tapi aku saat ini namaku adalah Satou. Ini sebuah mimpi kan? Johny, tolong katakan ini sebuah mimpi.

**

Sedikit kegelisahan muncul di pikiranku, saat aku belanja di daerah milik bangsawan di tengah kota Seryuu.
Jaraknya tidak begitu jauh, hanya beberapa menit berjalan kearah timur dari penginapan milik ibunya Martha.
Setelah dipikir-pikir, aku belum tahu apa nama penginapan itu, peta menunjukkan Monzen Inn; apakah benar itu namanya?

Tiba tiba setelah memasuki daerah yang penuh dengan kedai makanan, aku mencium bau yang sangat enak.
Eh? Bukankah ini aroma kecap?
Terdapat Okonomiyaki dan Crepes sedang dimasak diatas piringan besi. Bumbunya pasti memakai kecap. Seperti yang kupikirkan, ini pasti memang sebuah mimpi. Tidak mungkin sebuah kecap bisa ada di dunia fantasi!

Walaupun aku sudah makan sebelumnya, aku tetap membeli makanan itu.

“Yep, lezat sekali.”

Sesungguhnya aku lebih ingin saus tonkotsu daripada kecap. Kedai lainnya sepertinya memasak sesuatu seperti kroket. Hidangan mereka terlalu berkelas tinggi untuk sebuah dunia fantasi!

Aku berkeliling dari kedai ke kedai, mencoba beberapa makanan.

“Berapa harga 3 porsi gabo ini?”
“Harganya 2 Penny.”
“Mahal sekali, 1 penny saja?”
“Nyonya, dengan harga murah, kami tidak bisa makan; bagaimana kalau 2 penny untuk 4 porsi?”
“Beri aku 5 porsi dengan 2 penny.”
“Baiklah, karena kau cantik nyonya, akan kuberikan.”

Aku mendengarkan percakapan yang menarik antara bibi itu dan pemilik kedai.
Tawar menawar? Sejak tadi aku hanya membeli sesuai harga yang ditulis, tampaknya sulit bagiku.

>[Mendapatkan Eayesdropping Skill]

“Ada yang bisa dibantu, tuan?
Hmmm, dari percakapan tadi tampaknya harga  gabo sekitar 0,4 hingga 0,5 penny perbijinya.
Karena paman ini punya aritmetic skill, dia pasti bisa memperhitungkan kemungkinan terkecil.
“aku ingin 2 gabo, apakah harganya 1 penny?”
“Kau nampaknya mendengarkan percakapanku sebelumnya ya? Baiklah kalau begitu. Pria ini punya arithmetic skill juga rupanya. Kau cukup mahir diumurmu yang masih muda ini.”
Lagipula itu hanya aritmatika biasa…
Aku bisa mendapatkan 2 gabo dengan 1 penny. Gabo sebenarnya sebuah labu merah berukuran sebesar kepalan tangan. Sedangkan penny adalah koin dengan lubang ditengahnya dengan berat 1 gram, berwarna kekuningan dan dekil.

>[Mendapatkan Estimation Skill]
>[Mendapatkan Haggling Skill]

Tapi aku tidak menawarnya?
Apakah terjadi karena sudah ditawar oleh bibi itu ya?

Sambil memikirkan apa yang akan kubuat dengan buah gabo ini aku berkeliling. Kedai kedai ini memiliki ukuran setengah dari tatami [ruangan desain khusus yang ada di Jepang] dan ada sangat banyak. Lebih lagi mereka sangat ramai.

Sembari berkeliling dari kedai ke kedai aku meningkatkan [Estimation], [Haggling], [Arithmetic], [Negotiation], dan [Scamming] sampai maksimal.

Setelah berkeliling sekitar 10 menitan, aku sampai ditempat yang aku tuju.

Aku memilih tas ransel paling besar dari salah satu toko. Hargan dari tas itu muncul dan aku sangat bersyukur atas estimation skill. Sangat berguna.

Aku mungkin akan dibenci jika tiba tiba membeli dengan harga yang diberikan toko. Aku sangat mahir setelah mendatangi 3 toko. Aku bisa saja mendapatkan dengan harga yang setengah harga jika aku menawarnya 3 hingga 4 kali. Tapi jujur saja, itu sangat merepotkan.

Catatan dari toko itu. [Large Shoulder Bag], [A Bit Stylish Bag], [Commoner’s Underwear for Top and Bottom + 10 set], [Hand Towel in Various Size, and Handkerchief]. Handuk yang dimaksud adalah dua kain yang diikatkan menjadi satu, aku sedikit kecewa.
Walaupun aku tidak bisa menjahit, aku mendapatkan banyak [2 Meter Hemp Cord – 5 Bundles], [Cotton Thread – 1 Roll], [Sewing Needle – 5], [Sewing Scissors], [Cotton Cloth]. Selama aku masih bisa menyimpannya kupikir tidak masalah jika barang itu tak kugunakan sama sekali. Semua itu berharga 4 koin perak. Tidak disangka sangka ternyata pakaian lebih mahal daripada makanan.

Kupikir seharusnya aku tidak perlu mengatakan ini, tapi hal pertama yang kubeli adalah tas, itu sebuah kebodohan. Aku bisa saja menempatkan semua barang yang ingin kubeli kumasukan kedalam tas dan kuletakkan di storage tanpa terlhat. Kuletakkan beberapa baju biasa jadi tidak terlihat kempis.

Aku ingin membeli sebuah jubah atau mantel, tapi hanya ada yang bekas atau terlihat murahan jadi aku tidak membelinya.

Oh benar juga, aku ingin menguji apakah penyimpananku tahan panas. Aku akan membeli sesuatu yang panas dan meletakkannya di storage.
Belanja itu sangat menyenangkan~

“Sekarang, apalagi ya?”

Ada kursi kursi berjejer didepan kedai dan banyak pria yang minum sake disana sejak pagi.

“Minum di siang hari… oh iya, alat makan dan minum!”

Pasti ada yang menjualnya diantara toko yang sudah kumasuki.
Sepatu! Aku lupa belum membeli sepatu.

Sepertinya aku membutuhkan catatan~. Ada sebuah memo kosong didalan [Exchange] tab di bagian menu, mari kita buat daftar belanjaan disana.

Sudah sangat lama sejak aku tidak menengok tabel Exchange, di sana aku menemukan alasan kenapa aku terdaftar sebagai level 1 di kota ini.
Status itu adalah yang orang lihat di halaman ini. Setiap atribut bisa diatur batas tertingginya dari sini.
Bahkan skill dan gelar bisa ditulis [None]

Aku bisa memberikan informasi palsu pada siapapun, huh….

Aku membeli sepatu yang cocok untuk perjalanan jauh, jubah yang cocok dengan sepatu itu, dan juga sepasang sandal.
Aku berpikir untuk membeli semuanya karena aku punya storage, tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa menemukan ukuran sepatu yang tepat. Mungkin aku akan meminta dibuatkan di toko sepatu dipinggir jalan.

Aku merasa lapar setelah berputar putar, sampai mataku menemukan sebuah kedai menjual semaacam shoyu ramen dan menuju kesana. Walaupun bentuk mienya berbeda, tetap saja ini sebuah ramen.
Ada juga adonan yang digulung diantara stik dan dihiasi sesuatu seperti miso dan dipanggang. Rasanya sedikit tidak nyambung, tapi jadi sangat enak.

Aku juga membeli cangkir, teko, dan beberapa alat makan yang bisa kugunakan, semuanya kubeli. Bahkan, pisau dapur, periuk, dan panci. Tetapi aku tidak melihat telenan dari tadi mungkin orang disini tidak menggunakannya?

Aku bahkan membeli sebuah bathtub yang terbuat dari baja. Seperti yang kuduga, tub nya terlalu besar untuk dimasukan kedalam tas jadi aku membawanya kebelakang toko dan memasukannya ke storage. Karena akan sangat aneh jika aku kembali ke persimpangan timur, maka aku putuskan untuk keluar menuju jalan utama saja.

**

Kedai-kedai di jalan sebelah timur sangat ramai den berdesakan. Disini, jalan utama sebesar 6 meter, kuda yang membawa barang bawaan, dan gerobak yang ditarik kuda melewatinya.

Sama seperti jalan yang tadi, ini sangat berdeba dengan yang aku bayangkan di dunia fantasi, jalanannya sangat bersih. Tidak ada bangkai binatang yang berserakan. Juga tidak ada gelandangan di gang kecil.

Kedai kedai disini sangat jarang, berbeda dengan di jalan timur, tetapi semakin banyak toko disini. Banyak orang dengan tampilan yang baik berjalan di daerah ini.

“Apakah kemeja popular di sini?”

Orang orang yang menarik kereta bahkan menggunakan kemeja. Saat aku memindainya, mereka adalah budak. Aneh sekali, semua budak memakai kemeja, alasannya tidak diketahui.

Sebuah kereta kuda datang dari bagian kota yang ramai dan menurunkan kecepatannya secepat para pejalan kaki.

Kereta kuda itu lewat di depanku. Ada sekitar 10 orang budak wanita didalamnya.
Mataku tertuju pada mereka. Seorang wanita yang bisa dibilang mirip dengan Yamato Nadeshiko tetapi memiliki rambut hitam dan warna mata hitam, sepertinya dia telah melaui perjalanan yang panjang sekali. Karena kebanyakan orang disini tampak seperti orang eropa utara, ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang yang memiliki wajah asia.
Gadis itu menundukkan pandangannya, kami saling memandang sesaat waktu dia mengangkat pandangannya dan meski tidak ada dramatisasi, gadis kecil itu memiliki wajah sedikit Eropa utara serta rambutnya yang sedikit bergelombang tampaknya sangat menarik saat pertama aku melihatnya. Akan menimbulkan masalah sebenarnya jika dia melihatku terlalu lama… aku juga tidak tertarik dengan loli [gadis kecil].

Saat aku memandang gadis itu cukup lama, muncul nama dan level miliknya.

Arisa. Level 10. Levelnya cukup tinggi untuk seorang gadis kecil.

Informasi yang lain muncul

Umur 11 tahun.

Title: [Witch of the Lost Kingdom][Mad Princess]

Skill: Unknown

Kereta kuda itu menghilang menuju barat.

Sebetulnya, gelar gadis itu cukup mengerikan… Tidak ah, aku tidak akan dekat-dekat dengan orang seperti itu? Tentu saja!

**

Mari kembali pada tujuan utamaku.
Aku mencari sebuah toko untuk menjahit pakaian dan membuat sepatu lewat peta, dan aku menemukan mereka berdekatan di pinggir jalan, jadi aku pergi kesana. Salah satu dari toko itu mempunyai pegawai wanita muda menurutku tidak cocok jika mencari pakaian pria dewasa,jadi aku memutuskan untuk menuju toko yang dimiliki oleh pasangan berumur setengah baya yang terlihat baik hati.

“Maaf, apakah kau mempunyai jubah berbahan kuat seperti yang sering dipakai oleh pedagang dan memiliki warna yang tenang?”
“Selamat datang, silahkan kemari, aku akan membawakan beberapa contoh. Ada 5 jubah buatan tangan di rak sebelah sini, tapi mereka sudah terjual baru baru ini.”

Sang suami mengantarku ke kamar ganti dan mengambil contoh dari lemari. Dengan lembut, sang istri membawakan minuman hangat. Cangkirnya cukup mewah.

“Karena akhir akhir ini sangat dingin, bagaimana dengan bahan yang sedikit lebih tebal? Jika kau melakukan perjalanan kami juga bisa menyediakan jubah yang tahan air, bagaimana menurutmu tuan?”

Barang barang disini sangat bagus. Sepertinya. Ini adalah toko pakaian terbesar karena mereka memiliki banyak warna. Lima variasi dari bahan yang sering terjual dan mungkin ada juga yang berlangganan untuk membuat jubah disini.
Penjahitan akan memakan waktu 5 hari. Jika aku hanya membeli satu akan selesai dalam waktu 3 hari.
5 koin emas itu sangat mahal, tapi uang ini sangat diperlukan untuk hal yang juga penting.
bagaimanapun, aku perlu satu jubah untuk ganti di malam hari nanti. Aku pikir mungkin akan tidak sopan jika aku memasuki bagian paling dalam dinding menggunakan pakaian yang kupakai saat ini.

“Tuan pemilik toko, karena toko ini untuk menjahitkan pakaian, apakah kau bisa menunjukkanku dimana tempat yang menjual baju jadi? Seperti anda lihat sendiri jubahku sudah usang karena perjalanan kemari, aku ingin membeli pakaian sementara sebelum pakaianku selesai dijahit.”

“Untuk pakaian jadi, sebaiknya anda ke toko bernama Poel Clothing di jalan Teputa. Meskipun toko itu milik anakku yang bodoh, tapi aku bisa menjamin kemampuannya menjahit baju. Toko itu juga sedikit terkenal di masyarakat jadi mungkin cocok untuk pakaian sementaramu.”

Menawarkan toko anaknya sendiri ya…. Aku menolak secara halus apa yang dia informasikan kepadaku dan mengeluarkan peta, cukup dengan penjelasan darinya aku pergi keluar toko. Aku hampir lupa mengambil notanya sampai aku dipanggil oleh nyonya penjaga toko.

Aku membeli 2 jubah, satu berwarna coklat tua dan yang lain berwarna merah terang dengan garis garis kuning. Tentu aku juga membeli sepatu di toko itu. Satu kugunakan untuk berjalan di kota, 2 lainnya untuk perjalanan.

Saat aku kembali ke penginapan Martha setelah berbelanja, matahari sudah tenggelam.

Translator / Creator: GeuRae