October 9, 2016

DM Chapter 1-5: Fortress City Life Begin!

 

Aku akhirnya sampai di kota Seryuu.

Mari kita lihat keadaan seisi kota ini dengan [All Map Exploration]!

Populasi disini sekitar 120.000 jiwa. Kota ini adalah sebuah kota kecil yang merupakan bagian dari Kerajaan Shiga yang dipimpin oleh seorang bangsawan. Human tribe yang paling banyak disini sekitar 95%, sisanya 5% terdiri dari beast tribe, scale tribe, dan fairy tribe. Rata – rata level mereka 2 – 3. Level tertinggi di kota ini dimiliki oleh seorang penyihir tua yang mencapai level 48. Ada sekitar 5 hingga 20 orang ksatria disini, sebagian besar mencapai level 8 hingga 12. Prajurit biasa mencapai level 5 hingga 7. Paling banyak adalah archer, sebagai pelindung kota ini dari para naga. Rasio perbandingan pria dan wanita disini 5:6 dengan perbandingan lebih banyak wanita. Tidak jelas penyebabnya apakah memang angka kelahiran lebih banyak wanita atau karena angka kematian pria yang tinggi.

Sayangnya, orang-orang di kota ini memiliki sedikit skill. Sebagian besar hanya memiliki 1 hingga 3 buah skill, beberapa dari mereka bahkan tidak memiliki sama sekali. Memiliki 20 skill atau lebih mungkin merupakan suatu kelebihan daripada sebuah peraturan.

Hanya beberapa penyihir yang ada. Hanya ada 2000 orang yang memiliki magic skill. 90%nya Livelihood Magic, dan 10% sisanya merupakan pasukan abdi Negara.

Dengan kata lain, mencapai level 310 sangat luar biasa. Apalagi, aku mempelajari beberapa skill yang tidak terlalu berguna pasti akan membuatku sangat mencolok.

Peta dapat menunjukkan nama jalan dan rumah para pedagang di posisi tertentu. Walaupun sepertinya aku tidak bisa tahu item apa saja yang mereka jual atau bagaimana reputasi toko itu, tetap saja informasi ini sangat berguna saat kau pertama kali sampai di kota. Sayang sekali, pencarian hanya bekerja jika kau mencari orang saja, tidak berlaku pada barang yang ingin kau beli di toko.
Melihat denan skala yang lebih kecil, kota ini berbentuk oval dengan diameter 6 Km dengan tambahan dua bentuk [くの] sepanjang 3 Km, juga tambahan benda seperti boneka daruma membungkuk disetiap sisinya.

Aku memperbesar peta dan memperhatikan setiap area…
Pertama, yang paling dekat dengan gerbang, pemukiman penduduk, yang berada paling dekat dengan gerbang adalah kandang dan penginapan. Penguasa lokal kota ini berada di dalam kastil yang terletak ditengah – tengah pemukiman penduduk. Sebuah bangunan layaknya kastil atau sesuatu yang terbuat dari sihir terletak dijantung kota.

Sedikit lebih jauh dari gerbang, adalah tempat tinggal mewah para bangsawan. Juga kafetaria yang tampak terlalu kecil untuk seluruh kota namun terlalu besar jika digunakan sebagai fasilitas pribadi penguasa lokal.
Saat aku mencoba mencari orang dengan job [Adventurer], aku tidak menemukan siapapun. Begitu pula dengan [Librarian], kemungkinan besar tidak ada perpustakaan didaerah ini. Namun, banyak dari mereka adalah [Slaves]..

Setelah memeriksa begitu banyak informasi, aku sampai didepan gerbang. Bersamaan dengan matahari di ufuk, waktu yang sangat pas! Nampaknya gerbang sudah ditutup sekarang.

Sepertinya tidak ada seorangpun didepan gerbang ini. Mungkin akan lebih baik jika ada beberapa penduduk yang berjualan sayur – sayuran dipagi hari.

Apakah hanya di mimpiku saja, toko baru buka pukul 10 pagi?!

Memakai kaos polo dan celana chinos mungkin terlalu mencolok jika aku berada di sekitar penduduk. Aku menemukan beberapa jubah didalam storage dan mengambilnya, hanya ada sebuah jubah berwarna hijau yang tidak mencolok yang bisa kupakai. Lainnya adalah beberapa magic tools tapi mereka terlalu mencolok jika dipakai, aku tidak bisa memakainya. Jubah ini sedikit bau lapuk.

Tubuhku tampak seperti diriku saat umur 15 tahun dengan perawakan yang kecil. Jubah ini terlalu panjang sehingga menjuntai hingga ke tanah. Tapi aku bersyukur, berkat itu sepatu sneakersku tertutupi dengan sempurna. Bahkan kumisku tidak tumbuh selama seminggu aku disini. Padahal aku sangat senang dan membangga – banggakannya selama tahun pertamaku di universitas. Namun, segera kucukur setelah aku mendapatkan pacar…

Sembari mengingat – ingat masa lalu, aku melanjutkan penantianku sampai gerbang dibuka.

**

Saat aku memasuki gerbang muncul seorang paman prajurit mengatakan ucapan yang tidak aku mengerti. Menanti untuk berbicara dengan manusia tetapi menggunakan bahasa yang misterius!!

>Mendapatkan Shiga Language Skill!

Aku suka Easy Mode!
Tuhan tidak pernah mengecewakanku!!

Aku mengotak atik menu dan segera mendapatkan skill berbahasa Shiga!
Membagikan 10 poin dengan sangat bahagia sambil bernyanyi riang.

“Ada apa bocah? Apa perutmu sakit?”

Seorang prajurit berjenggot mengikuti dari belakang. Sepertinya memanggil seorang pria diumur 20 dengan sebutan, “bocah”, sangat salah bagiku… Oh benar juga, penampilanku saat ini adalah bocah berumur 15 tahun.

“Selamat pagi. Aku baik – baik saja.”

Aku membalas pertanyaan mereka dengan senyum canggung, tipikal orang Jepang. Walaupun partnernya adalah seorang bapak bapak setengah baya, tetap saja mereka adalah manusia. Senyum itu gratis!

Pintu raksasa dibelakang kami terbuka selama percakapan kami berlangsung.

“Hai bocah, aturannya adalah tunjukan Identitasmu pada kami. Jika kamu belum memilikinya, bayar pajak dengan 1 koin perunggu.

APA!! Identitas diri di mimpi!
Kupikir akan cukup jika aku menunjukkan SIM yang ada di dompetku, tapi sepertinya akan menimbulkan masalah jadi kuputuskan untuk tidak menunjukkannya.

“Maaf, aku tidak memiliki kartu ID.”

Aku mengatakannya dengan jujur. Toh, jika aku tidak diperbolehkan masuk, aku bisa masuk secara diam diam, jika aku terperangkap maka aku akan lari. Aku sunggu bersikap egois didalam mimpi! Ya, Mimpi! Ini hanya sebuah mimpi!

“Apakah kau menghilangkannya? Kami bisa mengeluarkan ID baru untukmu hanya dengan satu koin perak, bagaimana menurutmu?”

Hey, hey, dapatkah kau membuatkan ID baru semudah itu??

Ada beberapa keping koin perak shiga di storage jika tidak salah.

“Baiklah, tolong buatkan ID baru untukku! Akibat raungan yang keras 8 hari yang lalu, kudaku kabur dengan membawa barang bawaanku. Aku tidak memiliki makanan sama sekali dan tidak menemukan sumber air dalam perjalanan kemari, aku bisa saja mati!”

JIka boleh memuji diriku sendiri bisa dibilang aku ini orang yang bicaranya halus~ Aku punya bakat alami sebagai penipu. Seakan – akan menjawab pembicaraanku di dalam hati:

>[Mendapatkan Excuse Skill]
>[Mendapatkan Deception Skill]
>[Mendapatkan Negotiation Skill]

Skill macam apa ini!!

“Kemarilah bocah!”

Paman prajurit itu menyuruhku ke pos penjagaan di sebelah gerbang.
Bahkan setelah mengeluh sebegitu hebatnya, paman prajurit itu tak menghiraukan ucapanku. Kekuatannya untuk mengabaikan orang sangat tinggi!

“Hanya untuk jaga – jaga, aku memastikan kau bukan termasuk di dalam daftar pencarian orang atau seorang pencuri, paham?
“Tentu saja.”

Aku salah satu anggota dari masyarakat yang bebas tindakan kejahatan~

“Letakkan tanganmu diatas batu Yamato itu dan sebutkan namamu.”

Paman itu menunjuk sebuah LCD dengan layar lebar didalam pos penjagaan. Ketika di Yamato, batu Yamato ini bisa membawaku kemana saja? Apakah aku bisa ke luar angkasa?
<Yamato yang disebutkan adalah referensi dari Space Battleship Yamato>

Aku harusnya menyebutkan nama karakterku kan~

“Satou.”

Setelah aku mengucapkan namaku. Muncul sebuah litograf menyinarkan cahaya berwarna biru, dan muncul beberapa kata.
Kata kata itu muncul dalam bahasa yang sama dengan pos penjagaan yang kutemui sebelum ini. Aku bisa membacanya terima kasih kepada skill Bahasa Shiga. Aku menginginkan English language Skill!!

“Bocah, kau bisa melepaskan tanganmu sekarang.”

Dalam litograf itu muncul, tertulis [Race: Human],[Level: 1],[Class: Commoner],[Affiliation: None],[Occupation Type: Management],[Title: None],[Skill:None],[Reward and Punishment: None].

Kenapa levelku berbeda?

Membuatku bertanya – tanya, paman prajurit itu dengan menulis apa yang ditampilkan dalam litograf itu ke atas kertas menggunakan pena yang terbuat dari bulu ayam. Sebagai tanda pengesahan, lembar itu di stempel, [Person Approving: Retainer of Earl Souryuu, Knight Soun], dengan cicinnya di atas tempat dimana namanya tertulis.

“Silahkan diambil, jangan sampai kau hilangkan lagi.”

Paman prajurit itu memberikanku ID dan aku memberikannya koin perak dan satu koin perunggu besar dari kantongku.

“Kau bisa menyimpan uangmu dengan benar. Bukankah kau sangat berhati hati! Jaga IDmu mulai sekarang.”

“Juga jangan lupa. Kau boleh bermalam disini selama 10 hari. Jika kau ingin tinggal lebih lama ajukan permintaanmu disini atau di balai kota. Dimanapun kau melakukannya, prosesnya membutuhkan 3 koin perunggu.”

“Jika kau tertangkap tidak memperpanjang kontrakmu selama pembersihan gelandangan, kau harus membayar 1 koin perak. Jika kau tidak bisa membayar, kau akan dijadikan budak.”

Penjelasan dari paman itu sangat jelas, seperti yang dia selalu lakukan.
Aku harus berhati – hati dan tidak boleh melupakannya.
Dari raja menjadi budak itu sangat menyedihkan! Sepertinya ini sama seperti yang terjadi di era Edo?

“Terimakasih banyak.”
“Ou, kau juga boleh datang ke pos penjagaan apabila mengalami masalah. Aku tidak akan meminta bayaran.”

Tampaknya bagus juga. Terimakasih, ksatria Soun.
Aku undur diri dari pos penjagaan dengan sopan.

Meskipun hanya sebentar aku didalam pos, tetapi jalan diluar sudah menjadi penuh orang dan rasanya seperti berada di padang pasir.

**

Ada area berbentuk setengah lingkaran beradius 20 m diantara gerbang dan keramaian kota. Entah itu digunakan untuk menghalau kericuhan atau untuk persiapan perang, aku tidak tahu.

Kertas ID ini terbuat dari kertas khusus yang sering dibuat di Jepang. Meskipun pemandangan dari kota ini tampak kebarat – baratan, perkamen ini bentuknya……. Apakah ini merupakan batas dari mimpi?

Aku melipatnya dengan hati – hati untuk kumasukkan kedalam kantong. Tentu saja aku memasukan ini kedalam folder Favorite di kantongku.

“Aku ingin mandi dulu sebelum ganti baju..”

Aku mencoba mencari petunjuk dimana adanya kamar mandi umum, tapi tidak bisa ditemukan. Mungkin namanya salah, atau bisa saja memang tidak ada kamar mandi di tempat ini. Jika memang begitu maka tidak ada pilihan aku harus memasak air dan mandi didalam kamarku nanti.

“Hei kau! Jika kamu belum mendapatkan penginapan, kemarilah! Aku akan menjamumu~!”
“A-Apa…”
“Tidak apa – apa, ditempatku yang paling murah—Tidak juga sih, tetapi banyak makanan enak dan tempat tidur yang bersih dan nyaman!”

Saat aku memikirkan bagaimana caranya mandi, tiba – tiba seseorang menarik tanganku dan aku sadar dari lamunanku. Seorang wanita canggung menarik tanganku sembari memeluk tanganku. Kupikir sepertinya dia sedang mempromosikan penginapannya, pemandangan yang sering tampak di festival campus di Jepang.

Aku ditarik olehnya kedalam bar, sambil merasakan sentuhan yang lembut disekitar tanganku. Karena aku memasuki bar dari jalan utama, terasa sinar mulai meredup saat masuk ke dalam bar.

“Ibu! Ibu! Aku membawa seorang pelanggan!”

Diluar kelembutan yang aku rasakan, aku akhirnya memutuskan untuk menginap disini saja. Yep, poyopoyo is justice!

“Pelanggan pertama sejak bintang jatuh, ya… hm? Dia sepertinya tidak membawa barang apapun, benarkah dia seorang pelanggan?”

Seorang bibi berbadan besar muncul dari tempat seperti kasir. Terlepas dari bentuk tubuhnya, dia wanita yang sangat cantik dan wajahnya sangat baik hati. Sepertinya dia berumur 30 tahun? Aku sangat menyesal memanggilnya bibi.

Mereka sebenarnya anak dan ibu yang memiliki wajah yang cantik, tapi mengapa mereka gendut! Jika saja mereka bisa lebih kurus 10 hingga 20 Kg, mereka akan masuk dalam listku!!

Aku hampir lupa dia seorang yang sudah menikah. Sebuah perselingkuhan hanya akan membuat mereka tidak bahagia.

“Karena apa, er, bintang jatuh? Barang barangku hilang karena dibawa oleh kudaku karena kejadian itu… untung saja dompetku tidak hilang, dan tiba tiba aku sampai di tempat ini~”
“Ohh… kasihan sekali. Penginapanku seharga 1 koin perunggu untuk satu malam. Jika kau tidak mau berbagi kamar dengan yang lain maka perlu 2 koin perunggu. Setiap pelanggan mendapat jatah satu kali makan. Ini adalah penawaran khusus.”

Aku tidak mengetahui harga pasar disini, maka mari kita lihat apakah satu koin besar perunggu dan satu koin perak bisa membayar sewa 10 malam.
Pemilik penginapan memiliki skill menghitung dan bersih – bersih jadi pasti harga yang kuhitung itu benar adanya.

“Aku akan menginap 10 malam kalau begitu.”
“Kalau begitu 2 koin perak.”

Aku mengeluarkan 2 koin perak dan memberikannya kepada pemilik penginapan.
Sepertinya 5 koin perunggu sama dengan 1 koin perak. Tampaknya hitungan pemilik penginapan itu benar juga.

“Bibi, dapatkah aku makan sekarang? Jika iya aku meminta porsi yang sedikit saja.”
“Jika kau mau bubur gandum, roti gandum, atau sayur – sayuran aku bisa mengambilkannya sekarang. Tapi jika kau ingin daging, toko masih belum menediakannya saat ini.”
“kalau begitu roti gandum dan sop hangat saja.”
“Baiklah, aku akan mengambilnya segera, duduk saja dengan tenang. Martha, tulis pesanannya di buku tamu.”

Bibi itu pergi menuju tempat yang tampaknya seperti tempatnya dan dapur menjadi satu, seorang gadis berbadan agak gembul tampak seperti aktris di drama sambil membawa buku catatan yang diikat dengan tali, Martha-chan.
Dia manis dan tampaknya seumur anak SMA, mungkin, tapi terlalu muda untukku.

“Baiklah aku akan menulis pesananmu, bisa kau sebutkan namamu?”
“Satou.”
“Baiklah Satou. Pekerjaanmu dan umur.”

Aku berumur 29 tahun seorang programmer. Tapi menurut Status di layar, aku berumur 15 tahun.

“Pengembara, 15 tahun.”
Martha menulis dengan hati – hati di buku catanannya. Kertas itu tampak seperti kertas berwarna kuning yang sering digunakan di Jepang untuk kaligrafi.
Saat Martha mencatat pesananku, ibunya muncul dan menyuruhnya untuk membersihkan lantai 2.

Sup bening dengan bumbu, kol, dan sayuran seperti wortel, dan sperti yang diberitahu sebelumnya, tanpa daging, tapi ternyata lebih enak dari yang kuduga. Terdapat 3 potong roti gandum berukuran 2 cm. Lebih keras dari yang kuduga, hampir sama keras dengan senbei. Sepertinya akan sangat mengenyangkan. Aku menggigitnya dengan penuh penasaran. Rasanya seperti makan penuh dengan SFX.

Rasanya sangat puas setelah sekian lama tidak memakan makanan sebenarnya, dan lalu aku bayar  seharga 1 koin perunggu. Biasanya dibayar dimuka.

Sepertinya, Martha dan ibunya menggunakan kata seperti jasa dan roti gandum seperti kata serapan seperti biasa, namun saat aku melihat bibir mereka, tampaknya mereka mengatakan kata yang lain. Nampaknya itu adalah kata-kata dalam bahasa Shiga.

>[Mendapatkan Lip Reading Skill]

…Ho~re, aku bisa menjadi mata mata atau semacam detektif sekarang~

Atau semacamnya….

“Bibi, aku ingin membeli semacam belanjaan dan beberapa baju ganti, apakah kau tahu toko yang bagus dimana aku bisa mendapatkannya?”

Sebenarnya aku sudah tahu dimana tempatnya, tapi terlalu banyak, dan aku malas jika harus memasukinya satu persatu.

“Jika kau ingin bahan yang bagus, ada seorang penjahit di tengah kota yang paling bagus. Di timur kota juga tidak kalah bagus, tapi jika kau ingin yang paling murah ada di sebelah barat. Jika kau punya uang yang banyak kamu bisa menuju ke toko kelas tinggi di tembok dalam, namun kau membutuhkan koin emas. Toko kelontong yang bagus ada di sebelah toko baju, jadi hitunglah kebutuhanmu dengan baik.”

“baik termakasih banyak. Aku akan menuju ke timur untuk itu, mungkin perlu sedikit waktu.”
“Baiklah, walaupun keadaan sangat baik di daerah timur, berhati hatilah dengan pencopet. Kadang kadang juga ada pekerja imigran dari daerah barat.”

“Ya, aku akan berhati hati.”

Aku meninggalkan penginapan dan berterimakasih untuk saran dari bibi itu.”
Sepertinya semakin tidak mungkin mengatakan ini sebuah mimpi. Tapi aku akan berusaha dengan baik!

Translator / Creator: GeuRae