October 11, 2016

DM Chapter 1-10: Let’s Dance With the Demon! [Final Part]

 

“Salam dari medan tempur, komentator dari pertempuran ini adalan Suzuki Ichirou, melaporkan keadaan disana, Satou.”

Mengharapakan mendapatkan skill lagi dengan tensi yang semakin meningkat, disini Satou.
Sembari berpura pura mati di balik mantelku, aku mengaktifkan banyak skill.
Aku tidak mengharapkan situasi seperti ini!

Baiklah, mari kita mulai “Let’s Dance With the Demon [Final Part]”!

**

Aku mengeluarkan pedang panjang dan memegangnya dengan 2 tanganku dari balik mantelku.
Diwaktu yang bersamaan para penyihir menyiapkan serangan balasan, setelah terlalu lama berdiri dibelakang formasi.

Fireball, Firestorm, Wind Blade, Lightning. Serangan kombinasi dari 3 sihir itu menyerang iblis di satu titik, bergantian satu sama lain, juga ada yang mengenaiku yang tampaknya membatu di dekat iblis itu.

Selanjutnya, serangan yang datang semakin banyak. Stone Buller, Sandstorm, Water Ball, Snowstorm.

Serangan yang paling terakhir datang adalah sebuah cahaya yang turun langsung dari langit.

>[Fire Magic Skill Acquired]

>[Wind Magic Skill Acquired]

>[Lightning Magic Skill Acquired]

>[Fire Resistance Skill Acquired]

>[Wind Resistance Skill Acquired]

>[Earth Magic Skill Acquired]

>[Water Magic Skill Acquired]

>[Ice Magic Skill Acquired]

>[Earth Resistance Skill Acquired]

>[Water Resistance Skill Acquired]

>[Ice Resistance Skill Acquired]

>[Light Magic Skill Acquired]

>[Light Resistance Skill Acquired]

Muncul di log dengan kecepatan tinggi.

Mungkin karena levelku yang tinggi sehingga damagenya tidak terlalu besar, tapi rasa sakit tetap saja rasa sakit.

Iblis itu sepertinya sepikiran denganku, dan menyerang balik dengan lightning magic ke para penyihir itu dengan lebih besar dari pada serangan mereka. Mungkin mereka sudah mendeteksi serangannya, para penyihir itu berlindung dengan barrier sebelum petir menyerang mereka.

Mantel dan perisaiku yang sebelumnya telah menjadi batu, aku hancurkan sekalian.

Tak jauh dari iblis itu, aku berdiri lalu dengan cepat melompat untuk memperpendek jarakku.
Membidik kepala iblis itu dengan pedang panjangku.
karena iblis itu memalingkan kepalanya, serangannya tidak terlalu efektif, tapi aku berhasil memotong salah satu tanduk dari kepalanya.

>[Two-Handed Sword Skill Acquired]

>[Helm Splitter Skill Acquired]

>[Air Battle Skill Acquired]

>[Weapon Destruction Skill Acquired]

Para prajurit itu menoleh sambil mengatakan sesuatu.
Mungkin mereka terkejut karena seseorang yang baru saja tekena serangan sihir bisa dengan tenang menyerang kembali.

Dengan rambut pirangku yang kumal bergoyang dibelakang dan topeng perak yang memantulkan sinar matahari, aku menghadapi iblis itu.
Aku pikir mantel dengan tudung itu cukup, tapi untung saja aku menyiapkan tambahan untuk penyamaranku sebagai jaga jaga.

Setelah mendapatkan serangan api yang bertubi tubi dari iblis itu akhirnya HPku berkurang 20 poin.

Aku memegang pedang panjang itu dan menaruhnya di pundakku. Sebenarnya tidak masalah untuk memegang pedang ini, tapi sedikit lebih susah untuk menyeimbangkannya karena terlalu berat. Bagus juga aku menjadi lebih muda, tapi tubuhku menjadi terlalu ringan dan ini menjadi kekurangan di medan tempur.

Saat ini, iblis itu terlalu dekat dengan para penyihir itu. Aku harus melakukan sesuatu untuk memancingnya keluar dari area pasar…

Jangan salah paham, ini bukanlah sebuah tindakan patriotik karena tidak ingin terjadi banyak korban. Alasanku cukup egois; serangan mereka memang melukainya, tapi akan sangat mengganggu jika mereka harus dihabisi.

Serangan iblis itu membuatku lepas dari pikiranku, berlari dengan cepat, sebuah cakar beracun menuju ke arahku!

Walaupun aku mencoba membuat iblis itu menjauh dengan pedang panjangku, sepertinya jarak yang terlalu dekat membuatku tidak bisa melakukan apa apa.

Aku melempar pedang itu kearah iblis untuk menangkis cakar beracunnya, dan mengambil kapak kecil dari dalam mantel dan menggunakannya untuk menyerang iblis itu.
Karena kapak itu menusuk lebih dalam dari yang aku kira, aku meninggalkannya dan menghindari serangan balik dari iblis itu.

>[One-Handed Axe Skill Acquired]

Dengan tangan kosong, aku telibat baku hantam dengan iblis itu sambil bersiap untuk mundur.
Kadang aku mengambil senjata yang ada diantara tubuh para prajurit untuk menyerang. Karena aku tidak mengaktifkan skill yang berhubungan dengan physical attack, seranganku terhadapnya mempunya damage yang lemah.

Haruskah aku menyelesaikan ini secepatnya?

Sebagian besar prajurit terluka di seluruh tubuhnya, hanya beberapa yang tidak terluka. Sudah tidak ada lagi tembakan yang tidak berguna dari para penyihir, sepertinya mereka kehabisan magic power.

Nampaknya bukan aku saja yang berpikiran untuk menghabisinya segera, dari gerbang kastil beberapa kuda muncul menarik sebuah meriam.

Aku memposisikan diri sebagai pengalih perhatian iblis itu dari gerbang hingga meriam itu siap.

Saat aku mendekati puing-puing aku menarik perhatian iblis itu, di balik puing-puing aku menggenggam senjataku. Aku meletakkan blacksmith’s hammer di pinggangku, dan memegang kapak dua tangan dan palu dikedua tanganku.

Tidak terlalu bisa digunakan namun karena STRku maksimal aku sangat berterimakasih, aku bisa memegang senjata itu dengan baik. Karena tampilanku sangat bengis, iblis itu menjadi sedikit tidak nyaman.

Aku melompat dari balik puing puing kereta kuda. Pertama tama aku menyerang dengan palu!
Iblis itu bertahan dengan 2 tangan tanpa terduga aku menyerangnya dengan kapak dua tangan dari arah yang berlawanan.
Kapak itu memotong, dan tangannya terpotong!

…Aku teringat salah satu adegan dari manga, adegan dimana salah satu tangan terpotong tapi bisa menyerang dengan kehendak sendiri. Mari kita berhati-hati terhadap tangan itu…

>[Two-Handed Axe Skill Acquired]

>[Two-Handed Hammer Skill Acquired]

>[Dual Wielding Skill Acquired]

>[Herculean Strength Skill Acquired]

Sepertinya situasi berbeda dari serangan dadakan, bertarung dengan palu menggunakan tangan satu cukup menyulitkan, aku menyerang dengan menggunakan kapak dua tangan.
Meriam itu masih belum siap.

Iblis itu mengehela nafas panjang.
Sihir!

Aku mendekatkan jarakku. Tapi, itu adalah gerakan yang buruk.

Iblis itu mengeluarkan nafas asam!

Walaupun aku sudah melihat serangan ini sebelumnya! Aku benar benar lupa jika dia memiliki serangan ini. Aku berlindung dengan kapak yang akhirnya rusak karena terkena serangan langsung, wig dan jubahku terbakar.

“Ouch, ouch, ouch!”

Aku menuju tempat terdekat yang bisa kugunakan sebagai pelindung, melempar jubahku dibalik patung perunggu, dan menggunakan jubah baru. Aku menggunakan pakaian orang biasa dibawah jubah itu ada juga lubah besar terdapat di baju itu.

Jika saja permukaan kapak itu tidak terlalu besar, wajahku pasti sudah terbakar..

>[Decay Resistance Skill Acquired]

>[Quick Dressing Skill Acquired]

Aku mengalokasikan [Decay Resistance] dan [Quick Dressing] dengan skill poin.

Aku ingin tahu variasi skill apa itu, aku ingin sebuah buku petunjuk.

Karena kapak itu tidak bisa lagi digunakan, aku membuangnya; aku mencoba menyerang dengan blacksmith’s hammer yang kuambil dari pinggangku. Karena tidak begitu efektif, aku meletakkannya kembali.

>[One-Handed Hammer Skill Acquired]

>[Blacksmith Skill Acquired]

Aku pikir membuat senjata sedikit berbeda dengan ini…

Sementara waktu, pemasangan Mariam itu sudah selesai, sepertinya akan membutuhkan sedikit waktu lagi agar siap menyerang.

Aku mengambil palu yang kubuang sebelumnya.
Tentu saja iblis itu juga berusaha menyerang lagi, tapi entah karena skill menghindarku atau aku sudah terbiasa bertarung, aku sampai pada titik dimana aku bisa memperhitungkan pertarungan ini.

Aku harus segera mengakhiri pertarungan ini…
Aku mengalokasikan poin ke [One-Handed Sword].

Sepertinya meriam itu selesai dan siap menyerang. Penyihir disamping meriam itu bersiap membacakan mantra.

Iblis itu sepertinya khawatir dengan meriam itu. Membuat kami di atas angin sekarang.
Iblis itu menyerang ke arah meriam sedangkan aku menghindar dari serangan ekornya!

Aku membuang palu berat itu, dan mengambil pedang yang tergeletak saat aku mengejar iblis itu.

Sang iblis, dengan mengandalkan agility dari tubuh besar itu, menghantam beberapa prajurit yang menghalanginya.
Prajurit berbadan besar dengan membawa tombak segera membentuk perlindungan tapi mereka segera menjadi mangsa cakar beracun.

Tapi iblis itu berhenti.

Saat iblis itu berhenti, aku langsung melompat kearahnya dan memotong satu sayapnya, lalu menusukkan pedangku ke kakinya dan membuatnya berlutut. Setelah mendapatkan sword skill, aku mengerti beberapa kemampuan berpedang. Iblis itu hana memiliki 30% HP.
aku menarik satu tangan iblis itu yang tersisa dan meletakkannya di tanah. Aku memotong tangan iblis itu juga kakinya, dengan tanganku yang satunya aku mengambil tombak milik prajurit yang mati untuk mengunci iblis itu ke tanah.

>[Fighting Skill Acquired]

>[Capture Skill Acquired]

Aku melihat ada seorang komandan di samping meriam itu yang menghitung waktu untuk meriam itu untuk menyerang.

Aku menghentikan gerakan iblis itu dengan tombak yg lain, dan memberinya tanda.

Komandan itu mengayunkan tangannya, diwaktu yang bersamaan, aku melompat dari daerah  sasaran.

Meriam itu menembakkan peluru besar dan meninggalkan luka yang sangat besar pada iblis itu.
Kemudian, serangan terakhir, kombinasi serangan sihir seperti sebelumnya.

Aku pikir apakah meriam itu bisa menyerang beberapa kali, serangan itu tidak mengakhiri hidup iblis itu. Penyihir juga tidak memiliki magic power yang cukup, karena tinggal 3 orang saja.

Aku bisa saja mengakhiri ini dengan pedang yang ditanganku tapi mari berikan penghargaan ini kepada mereka untuk membunuh iblis itu. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tidak menggunakan ini sebagai bentuk kepahlawanan; walaupun musuhnya iblis, aku tidak ingin membunuhnya dengan tanganku. Sangat bodoh memang, tapi aku bukan dari daerah sini yang kenal dengan peperangan dari dulu… Walaupun aku memakan daging dan ikan, aku tidak ingin membunuh.

Iblis itu menggunakan tangannya yang sudah tercabik cabik untuk melepaskan kuncian yang kubuat dan mengangkat tubuhnya dari tanah, meraung dan menghancurkan meriam dengan sihir petir. Apakah tidak ada yang bisa menggunakan barrier lagi?!

Kemudian penyihir yang tersisa menggunakan sihir untuk memangkas kekuatan (HP) iblis itu.
Lebih lagi, para prajurit turun dari kudanya dan menuju ke iblis itu dengan pedang mereka yang panjang siap menghunus.

…Semua akan segera berakhir setelah mereka menyerang bersamaan, huh. Amin~

Akhir dari pertempuran ini sudah bisa ditebak, tapi iblis itu tidak mau menyerah sama sekali.

Tangan iblis itu yang diserang oleh para prajurit menusuk tubuhnya sendiri, menarik jantungnya yang berwarna merah darah. Jantungnya yang keluar dari tubuhnya berdetak lebih kencang. Bersamaan dengan gerakan yang mengerikan, sebuah cahaya muncul.

Para ksatria mencoba untuk menghancurkannya, tapi mereka tidak sempat.

Dengan suara yang sangat keras, jantung itu meledak!

Cahayanya mulai meredup, beberapa penyihir yang menyiapkan barrier menjadi mayat ditumpukkan. Hanya tersisa separuh tubuh dari iblis itu. Tanah di sekitar iblis itu terukir seperti bentuk kipas angin menuju ke kastil, gerbangnya sendiri hancur berkeping keping.

Mayat iblis itu jatuh dan berubah menjadi debu hitam.

Aku bersembunyi didalam gang selama keributan terjadi.

>Title [Combat-Ready] Acquired

>Title [Skilled Warrior] Acquired

>Title [One Who Dances With Demons] Acquired

>Title [Hero] Acquired

… Nampaknya jang terakhir itu hanyalah sebuah sindiran.

Translator / Creator: GeuRae