December 8, 2016

DM Chapter 3-6: Hero and the Taboo Girl

 

Di sini Satou. Hero adalah makhluk yang cuma berada di game, hanya satou yang berpikir seperti itu.

Berapa banyaknya game di luar sana dengan Hero di dalamnya….

“Begitu, jadi yang kedua adalah Hero dari kekaisaran Saga.”

Aku tidak mau berurusan dengannya. kalau aku secara tak sengaja berhubungan dengan dia, aku bisa terbawa-bawa urusan pemusnahan Demon Lord.

“Ya, dengan wajah yang tidak mencerminkan umur 18 tahun,walaupun cukup tampan, dengan bulu-bulu yang ada disekujur tubuhnya yang macho.”

“Hei, aku tidak perduli dengan penampilannya, aku mau tau sifatnya.”

“Dia adalah Lolicon akut, ketika kita pertama berjumpa, 『YES! Lolita, NO! Touch』., dia sering berteriak itu, dan tak jarang dipukuli oleh pelayan wanita miliknya.”

Kata Arisa dengan mata memutih, nampak sedang mengingat masa lalu.

“Isn’t he the same kind as you (shota)?”

“I used to be like that a long timeago, but it’s different now! I’ll whisper with all my might that I love boy now!”

“Bukankah dia sama denganmu (shota)?”

“Aku dulu seperti itu, tapi sekarang sudah berbeda! aku akan berbisik dengan sekuat tenaga, aku sekarang suka laki-laki dewasa!”

Tolonglah, ga usah berbisik….

“… Atau, karena kamu suka bocah laki-laki (shota), bukankah umur 15 tahun diluar jangkauanmu?”

“Araa, itu tidak benar! Maksudku, kamukan juga belum tumbuh jakun, dagumu juga sekarang masih halus, bahkan suara kamu juga belum berubah kan? Dan aku baru saja melihatnya, bahkan kakimu juga belum tumbuh bulu, benar-benar mulus!!!

Arisa menendang selimutnya saat dia berdiri dan membela dirinya.

Oi, aku bisa melihat semuanya ituuuu, tolong jangan berdiri dan bergaya saat kamu sedang telanjang. Atau, kalau bisa tolong pakai bajumu.

“Oke-oke, aku mengerti pemikiran kamu, tapi tolong pakai baju, jangan sampai aku perintahkan.”

“Iyah iyah, aku tauuu.”

Dia begitu bersemangat sampai nafasnya tersengal-sengal saat sedang memakai baju. Dan kalau kamu sudah selesai, tolong jangan duduk di pangkuanku.

Aku merasa kesucianku terancam….

“Pembicaraan ini melantur terlalu jauh, aku tanya sifatnya, bukan tipe wanita yang dia sukai.!!”

“oh iya~ Dia itu orang yang pikirannya hanya demi membela kebenaran saja? Kalau ada orang yang berkata [ Itu adalah Kejahatan], dia akan segera menghadapinya tanpa ragu, seperti inilah sifat dia. Biasanya selalu ada petugas wanita yang memakai kacamata di sisinya, tapi karena wanita itu dibutuhkan untuk mengurus tata negara, sepertinya wanita itu tidak akan ikut dalam peperangan.”

Ini adalah salah satu tipe kelemahanku. Aku punya teman yang seperti ini, tipe yang akan membawa aku ikut dalam masalah, tanpa memperdulikan keadaanmu. Sepertinya aku sering bertemu tipe seperti ini…

“Karena dia termasuk Hero,pasti dia kuat kan?”

“Sepertinya begitu~ Aku tidak pernah melihatnya bertempur, tapi sepertinya dia sudah level 50 saat pertama kali disummon.”

“Apakah kamu tidak memeriksa skill dia, saat bertemu?”

“Tentu saja aku periksa, terakhir dia level 61, dengan kebanyakan skill pedang dan tombak dan berbagai macam skill lainnya. Kalau kau tertarik, aku bisa menuliskan skill apa saja yang aku ingat untuk Tuan.”

“Ya, aku berterima kasih banyak.”

Aku akan membeli kertas dan pena saat fajar tiba.

“Tapi, aku tidak tahu skill uniknya yah?”

“Kamu tidak bisa melihatnya dengan Status Check?”

“Yap, aku ga bisa. Sepertinya ini adalah kemampuan daei Holy Armor yang diberikan Kekaisaran Saga. Aku juga tidak mengerti kenapa dia menyembunyikan skill miliknya.”

Benar, ini adalah masalah biaya, ataukah dia sengaja menyembunyikan skillnya agar musuhnya lengah?  Sepertinya tidak ada alasan untuk memikirkan hal ini sekarang.

“Tapi orang itu memberikan aku ssdikit petunjuk, apakah tuan mau mendengarnya?”

“Ya, tentu saja.”

“Skill unik aku adalah kontradiksi, itu yang dia bilang.”

Begitu saja? tetap kurang berguna~Arisa tertawa sambil mengatakannya.

Kalau dia seperti Han Feizi maka tidak apa-apa, tapi kalau pemikiran kami tidak cocok maka kemampuan dia akan menjadi permasalahan.

Oke, kalau kita bertemu dalam situasi dimana harus bsrtempur, lebih baik aku lari sekuat tenaga!

Aku tidak diuntungkan dengan peperanagn di pangkuanku.

Karena dia terlihat seperti anak-anak, tidak baik memukulnya. Walaupun kalau dia mencoba untul lompat naik, aku berniat untuk menangkap dan melemparnya…

Arisa sedang berpura-pura tertidur dan bersandar padaku.

Tuan, apakah sudah semuanya yang tuan ingin tanyakan?”

“Hei, kamu merusak karakternu tahu..?”

Arisa membelai daguku dengan jemarinya.

“Kakak, aku sudah mengantuk. apakah kakak mau memelukku sampai pagi hari?”

“Licik sekali..”

Aku mengangkatnya dari pangkuanku dan meletakkannya disebelah Lulu.

“Aku baru ingat, sejak kapan kamu tahu identitas aku?”

“hmm, kalau boleh bilang, dari pertama kita bertemu.”

Aku terkejut, aku pikir sudah menyembunyikan dengan baik.

“Karena kamu mempunyai muka orang jepang, aku sudah menebak dari pertama.”

“Bukankah itu bukan bukti yang kuat?”

“Yang kedua adalah 『Itadakimasu』. Tidak ada kata seperti ini didunia sekarang.

Arisa mengacungkan dua jari sambil berbicara.

“Yang ketiga adalah 『Protein』. Hal mengenai nutrisi hanya keluar dibeberapa buku sejak era Yamato-san, kebanyakan orang tidak mengetahui hal ini. Dan juga, aku mengatakan 『Protein』dalam bahasa jepang, tapi kamu mengacuhkannya, betul ga?”

Aku ceroboh…

Yang keempat,,”

“Masih ada lagi..?”

“Ini yang terakhir kok. Saat aku mengatakan berasal dari jepang, bukankah kamu terlihat sedih? Kamu harusnya menebalkan wajahmu dan bertanya kembali, apa itu Jepang?”

Jadi, aku benar-benar tertangkap basah…..

“Maaf, masih ada satu lagi…!”

Dia menunjuk kearah celana dalamku. “Celana pendek yang terbuat dari bahan sintetis dengan panduan cucian yang dijahit disampingnya, Tidak ada benda semacam ini didunia sekarang.” dan dia tertawa terbahak-bahak.

“Selanjutnya, jelaskan isi Item Box kamu. Akan berbahaya kalau aku terbunuh saat sedang tidur kalau kamu mempunyai pisau atau racun di dalamnya.”

Aku tidak lupa untuk memeriksa adanya kemungkinan yang berbahaya.

“Umm~Buku yang berhubungan dengan『Mind Magic』ada lima.”

Dia meletakkannya pada kasur

“Kalau kamu menjual buku-buku ini, bukankah cukup untuk menebus dirimu sendiri?”

“Barang milik budak, kalau diambil maka habislah sudah. Lagipula, kalau mereka mengetahui kalau isinya mengenai sihir pikiran yang ditakuti ini, entah apa yang akan mereka lakukan…”

“Kalau begitu, bukankah lebih baikn kalau mempelajari sihir yang lainnya?”

“Hanya ini saja yang tersedia, kalau ada sihir lain yang aku inginkan, aku harus belajar sendiri dari awal.”

Aku juga mengetahui perasaan itu..

“Sisanya hanya teko air yang tadi dan beberapa pakaian, apakah aku harus mengeluarkannya juga?”

“Ah, keluarkan saja, tapi tekonya ga usah.”

Kepalaku jadi pusing saat melihat baju-baju Arisa. Kimono, baju Sailor, dan kostum Maid yang belum selesai… Sepertinya semua pakaian ini adalah hasil jahitan sendiri. Dia tidak mempunyai skill ini, mungkin memang keahlian dia pada dunia sebelumnya.

Aku hanya melihat sekilas pada judul yang ada di buku sihir itu, dan membiarkan semua benda-benda ini kembali kedalam Item Box.

“Tuan tidak akan mengambilnya…?”

“Aku akan membacanya lain kali, tapi aku ga ada niat untuk mengambilnya.”

Aku berkata pada Arisa yang nampak sesikit gelisah dan terkejut

Aku bakan dicap sebagai orang mesum, kalau membawa-bawa Baju sailor dan seragam maid milik gadis kecil.

Setelah menenangkan diri beberapa saat, aku menanyakan pertanyaan terakhir.

“Kenapa kamu membuat aku membeli Lulu juga?

“Karena dia adalah kakakku, Lulu adalah kakak tiriku.”

“Karena itulah kalian ingin bersama yah…”

Arisa menuju ketempat tidurnya dan membelai rambut Lulu dengan sedih, dan berkata

“Bukan hanya itu, Tuan tidak akan menghina Lulu atas penampilannya kan? Bahkan dikota asal kami, para pelayan sering ngomongin betapa jeleknya dia dibelakangnya.”

“Walaupun dia secantik ini…. ?”

“Aku juga berpikir begitu, Aku juga dalam keadaan yang sama. Apakah tuan pikir, kalau rambut dan mataku yang berwarna violet ini sedikit tidak wajar?”

Arisa mengangkat rambut dengan kedua tangannya dan menatap kearahku.

“Ahh, aku tidak pernah melihatnya, kecuali modelnya seperti cat rambut nenek-nenek.”

“Ja… jangan samakan aku seperti itu!”

Arisa mulai cemberut, tapi segera bangkit dan melanjutkan perkataannya.

“Rambut dan mata berwarna violet dianggap membawa pertanda buruk, walaupun hanya ada beberapa orang yang mengetahui alasannya, Setiap terjadi sesuatu yang buruk, kami selalu dituduh sebagai penyebabnya.

Karena inikah dia belum terjual? Isher [Witch of the Lost Kingdom] title yang dia miliki ini, apakah berdasarkan rambutnya…?

“Apakah kamu dapat memberitahuku alasan, mengapa kamu sampai menjadi budak? Ini bukanlah perintah. Kalau kamu tidak ingin memberitahukannya, kamu tidak perlu menjelaskan.

Arisa nampak sedikit tertegun, tapi perlahan-lahan, dia mulai berbicara…..

Translator / Creator: penjudi cinta