May 27, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 8

 

Onwards to Dragon Valley

Pemuda kecil itu mengangguk berulang kali. “Aku pasti tidak akan berani melakukan itu lagi. Terima kasih telah memaafkanku.”

Aku melambaikan tanganku padanya. “Sudahlah, kau bebas pergi sekarang. Berhati-hatilah saat kau keluar dan hindarilah terlihat oleh orang-orang kota. ”

Pemuda kecil itu tiba-tiba berlutut di hadapanku dan dengan tulus berkata, “Guru, tolong angkat aku sebagai muridmu. Aku bersedia mengikuti langkah kakimu. Aku berharap dapat mempelajari mantra sihir lebih dalam.”

Aku membantunya berdiri dan menjawab, “Aku juga masih seorang murid. Bagaimana bisa aku menjadi gurumu? Terlebih lagi, sihirku tidak sesuai dengan milikimu. ”

Setelah pemuda kecil itu mendengarkan kata-kataku, dia berlutut sekali lagi dan terus-menerus mengemis agar aku mengangkatnya sembari ia meneteskan air mata.

Aku tidak tahan. Sepertinya anak nakal ini cukup pintar. Sebagaimana ia tahu bagaimana cara menggangu seseorang sampai sejauh ini? Tiba-tiba aku mendapat ide dan berkata, “Kau berdirilah dulu. Setelah kau berdiri, aku akan mengatakan keputusanku. ”

Pemuda kecil itu bergegas menjawab, “Apa keputusannya? Cepat beritahu aku.”.

Aku tersenyum dan berkata dengan cermat, “Aku akan memberimu surat. Kau kemudian pergilah ke Royal Advanced Magic Academy untuk menemukan Ma Ke Sai De yang telah kau tiru untuk menjadi mentor sihirmu. Kau menggunakan sihir yang sama dengannya, api dan angin. Akan lebih cocok baginya untuk menjadi gurumu. ”

Pemuda kecil itu tertegun dan bertanya, “Apa itu benar-benar akan berhasil?”

Aku tertawa dan menjawab, “Kenapa tidak berhasil? Dia adalah adikku. Jika dia tidak mendengarkanku, aku akan memukulinya setelah aku kembali. Kau santai saja dan serahkan padaku. Siapa namamu? ”

Pemuda kecil itu terkejut dengan kata-kataku dan menjawab, “Aku adalah Zhen Fan Ren, dan aku berusia 16 tahun.”

Aku menjawabnya, “Baiklah! Tolong tunggu sebentar. Aku akan menulis surat untukmu sekarang.” Setelah mengatakan itu, aku mengambil pena dan dengan cepat menulis sebuah surat pada Ma Ke. Yang isinya pasti untuk ancaman dan membujuknya untuk menerima ini.

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada pemuda kecil yang merasa bahagia ini, aku bergegas mengemasi barang bawaanku dan bersiap untuk pergi.

Aku terjungkal setelah membuka pintu depan karena di luar dipenuhi orang. Mereka ada di sini karena gadis itu. Dia tidak lagi jahat dan berkata dengan lembut, “Karena anda menang melawaku, aku bersedia menikahi anda.”

‘Sial! Sial! Aku dalam masalah lagi. ‘

Aku menyeka keringat dingin dari dahiku dan menjawab, “Anda tidak perlu melakukannya. Anda tidak perlu membuat keputusan seperti itu. Aku juga tidak menang melawan anda. Aku sudah memiliki tunangan. Aku berangkat dulu.” Setelah mengatakan itu, aku menggunakan teleportasi untuk pindah ke bagian belakang kerumunan dan lari dari penginapan seakan-akan aku sedang terbang.

Saat berlari ke jalan-jalan utama, pemandangan itu terlihat agak lucu. Aku berlari di depan dengan sekelompok orang yang berusaha mengejaku. Aku tidak menjelaskannya kepada mereka dan bahkan jika aku harus menjelaskannya, itu tidak akan mudah. Aku tidak peduli apabila menyinggung banyak orang dan menggunakan energi dibawah kakiku untuk dapat bergerak cepat. Aku menggunakan energi pada punggungku hingga menjadi secepat kilat dan membuat diriku seperti anak panah yang ditembakkan.

Ini adalah pertama kalinya aku terbang keluar seperti ini. Kecepatan perjalanannya sangat cepat saat aku meninggalkan kota kecil itu dalam sekejap.

Setelah mendarat, aku menghirup beberapa udara dan memukul diriku sendiri sekali sebelum bergumam, “Siapa yang menyuruhmu untuk begitu bersusah payah sehingga kau hampir terjerat dalam masalah lain? Aku bahkan belum selesai dengan Mu Zi dan Hai Shui. Jika aku menambah masalah lagi, aku tak perlu lagi hidup. Ayo cepat pergi!” Yang tidak aku ketahui adalah bahwa masalah yang aku hadapi ini akan menimbulkan masalah besar di masa depan.

Setelah sampai di perbatasan, aku masuk ke Sky Province. Provinsi ini adalah yang terbesar di kerajaan, dan ini menguasai seluruh sisi barat kerajaan dalam 6 distrik.

Aku kurang istirahat selama dua hari ini karena aku takut orang-orang itu akan menyusulku. Seharusnya tidak ada masalah sekarang. Aku perlu memanjakan diri sedikit. Setelah aku melihat sebuah penginapan yang tampaknya memiliki bar di pinggir jalan, lantas aku masuk.

Pelayan berjalan mendekat dan bertanya, “Tuan, berapa banyak yang akan datang?”

“Cuma aku saja.”

“Oh, mari ikut saya.” Pelayan membawaku ke posisi yang berada di sudut namun bersih. Saat aku mengamati tempat itu, memang tidak banyak orang. Hanya ada beberapa orang yang duduk di beberapa meja.

Pelayan tersebut menyerahkan sebuah menu, sebelum bertanya, “Apa yang ingin anda pesan?”

Setelah melihat menu, hanya ada beberapa jenis wine dan minuman. Aku mengerutkan kening dan bertanya, “Apa anda tidak memiliki makanan di sini?”

Pelayan itu mengangguk. “Kami punya, akan tetapi hanya sederhana saja.”

Karena aku harus makan sesuatu, aku memesan segelas besar jus buah dan beberapa hidangan utama yang berkelanjutan. Setelah itu, aku memakannya.

Setelah aku kenyang makan dan minum, aku meminta pelayan untuk memberikan tagihan dan memberikan kembaliannya padanya sebagai tip.

Aku bertanya kepadanya, “Kawan, tahukah kau apakah ada Dragon Valley di Sky Province ini?”

Awalnya, aku tidak banyak berharap, tapi secara tak terduga dia menjawab tanpa ragu, “Tentu saja, saya tahu. Ini adalah pemandangan di Sky Province kami. ”

“Pemandangan?”

“Benar! Dragon Valley terletak di luar Pagoda City tidak jauh dari sini di Cloud Mist Mountain Range. Wilayah itu terselimuti kabut sepanjang tahun. Wilayah Cloud Mist Mountain Range sangatlah luas. Namun, kebanyakan orang tidak akan terlalu jauh masuk ke dalam dan hanya bermain di pinggiran luar pegunungan. Pemandangannya sangat menawan, terutama pemandangan langitnya. Anda tidak perlu mendaki terlalu tinggi untuk dapat menikmatinya. Saya juga pernah ke sana. Tempatnya sangat indah. ”

Aku bertanya dengan heran, “Kenapa kamu tidak masuk?”

Pelayan lalu menjelaskan, “Terlalu berbahaya. Ada desas-desus bahwa itu di Dragon Valley terdapat naga asli. Terkadang, raungan naga yang keras juga bisa terdengar. Ada banyak orang yang ingin memeriksanya pada awalnya untuk mencari jejak naga. Namun, tidak peduli berapa banyak orang yang masuk, mereka akan selalu mengatakan bahwa tempat itu di dalamnya seperti labirin besar. Setelah berbelok ke sana kemari, mereka selalu berjalan keluar. Terlebih lagi, masih banyak orang yang masuk dan tidak keluar. Setelah jangka waktu yang lama tempat itu menjadi sebuah misteri. Tidak ada lagi orang yang masuk untuk mencari naga. Apakah anda akan menuju ke tempat tersebut? ”

Aku mengangguk. “Benar! aku ingin melihat-lihat. Bisakah kamu memberitahuku arah ke tempat itu? ”

Pelayan itu dengan ramah berkata, “Tentu saja anda bisa. Namun, tolong jangan berkelana terlalu dalam di dalamnya karena keamanan adalah hal yang paling penting. Anda hanya perlu langsung menuju jalan utama untuk menemukan Pagoda City. Setelah sampai di sana, anda akan melihat hamparan pegunungan tinggi di sisi barat kota, dan itu adalah Cloud Mist Mountain Range.”

Aku tertawa kecil. “Terima kasih kawan. Aku akan pergi sekarang.” Aku tidak pernah berpikir bahwa akan mudah untuk menemukan lokasi Dragon Valley. Aku sedikit gembira dan juga sedikit kesal, karena aku akan berpisah dengan Xiao Jin.

Setelah meninggalkan penginapan, aku berjalan sesuai arahan pelayan, menuju Pagoda City.

Translator / Creator: Kaho