May 26, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 7

 

Regret

Aku tertawa kecil, “Kau sebut ini bola api? Kalau kulihat-lihat, ini cukup untuk memasak nasi. Kau bisa memilikinya kembali.” Bola api di lemparkan kembali dengan kecepatan dua kali lebih cepat.

Melihat bola api yang melaju cepat, wajah pemuda itu menjadi hijau. Menyerang dengan sihir sebelumnya telah menghabiskan banyak energinya. Kekuatan bola api ini, dia menyadari dan berusaha menghindarinya, tapi laju bola api terus berubah sehingga dia tidak tahu caranya. Dia menggertakkan giginya lalu mengeluarkan pisau angin dan berusaha untuk membelah dua bola api tersebut.

Aku menganggukkan kepalaku ketika melihatnya menggunakan pisau angin yang tak begitu buruk. Posisinya sangat bagus, tapi kekuatan sihirnya masih kurang.

“Pu!” bola api dan pisau angin menghilang bersamaan. Wajah pemuda kecil itu menjadi putih pucat. Sudah jelas bahwa dia telah menghabiskan banyak kekuatan sihirnya.

Aku tersenyum sedikit dan berkata, “Apakah kamu masih ingin bertarung?” Karena meniru Ma Ke bukanlah sebuah pelanggaran besar, maka tidak perlu menyakitinya. Itu sudah cukup membuatnya mengaku kalah dan turun.

Pemuda kecil itu tercengang dan menjawab, “Apa kau benar-benar murid dari Royal Magic Academy?”

Aku mengangguk. “Tentu saja, bahkan Ma Ke pun tidak akan menjadi lawanku jikalau dia memang benar disini, apalagi kau. Aku tidak ingin menyudutkanmu, tapi bisakah kau beritahu aku kenapa kamu berpura-pura menjadi Ma Ke? ”

Pemuda kecil tersebut dengan sedih menjawab, “Karena tidak mungkin mengalahkanmu, aku mengaku. Ayo turun dan kita berdiskusi lebih lanjut.” Dia menoleh ke hakim dan berkata,”Aku menerima kekalahanku.” Setelah mengatakan itu, dia yang pertama turun dari panggung.

Ketika aku akan turun panggung juga, sebuah suara lembut terdengar, “Pahlawan muda, mengapa anda tidak terus berkompetisi setelah mengalahkan lawan anda?”

Aku terkejut dan melihat dari mana suara itu berasal. Suara itu berasal dari gadis di daerah tempat tamu kehormatan. “Sebelum aku naik ke atas panggung telah kujelaskan, dengan jelas kukatakan bahwa aku berada disini tidak untuk menikahi seseorang jadi tidak perlu terus bertanding.”

Suara gadis itu terdengar sangat marah, “Apa menurut anda kami hanya bermain-main saja disini? Bila anda ingin datang, anda datang. Bila anda ingin pergi, anda pergi. Ijinkan aku mengetahui kemampuanmu!” Setelah dia mengatakan itu, dia melemparkan pisau angin ke arahku.

Bagaimana dia bisa begitu tidak beralasan? Aku tahu bahwa aku seharusnya tidak ikut campur dalam hal ini. Aku harus segera keluar dari sini. Setelah menepis pisau angin, dengan sengaja aku berkata, “Jika wanita muda itu terus bersikap tidak sopan, jangan salahkan aku karena bersikap tidak sopan.”

Gadis itu tidak menanggapi. Dia melancarkan begitu banyak mantra angin dan api hingga menutupi langit dan menyelimuti bumi.

Sepertinya tidak mungkin untuk tidak mempertunjukkan kekuatanku.

Aku menghela nafas dan membaca mantraku. “Elemen cahaya yang maha dahsyat, aku mohon padamu untuk meminjamkanku kekuatan Dewa tanpa batas dan jadikanlah pedang yang sangat besar untuk melenyapkan segala sesuatu yang ada di hadapanmu, Light Sword!” Orang-orang di tempat penonton langsung melihat pemandangan yang aneh. Aku perlahan terangkat dari tanah. Tubuhku menyala dengan sinar cahaya emas. Terlihat dengan jelas cahaya emas di sekelilingku. Semua mantra sihir gadis itu lenyap sejauh lima meter dariku.

Aku mengangkat kedua tanganku di atas kepalaku dan meletakkan kedua telapak tanganku. Semua sinar cahaya terkumpul di tangaku. “Aku akan membiarkan anda melihat sihir yang sesungguhnya.” Setelah berbicara, sebuah pedang cahaya besar tertahan di kedua telapak tanganku. Sihir ini adalah mantra buatanku yang paling baru. Sihir ini menggunakan Light Severing Sword sebagai fondasinya dan dikombinasikan dengan teori Guru Di untuk mengeluarkan pedang dari kekuatan sihir yang terkumpul. Aku belum mencobanya, jadi kesempatan bagus untuk menakut-nakuti orang.

Wajah gadis di hadapanku jadi kosong. Tudung yang menutupi wajahnya juga terjatuh. Dia memiliki rambut merah tua dan kulitnya yang indah; dengan mata yang besar dan tubuhnya yang ramping, penampilannya sepadan dengan Hai Shui. Orang-orang dari daerah tamu terhormat berteriak serentak, “Mohon kasihanilah!”

Namun, sudah terlambat karena Light Sword telah dilancarkan. Apa yang akan diserang bukanlah gadis tersebut, melainkan pusat arena.

Setelah Light Sword menghilang dari tengah arena, tidak ada perubahan pada tanah. Gadis tersebutpun tersentak dari ketakutannya dan berkata mengejek, “Jadi, ini hanya tipuan. Hmph! Aku tahu anda tidak mampu. ”

Aku tertawa dan menjawab, “Aku sarankan agar anda bergerak mundur. Jika tidak, jangan salahkan aku akan akibatnya.” Setelah aku mengatakan itu, seluruh tanah berguncang. Juri itu pun segera memegang tangan gadis itu dan membawanya pergi.

Aku menggunakan Radiant Binding Array di sekitar arena sebelum menggunakan teleportasi untuk berada di samping pemuda kecil itu dan berteriak, “Semuanya, tolong mundur agar tidak terluka.” Setelah berteriak, aku melepaskan seluruh energi pada kakiku dan dengan cepat meninggalkan arena.

Suara yang luar biasa terdengar di belakangku. Jika aku melihat apa yang terjadi, aku akan terkejut. Arena yang seluas lima ratus meter persegi telah terbelah dua. Light Binding Array telah dipenuhi dengan debu. Aku beruntung arena itu cukup besar. Jika tidak, Light Binding Array tidak akan mampu menahan kekuatan ledakan.

Aku tidak peduli dengan efek sampingnya dan dengan cepat membawa pemuda kecil ke penginapan.

Aku membiarkan dia duduk sebelum menuang air untuk diriku sendiri. Setelah minum seteguk air, aku berkata, “Ceritakan apa yang terjadi?”

Pemuda kecil itu menatapku dengan sedih.

Bagaimana mungkin aku tidak tahu apa yang dipikirkannya? Aku berkata sambil tersenyum, “Jika kau berbicara dengan jujur, aku tidak akan mempermasalahkanmu.”

Pemuda kurus itu tertawa canggung, “Jadi, keluargaku adalah pedagang lokal. Ayahku, demi agar aku memiliki masa depan yang baik, memintaku belajar sihir. Tahun lalu, ketika Royal Advanced Magic Academy merekrut siswa, aku ikut serta, tapi tentu saja aku gagal. Pada waktu itu, tepat ketika aku ingin pergi, seorang penyihir api memberikan materi tentang sihir dan bahkan menunjukkan beberapa mantra tingkat tinggi. Aku merasa sangat iri. Aku bertanya kepada orang-orang di sekitarku dan mengetahui namanya adalah Ma Ke, salah satu dari sepuluh murid terbaik di sekolah tersebut. Beberapa hari terakhir ini, aku melihat ada kompetisi perkawinan penyihir di sini, dan karenanya ide menggunakan identitas Ma Ke untuk dapat segera memenangkan kompetisi. Begitulah tentang keadaan yang anda lihat hari ini. ”

Dengan penasaran aku bertanya, “Tidakkah kau takut seseorang melihat tindakanmu ini?”

Pemuda mungil itu tersenyum kecil dan menjawab, “Bagaimana aku tidak takut? Bagaimanapun, wanita muda itu terlalu cantik. Apalagi orang-orang yang berasal dari Royal Magic Academy memiliki reputasi tertinggi di bidang ini jadi aku memutuskan untuk mengambil risiko dan mencobanya. Siapa sangka aku akan bertemu dengan anda? ”

Setelah mendengar ceritanya, aku tertawa terbahak-bahak. Jadi, itu karena anak nakal ini terpesona.

Setelah tertawa, aku serius mengatakan kepadanya, “Aku akan membiarkanmu pergi kali ini. Namun, jangan meniru identitas orang lain lagi. Jika kau bertemu dengan seseorang yang tanpa alasan menyerang titik lemahmu dan memerasmu, aku khawatir kau akan menderita di tangannya.”

Translator / Creator: Kaho