May 24, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 6

 

Meddling in Others’ Business

Benar-benar ada banyak orang. Meski tubuhku kuat, aku masih berusaha keras mencapai garis depan. Meskipun masih ada orang di depaku, aku masih dapat dengan jelas melihat situasi yang ada di hadapanku dengan tubuhku yang tinggi.

Arena itu berukuran setidaknya 500 meter persegi yang memiliki tali di sekelilingnya. Ada area lain di sampingnya untuk tamu terhormat, yang ada sepuluh orang didalamnya, dan mereka tampaknya adalah juri dan keluarga tuan rumah. Ada seorang gadis yang penampilannya terselubung dengan kain katun tipis. Memiliki postur tubuh yang bagus dan terlihat agak samar, dia benar-benar cantik. Dia sepertinya adalah anak perempuan dari pria besar yang terlihat mempesona yang duduk di sisinya, yang kemungkinan adalah kepala kota.

Di arena, ada dua penyihir yang bertarung. Setelah melihat kekuatan sihir mereka secara jelas, kekuatan mereka terlalu lemah dibandingkan dengaku. Mereka berada pada tingkat Mage Intermediate. Saat ini, fireball salah satu lawan melawan wind blade lawannya; Tampak pertarungannya cukup sengit.

Tidak mengherankan mengapa tidak ada hasil setelah berhari-hari karena mereka hanyalah penyihir pemula. Jika ada peserta dari Royal Advanced Magic Academy kami, mereka mungkin akan langsung menang dan berhadapan dengan si cantik itu.

Karena kekuatan lawan yang lemah, minatku menurun drastis.

Penyihir angin menang pada saat itu, menggunakan serangannya yang cepat dan untuk meraih kemenangan dengan cepat.

Dari area tamu terhormat, seorang pria tua mengenakan jubah sihir keluar dan mengumumkan, “Penyihir Angin Tian Di telah menang. Masihkah ada pahlawan muda yang ingin berkompetisi dengannya? ”

Hanya seperti itu, setelah mereka menyelesaikan tiga sampai empat pertandingan, tidak ada orang yang berhasil menang dua kali berturut-turut. Ini tidak ada artinya. Kedua pesaing di arena mengalami cedera serius, dan dengan demikian pertandingan berakhir. Persaingan tingkat rendah membuatku kehilangan minat. Tepat saat aku hendak pergi, tiba-tiba angin sepoi-sepoi berlalu. Muncuk sosok seseorang di arena.

Saat aku memusatkan perhatian padanya, dia adalah pemuda kecil yang tidak menjawab pertanyaanku sebelumnya. Dia benar-benar berbeda dari sebelumnya. Dia membusungkan dadanya yang tidak begitu kuat dan dengan angkuh berdiri di tengah arena. Dia mengenakan jubah sihir yang luar biasa. Yang mengejutkanku adalah bahwa jubah sihirnya benar-benar memiliki lima bintang di atasnya. Ini pertanda bahwa dia adalah seorang Magic Scholar.

Semua orang terkejut dengan pakaiannya. Penyihir tua yang bertanggung jawab untuk menilai bertanya, “Penyihir muda, apakah kamu seorang Magic Schoolar?”

Pemuda kecil itu membusungkan dadanya dan dengan sombong berkata, “Tentu saja. Aku adalah seorang murid Royal Advanced Magic Academy tahun ketiga. Aku adalah murid peringkat ke lima di akademi, Ma Ke Sai De. Elemen utamaku adalah api dan elemen lainnya adalah angin.”

Kata-katanya membuat semua orang terkesima. Aku tidak yakin apakah itu karena ketenaran Ma Ke atau reputasi Royal Advanced Magic Academy.

Aku yang tadinya ingin pergi, menjadi tertarik pada pemuda penipu ini. Aku benar-benar ingin melihat bagaimana dia akan berpura-pura menjadi Ma Ke. Kalau aku tidak salah menebak, dia seharusnya berada pada level tingkat lanjut. Begitu dia bertarung pasti akan terlihat.

Apa yang tidak kuduga adalah bahwa juri penyihir tua tersebut mengungkapkan ekspresi hormatnya. Dia dengan hormat berkata, “Aku mewakili kepala kota ini menyambut Magic Schoolar Ma Ke untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini. Apakah ada pesaing yang ingin melawannya? ”

Setelah sekian lama, benar-benar tidak ada orang yang ingin bertarung dengannya. Tidak heran mengapa ia tidak muncul di awal-awal dan menunggu kesempatan ketika kedua kontestan dari pertandingan sebelumnya mengalami cedera serius. Setelah dia menyebutkan namanya, mungkin tidak akan ada orang yang berani menantangnya. Bukan hal yang kebetulan bukan?

Meskipun aku tidak suka campur tangan, tapi ini terkait dengan reputasi Ma Ke. Aku berteriak dari kerumunan, “Pria penipu, turun dari sana.” Suaraku terdengar nyaring dan jernih, saat aku menggunakan kekuatan sihir untuk menguatkan suaraku, membuat orang tidak tahu darimana suara berasal.

Ekspresi penipu itu berubah, tapi seketika kembali menjadi normal. Dia berkata dengan suara yang jelas, “Jagoan ini tidak seharusnya mengejek adiknya. Jika kau ingin memberikan aku pelajaran, aku menunggumu disini. ”

Kerumunan penonton tampak dalam kegaduhan karena apa yang telah ku ucapkan. Saat ini, karena pandainya ia berkilah, aku sangat terkesan dengannya. Namun, dia telah memancing kemarahanku.

Aku menggunakan teleportasi jarak jauh untuk pindah ke tengah arena. “Aku adalah jagoan itu yang mengatakan bahwa kau penipu.”

Pemuda kecil itu jelas tidak memperhatikan penampilanku saat bertemu satu sama lain sebelumnya, lalu dia mengertukan kening dan berkata, “Kawan. Jika kau ingin memberikanku pelajaran, silahkan mulai. ”

Aku mengabaikannya dan memandang ke arah para juri. “Salam untuk para juri, aku tidak di sini untuk berpartisipasi dalam kompetisi sihir. Tujuanku adalah hanya untuk melindungi reputasi temaku. Aku harap anda memaafkanku karena melakukan ini. ”

Penyihir tua itu mengerutkan kening dan bertanya, “Bolehkah aku bertanya bagaimana kau tahu bahwa penyihir itu palsu?”

Aku berkata sambil tersenyum, “Maaf soal ini, tapi Ma Ke adalah temanku. Aku baru saja meninggalkan Royal Advanced Magic Academy belum lama ini dan masih bersama Ma Ke dua hari yang lalu. ”

Kata-kataku langsung menarik perhatian semua orang. Ada diskusi dari bawah panggung.

Ekspresi pemuda kecil itu berubah dari hijau menjadi merah. Dia dengan marah berkata, “Kau cuma omong kosong! Aku tidak mengenalimu! Kau benar-benar berani menggunakan nama Royal Advanced Magic Academy untuk berbohong kepada orang-orang. Niat buruk apa yang kau rencanakan? ”

Aku tertawa dan berkata, “Aku tidak memiliki niat buruk. Orang yang memiliki niat jahat seharusnya adalah kau. Karena kau tertarik dengan gadis dari keluarga itu, mengapa kau tidak menggunakan kemampuanmu sendiri untuk mendapatkannya, daripada menggunakan nama seseorang? ”

Pemuda bertubuh kecil itu berkata pada penyihir tua, “Aku ingin bertarung melawannya untuk membersihkan reputasiku, yang telah dirusak.”

Penyihir tua itu melirik ke kepala kota dan memberi persetujuan. “Baiklah, pertandingan telah dimulai. Tolong berhenti saat kalian terlalu melukai lawan, dan juga, jangan melukai penonton.” Dia pantas menjadi orang tua. Dia cukup cerdik karena dia tahu jika salah satu dari kami mengatakan yang sebenarnya, penghalang di arena tidak akan mampu menahan serangan tersebut, jadi dia mengingatkan kami terlebih dahulu.

Aku menjawab, “Baiklah, aku juga ingin tahu bagaimana kamu bisa meniru Ma Ke.”

Pemuda kecil itu tidak menanggapi kata-kataku dan menembak bola api besar ke arahku dengan segenap kekuatannya. Bola api itu sangat panas saat terbang ke arahku.

Dia ingin melawanku dengan standar ini? Aku bahkan tidak menghindari serangannya. Sama seperti aku melihat bola api yang ada di depanku, aku mengulurkan tangan kananku dan pemuda mungil itu sudah menyadari bahwa bola api tidak lagi berada dalam kendalinya.

Bola api yang telah kupegang dan dengan tenang melayang diatasnya. Panasnya membuat wajahku merah padam.

Translator / Creator: Kaho