May 17, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 4

 

Mu Zi Leaves

Mu Zi tersenyum dan berkata, “Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku merasa kamu pasti akan menjadi orang yang luar biasa. Setiap pria yang sukses pasti tidak hanya memiliki satu wanita di belakang mereka. Daripada hatimu yang tercuri oleh orang lain, mengapa tidak jatuh pada saudara perempuanku saja yang mana bisa kupercaya? Dengan bantuan semua orang, kalau kamu pikir akan tersesat di masa depan, hehe …. ”

Aku tersenyum kecil, “Apakah aku benar-benar tipe orang seperti yang kamu bayangkan?” Mu Zi benar-benar bersedia menerima Hai Shui. Cara berpikirnya benar-benar membuatku malu sampai berkeringat dingin.

Mu Zi melirikku dan berkata, “Nah, kamu mengatakan banyak hal yang menarik, tapi aku tidak tahu seperti apa masa depannya. Semua pria tidak semuanya baik. Bukankah kalian semua selalu terpikat dengan yang baru dan bosan dengan yang lama? Aku tidak bisa mengalahkanmu jadi apa yang bisa aku lakukan jika kamu menyakitiku di masa depan. Jika Hai Shui dan aku bekerja sama, Hehehe … Kamu akan tahu. ”

Melihat wajah Mu Zi yang memikat namun penuh rasa benci yang persis seperti apel merah, aku benar-benar ingin memberinya gigitan. Aku meraih dan menarik tangannya yang kecil ke arahku, menundukkan kepalaku dan dengan lembut menggigit tangannya di bawah mejaku.

Mu Zi berteriak kecil dan berkata, “Apa yang kamu lakukan? Kelas masih berlangsung. ”

Aku menjawab, “Karena kamu tidak keberatan dengan hubungan antara Hai Shui dengaku, maka aku akan pergi dan memberi tahunya nanti.”

Wajah Mu Zi menunjukkan jejak ketidaksenangan. Dia dengan sedih menjawab, “Sepertinya kamu telah membuka sisi burukmu. Aku tahu kamu tidak baik. ”

Aku bergoyang maju mundur saat aku tertawa. “Aku cuma menggodamu. Ha ha.”

Mu Zi mencubitku sangat keras, bahkan menggunakan tangannya untuk menutupi mulutku sehingga aku tidak bisa mengeluarkan suara. Dia dengan rasa kesal berkata, “Baiklah kalau begitu! Kamu berani main-main denganku. ”

Setelah sekian lama, aku pulih dari rasa sakitku. “Aku takut padamu, guci cuka. Aku benar-benar percaya bahwa kamu adalah orang yang murah hati. Setelah satu tes ternyata tidak sama sekali.”

Mu Zi menjawab, “Apa yang aku katakan itu adalah yang sebenarnya, tapi aku juga memang seorang wanita jadi aku akan selalu …”

Dengan segera aku mengekspresikan sebuah rasa pengertian dan kasih sayang. “Mengenai Hai Shui, kita akan membahas lebih lanjut di masa depan. Jika dia dan aku benar-benar ditakdirkan untuk bersama, aku akan melakukan apa yang kamu katakan, tapi kamu tidak bisa memaksaku melakukannya juga. ”

Mu Zi mengejek dan berkata, “Betapa bijaknya dirimu! Kamu di anugerahi dengan begitu banyak gadis yang hanya bisa di impikan orang lain, tapi sebenarnya kamu ingin menyembunyikannya ”

Aku tersenyum kecil. “Aku tidak bisa mengkhianati perasaanku. Kamu mungkin tidak ingin aku menikahi seseorang yang tidak ku sukai, bukan? ”

Mu Zi mengangguk. “Baiklah.”

Kelapangan Mu Zi sangat menyentuhku. Kata-katanya juga membuka ikatan perasaanku. Aku tidak perlu bekerja keras untuk membatasi diri dari sekarang. Aku bersumpah pada diriku sendiri dengan diam-diam, ‘Aku tidak akan mudah bersikap baik pada gadis-gadis lain lagi dan mengundang masalah.’

……

Liburan akhirnya tiba. Mu Zi adalah orang pertama yang meninggalkan akademi. Ma Ke, Hai Yue, Si Wa dan aku mengantarnya pergi ke pintu masuk akademi. Awalnya aku ingin menemaninya untuk sementara waktu, tapi dia bilang itu tidak perlu karena anggota keluarganya akan bertemu dengannya tidak jauh dari akademi.

Aku berkata dengan mataku yang memerah, “Mu Zi, kamu harus menjaga dirimu sendiri dan ingat untuk merindukanku.”

Mu Zi mengangguk dan melemparkan dirinya ke pelukanku dengan erat memelukku sebelum berdiri di atas jari kakinya dan dengan lembut mencium wajahku. “Zhang Gong, kamu juga harus berhati-hati. Saat kamu menuju ke Dragon Valley, kamu harus berhati-hati. Aku akan pergi, jadi aku akan memberikan ini padamu.” Saat dia mengatakan itu, dia mengambil batu giok kecil yang tergantung dari lehernya. Batu itu terukir menggunakan batu permata hitam yang belum aku ketahui. Batu itu memiliki bentuk pheonix. Batu ini memberi perasaan tentram saat di tanganku. Teksturnya sangat halus. Dari bentuk dan rupanya, kalian akan tahu bahwa batu itu tak ternilai harganya.

Mu Zi terus berkata, “Ini adalah liontin Ink Phoenix yang telah diberikan ibuku saat aku masih muda. Aku akan memberikannya padamu. Kapanpun kamu merindukanku, Kamu bisa melihatnya. ”

Aku menggantungkan liontin Ink Phoenix di leherku sebelum aku mengangkat wajahnya dan mencium bibirnya sampai terdengar suara batuk yang menyebalkan dari belakang dan aku dengan terpaksa membiarkannya pergi.

Wajah Mu Zi memerah, akan tetapi dia tidak menegurku karena hal itu. Saat aku menyemangatinya, aku menunjukkan ekspresi yang sangat berapi-api kepada beberapa orang di belakangku, membuat mereka tertawa.

Mu Zi dengan lembut mendorongku dan berbisik kepadaku, “Aku benar-benar harus pergi sekarang.”

Aku mengangguk dan mengeluarkan jubah ajaib yang diberikan Guru Zhen padaku dari dimensi lain dan memberikannya pada Mu Zi. “Ini adalah sesuatu yang Guru Zhen berikan padaku sebelumnya. Kamu hanya perlu memasukkan kekuatan sihirmu pada amethyst gemstone di daerah dada untuk membuat susunan defensif yang baik. Kekuatan pertahanannya sangat kuat. Aku tidak membutuhkannya, jadi aku akan memberikannya padamu untuk perlindungan.” Saat aku mengatakannya, aku memakaikan jubah ajaib pada Mu Zi.

Di bawah sinar matahari, seluruh tubuh Mu Zi berkilauan dan cerah; Sambil mengusap wajah lembutnya yang memerah, dia terlihat sangat menggemaskan.

Mu Zi menjawab, “Ini terlalu berharga. Kamu mungkin menghadapi bahaya selama perjalananmu ke Dragon Valley. Kamu harus menyimpannya. ”

Aku menggelengkan kepala. “Bahaya apa yang akan aku hadapi? Aku tidak pergi ke sana untuk bertarung, aku hanya membawa kembali anak mereka. Meski jubah ajaib ini bagus, jubah ini juga sangat menyilaukan. Kamu hanya perlu menaruhnya pada tasmu. ”

Ma Ke berteriak dari belakang, “Boss, sejak kapan kamu memiliki barang sebagus itu? Aku juga menginginkannya! ”

Aku tersenyum, “Jika kamu ingin berubah menjadi seorang wanita, aku akan mempertimbangkannya. Ha ha.”

Ma Ke langsung tercekat mendengar kata-kataku.

Waktu untuk berpisah akhirnya tiba. Aku memaksakan diri untuk tidak mengejarnya saat melihat sosok Mu Zi perlahan-lahan menghilang dari penglihatan saat dia menoleh kembali tiga kali setiap langkahnya.

Ma Ke menepuk pundakku. “Boss, jangan terlalu dipikirkan. Ini bukan berarti kamu tidak akan bertemu dengannya lagi. Ayo pergi! Kita harus kembali. ”

Aku menghela nafas dan menjawab, “Aku sangat berharap liburan berakhir dengan cepat.”

Si Wa tertawa kecil dan berkata, “Bila tidak ada hari libur, kamu ingin libur. Bila liburan tiba, kamu ingin ada kelas. ”

Hai Yue menjawab, “Ingin masuk kelas apanya? Dia hanya merindukan Mu Zi. Kamu telah melihat betapa menikmatinya saat dia menciumnya tadi. ”

Aku pura-pura marah dan berkata, “Hai Yue, Kamu masih bicara tentangku. Aku tidak tahu siapa dengan Ma Ke hari itu … ”

Wajah Ma Ke dan Hai Yue memerah. Sebenarnya, aku tidak melihat apapun dan sengaja menggoda mereka. Aku tidak menyangka bahwa itu berhasil.

Hai Yue mencubit Ma Ke sebelum dia dengan malu-malu berkata, “Itu semua salahmu.” Setelah dia mengatakan itu, dia berbalik dan berlari menuju akademi.

Aku menatap Ma Ke yang mengertakkan giginya kesakitan dan berkata, “Siapa yang menyuruhmu menggodaku? Haha, kamu menuai apa yang kamu lakukan!” Setelah keributan ini, rasa sedih karena berpisah dengan Mu Zi dengan cepat mulai menghilang.

Ma Ke, Si Wa dan aku perlahan menuju akademi.

Ma Ke berkata, “Boss, apakah kamu yakin bahwa perjalanan ke Dragon Valley tidak akan berbahaya?”

Aku menggelengkan kepala. “Aku tidak pernah ke sana. Bagaimana aku tahu apa yang akan terjadi? “

Translator / Creator: Kaho