May 16, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 3

 

Returning to Xiao Jin’s Home

Aku berpikir, ‘Aku benar-benar tidak ingin membawa Xiao Jin kembali. Setelah mengembalikan Xiao Jin, apakah dia masih ingin pergi denganku ? Perasaanku untuk Xiao Jin sangat dalam. Tanpanya disisiku, aku akan merasa lebih kosong.’

Dengan tak berdaya aku berkata, “Haruskah aku mengirimnya kembali?”

Guru Di mengangguk. “Benar! Kamu harus mengirimkannya kembali. Sebenarnya, itu bukanlah hal yang buruk. Dragon King mungkin akan menghargai upayamu untuk membawa anaknya kembali dan membantumu bertarung dengan Monster King di masa depan. ”

Jejak keengganan muncul di hatiku. Aku dengan sedih menjawab, “Tapi aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan Xiao Jin!”

Guru Di berkata dengan sangat tegas, “Zhang Gong, bagaimana kamu bisa seperti ini? Tidakkah kamu berpikir bahwa kamu terlalu egois? Apalagi jika kamu terlalu bergantung pada kekuatan Xiao Jin, ini akan sangat menghambat kemajuan masa depanmu. Tidak peduli apapun itu, kamu harus membawanya pulang. ”

Aku menundukkan kepalaku dan pikiran di hatiku melonjak seperti ombak. ‘Xiao Jin satu-satunya pendampingku yang selalu berada di sisiku meninggalkanku? Aku benar-benar tidak ingin kehilangan dia. Xiao Jin! Meskipun Xiao Jin merupakan pasangan yang kuat, perasaanku padanya bukan karena kekuatannya yang besar. Mengenang tahun-tahun ketika Xiao Jin menetas, dia tidak pernah meninggalkanku sejak saat itu lalu berniat mengirimnya kembali seperti ini, aku … aku … ‘

Guru Di dengan lembut berkata, “Aku tahu masalah ini benar-benar berat bagimu, tapi pikirkanlah. Jika Xiao Jin terus mengikutmu, dia hanya bisa hidup sekitar 60 tahun, sedangkan Dragon Clan mampu hidup hingga ribuan tahun. Tidak mungkin rasa engganmu untuk membiarkannya pergi melebihi haknya untuk hidup, bukan? ”

Aku tergerak dan menjawab, “Guru Di, anda katakan….”

Guru Di mengangguk. “Jika aku tidak salah, ayah Xiao Jin seharusnya memiliki kemampuan untuk mengembalikan kehidupannya.”

Aku mengertakkan gigi dan menjawab, “Baiklah! Untuk masa depan Xiao Jin, aku bersedia membawanya kembali. ”

Guru Di tersenyum lega. “Itu baru muridku yang baik. Hal ini sudah sangat berharga bahwa Xiao Jin telah mengikutimu selama ini. Awalnya, kupikir sebaiknya menunggumu lulus dari Advanced Magic Academy sebelum pergi. Namun, kemampuanmu saat ini sudah melebihi harapanku. Apalagi masih ada ancaman Monster King dalam beberapa tahun jadi aku telah memutuskan untuk memintamu mencari Dragon Valley tadi. Kamu masih harus memiliki buku yang kuberikan kepadamu tentang naga. Metode untuk mencapainya adalah pada halaman terakhir. Begitu liburan tiba, kamu harus pergi keluar. Setelah mengirim Xiao Jin kembali, kamu harus mengunjungi rumahmu. Harus ada cukup waktu untuk menyelesaikan semua hal itu. ”

Aku menjawab, “Buku itu seharusnya adalah ‘The True King of the World – Dragons’. Aku telah membacanya. Dragon Valley harusnya berada di wilayah Aixia kira-kira di salah satu lembah pegunungan di Provinsi Sky. ”

Guru Di mengangguk. “Kamu harus mencari posisi persisnya sendiri. Kamu harus ingat untuk menjaga keselamatanmu. Jangan lupakan scroll teleport yang kuberikan padamu terakhir kali. Kamu harus menggunakannya ketika menghadapi situasi darurat.”

Aku menjawab, “Baiklah! Santai! Aku sudah melewati banyak rintangan dan tujuan dari perjalanan ini adalah melakukan sesuatu yang baik, seharusnya tidak terlalu berbahaya. ”

Guru Di menjawab, “Tidak peduli apapun itu, lebih baik selalu berhati-hati. Makan malamlah dulu sebelum kembali.”

Setelah mendampingi Guru Di saat makan malam, aku kembali ke Royal Advanced Magic Academy.

Saat aku berbaring di tempat tidurku di asrama, aku diam-diam berpikir, “Aku akan segera berpisah dengan Xiao Jin. Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan ke Dragon Valley. Aku benar-benar enggan berpisah dari Xiao Jin yang telah bersamaku selama bertahun-tahun. ”

Aku pergi ke kelas keesokan harinya. Aku menulis di selembar kertas, “Sebentar lagi liburan. Apa rencanamu? “, Sebelum memberikannya pada Mu Zi.

Mu Zi cepat menjawab. Dia menulis sebaris kata di bawah tulisan ku, “Aku akan pulang. Bagaimana denganmu?”

Aku mengujinya saat aku coba menulis, “Bisakah kita pulang sama-sama?”

Mu Zi menjawab, “Itu tidak baik. Rumahku agak tertutup. Lebih baik aku pergi sendiri.” Setelah melihat jawabannya, suasana hatiku semakin tenggelam.

Aku membalasnya, “Aku akan melupakannya. Karena kamu tidak bersedia kutemani, aku juga harus pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan sebuah masalah.”

Mu Zi balas menjawab, “Dimana? Apa yang akan kamu lakukan?”

Aku membalas, “Aku mengembalikan Xiao Jin kembali ke Dragon Valley untuk membiarkannya bergabung kembali dengan keluarganya.”

Mu Zi membalas, “Dragon Valley terlalu berbahaya. Sebaiknya kamu meminta Ma Ke untuk menemanimu. Jika kamu mengembalikan Xiao Jin, kamu mungkin tidak akan memiliki monster sihir lagi.”

Aku menulis, “Tidak masalah. Ini sangat penting agar Xiao Jin bisa bersatu kembali dengan keluarganya. Ma Ke saat ini sibuk, jadi aku tidak ingin mengganggunya. Perjalanan kali ini seharusnya tidak berbahaya, jadi seharusnya aku bisa pergi sendiri. ”

Mu Zi balas menjawab, “Apakah kamu merasa kurang senang karenaku?”

Aku membalas, “Tidak, mengapa aku harus begitu?”

Mu Zi membalas, “Kalau begitu, mengapa kamu mengabaikanku beberapa hari ini?”

Aku menulis, “Kamu harus tahu alasannya. Bisakah kamu memberi tahuku mengapa bahkan ketika aku menyampaikan perasaanku yang sebenarnya kepadamu, aku tetap tidak dapat membuat perasaanmu terbuka untukku ?”

Mu Zi tetap terdiam beberapa saat sebelum menulis kembali, “Zhang Gong, aku berada dalam situasi yang benar-benar sulit. Bisa tolong berhenti bertanya padaku, oke? Jika langit telah merencanakan kita untuk bersama, kamu pasti akan mendapatkannya di masa depan. Apakah kamu masih ingat cerita yang kamu tulis untuk surat keseratus yang kamu berikan padaku ? Akhirnya aku akan menjadi seperti pemeran utama wanita dalam cerita yang mencintaimu sepenuh hati. Akankah kamu menungguku?”

Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kedekatan antara aku dan Mu Zi. Dengan hati yang senang aku menulis jawabanku, “Tentu saja, aku bersedia. Aku pasti akan menantikanmu. Aku akan berhenti menekanmu. Aku hanya berharap agar kamu tidak membiarkanku menunggu terlalu lama sampai-sampai aku tidak memiliki kekuatan untuk memelukmu. ”

Setelah membaca jawabanku, wajah Mu Zi memerah dan menatapku sebelum tertawa. Dia membalas, “Kamu sangat menjengkelkan. Ayo pergi makan siang bersama. ”

Aku mengangguk, tapi tidak menulis apapun. Hatiku terasa jauh lebih baik saat aku merasa Mu Zi dan aku menjadi lebih dekat.

Muzi menulis pesan yang lain. “Sebenarnya, Hai Shui sangat cocok denganmu. Kamu seharusnya tidak menyakitinya terus menerus. ”

Setelah membaca apa yang dia katakan, aku dengan bingung berbisik kepadanya, “Jika aku tidak menyakitinya, maka aku akan menyakitimu.”

Mu Zi tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Kenapa aku? Ini benar-benar normal bagi seorang pria yang mampu untuk memiliki beberapa istri di tempat asalku. ”

Aku dengan heran menjawab, “Dapatkah perasaan seseorang terbagi? Tidak mungkin kamu bersedia berbagi perasaan yang kumiliki untukmu dengan orang lain? ? Aku telah mencurahkan seluruh perhatianku padamu. Apakah itu buruk?” ‘Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana pemikiriannya. Dengan memiliki ide untuk berbagi kekasih. ‘

Translator / Creator: Kaho