May 5, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 2

 

Teacher’s Summons

Ekspresiku sedikit lesu tapi aku memaksa tersenyum dan berkata, “Kami melakukannya dengan sangat baik.”

Hai Shui tidak memperhatikan ekspresiku dan menjawab, “Bagus. Kita akan segera berlibur. Apa rencanamu? ”

‘Rencana? Aku benar-benar belum memikirkannya. ”

Aku menjawab tanpa berpikir, “Aku masih belum tahu. Aku akan membuat rencanaku saat liburan tiba. Mungkin, aku akan pulang saja. ”

Hai Shui mengangguk dan menjawab, “Itu rencana bagus. Kudengar dari saudara perempuanku bahwa kekuatan sihirmu sudah mencapai tingkat Master. Apa itu benar? ”

Aku tidak bisa, dan juga tidak ingin berbohong kepadanya, jadi aku hanya menjawab, “Itu benar dan sudah beberapa waktu lalu aku mencapai tahap tersebut. Dari gelombang kekuatan sihir pada tubuhmu, tampak tidak begitu banyak meningkat. Kamu harus bekerja keras. ”

Setelah aku mengatakannya, aku menyesal. Seperti yang kuduga, setelah Hai Shui mendengar kata-kataku, ekspresinya lesu. Dia menjawab, “Perasaanku entah kemana, jadi aku tidak bisa fokus.” Setelah mengatakan itu, dia menatap dengan tajam ke arahku.

Perasaanku langsung tersentak hebat. Aku jelas paham perasaan kuat Hai Shui untukku, tapi aku telah memberikan seluruh isi hatiku pada Mu Zi. Di satu sisi, dialah yang aku cintai dan di sisi lain ada seseorang yang mencintaiku. Keduanya menempatkanku dalam posisi yang berbeda.

Aku terbatuk dan mengganti topik pembicaraan. “Apa kamu sudah makan?”

Hai Shui menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Belum. Aku hanya berencana untuk pergi dan makan. Secara kebetulan aku melihatmu jadi aku datang. ”

Aku berusaha tidak terlalu perhatian dan menjawab, “Kamu harus makan lebih banyak. Kamu telah kehilangan banyak berat badan lagi. ”

Mata Hai Shui memerah dan tiba-tiba dia melemparkan dirinya ke arahku seperti seekor burung yang mencari perlindungan di hutan dan menangis.

Tindakannya membuatku terkejut, tapi aku tidak bisa mendorongnya pergi. Aku berdiri dalam kebingungan entah harus berbuat apa dan membiarkan air matanya membasahi pakaianku.

Setelah sekian lama, Hai Shui kemudian melepaskan tangannya yang erat memegang tanganku. Dia hanya berdiri beberapa sentimeter jauhnya. Nafasnya meniup lembut wajahku, membuatku terpesona karenanya.

Mata besar Hai Shui yang indah dipenuhi air mata. Dia berbisik, “Tidak bisakah kamu memberikan sedikit perasaanmu padaku? Bahkan jika itu hanya perasaan kasihan, tidak bisakah? ”

Aku menatap Hai Shui dalam keadaan tertegun dan benar-benar tidak tahu bagaimana cara menjawabnya.

Hai Shui menghela nafas dan mengecup perlahan bibirku yang terasa seperti capung yang menapak air sebelum dia berbalik dan lari.

Saat aku melihat punggungnya yang perlahan lenyap dari pandangaku, suasana hatiku menjadi jauh lebih berat. Aku dalam kegalauan dan berbicara pada diriku sendiri, ‘Bukannya aku sama sekali tidak memiliki perasaan untuk Hai Shui. Bagaimanapun, saat jantung berdegup kencang, sangat sulit menghentikannya. ”

Aku tertawa kecil dan mengusap bekas kecupan yang ditinggalkan Hai Shui di bibirku dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Ini benar-benar seperti saat sebuah gelombang yang tidak mereda sebelum gelombang lain datang. Aku bahkan belum menyelesaikan masalah ini dengan Mu Zi dan sekarang Hai Shui masuk dengan cepat. Apa yang harus aku lakukan?”

Aku tidak pergi ke Ascending Jade Tide dan hanya makan beberapa makanan di kantin sebelum kembali ke asrama sendirian.

Setelah beberapa hari berikutnya, aku tidak mengatakan apapun kepada Mu Zi. Aku hanya duduk di sisinya dan menatapnya setiap hari. Di dalam hatiku, aku berpikir, ‘Mengapa kamu tidak dapat benar-benar menerimaku?’

Mu Zi tidak berani melihat tatapan mataku yang dipenuhi perasaan mendalam padanya. Aku bisa melihat dia menghindariku.

Ma Ke tiba-tiba datang menemuiku hari ini. Setelah melihatku, dia tersenyum dan berkata, “Bos, bagaimana kabarmu baru-baru ini?”

Dengan cepat aku menjawab, “Bagaimana aku bisa nyaman sepertimu? Dari siang hingga malam, kamu selalu bersama Hai Yue dan mengabaikanku sebagai temanmu. Ini adalah contoh sempurna dimana lebih memperhatikan kekasih daripada teman. Dari apa yang aku lihat, sepertinya kamu telah melupakanku. ”

Ma Ke dengan malu tertawa. “Bagaimana bisa aku? Aku bisa melupakan siapa saja tapi aku tidak akan bisa melupakanmu, Boss. Bukankah aku sekarang datang untuk mencarimu? ”

Aku menggerutu dan menjawab, “Katakan saja, kenapa kamu datang? Tanpa masalah mendesak, aku ragu kamu akan datang mencariku. ”

Ma Ke tersenyum minta maaf dan menjawab, “Hehe, Boss, tampaknya kamu telah mengerti aku. Guru Di yang menyuruhku mencarimu. Dalam perjalanan pulang kemarin, aku bertemu pria tua itu. Guru Di ingin kamu menemuinya setelah akhir pelajaran hari ini. ”

Mengapa Guru Di mencariku? Aku menjawab, “Aku mengerti. Apakah kamu masih memiliki hal lain yang ingin kamu sampaikan padaku? ”

Ma Ke menggelengkan kepalanya. “Aku tidak punya yang lain kecuali ini. Hai Yue menyuruhku memberitahumu bahwa kamu tidak boleh untuk menggoda kakaknya. Aww! Bos, berhenti memukulku! ”

Saat aku terus memukul kepalanya, aku berkata dengan marah, “Jika aku tidak memukulmu, siapa yang harus kupukul? Ini adalah urusanku dan kamu ikut-ikut saja. Kamu minta dipukul. ”

Ma Ke berbalik dan lari. Saat berlari, dia menjawab, “Aku tidak ingin berdebat denganmu lagi. Ngomong-ngomong aku telah memberitahumu. Jangan lupa menuju ke tempat Guru Di. ”

Aku menjawab, “Aku tahu. Kamu harus cepat kembali ke Hai Yue.” Setelah dia mendapatkan Hai Yue, dia benar-benar berubah. Dia seperti angin.

Setelah sekolah, aku pergi ke Royal Intermediate Magic Academy sendiri.

“Zhang Gong, kau di sini.”

“Guru Di, aku dengar dari Ma Ke bahwa anda mencariku.”

Guru Di tertawa. “Itu benar. Jika aku tidak mencarimu, maukah kamu datang untuk menemuiku? ” Kenapa kata-katanya mirip dengan apa yang kukatakan pada Ma Ke? ‘

Aku tertawa kecil. “Ini pertanda bahwa orang tua ini merindukanku.”

Guru Di menegur, “Orang tua apa? Apakah aku benar-benar setua itu, dan siapa yang merindukanmu? Aku mencarimu untuk beberapa hal penting. ”

Segera aku tersenyum dan minta maaf, “Ya! Ya! Ya! Bagaimana mungkin anda tua? Anda berada di puncak kehidupan anda dan merupakan pahlawan yang tak tertandingi. Hehe.”

Setelah mendengar dua kalimat sanjunganku, ekspresi Guru Di melunak. “Kamu anak yang berani, kamu pandai bersilat lidah. Apakah ada peningkatan kekuatan sihirmu baru-baru ini? ”

Aku menjawab, “Aku memang mengalami peningkatan! Kenapa anda tidak mencobanya? ”

Guru Di menggigit bibirnya. “Mengapa aku harus mencobanya? Kekuatanmu sudah tidak terlalu buruk denganku. Aku masih ingin mempertahankan tulang-tulang tuaku untuk terus hidup selama beberapa tahun lagi.” Aku tertawa kecil, ‘Mengapa aku memanggilnya tua? Sekarang, dia menyebut dirinya sendiri tulang-tulang tua. ”

Dengan hormat aku menjawab, “Apa tujuan anda mencariku?”

Ekspresi Guru Di berubah. “Liburan akan segera tiba. Apa rencanamu untuk liburan ini? ”

Aku menjawab, “Aku sedang berpikir untuk pulang ke rumah mengunjungi orang tuaku.”

Guru Di mengangguk. “Itu bagus sekali. Kamu telah keluar selama setengah tahun. Kamu harus pulang untuk mengunjunginya. Namun, aku harap sebelum kamu pulang, kamu bisa menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. ”

Aku bertanya dengan heran, “Ada apa? Tolong beri tahu aku.”

Guru Di dengan bimbang berkata, “Nak, apakah kamu masih ingat apa yang ku katakan pada saat itu, untuk membawa Xiao Jin kembali ke asalnya?”

Hatiku berdegup kencang sebelum aku mengangguk. “Aku ingat.”

Guru Di berkata, “Xiao Jin adalah generasi Dragon King berikutnya dari clan Dragon. Aku ingin kamu menggunakan liburan kali ini untuk membawanya pulang. Dia juga memiliki orang tua sama sepertimu. Tidakkah kamu ingin membiarkan mereka, orang tua dan anak bersatu kembali? “

Translator / Creator: Kaho