January 30, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 6

 

Enlightening Ma Ke

Aku akhirnya bisa memperbaiki kebutuhan tidurku kemarin malam ini. Setelah makan sedikit makanan bersama yang lainnya, aku meminta Mu Zi untuk membantu Hai Yue sedikit sebelum aku menarik Ma Ke ke kamar.

Ma Ke masih tampak seperti orang bodoh. Setelah kami masuk ke dalam kamar, pertama aku memberinya sebuah pukulan yang keras. Dia terdiam setelah terkena pukulan itu. Aku berkata dengan marah, “Untuk seorang perempuan, apakah itu pantas? Jangan sampai aku melihatmu seperti ini lagi! Seorang pria harus memiliki jiwa yang gigih. Kenapa seorang pria merasa takut kalau dia tidak akan memiliki seorang istri?”

Ma Ke tersenyum dengan sedih. “Bagaimana jika ini terjadi pada Mu Zi dan kau?”

Aku langsung ciut seperti balon yang dikempeskan dan duduk di atas tempat tidur. “Kau benar-benar tahu cara membandingkannya, disini aku yang sedang mencoba membimbingmu.”

Ma Ke menghela nafas dengan berat. “Bos, aku tahu maksudmu baik. Aku akan baik-baik saja. Terima kasih sudah mencoba.”

Aku menepuk bahunya. “Kenapa kau minta maaf padaku? Jika aku tidak membuat Hai Yue ikut dengan kita, kau tidak akan mendapatkan serangan sebesar ini. Tenanglah sedikit! Karena kamu sudah memutuskan untuk menyerah pada Hai Yue, apa lagi yang tidak bisa kau lepaskan?”

Ma Ke menggelengkan kepalanya, berkata, “Jika aku benar-benar bisa melepaskannya, itu akan sangat melegakan. Hati yang aku miliki untuknya sudah mati, tapi jika kau mengatakan kepadaku untuk tidak memperdulikannya atau tidak memikirkannya, aku masih tidak bisa melakukan itu.”

Aku menatapnya. “Izinkan aku bertanya satu hal padamu. Apa tujuan dari perjalanan ini?”

Ma Ke tertegun. “Bukankah untuk pergi dan berkompetisi?”

Aku terus bertanya, “Berkompetisi apa?”

Ma Ke menjawab, “Turnamen Eight Advanced Academy.”

Aku mengangguk. “Sepertinya kau belum lupa tentang itu. Kau harus tahu betapa kejam dan berbahayanya kompetisi ini. Jika semua orang berada di kondisi yang sama seperti Hai Yue dan dirimu, tidak akan ada satupun dari kita yang akan kembali dengan keadaan yang sama sebelum kita memulainya. Apa kau mengerti? Karena kau sangat mencintai Hai Yue, kau seharusnya tidak ingin dia berada dalam bahaya. Karena itu, kau harus tetap semangat. Jika hanya Hai Yue yang depresi, kita masih bisa bergantung pada kita berempat untuk mengisi posisinya. Namun, jika kalian berdua depresi, lalu apa yang kau ingin kami lakukan? Kau pikir kami bisa menjamin kalau kalian berdua tidak akan terancam bahaya? Apa kau mengerti?” Setelah mengatakan itu, ekspresiku menjadi sangat serius.

Mata Ma Ke tampak lebih hidup. “Bos, aku mengerti. Jangan khawatir! Aku akan tetap semangat untuk semuanya dan untuk Hai Yue.”

Ekspresi serius milikku melembut dan aku tersenyum, “Itu bagus! Kita semua harus bekerja sama untuk melewati rintangan ini dengan baik. Aku akan memberikanmu satu kalimat dari buku yang diberikan paman Ke Zha padaku: Dalam hidup, kau akan mendapatkan dan kehilangan sesuatu tapi kau juga tidak bisa memaksa sesuatu untuk terjadi. Kau harus memikirkannya. Segala sesuatu akan menjadi yang terbaik jika kau mengikuti takdirmu.”

Ma Ke diam-diam bergumam, “Dalam hidup, kau akan mendapatkan dan kehilangan sesuatu tapi juga tidak bisa memaksa sesuatu untuk terjadi. Itu benar! Mungkin Hai Yue dan aku hanya tidak ditakdirkan bersama.”

Aku menepuk bahunya. “Saudaraku, apa kau mengerti sekarang? Menyukai seseorang tidak berarti kau harus mendapatkannya. Kebahagiannya adalah tujuan yang harus kau usahakan dengan keras.”

Ma Ke duduk di atas tempat tidurnya dan berkata, “Izinkan aku berpikir. Izinkan aku berpikir.”

‘Aku berharap setelah bimbinganku, dia bisa kembali bersemangat. Kata-kata ‘hubungan’ ini, benar-benar bisa melukai orang-orang. Aku harap hubunganku dengan Mu Zi akan berjalan mulus, karena aku tidak ingin merasakan pahitnya cinta.’

Aku tidak mengganggu Ma Ke lagi karena aku berpikir kalau membiarkan dia memikirkannya sendiri akan menjadi solusi yang baik.

Meskipun sudah banyak yang terjadi, rasa lelahku yang masih dengan cepat mengganggu pikiranku. Dengan segera, aku tertidur.

Siapa yang mengira kalau sekali aku tidur, aku akan tidur sampai keesokan paginya.

**Ah! Setelah bangun, Aku merasa kalau rasa lelahku selama dua hari pertama sudah hilang. Magic powerku berlimpah-limpah sampai rasanya bergejolak saat magic power itu mengalir di dalam tubuhku.

Setelah keluar dari kamar, aku bertanya kepada salah satu pelayan itu, “Di mana teman-temanku?”

Pelayan itu menjawab dengan penuh hormat, “Teman-teman anda sedang menikmati makanan mereka di kantin lantai satu.”

Sungguh tidak adil! Mereka bahkan tidak menungguku. Mendengar kalau mereka sedang makan, perutku berbunyi.

Aku membersihkan diriku asal-asalan dan bergegas menuruni tangga. Aku berharap mereka menyisakan sarapan untukku.

Setelah sampai di kantin, aku pergi menuju meja di pojok dimana mereka menikmati makanan mereka. Sepertinya aku belum terlambat. Aku berseru, “Kalian keterlaluan! Ini waktunya sarapan dan kalian bahkan tidak membangunkanku!” Aku berlari mendekat, mengambil sebuah roti kukus, dan makan dengan rakusnya.

Mu zi tersenyum. “Lihatlah dirimu sendiri! Kau tampak seperti hantu kelaparan yang berinkarnasi. Makanlah dengan santai, jangan sampai tersedak!”

Ma Ke menjawab, “Mu Zi yang tidak memperbolehkan aku untuk membangunkanmu. Dia bilang dua hari ini kau sudah sangat lelah dan menyuruh untuk membiarkanmu tidur lebih lama.”

Aku menelan makanan yang ada di dalam mulutku dan tertawa, “Jadi seperti itu kejadiannya. Aku sudah salah menuduh kalian semua. Aku minta maaf untuk itu. Ma Ke, kau tampak lebih baik.”

Ma Ke melihat ke arah Hai Yue, yang menundukkan kepalanya saat dia makan. “Aku sudah melepaskan semuanya. Tidak ada gunanya untuk memikirkan hal itu lebih jauh, jadi apa intinya dari memikirkan hal itu? Bos, apa yang kau katakan itu benar. Dalam hidup, kau akan mendapatkan dan kehilangan sesuatu tapi juga tidak bisa memaksa segala sesuatu untuk terjadi.” Setelah mendengar apa yang dikatakan Ma Ke, aku dengan jelas merasakan Hai Yue sedikit gemetaran.

Mu Zi bertanya dengan kagum, “Zhang Gong, sejak kapan kau menjadi sangat pintar? Kata-kata itu punya makna yang sangat dalam.”

Aku berkata dengan sopan, “Tentu saja. Tanpa belajar, bagaimana aku bisa mengejarmu?” Aku pasti tidak akan mengatakan kepadanya kalau itu dari sebuah buku.

Hai Yue berdiri dan berkata, “Kalian lanjutkan makan kalian. Aku akan kembali untuk berkemas duluan. Mu Zi, saat waktunya berangkat, tolong datang dan jemput aku.”

Mu Zi mengangguk. “Baiklah! Kau pergilah dan istirahat. Aku akan memanggilmu saat kami sudah siap berangkat.”

Ma Ke menatap saat Hai Yue menghilang dari pandangannya dan mengatakan kepada Mu Zi, “Sepertinya kondisinya sudah lebih baik.”

Mu Zi mengangguk. “Itu benar! Kemarin, aku menasihatinya lama sekali. Sepertinya dia sudah memikirkannya, tapi saat ini dia juga berada dalam rasa sakit yang besar. Kau sebaiknya tidak mengganggunya dan biarkan dia membaik.”

Ma Ke mengangguk dan tidak mengatakan apapun lagi.

Setelah makan, semua orang berkemas dan melanjutkan perjalanan menuju Martial Return City.

Di perjalanan, Ma Ke perlahan-lahan kembali ke sifatnya yang sangat santai. Dia sama sekali tidak mengganggu Hai Yue. Tidak sepatah katapun ditukar oleh mereka. Hai Yue masih tidak ingin bekerja sama, tapi dia tidak sedingin saat kami berangkat dari akademi.

Saat kami sampai ke perbatasan, kami memperlambat jalan kami. Hai Yue mendadak berjalan ke sebelahku dan berkata, “Zhang Gong, aku ingin membicarakan sesuatu secara pribadi denganmu.”

Translator / Creator: Veve