January 25, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 3

 

Preparing for the Journey

Guru Di berkata, “Kau… Siapa yang bisa kau salahkan karena hal ini? Siapa yang menyuruhmu tidak mendengarkan dengan baik di dalam kelas? Meskipun kompetisi ini pasti penuh dengan bahaya, aku punya kepercayaan penuh terhadapmu. Ketujuh advanced academy lainnya pati tidak memiliki satupun Magister. Kau hanya perlu menjaga yang lainnya tetap selamat. Apa kau mengerti?”

Aku mengangguk. “Alasan Guru Zhen ingin aku pergi tidak peduli apapun resikonya adalah untuk keamanan.”

Guru Di mengangguk. “Tidak apa-apa selama kau mengerti. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku terus mendapat firasat buruk dari Mu Zi. Aku hanya ingin mengingatkanmu lagi untuk mengawasinya.”

Moodku turun. Guru Di tampaknya tidak menyukai Mu Zi. “Mu Zi adalah seorang gadis yang baik. Aku tidak pernah mendapatkan firasat buruk darinya.”

Guru Di tersenyum. “Semua orang buta saat mereka menjalin sebuah hubungan. Semoga saja apa yang kau katakan itu benar. Ini sudah malam jadi kau harus kembali sekarang, dan selain itu, kau akan pergi dalam perjalanan panjang besok. Apakah kau sudah memiliki cukup uang? Kau perlu guru untuk memberimu lebih banyak lagi?”

Aku sudah tahu kalau Guru Di memperlakukanku dengan sangat baik. Aku menggelengkan kepalaku. “Guru Zhen sudah memberikan kami semua seribu koin permata jadi aku punya cukup banyak uang untuk digunakan. Aku mungkin akan pergi selama beberapa bulan kali ini. Tolong jaga kesehatan anda.”

Guru Di berkata dengan ekspresi yang lembut, “Aku tahu kau anak yang baik. Saat kau berada di luar, tolong perhatikan sekitarmu. Kau tidak boleh lengah dan harus sederhana dan tetap tenang setiap waktu.”

Aku setuju dengan penuh hormat.

Guru Di berjalan bersamaku ke pintu masuk Intermediate Magic Academy. Dia memberikanku beberapa nasihat lagi dan mengantarku pergi dari Intermediate Magic Academy.

Setelah keluar dari Intermediate Magic Academy, aku pergi membeli barang untuk keperluan sehari-hari dan beberapa makanan yang cukup awet dari jalanan utama dan menempatkannya di ruang spatial milikku. ‘Mu Zi adalah anak babi kecil. Bagaimana dia bisa pergi tanpa makanan? Aku juga tidak bisa melihatnya kelaparan. Setelah berinteraksi dengannya selama ini, aku rasa yang paling membuatnya tertarik adalah makanan.’ Setelah membereskan semuanya, aku kembali ke akademi.

Di malam hari akademi sangat sepi, yang bisa kau dengar hanyalah beberapa burung malam yang sesekali berbunyi. Aku berjalan dengan tenang kembali ke asramaku. Saat aku akan membuka pintu asrama, aku mendengar suara yang tidak asing lagi memanggilku dari belakang.

“Zhang Gong, kau kembali!”

Aku terkejut dan gemetar; membuat bulu kudukku berdiri. Aku berbalik dan menghela nafas lega. Itu adalah Hai Shui. Aku menepuk dadaku. “Wah! Itu kau, Hai Shui. Kau seharusnya tahu kalau seseorang bisa mati ketakutan!”

Hai Shui menundukkan kepalanya dan berkata, “Maaf!”

Aku bertanya kepadanya, “Apakah kau menungguku sedari tadi?”

Hai Shui mengangguk. “Itu benar! Kenapa kau kembali larut malam?”

Hai Shui jelas kehilangan cukup banyak berat badan. Aku menghela nafas dalam hati. “Aku pergi menemui Guru Di sebentar jadi aku kembali lebih malam.”

Hai Shui berkata dengan lesu, “Kau pergi menemui Guru Di? Apakah untuk berpamitan dengannya?”

Aku  terkejut. “Bagaimana kau bisa tahu?”

Hai Shui menjawab, “Saudariku memberitahuku kalau dia diminta oleh Kepala Sekolah untuk berpartisipasi dalam kompetisi delapan Advanced Academy. Kenapa kau tidak membiarkanku ikut? Apa aku menyebalkan bagimu?” Matanya berlinang air sambil menanyakan itu.

Aku menjelaskan dengan cepat, “Kenapa aku harus merasa begitu? Bagaimana bisa aku menghindarimu. Kau seharusnya tahu kalau kompetisi ini tidak semudah itu. Ditambah lagi, aku tidak bisa membuat keputusan untuk menentukan siapa yang akan berpartisipasi dalam kompetisi ini karena ini diatur oleh Guru Zhen. Aku benar-benar tidak punya pilihan.”

Hai Shui bergumam, “Bagaimana kalau kau membantuku memohon kepada Kepala Sekolah untuk mengizinkan aku pergi dengan kalian.”

Aku berkata dengan kesulitan, “Aku khawatir kalau itu mustahil karena masalah ini sudah diputuskan dan tidak bisa diubah. Hai Shui, jadilah adikku, oke?” Aku melihatnya untuk menunjukkan perasaanku yang paling dalam.

Hai Shui melihatku saat air mata mengalir dari wajahnya yang manis. “Itu tidak mungkin kalau kita memang tidak ditakdirkan bersama bukan? Kenapa? Kenapa harus seperti ini?”

Aku tidak berani menyeka air matanya, dan menenangkannya sambil berkata, “Hai Shui, jangan seperti ini. Masih banyak pria baik yang bisa kau pilih.”

Hai Shui terus menggelengkan kepalanya dan berkata, sambil terisak-isak, “Aku… Aku tidak akan melihatmu pergi be… besok. Aku harap kau… kau akan tetap aman selama perjalanan.” Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berlari tanpa melihat ke belakang.

Sambil melihat punggung Hai Shui yang menjauh, aku menghela nafas panjang.

Pagi esok harinya. Aku berkemas dan berhenti di asrama perempuan untuk menjemput Mu Zi.

Mu Zi berkata, “Aku punya kartu amethyst sendiri jadi aku akan memberikan kartu milikmu kembali.”

Aku mengambil kartu amethyst itu darinya. “Kapan Guru Zhen memberikannya? Kenapa aku tidak tahu itu?”

Mu Zi tersenyum, “Sebelum kau datang pagi ini, dia sudah memanggil seorang guru untuk memberikan itu padaku dan kartu itu sudah ada seribu koin permata.” Sifat efisien Guru Zhen tidak terlalu buruk.

Tanpa disadari kami sudah tiba di pintu masuk akademi. Ma Ke sudah ada di sana dan sedang berbicara dengan seorang murid yang memiliki tubuh yang kekar.

Aku berjalan mendekat dan berkata, “Ma Ke, kau datang pagi sekali.”

Ma Ke tersenyum dan menjawab, “Aku datang lebih awal. Bos, apa pendapatmu mengenai pakaianku?”

Aku kemudian menyadari kalau ada sesuatu yang berbeda dari pakaiannya. Dia menggunakan magic robe berwana merah menyala dan ada sulaman emas di jubahnya. Sepertinya dia sudah membersihkannya, sangat cocok dengan penampilannya yang gagah berani.

Aku tersenyum, “Lumayan! Kau benar-benar berusaha keras. Ini?”

Ma Ke melihatku memperhatikan murid yang ada di sebelahnya dan dengan cepat memperkenalkan dia kepadaku, “Ini Si Wa Ming, ahli nomor satu di akademi ini.”

Ah! Itu dia! Aku memperhatikannya baik-baik. Dia tingginya seratus tujuh puluh centimeter dan tampak sangat kekar. Seolah-olah dia adalah seorang prajurit.

Dia mengulurkan tangannya kepadaku dan berkata, “Bagaimana mungkin aku bisa menjadi ahli nomor satu di depan Zhang Gong? Hehe.”

Jadi dia setenang itu. Aku bersalaman dengannya dan berkata, “Kakak Si Wa, anda terlalu formal. Reputasi datang secara langsung melalui penyisihan jadi posisimu sebagai ahli nomor satu tetap menjadi milikmu.”

Mu Zi berkata dari sebelahku, “Sudah cukup! Kalian tidak perlu terlalu formal satu sama lain. Kenapa Hai Yue belum datang juga?”

Ma Ke menjawab, “Itu benar. Kenapa dia belum datang juga? Ini sudah hampir waktunya untuk berangkat. Tidak mungkin dia tidak datang bukan?”

Aku menggelengkan kepalaku, “Dia harus datang, karena ini adalah keputusan yang dibuat oleh akademi. Pasti, dia akan datang.”

Tepat saat aku mengatakan itu, sosok Hai Yue yang tidak asing muncul di hadapan kami. Dia tampak mirip dengan Hai Shui karena dia juga kehilangan cukup banyak berat badan. Dia tampak sangat menyedihkan.

Ma Ke menunjukkan sedikit ekspresi sakit hati dan mendekat ke arahnya. “Hai Yue, akhirnya kau datang.”

Hai Yue menatapnya dengan dingin dan tampaknya tidak tertarik dengan pakaiannya yang baru. Dia tidak peduli untuk menjawabnya dan berjalan melewatinya setelah melihat ke arahku dengan galak. “Semua orang sudah berkumpul. Ayo berangkat!”

Mu Zi berjalan mendekat dan berkata, “Hai Yue, sepertinya kau kehilangan cukup banyak berat badan.”

Hai Yue melihatnya dan berkata, “Benarkah?” Kemudian berpaling dan berjalan meninggalkan akademi tanpa menunggu yang lainnya. Aku menepuk bahu Mu Zi memberinya tanda untuk mengikutinya.

Si Wa Ming jelas tidak mengerti hubungan kami jadi dia hanya merasa ada sesuatu dengan Hai Yue.

Kelompok kami yang terdiri dari lima orang berangkat menuju Martial Return City.

Translator / Creator: Veve