April 15, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 18

 

The Holy Sword Awakens

Aku mengangkat kepalaku dan mataku telah menjadi berwarna keemasan. Ada sebuah refleksi di belakang punggungku. Jika kamu lihat dengan seksama, kamu akan melihat bahwa refleksi itu adalah seperti enam sayap yang terus mengepak.

Aku mengangkat tangan kananku dan pedang cahaya yang kuat muncul melenyapkan serangan lawan seperti air memadamkan api. Saat di pertengahan langit, serangan mereka langsung lenyap. Ketika pedang cahaya akan mencapai lawan, tebasan yang sangat kuat menebas mereka, yang mengakibatkan mereka semua terpental keluar arena.

Adegan ini mengubah seisi suasana yang menyebabkan seluruh arena untuk terdiam senyap.

Cahaya emas disekitar tubuhku redup diikuti seluruh tubuhku yang mulai lemas dan terjatuh di lantai.

Ada tanda-tanda kekecewaan di mata Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, karena mereka saling memandang dengan cemas. Hal itu jadi tidak begitu mengejutkan karena meski mendapat keuntungan lebih dari lawan mereka, tapi mereka masih kalah dalam pertandingan. Tak seorang pun akan sanggup menerima kenyataan ini.

Si Wa membawa diriku dan Mu Zi memeriksa denyut nadiku. Setelah menyadari bahwa denyutku stabil, dia menghela napas lega.

Wakil Kepala Sekolah berjalan ke arena, dengan penuh rasa kecewa, mengumumkan, “Ini adalah akhir dari Eight Advanced Academy Competition. Pemenangnya adalah Royal Advanced Magic Academy.” Meskipun aku ambruk di arena pertandingan, tapi aku masih disana. Tampaka bahwa mereka masih memiliki moralitas. Mereka tidak berbohong dan mengumumkan kemenangan kami.

Si Wa dan Mu Zi sangat gembira, tapi lebih khawatir dengan cedera yang kualami. Mereka tidak peduli dengan orang-orang dari Forest Dragon dan langsung membawaku kembali ke penginapan.

Aku merasa seperti aku berada dalam mimpi. Ada bintang terang di sekelilingku. Aku memandang semua hal asing yang ada disekitarku, karena aku berada di ruang yang sangat luas. Gumamku, “Di mana aku? Aku tidak mati kan?”

Tedengar sebuah suara yang sangat kuat dan jelas, “Nak, kau belum mati. Ini adalah jantung alam suci kami.”

Suara yang tiba-tiba terdengar menakutkanku. Aku segera melihat sekelilingku, hanya untuk mencari tahu tidak ada siapa-siapa disekelilingku.

Berhenti mencariku, nak. Kau tidak akan bisa menemukanku, karena aku ada didalam hatimu.”

‘Apa? Ia berkata bahwa ada didalam hatiku.’ Dengan penasaran aku bertanya. “Kamu siapa?”

Apakah kamu masih ingat Holy Sword yang God King berikan padamu? Itu aku. Jika kamu benar-benar ingin memanggilku untuk suatu hal, kamu bisa memanggilku Mi Jia Lei. Aku menggunakan kesadaranku yang tersisa untuk berkomunikasi denganmu.”

Aku bertanya keheranan, “Apakah kamu malaikat perang Radiant God, Mi Jia Lei, yang God King beritahukan padaku?”

Terdengar suara tertawa kecil. “Nak, sudah begitu lama aku mendengar nama itu. Kata-katamu telah membuatku merasa sangat nyaman.”

Mengapa aku bisa berkomunikasi dengan kesadaranmu?”

Tekadmu telah membebaskan Holy Sword, sehingga dirimu sekarang bisa berkomunikasi denganku.”

Aku berkata dengan terkejut, “Aku telah membebaskan Holy Sword. Jadi dengan kata lain, aku akhirnya bisa menggunakan Holy Sword.”

Mi Jia Lei menjawab, “Nak, kamu berpikir terlalu naif. Kamu hanya bisa menggunakan sebagian kecil kekuatan dari Holy Sword. Jika kamu benar-benar ingin menggunakan kekuatan penuh, kamu harus mewarisi kekuatan yang telah aku tinggalkan di Sky Splitting Great Valley.”

Apa yang dia katakan sama dengan apa yang dikatakan God King. Aku mengangguk. “Aku pasti akan pergi ke sana.”

Mi Jia Lei menjawab, “Meskipun kamu terluka parah saat ini, kamu juga memperoleh banyak, termasuk kemampuan untuk mengendalikan sebagian kecil dari Holy Sword. Kamu harus berlatih banyak untuk bisa menggunakannya secara bebas. Aku tidak punya banyak kesadaran lagi. Aku akan dapat berkomunikasi denganmu setelah kamu datang ke Sky Splitting Great Valley. Kamu harus ingat bahwa kamu harus menggunakan kekuatan Holy Sword untuk membuka segel di Sky Splitting Great Valley. Masa depan penduduk dan Dewa klan kami bergantung pada mu Nak. Kamu harus bekerja keras …” Suaranya menjadi lemah saat ia berbicara hingga benar-benar lenyap.

Cahaya bintang di sekitarnya secara perlahan meredup. Ketika semuanya menjadi gelap, aku kehilangan kesadaranku.

Setelah sadar kembali, aku merasakan rasa sakit di sekujur tubuhku. Aku tahu bahwa aku telah kembali ke dunia nyata.

Aku paksa membuka mata dan sadar telah berpindah ketika aku menemukan Mu Zi tergeletak di samping tempat tidurku. Terlihat dari wajahnya yang pucat, dia pasti telah kelelahan.

Aku mencoba untuk menyalurkan kekuatan sihir dalam diriku. Aku terkejut saat menemukan Gold Dan telah menghilang; telah berganti dengan dua Gold Dan yang berukuran kecil yang terlihat sama dengan Gold Dan yang sebelumnya. Tampaknya semalam bukan mimpi. Apa yang Mi Jia Lei katakan benar. Aku benar-benar mendapatkan beberapa manfaat dari Holy Sword. Meskipun kekuatan gabungan dua Gold Dan tidak sekuat Gold Dan awalnya, tapi aku tahu jika aku berlatih sampai ke titik dimana akan menjadi nyata, aku akan bisa mencapai tingkat Magister dan akan menuju menjadi Grand Magister.

Selain dua Gold Dan, aku menemukan perubahan lain yang aneh dalam tubuhku. Spirit bertarung dalam inti tubuhku terasa aura hangat. Itu seharusnya adalah kekuatan dari Holy Sword.

Setelah menyalurkan energy dari Holy Sword untuk membuatnya perlahan-lahan mengalir dalam inti tubuhku. Seluruh inti tubuhku tampaknya seperti melakukan pemanasan. Sebuah kekuatan yang hangat nyaman terpancar dari inti tubuhku. Meresap keseluruh tubuhku dan menyembuhkan luka-lukaku. Bagian tubuh yang terluka langsung terasa lebih baik setelah kekuatan tersebut mengalir melaluinya. Jadi Holy Sword memiliki manfaat seperti ini. Kekuatan Holy Sword ini bahkan lebih baik dari sihir penyembuhan elemen cahayaku.

Setelah membuat kekuatan Holy Sword tersalurkan didalam tubuhku, akhirnya akhirnya aku bisa bergerak. Aku mengulurkan tanganku dan membelai rambut halus Mu Zi yang berantakan. Aku memanggilnya dengan pelan, “Mu Zi, bangun! Mu Zi, bangun!”

Mu Zi dengan sedikit linglung duduk dan membuka matanya perlahan. Ketika dia melihat bahwa aku sudah bangun, dia langsung terbangun dan berkata penuh semangat, “Zhang Gong, kamu sudah bangun! Kau membuatku takut.” Setelah mengatakan itu, ia langsung menuju padaku dan terharu.

Dia menyentuh lukaku. Aku memeluk pinggangnya dan menjawab, “Gadis kecil, tolong sedikit pelan.”

Mu Zi teringat bahwa luka seriusku masih dalam penyembuhan. Dia bergegas bangkit dari tubuhku dan menjawab dengan rasa perhatian, “Maaf! Aku terlalu senang sehingga lupa kalau kamu masih dalam proses penyembuhan.”

Bahkan setelah dia sudah duduk, aku tidak ingin melepaskan pelukanku. Hehe! ‘Ini kesempatan langka untuk melakukannya.’

Mu Zi bertanya, “Bagaimana yang kamu rasakan? Lebih baik?”

Aku tersenyum dan mengangguk. “Kamu tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Setelah aku beristirahat untuk sementara waktu, aku akan baik-baik saja.”‘Dengan kekuatan Holy Sword untuk membantu pemulihanku, aku percaya bahwa aku bisa pulih lebih cepat.’

Translator / Creator: Kaho