April 12, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 17

 

Life’s Flame

Perisai pelindung ini bergetar dengan sangat indah ketika bintang-bintang cahaya itu  datang menghantamnya. Kelima lawanku tidak punya waktu untuk mengagumi kejadian itu dan berteriak, “Celaka!”. Bintang-bintangku telah menembus perisai pelindung kokoh mereka. Meskipun serangannya tidak begitu menggunakan banyak tenaga, tapi itu telah membuat semua lawanku hingga terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Aku telah berhasil membalik mereka.

Ketika aku ingin menyerang mereka, tubuhku tiba-tiba melemah. Aku berteriak dalam hati, ‘Ini buruk. Hari ini terlalu banyak tekanan dan aku tidak punya cukup waktu beristirahat’ Setelah melepaskan sihir tingkat tinggi, kekuatan sihirku tersisa sedikit. Nyatanya, aku lupa bahwa aku juga telah membantu Xiao Jin dalam pertarungannya. Meskipun Xiao Jin bisa mengumpulkan kekuatan sihir sendiri, ia masih membutuhkanku dalam beberapa hal.

Xiao Jin meraung dan aku melihatnya dengan sekuat tenaga mengumpulkan kelima makhluk sihir tersebut dan menembakkan bola cahaya pada mereka. Mereka terpental dan tidak mampu berdiri lagi. Kecemasanku sedikit lega. Namun, ketika aku ingin memerintah Xiao Jin untuk menyerang lawanku, aku melihat pemandangan yang aneh.

Semua kelima lawanku berdiri di garis, bergandengan tangan, dengan ekspresi yang serius pada wajah mereka. Penyihir elemen tanah, yang berada di tengah, berkata, “Demi kehormatan akademi kami, kami akan mengerahkan semuanya!”

Keempat musuh lainnya juga berteriak, “Itu benar, untuk menghormati akademi kita!”

Setelah itu, wajah mereka mulai bersinar dengan sinar cahaya surgawi.

Aku pernah menjumpai hal tersebut sekali, jadi aku tahu apa yang akan mereka lakukan. Aku berteriak, “Berhenti!” Namun, itu sudah terlambat karena lima dari mereka telah melepaskan mantra, “Dewa Maha Pecinpta, lepaskanlah jiwa kami dan jadikanlah api!”

Ini tidak baik, karena mereka mengorbankan nyawa mereka. Mereka dapat meningkatkan kekuatan mereka untuk sementara waktu dengan masa hidup nyawa mereka sebagai imbalannya untuk mendapatkan kekuatan tersebut. Kelima tubuh mereka menyala dengan warna yang berbeda, sesuai dengan elemen sihir mereka.

Xiao Jin merasa bahwa ini tidak baik dan langsung terbang lalu mendarat di depan tubuhku.

Aku menghela nafas. “Apakah ini benar-benar layak? Apakah kemenangan itu penting bagi kalian? Mengapa kalian mengorbankan nyawa kalian?”

Salah satu lawanku berelemen angin berkata dengan nada dingin, “Sudah cukuplah kau berpura-pura! Kami telah cukup melihat kemurahan hatimu. Hidup kami hanya sia-sia saja. Bisakah kau melakukan sesuatu?”

Penyihir elemen api ditengah berkata, “Tak perlu repot berbicara dengannya. Waktu kita sudah hampir habis. Semuanya, cepat mulai serang!”

Api kekuatan yang mereka gunakan dari masa nyawa hidup mereka dengan seketika menyembuhkan segala luka serius pada tubuh mereka. Tiga mantra elemen sihir yang berbeda dengan sangat kejam menyerangku.

Mu Zi yang berada di bawah arena berteriak. Jika bukan karena Si Wa yang menahannya, dia akan berlari ke arena.

Xiao Jin melebarkan sayapnya untuk menahan sebagian besar serangan. Aku telah banyak mencurahkan seluruh kekuatan ketika aku menyerang. Bagaimana ini? Aku menggunakan mantra defensif untuk menyerang balik sihir tingkat tinggi mereka. Tiba-tiba, aku melihat Xiao Jin secara perlahan bergerak mundur. Tampaknya bahwa serangannya begitu berat baginya untuk menahan kelima penyihir yang sedang dalam kekuatan luar biasa.

Aku tidak bisa membiarkan mereka menyakiti Xiao Jin. Aku mengumpulkan energy sebanyak mungkin yang bisa digunakan untuk membantu memberikan kontribusi energi yang dibutuhkan untuk langkah selanjutnya Xiao Jin, namun serangan-serangan lawan terlalu kuat. Tidak peduli apakah itu adalah sihir Heaven Devouring Flame Dragon, Tyrant Tornado, atau Meteor; mereka semua sangat kuat. Xiao Jin tidak bisa menahan lebih lama lagi. Sisiknya yang keemasan mulai berdarah dan tatapan matanya mulai meredup.

‘Tidak! Aku tidak bisa membiarkan Xiao Jin mati!’ Aku memaksanya kembali ke tubuhku dan langsung bersiap-siap untuk menerima semua serangan. Serangan lawan telah berhasil menerobos perisai pelindung setelah sukses aku buat.

Jubah ajaib akan membantu pemiliknya dalam keadaan darurat. Batu permata di dadaku memancarkan sinar cahaya sebagai baris terakhir perlindunganku.

Ketika serangan lawan mereda, aku memulihkan tubuhku yang terluka parah dengan tonkat sihirku. Darah segar tak henti-hentinya mengalir dari mulutku. Batu ajaib yang ada pada jubahku telah hancur; batu itu hancur untuk melindungiku. Mu Zi tampak tak tahan karena dia ingin datang disampingku. Tubuhku terhuyung-huyung, tapi aku berdiri dan melambaikan tanganku pada Mu Zi, berkata dengan suara rendah, “Aku belum kalah!”

Wah! Aku menelan darahku kembali. Aku tahu bahwa aku telah mancapai batasku.

Aku menatap lawanku dan melihat bahwa kondisi mereka juga kurang baik. Wajah mereka telah memucat dan api yang membakar jiwa hidup mereka telah redup.

Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Tubuhku sudah tidak dapat menggunakan mantra sihir apapun. Tenaga dalamku juga tak mampu mengalir dalam lukaku yang terlalu parah ini.

Aku tersenyum sendu, ‘Apakah benar-benar akan kalah?’

Aku berpikir tentang Ma Ke yang selalu mampu berlari dengan berani tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. ‘Aku takut bahwa ia tidak akan pernah bisa bangkit kembali. Keinginan terakhirnya adalah ingin aku menjadi juara.

Ma Ke, apakah boss mu telah selesai? Tidak.. tidak..tidak! Aku bisa melakukannya! Aku harus mampu menyelesaikan keinginan terakhir saudaraku.’

Aku berteriak keras keputusasaanku pada langit dan pasrah pada diriku dan berjalan menuju lawanku selangkah demi selangkah.

Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Forest Dragon Academy berdiri dengan semua para pengamat. Perasaan orang-orang telah mencapai ambang tenggorokan mereka. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah sudah mempersiapkan diri untuk memiliki kemenangan pertama mereka melawan Royal Advanced Magic Academy dalam seluruh sejarah persaingan mereka.

Tiba-tiba, aku merasakan energi hangat bergetar dalam tubuhku. Aku teringat kekuatan yang telah membantuku menahan serangan Hai Yue setelah mengalahkan Feng Liang Ri.

Kekuatan itu dengan cepat mengalir melalui tubuhku. Aku merasa bahwa aliran dalam tubuhku yang kacau tampak lebih nyaman. Aku berhenti bergerak, menutup mata dengan erat dan membiarkan kekuatan itu menyembuhkan luka-luka pada tubuhku.

Kelima lawan itu melihat kegigihanku dan terkesan. Namun, mereka mengangkat tangan mereka untuk mempersiapkan serangan terakhir mereka seperti itu adalah sisa-sisa terakhir dari kekuatan sihir mereka. Dengan ekspresi penyihir elemen tanah yang sepertinya enggan.

Tubuhku perlahan memancarkan kekuatan langit yang perlahan-lahan memebentuk lingkaran emas. Lawanku terkejut, tapi mereka telah melepaskan serangan terakhir mereka.

Dua Tornado, dan dua Fire Snake (Karena mereka tak mampu membentuk Fire Dragon karena kurangnya kekuatan, aku akan menggunakan Fire Snake untuk menggambar serangan mereka) dan sebuah tembakan meteor yang sangat besar mengarah padaku.

Mu Zi dan Si Wa melihat kejadian ini dan berlari dengan sekuat tenaga untuk memasuki arena. Namun, mereka dicegah untuk mendekatiku dengan kekuatan tak terlihat ketika mereka berjarak 10 meter dariku.

Translator / Creator: Kaho