April 6, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 16

 

Facing the Enemy Alone

Mu Zi menegur dengan suara tegas. “Tidak! Bagaimana aku bisa membiarkanmu meresikokan dirimu sendiri? Aku tidak akan mengijinkanmu melakukan itu.”

Aku menjawab, “Apakah kamu punya ide lebih baik? Jangan khawatir! Aku masih memiliki Xiao Jin. Dia adalah seorang raja naga yang memiliki kemampuan pasti tidak kalah dengaku. Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa dua Magister akan dikalahkan oleh tiga penyihir biasa? Kalian terlalu khawatir.”

Si Wa dengan cemas menjawab, “Tapi …”

Aku memotongnya. “Berhenti bicara! Aku telah memutuskan! Tidak perlu repot menemaniku, karena aku akan lebih bisa berkonsentrasi tanpa kalian .. Mu Zi, jadilah seorang wanita yang baik dan tunggu kabar baik suamimu.”

Mu Zi, anehnya, tidak menegurku setelah aku menganggap diriku sebagai suaminya. Dia membungkuk ke arahku dan erat mendekap lenganku. Aku merasa kekhawatirannya sangat jelas. Setelah beberapa saat, Mu Zi mengangkat kepalanya dan berkata dengan ketabahan hati, “Zhang Gong, kamu dapat pergi dan bertanding sendiri, tapi aku akan pergi ke arena bersamamu. Aku ingin melihatmu mengalahkan para bajingan Forest Dragon. Mereka benar-benar berani untuk merencanakan cara licik untuk bersaing melawan kita … Kamu tidak harus menahan dirimu saat melawan mereka.”

Si Wa menimpali, “Aku juga harus pergi denganmu.”

Bahkan setelah mencoba untuk meyakinkan mereka berulang kali, aku masih tidak dapat mengubah pikiran Mu Zi dan Si Wa sama sekali. Melihat bahwa waktu pertandingan sudah dekat, aku tidak punya pilihan selain untuk membawa Mu Zi dan Si Wa bersama ke arena.

Wakil Kepala Sekolah Forest Dragon tersenyum ketika datang. “Apakah kalian akan bertanding seperti kemarin?”

Aku menggeleng. “Aku saja yang akan bertanding.”

Ia bertanya keheranan, “Bagaimana kau bisa bertanding sendiri?”

Aku memelototinya. “Mengapa tidak mungkin? Tidak bisakah aku melawan ketiganya?”

Wakil Kepala Sekolah Forest Dragon menatapku, terlihat kesulitan untuk memutuskan. “Bagaimana dengan ini? Aku akan pergi dan membicarakan hal ini dengan perwakilan dari akademi lainnya. Tunggu sebentar.”

Setelah beberapa saat, dia datang kembali tampak sedikit malu.

Saya bertanya, “Bagaimana pembicaraannya?”

Wakil Kepala Forest Dragon berkata, “Mereka telah memutuskan untuk membiarkanmu bertarung sendiri, tapi dengan satu syarat.”

Aku mengerutkan kening dan bertanya. “Apa itu? Katakan saja.”

Wakil Kepala Sekolah Forest Dragon dengan rasa canggung berkata, “Mereka ingin dirimu untuk melawan lima orang dan menentukan hasil dengan sekali pertandingan.”

Mu Zi marah dan mengutuk keras, “Apakah anda masih manusia? Bagaimana satu orang bisa melawan lima orang? Ini sangat tidak adil. Zhang Gong, mari kita pergi! Kita tidak perlu bertanding lagi!”

Wakil Kepala Sekolah menjawab, “Jika kalian tidak bertanding, itu berarti kalian kalah.”

Aku menatapnya dengan tatapan dingin, menyebabkan ia takut dan mundur dua langkah. Aku menggertakkan gigi dan berkata dengan suara dingin, “Aku akan bertanding, tapi jangan salahkan aku karena tidak memperingatkan anda: Aku tidak akan menahannya lagi !.” tindakan keterlaluan mereka membuatku marah. Ini adalah pertama kalinya aku ingin menghabisi lawanku.

Dingin yang memancar dari tubuhku telah menyebabkan suhu di sekitar menurun drastis. Aku mengulurkan tanganku untuk menghentikan Mu Zi dari menghentikanku. “Tolong jangan ikut campur dalam hal ini. Aku benar-benar ingin melihat taktik apa yang akan mereka pakai.” Aku mengambil tongkat sihirku dari dimensiku. Aku tahu pertandingan ini akan menjadi sama berbahayanya dengan pertempuran melawan Si Feng Ri.

Aku dengan cepat mengumpulkan elemen cahaya untuk diriku ketika aku berdiri di tengah arena pertandingan. Elemen cahata semakin memancar hebat dan kuat ketika aku marah.

Lawan yang aku hadapi dua penyihir elemen api, dua penyihir elemen angin, dan satu elemen tanah. Tampak dua dari mereka adalah masih seorang murid dan yang lain berusia sekitar empat puluh tahun. Seharusnya ini menjadi tim terkuat yang Forest Dragon miliki. Wakil Kepala Sekolah mengumumkan, “Pertandingan dimulai!”

Tanpa banyak bicara aku melepaskan mantra fusion battle spirit dan light element. Para musuh berdiri di belakang penyihir elemen tanah. Mereka tidak terburu-buru mengeluarkan mantra defensif tingkat tinggi.

Ketika mantra fusion menyerang mantra pertahanan mereka, langit menyala. Aku terpelanting mundur dan bergeser beberapa langkah. Aku hanya bisa menghela nafas seperti aku menyadari bahwa semua lawanku adalah penyihir tingkat hebat.

Mereka tidak menyerang ku, tapi malah mengeluarkan monster sihir mereka. Dengan monster sihir yang bertarung dihadapan mereka, aku perlahan-lahan tersudut. Tekanan yang sangat kuat membuatku membuat jubah sihirku terkibas-kibas. Aku dalam posisi yang kurang beruntung.

Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah menyaksikan pertandingan dan tersenyum karena mereka berpikir bahwa kemenangan sudah berada di genggaman mereka.

Aku menggertakkan gigiku dan berteriak, “Xiao Jin, keluarlah!” Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan monster sihir sejak awal pertandingan. Ada kilatan cahaya emas, dan Xiao Jin segera menggunakan tubuhnya untuk bertindak sebagai perisaiku karena ia menyadari bahwa ada musuh yang kuat mengancamku. Tidak perlu menunggu perintahku dan segera melepaskan semburan pertahanan. Ini mengurangi beban tekanan tubuhku dan aku dapat menghela nafas lega.

Aku mengambil kesempatan dari fakta bahwa mereka tidak tersentak kaget melihat Xiao Jin dan mulai melepaskan mantra sihirku yang kuat. Aku mengangkat tongkat sihir di tanganku dan meneriakkan, “Elemen Cahaya! Teman terbaikku! Aku mohon padamu gunakan kekuatanmu untuk menjadi sinar yang sangat terang, berubahlah menjadi bintang-bintang dan enyahkan musuh dihadapanmu, Bright Star Shine!” Ini adalah mantra sihir terkuatku. Mantra yang sangat kuat dan aku bebas bisa mengendalikannya.

Elemen cahaya di sekitar menjadi butiran-butiran cahaya emas yang berkumpul di atas tubuhku. Perlahan-lahan membentuk bola cahaya menyilaukan, dan tampak seperti miniatur matahari dan memancarkan sinar cahaya. Aku berkata dengan lembut, “Berpencar!” Bola cahaya langsung berubah menjadi bintang kecil yang mengelilingiku.

Salah satu lawan penyihir elemen api, “Semunya ! Hati-hati! Lawan akan menggunakan mantra sihir yang kuat. Cepat keluarkan mantra defensif dan perintah monster sihir kalian untuk menyerang monster sihir lawan!”

Semua musuh yang merupakan monster sihir tingkat tujuh atau delapan menyerang Xiao Jin. Ketika bintang terang muncul di hadapanku, aku juga memerintahkan Xiao Jin untuk menyerang.

Xiao Jin menjerit serta meraung. Dia mengepakkan sayapnya yang besar dan menghempaskan dua monster sihir elemen angin dan dengan semburan naga untuk menyerang monster sihir elemen tanah.

Aku telah selesai dengan Bright Star Shine, yang menutupi langit dengan bintang-bintang cahaya yang menuju ke lima penyihir itu.

Kelima musuh telah tahu bahwa mantra ini sulit dilawan dan mereka semua melepaskan mantra pertahanan terkuat mereka.

Ketika bintang-bintang terang mendekati perisai perlindungan musuh, aku tersenyum dan menggambar sebuah lingkaran dengan tongkat sihir di tanganku. Bintang-bintang cahaya tiba-tiba berhenti di udara dan dengan cepat mengatur susunan mereka seperti pasukan membentuk garis lurus sebelum mereka menembak ke arah sihir defensif mereka seperti sambaran petir.

Kekuatan dari kelima monster sihir itu lebih lemah dari Xiao Jin sehingga mereka dikalahkan oleh Xiao Jin. Dalam waktu yang singkat, Xiao Jin telah mengalahkan mereka semua dan datang untuk membantuku.

Translator / Creator: Kaho