April 4, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 15

 

Ma Ke’s Crisis

Aku penuh cemas, “Tapi … Apa yang akan kita lakukan denganmu?”

Ma Ke tersenyum kecil dan menjawab dengan terengah-engah, “Ini … tidak penting lagi … Boss, bukankah kamu bilang … bahwa kita harus menerima nasib kita …? Jika aku … tidak saatnya aku mati … maka aku tidak akan mati. Kamu harus … menjadi pemenang … dan biarkan Akademi lain tahu … bahwa kita … adalah yang terkuat … ” Setelah ia mengatakan ini, ia pingsan dan darah terus menetes dari bibirnya.

Aku memanggilnya, “Ma Ke, Ma Ke !!!”

Hai Yue tetap disamping tubuh Ma Ke dan meratapi kesedihannya hingga suaranya habis. Aku menghela nafas dan menegakkan tubuhku, dengan nada yang pelan aku bersumpah untuk menjadi pemenang. Aku memandang Hai Yue dan berpikir, ‘Jika aku TAHU ini akan terjadi, aku tidak akan mempersiapkannya untuk ikut.’

Aku berkata, “Hai Yue, aku akan merepotkanmu untuk mengobati Ma Ke. Karena dia memiliki dasar elemen api, efek dari sihir penyembuhan elemen airmu cukup bagus. Aku akan mengobatinya lagi sekarang dan menstabilkan lagi kondisinya. Setelah pertandingan dua hari lagi, kita akan langsung kembali ke akademi kita untuk mengobati Ma ke. ”

Hai Yue mengangguk.

Aku mulai membaca mantra penyembuhanku yang paling kuat. “Elemen cahaya yang terkuat, tolong gunakan cahaya sucimu tanpa henti untuk mengobati dan dengan hati yang penuh belas kasih selamatkan nyawa dihadapanmu, Heart of Holy Light!”

Elemen cahaya disekitar berkumpul disekelilingku dan perlahan menyelimuti diriku. Cahaya putih perlahan menjadi keemasan. Tidak terlihat seperti sebuah serangan, tapi seperti sebuah penyembuhan.

Aku membuat elemen cahaya berbentuk hati. Hati berkilau yang terbuat dari Cahaya Suci perlahan muncul di hadapanku. Aku mengulurkan tangan kananku dan hati berwarna keemasan itu melayang ke arah Ma Ke yang pucat dan langsung merasuk kedalam dadanya. Seluruh tubuh Ma Ke menjadi sama denganku saat elemen cahaya berkumpul dan memancarkan cahaya emas yang menyilaukan. Wajahnya yang pucat menjadi samar-samar merah.

Setelah beberapa waktu yang lama, cahaya keemasan menghilang. Aku memeriksa denyut nadi Ma Ke dan mengetahui bahwa denyut nadinya sedikit lebih baik. Selanjutnya, aliran Qi dan aliran darah lebih lancer dari sebelumnya. Aku menghela nafas panjang. Tubuhku sedikit bergetar saat setelah menggunakan mantra pemulihan tingkat tinggi, aku telah menggunakan sebagian besar energiku.

Mu Zi bergegas membantuku. Aku berkata pada Hai Yue, “Selanjutnya kuserahkan padamu. Kamu harus mengobatinya tiap dua jam. Itu seharusnya mampu menstabilkan kondisinya untuk sekarang. Aku akan pergi beristirahat”

Mu Zi membantuku kembali ke kamarku dan menggunakan kain basah untuk menyeka keringat dari dahiku. Dia bertanya cemas, “Zhang Gong, bagaimana keadaanmu?”

Aku menjawab, “Aku baik-baik saja, Aku hanya menggunakan terlalu banyak kekuatan sihirku. Aku paling khawatir dengan kondisi Ma Ke saat ini. Aku menggunakan mantra pemulihan tingkat tinggi, tapi masih kurang cukup untuk mengobatinya. Aku takut bahkan Guru Zhen tidak akan dapat mengobatinya setelah kami kembali ke sekolah.”

Mu Zi mendesah. “Kita akan tahu keberuntungan kita nanti. Aku juga berharap tidak terjadi apa-apa pada Ma Ke.”

Aku tersenyum. “Ini adalah nasib yang ditakdirkan pada Ma Ke. Jika ia berhasil mengatasi rintangan ini, ia pasti akan dapat memenangkan hati Hai Yue. Ma Ke, saudaraku, kamu harus bertahan dari cobaan ini.”

Mu Zi, Si Wa, dan aku bermeditasi untuk memulihkan kekuatan sihir kami secepat kami bisa untuk pertandingan keempat besok.

Kami telah memeriksa kurang lebih menstabilkan Ma Ke pada hari berikutnya. Kami tidak memberitahu Hai Yue sebelum menyelinap keluar dari ruangan dan berlari menuju arena pertandingan.

Setelah mencapai arena Forest Dragon, Wakil Kepala Sekolah datang ke kami. Dia bertanya heran, “Kenapa kalian cuma bertiga saja?”

Aku tersenyum kecil. “Rekan tim kami dalam kondisi yang sangat buruk dari cedera kemarin dan rekan tim kamu yang satunya tinggal disana untuk menjaganya, sehingga hanya kami bertiga yang datang.” Setelah Wakil Kepala Sekolah mendengar apa yang kukatakan, aku melihat tanda-tanda rasa senang memancarkan dari matanya. Apakah dia benar-benar berpikir bahwa ini akan cukup untuk mengalahkan kami dengan mudah? Aku pikir dengan kebencian, ‘Aku pasti akan membiarkannya melihat beberapa kekuatanku hari ini!’ Aku tidak akan membendung kekuatanku lagi pada pertandingan ini, akan bersungguh-sungguh melukai lawanku dengan kekuatan yang tak tertahankan dan dengan mudah memenangkan pertandingan pertama.

Lawan Mu Zi sangat kuat. Itu jelas karena mereka melihat kami hanya bertiga saja dan telah mengatur untuk menempatkan lawan terkuat dari tim tersebut untuk pertadingan pertama. Mu Zi telah memenangkan pertempuran dengan usaha keras. Dia terjatuh ke tubuhku setelah berjalan keluar dari arena pertandingan. Aku menyadari bahwa Mu Zi telah banyak menggunakan kekuatan sihir, dan pasti belum pulih pada pertandingan keesokan harinya, kami akan menghadapi lawan terkuat kami pada pertandingan ini, Forest Dragon Magic Academy. ‘Apa yang akan aku lakukan? Ma Ke sudah terluka parah. Aku tidak tega membiarkan Mu Zi terluka.’

Lawan Si Wa adalah musuh terkuat yang kami hadapi sejauh ini pada pertandingan. Musuh tersebuh adalah seorang penyihir elemen api. Dia tampaknya seorang kepala pengajar sihir api di akademinya, berumur sekitar 50 tahun dan memiliki kekuatan yang sangat kuat.

Ini pertama kalinya aku melihat pertahanan Si Wa yang kuat sebagaimana lawannya benar-benar kuat. Dia tidak melawan lawannya dan keras kepala terus bertahan melawan musuhnya untuk melemahkan kekuatan sihirnya. Monster sihir mereka bertarung, tapi tidak ada yang unggul. Seluruh pertempuran berlangsung selama tiga jam. Akhirnya, lawannya telah kehabisan kekuatan sihir dan terlempar keluar dari panggung pertempuran setelah Si Wa menyerang dengan tombak elemen tanahnya untuk menghabisi musuhnya.

Meskipun kami berhasil memenangkan semua empat pertandingan, perasaanku larut. Besok akan menjadi pertempuran terakhir kami dan aku adalah satu-satunya yang dalam kondisi siap bertanding. Selain itu, kami akan menghadapi lawan yang akan lebih kuat daripada lawan kami sebelumnya.

Aku mengawasi Mu Zi dan Si Wa, yang kehabisan energi, setelah kembali ke penginapan. Ketika aku pergi ke kamar Ma Ke, aku menemukan Hai Yue tidur di samping tubuh Ma Ke. Dia tampak sangat lelah.

Setelah memeriksa Ma Ke dan tahu bahwa kondisinya tidak memburuk, aku bisa menenangkan hatiku.

Aku duduk di sofa ruang santai dan merenung, ‘Bagaimana kita akan berjuang besok? Mu Zi dan Si Wa kondisinya kurang baik. Aku takut bahwa mereka tidak akan bisa menggunakan setengah dari kekuatan sihir mereka. Mereka hanya akan kalah dalam pertempuran mereka.’ Aku menggertakkan gigi dan membuat keputusan.

Aku memanggil Mu Zi dan Si Wa ke ruang santai di pagi hari. Dari ekspresi kelelahan mereka, aku tahu bahwa mereka tidak dapat memulihkan banyak kekuatan sihir mereka.

Si Wa mengatakan, “Zhang Gong, kita harus segera keluar. Jika tidak, kita tidak akan dapat ke arena tepat waktu.”

Aku mengangguk. “Aku saja yang akan pergi. Kalian berdua tidak perlu pergi.”

Mu Zi terkejut. “Bagaimana kita bisa membiarkanmu bertarung sendiri?”

Aku tersenyum kecil. “Bisakah kalian bertarung dengan kondisi kalian? Akan sia-sia jikalau kalian tetap ingin bertanding. Jangan lupa bahwa aku seorang Magister. Aku akan bernegosiasi dengan Forest Dragon untuk bertarung di tiga pertandingan sendirian dan pasti akan menjadi pemenang.”

Translator / Creator: Kaho