March 30, 2017

Child of Light – Volume 5 / Chapter 14

 

Suffering Heavy Casualties

Selanjutnya akan menjadi Mu Zi, Hai Yue, dan aku yang akan bertanding pada hari ketiga kompetisi, karena pada kenyataannya Si Wa dan Ma Ke telah menggunakan sebagian besar energi mereka.

Mu Zi dan aku  memenangkan dua pertempuran pertama dengan mudah, tapi pertandingan ketiga harus diperjuangkan oleh Hai Yue yang belum pernah tampil di arena pertandingan.

Hai Yue tampak sedikit tertekan dan berjalan ke arena dengan sedikit lesu. Ketika dia mengangkat kepalanya, hatinya bergetar karena lawannya tampak mirip dengan Feng Liang. Hai Yue hanya berdiri di sana dan menatap kosong pada lawannya dengan segudang pengalaman melewati pikirannya. Pada saat itu, hatinya sakit, jadi dia hanya berdiri di sana, terpaku di tempat itu.

Lawannya tidak berpikir bahwa Hai Yue bertingkah aneh dan sebaliknya dia sangat gugup karena tim kami belum pernah kalah sekalipun. Dia melafalkan mantra dengan kepala tertunduk. Aku sangat terkejut bahwa ia benar-benar bisa membentuk Poweball. Tampaknya lelaki itu benar-benar memiliki kekuatan seorang penyihir.

Powerball nya berwarna hijau karena ia adalah seorang penyihir angin. Namun, terlihat bahwa sulit baginya untuk mengontrol powerball saat terbang menuju Hai Yue pada kecepatan lambat.

Tidak ada orang yang peduli pada Hai Yue sebanyak Ma Ke peduli, jadi ia telah menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan Hai Yue. Ia berteriak pada Hai Yue, tapi Hai Yue sedang kosong dan tidak mendengarnya, yang fokus memikirkan sesuatu dalam pikirannya

Pikiranku berkecamuk ‘ini buruk!’ ketka powerball semakin kuat. Bahkan jika dia sepenuhnya terbangun dari kesadarannya, dia masih tidak mungkin bisa menghadapinya dengan mudah. Selain itu, dia juga belum siap.

Aku menggunakan kekuatan sihirku untuk membuat suaraku membentuk garis untuk mencapai telinganya dan berteriak.

Suara yang keras membuat Hai Yue tersadar kembali pada situasinya. Hai Yue terkejut dan mengangkat kepalanya, dan melihat Powerball sudah menutupinya. Hai Yue bukan seorang Magister jadi dia membutuhkan waktu untuk membaca mantranya. Dia tahu saat ini dia tidak memiliki cara untuk menghindari serangan mantra ini, dan ia benar-benar menyerah melawan serangan itu. Dia hanya berekspresi yang menunjukkan kesediaannya untuk mati untuk dengan cara yang benar.

Ketika Powerball hendak hendak menghabisinya, sosok merah tiba-tiba muncul di depannya, melindungi dirinya dengan menggunakan tubuhnya untuk menghentikan serangannya. Sosok berwarna merah itu tak lain adalah Ma Ke.

Aku berteriak dari bawah arena pertandingan, “Ma Ke!” Ketika Powerball menghantam Ma Ke, kekuatan Powerball telah berhasil memecahkan mantra pertahanan sederhana yang telah ia buat pada dirinya sendiri hingga menghantam dadanya begitu hebat. Ma Ke menjerit kesakitan dan terpental. Hai Yue terkejut saat melihat apa yang telah terjadi. Setelah melihat sosok Ma Ke ini yang terpental, dia buru-buru mengumpulkan kekuatan sihirnya untuk menangkapnya, tapi Ma Ke terlempar begitu kuat dan mereka berdua terlempar keluar dari arena pertandingan.

Para penonton menjadi gempar. Wakil Kepala Sekolah berlari dan bertanya, “Apa yang terjadi? Mengapa kau mengirim dua anggotamu ke arena pertandingan?”

Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengannya dan terus terang menyatakan, “Kami mengakui kekalahan untuk pertandingan ini,” sebelum berlari ke arah Ma Ke.

Aku tidak memiliki waktu untuk menegur Hai Yue pada saat itu dan menuju Ma Ke untuk memberikannya sihir pemulihan tingkat tinggi. Cahaya putih menyelimuti seluruh tubuh Ma Ke dan berhasil membawanya kembali dari kematian.

Si Wa sudah ada di arena pertandingan. Kami tidak berencana baginya untuk berpartisipasi dalam pertandingan hari ini, tapi kami dipaksa untuk mengirim dia keluar setelah kejadian ini.

Aku memeriksa pernapasan Ma Ke dan denyut nadinya, dan akhirnya aku menghela napas lega karena ia tidak dalam keadaan sekarat. Namun, saluran meridian nya telah kacau karena guncangan kekuatan sihir yang kuat. Skenario terburuknya adalah jika elemen api nya menjadi bergolak dan mengalir ke seluruh tubuhnya. Aku akan membiarkannya mendesah dan menunggu untuk kembali ke hotel sebelum melanjutkan pengobatannya

Saat itu, Si Wa keluar dari arena pertandingan. Dia berjalan, benar-benar kelelahan dan bertanya, “Bagaimana Ma Ke?”

Aku menatap dingin Hai Yue dan menjawab, “Dia tidak dalam bahaya untuk saat ini. Tapi ini mungkin tidak selalu menjadi masalah. ”

Hai Yue memeluk Ma Ke dan menitihkan air mata, terus bergumam, “Ma Ke, kenapa kamu begitu bodoh? Mengapa kamu menyelamatkanku? ”

Aku berkata dengan penuh kebencian, “Ma Ke sebodoh busa yang ada di otaknya. Dia tahu bahwa kamu tidak memiliki cinta untuknya tapi dia masih mempertaruhkan hidupnya untuk melindungimu.”

Meskipun kami akhirnya telah mencapai kemenangan di pertandingan ketiga, kami telah kehilangan Ma Ke sebagai anggota tim dan tahu bahwa Hai Yue tidak akan menjadi peserta besok. Siapa yang berani membiarkan dia bertanding lagi? Tidak akan ada lagi Ma Ke untuk melindungi dirinya dari pukulan lawan kali ini.

Setelah kembali ke penginapan, suasana hati kita begitu tertekan. Hai Yue telah menggunakan kekuatannya untuk membawa Ma Ke kembali dan tidak mengizinkan kita untuk mengganggunya.

Dia dengan perlahan meletakkan Ma Ke, yang wajahnya putih pucat, di tempat tidur, dan tiba-tiba berlutut di depan dan memohon, “Zhang Gong, aku mohon padamu! Tolong … Tolong selamatkan Ma Ke!”

Mu Zi segera membangunkannya dan berkata, “Hai Yue, jangan seperti ini. Zhang Gong akan melakukan yang terbaik. ”

Aku menghela napas dan berkata, “Ma Ke adalah saudaraku. Bagaimana bisa aku tidak menyelamatkan dia? Namun, karena cedera terlalu parah, sementara aku hanya bisa menjaga detak jantungnya. Kami akan menyerah pada pertandingannya dan segera kembali ke akademi karena hanya Guru Zhen akan memiliki kemampuan untuk mengobati Ma Ke.”

Pada saat itu dengan serak dan pelan Ma Ke bersuara. Kami segera mendekat di sisinya. Ada darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Dia memaksa membuka matanya dan berkata dengan terengah-engah, “Boss … Saudaraku … Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan lagi … Kamu harus … memenangkan pertandingan … Jangan … menyerah … hanya karena aku …”

Dengan cemas aku berkata, “Bagaimana bisa aku melakukan itu? Kamu harus menjalani perawatan sesegera mungkin. ”

Hai Yue datang dan mengusap wajah Ma Ke. “Ma Ke, kenapa kamu begitu bodoh? Kamu harus sembuh! ”

Ma Ke mengangkat tangannya dengan susah payah dan menyeka air mata dari wajah Hai Yue. Dia tersenyum dan mengucapkan dengan terengah-engah, “Hai … Yue … Kamu meneteskan airmata untukku … Aku sudah … sangat senang. Setelah aku mati … kamu harus … bisa menjaga dirimu … jangan biarkan … pikiran mempengaruhimu … ”

Aku memegang tangan Ma Ke dan berkata, “Kamu juga harus berhenti terlalu banyak berfikir. Kamu pasti akan baik-baik saja. ”

Ma Ke tersenyum dan terus berbicara dengan terengah-engah, “Boss … Aku tahu … seberapa buruk kondisiku sendiri … Kamu tidak perlu … menghiburku … tapi aku punya satu permintaan terakhir … yang ingin ku minta padamu … aku mohon darimu … bantu aku untuk merawat Hai Yue … dan kamu harus menang … ini adalah tanggung jawab kita … dan mungkin yang terakhir dariku … kamu harus membantuku … mencapainya … aku tahu bahwa … dengan kekuatanmu … kamu pasti akan … dapat berhasil … “

Translator / Creator: Kaho