December 19, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 6

 

Situation in the Academy II

Itu adalah Hai Yue! Sudah beberapa tahun sejak terakhir kali aku melihatnya dan dia sudah menjadi seorang wanita muda. Penampilannya yang elegan tidak berubah sama sekali! Jika ada yang berubah, dia pasti sudah menjadi lebih anggun lagi. Aku sudah berpikir kenapa Ma Ke mendadak berhenti bicara – ternyata karena dia sudah melihat gadis impiannya.

Aku melamun, “Hai Yue menjadi semakin cantik saja. Tidak heran kau tidak bisa mendapatkannya.”

Ma Ke menghela nafas, “Pria yang ada di sebelahnya adalah pacarnya saat ini, Feng Liang Ri!”

Saat itulah aku menyadari pria berusia dua puluh tahun di sebelahnya. Tinggi badannya hampir sama denganku, tepatnya 1.9 meter. Tubuhnya yang kurus memiliki kekuatan yang hebat. Meskipun penampilannya tampak rata-rata, matanya yang besar dan hidup sangat sesuai dengan wajahnya. Sepertinya gadis-gadis menyukai penampilannya.

Aku berbisik kepada Ma Ke, “Ayo pergi dan kita sapa mereka!”

Terkejut, Ma Ke berkata, “Tidak! Dia pasti akan memperlakukanku dengan sangat buruk!”

Aku berpura-pura marah dan menegurnya, “Kau benar-benar pengecut! Tidak heran dia tidak memiliki perasaan apapun kepadamu. Cepat ikuti aku!” Setelah berkata begitu, aku mengambil inisiatif dan berjalan ke arah mereka. Ma Ke tidak ada pilihan lain selain mengikutiku dari belakang.

Saat aku ada di dekat mereka, aku tertawa dan berkata, “Kenapa kau tidak menyapa teman bermainmu?”

Hai Yue melihatku ke atas dan ke bawah dan dengan mendadak menunjukkan ekspresi mengerti. “Ah! Kau Zhang Gong, sudah beberapa tahun sejak terakhir aku melihatmu!”

Aku menunjuk ke Feng Liang di sisinya. “Apakah kau tidak akan mengenalkan dia padaku?” mata Feng Liang menyala dengan waspada.

Wahai Hai Yue memerah. “Dia adalah pacarku, Feng Liang Ri.” Aku merasa tubuh Ma Ke menjadi tegang di belakangku. Hai Yue menunjuk ke arahku sebelum berkata, “Dia adalah Zhang Gong Wei. Dia adalah teman sekelasku ketika aku ada di Royal Intermediate Magic Academy. Dia bahkan bertarung melawan kakakku!”

Aku mengulurkan tanganku dan Feng Liang bersalaman denganku sambil bertanya, “Halo, apakah kau juga belajar di akademi ini?”

“Ya! Aku baru saja pindah ke Tahun ketiga kelas tiga. Hari ini adalah hari pertamaku. Tolong jaga aku.”

Aku mendorong Ma Ke ke depan, “Karena sekarang kita adalah teman, cepat berikan salam untuk mereka!” Karena aku lebih tinggi dari Ma Ke, Hai Yue tidak menyadari kalau dia berdiri di belakangku. Saat dia melihat Ma Ke, ekspresi wajahnya berubah menjadi gelap.

Ma Ke tersenyum dengan sedikit aneh. “Aku harap kau baik-baik saja.”

Hai Yue tidak melihatnya dan menyela, “Baik? Bagaimana mungkin aku baik? Aku tidak merasa baik sama sekali saat aku melihatmu. Zhang Gong, jika kau ada di sini untuk menjadi perantara untuk meyakinkanku agar pergi dengannya, kau hanya membuang-buang waktumu!”

Aku bertanya dengan perasaan heran, “Perantara apa? Oh~ kau bicara tentang tahun-tahun dimana dulu Ma Ke mencoba mengejarmu. Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Kau masih membencinya setelah bertahun-tahun? Dia tidak melakukan apapun kepadamu. Kami sudah saling mengenal sejak bertahun-tahun yang lalu. Kau tidak harus selalu memperlakukannya seolah-olah dia adalah musuh, meskipun kalian tidak bisa akrab.”

Saat itu giliran Hai Yue yang merasa aneh. Feng Liang yang ada di sampingnya, berdiri di hadapannya. “Apa yang Zhang Gong katakan ada benarnya. Hai Yue, kau tidak perlu terus bertengkar atas hal yang sudah lalu. Kelas akan dimulai sebentar lagi, ayo kita kembali.”

Hai Yue mendengus dan berjalan pergi tanpa sepatah katapun.

Tingkat tenaga Ma Ke merosot seperti balon dan dia dengan lamban berkata, “Bos, sekarang kau sudah lihat kan? Sudah jelas aku tidak memiliki kesempatan.”

Aku memberinya sebuah tamparan di kepalanya dan berkata dengan marah, “Kau benar-benar tidak berguna! Aku belum pernah melihat orang yang lebih pengecut darimu. Kau belum kalah tapi kau sudah gemetar ketakutan. Bagaimana mungkin dia akan jatuh cinta kepadamu? Dia tidak menyukai seseorang yang hanya terlihat heroic di luarnya. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau pikirkan. Saat kau melihat Hai Yue, kau hanya seperti tikur yang bertemu seekor kucing. Ayo pergi! Kelas akan dimulai.”

Ma Ke mengikutiku dengan frustrasi kembali ke ruang kelas, tapi dia tidak kembali ke kelasnya. Dia duduk di barisan belakang yang sama denganku di dalam kelasku. Aku tidak banyak mendengarkan pelajarannya. Aku mulai bertanya kepada Ma Ke, “Tolong lanjutkan penjelasanmu kepadaku mengenai keadaan di akademi? Ayo kita bicarakan tentang Hai Yue lain kali.”

Ma Ke mendapatkan sebagian moodnya kembali, “Tiga kekuasaan utama adalah keluarga Ri, Yue dan Xing yang membentuk sebuah persatuan untuk membentuk kelompok tetua. Karena semua keluarga memegang kekuasaan dari kerajaan selama generasi, mereka semua sudah berakar di dalam negara ini. Mereka juga mempengaruhi semua teritori di dalam negara ini, membuatnya mustahil untuk tidak menghiraukannya.”

Aku bertanya dengan heran, “Kalau mereka memang mereka bersatu kenapa Hai Ri masih menyemangatimu untuk mendapatkan adiknya? Jika Hai Yue menikah dengan anak tertua keluarga Ri, bukankah itu akan menjadi pernikahan yang menguntungkan?”

Ma Ke tersenyum pahit, “Kau pikir Feng Liang adalah pria yang baik? Aku dengar kalau dia sudah pergi bersama dengan banyak gadis dan mereka semua berakhir dengan sama saja. Dia memainkan mereka kemudian mencampakkan mereka. Kakak Hai Ri tahu kalau aku sudah mengejar adiknya selama bertahun-tahun, jadi dia tahu kalau aku benar-benar jatuh cinta dengan Hai Yue. Dia tidak peduli dengan Feng Liang sama sekali jadi dia memberiku semangat untuk mengejarnya.”

“Oh. Jadi begitu! Oke sekarang katakan padaku siapa kekuasaan terbesar yang terakhir.”

“Kekuasaan besar yang terakhir adalah adik yang memiliki hubungan darah dengan Kaisar, Pangeran Ke Zha. Dia juga adalah jenderal besar di Kerajaan Wang jadi dia memiliki banyak pengaruh di bidang militer. Saat membandingkan kekuatan kaisar dengan dia, dia pasti lebih kuat. Kakak, aku sudah menyembunyikan sesuatu darimu. Tolong maafkan aku setelah mendengarku.”

Aku melihatnya dengan serius. “Katakanlah. Apakah ini tentang keluargamu?”

Ma Ke tampak terkejut dan berkata, “Bagaimana kau tahu?”

Aku tersenyum. “Saat kau menolak untuk pergi denganku untuk mencari pengalaman, aku sudah menduga kalau keluargamu tidak sederhana seperti itu. Kau bisa langsung mengatakan padaku kalau kau adalah satu dari tiga keluarga itu.”

Ma Ke melihatku dengan shock dan ternganga keheranan.

Saat itu, aku merasakan beberapa bahaya dan dengan cepat membuat sebuah Light shield. “Pu~” Setelah suara itu, aku tahu dari percikan apinya kalau itu hanyalah sebuah bola api kecil.

Aku melihat ke arah datangnya serangan itu. Dari panggung pengajar, ada seorang magician yang sudah tua. Tampaknya dia adalah guru dari pelajaran saat ini. Menilai dari ekspresinya yang terlihat marah, sepertinya kami sudah memancing amarahnya. Dalam ekspresi marahnya, terdapat sedikit tanda terkejut, karena dia tidak mengira aku akan bisa menghalangi serangan diam-diamnya dengan sangat mudah.

Magician tua itu menegur, “Kalian datang ke sini untuk belajar atau hanya mengobrol?”

Ma Ke diam-diam berbisik padaku. “Dia dikenal memiliki tempramen yang sangat buruk. Kita sebaiknya tidak memancing amarahnya lagi.”

Saat itu, seluruh murid di dalam kelas melihat ke arah kami, termasuk gadis biasa yang duduk di sebelahku. Dia tampaknya mendengar apa yang Ma Ke bicarakan denganku tadi. Aku tidak peduli tentang itu sama sekali karena fakta itu seharusnya sudah diketahui oleh semua orang. Dia tidak mendengar apapun yang baru jadi itu tidak akan menjadi masalah besar.

Aku tersenyum dengan canggung, “Ah~ Maaf, guru. Aku akan berhenti berbicara dan mulai memperhatikan dengan serius di kelas.”

Ekspresi magician tua itu sedikit melembut. “Kau pasti murid baru itu. Setelah kelas ini selesai, tolong datang ke ruanganku. Ma Ke, kenapa kau ada di sini di kelas tiga? Kau harus kembali ke kelasmu. Jika kalian berdua terus berbicara, aku akan membuat kalian menyikat toilet sebagai hukuman.”

Ma Ke memperhatikan seluruh kelas dan melihat kalau semua murid terkikik. Dia tidak ada pilihan lain selain berdiri dan pergi menuju kelasnya, hanya setelah dia berbisik padaku, “Aku akan memberitahu identitasku nanti.”

Translator / Creator: Veve