January 18, 2017

Child of Light – Volume 4 / Chapter 41

 

Embracing Mu Zi

Hai Ri menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan bisa ikut campur dalam masalah ini jadi lakukan saja sesukamu, tapi adikku itu sangat menyedihkan.” Setelah mengatakan itu, dia sengaja melihat ke arah Mu Zi, yang tidak jauh dari kami.

Aku bertanya kepada Hai Ri, “Apakah Mu Zi membuatmu menderita sebelumnya? Tampaknya seperti kau takut kepadanya.”

Hai Ri membusungkan dadanya dan berkata, “Siapa yang takut kepadanya?” Mendadak, dia tampak ciut seperti sebuah balon yang kehilangan udaranya. “Bagaimanapun juga, aku memang pernah menderita di tangannya dulu. Kami bertanding di salah satu kompetisi akademi. Meskipun aku berhasil menang melawannya, dia menghajarku sampai ke titik dimana aku tidak bisa bangun dari tempat tidurku selama beberapa hari. Mu Zi sangat kuat, terutama saat dia bertarung seolah hidupnya bergantung pada itu. Aku saat ini kesulitan menyelesaikan masalah tentang Hai Shui. Aku juga tidak bisa memaksamu untuk menyukainya. Pertama Hai Yue dan sekarang Hai Shui. Kedua saudariku… apa yang kalian ingin aku lakukan sebagai seorang kakak?” Mu Zi bisa membuat Hai Ri kesulitan melawannya. Aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.

Aku bertanya dengan terkejut, “Hai Yue? Ada apa dengannya?”

Hai Ri menjelaskan secara perlahan, “Itu karena keluarga Ri yang malang. Tidak diketahui penyebab kenapa mereka mendadak menghilang. Feng Liang juga menghilang. Hai Yue sangat khawatir dan terus mencarinya, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Meskipun dia ingin pergi, dia seharusnya memberitahu kami dulu.”

Jadi begitulah kejadiannya. Aku membalas, “Kau sebaiknya kembali dan beritahu Hai Yue untuk berhenti mencarinya. Aku akan memberitahu sebuah rahasia, keluarga Ri sudah mengkhianati kerajaan dan seluruh anggota keluarganya sedang melarikan diri. Feng Liang juga tidak begitu baik. Mereka memuja kekuatan jahat. Kau harus segera membuat Hai Yue melupakan dirinya secepat mungkin.” Ma Ke akhirnya memiliki kesempatan! Aku akan membuatnya pergi dan menenangkan Hai Yue besok.

Hai Ri tertegun dan bertanya, “Ada masalah semacam itu? Kenapa aku tidak tahu tentang itu?”

Aku menjawab, “Kau tidak boleh mengatakan hal ini kepada siapapun. Jika kau masih tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan, kau boleh pulang dan bertanya kepada kakekmu mengenai hal itu. Dia tahu kenyataan tentang hal ini. Sebenarnya, Ma Ke tidak buruk, kau seharusnya membantu dia.”

Hai Ri merengut dan berkata, “Kenapa banyak sekali yang terjadi? Kepalaku rasanya penuh sekali. Baiklah, aku pergi sekarang. Aku tidak ingin memikirkan hal ini lagi.” Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan pergi.

Aku berkata kepadanya dengan cepat, “Kakak Hai Ri, saat kau sampai di rumah, kau harus mengatakan kepada Hai Shui kalau mustahil untuk memaksakan perasaan. Aku harap waktu akan mampu memulihkan rasa sakit di hatinya.”

Hai Ri menjawab, “Itu sudah cukup! Kau sebaiknya berhenti mengatakan komentar sinis seperti itu. Bagaimana mungkin aku bisa memperbaiki hatinya yang hancur? Bukankah kau yang menyebabkan rasa sakit itu?” Sambil membantah, dia berjalan meninggalkan lapangan latihan itu.

Aku hanya bisa tersenyum pahit saat aku melihatnya berjalan menjauh.

Mu Zi berjalan mendekat dan menggenggam erat lenganku. “Pasti sulit untukmu.”

Aku berbalik dan memeluknya dengan lembut. Aku mendekatkan kepalaku ke rambutnya dan menarik nafas dalam-dalam, terpesona oleh aroma manisnya. Aku tidak ingin memikirkan apapun dan hanya memeluknya dengan tenang.

Mu Zi kembali memelukku dan menyandarkan kepalanya ke dadaku.

Setelah beberapa waktu lamanya, aku mengangkat kepalaku dan dengan lembut berkata, “Aku berharap waktu akan berhenti di saat seperti ini. Perasaan yang muncul saat memelukmu sangat luar biasa. Rasanya seperti memiliki segalanya.”

Mu Zi mendorongku dan berkata dengan marah, “Kau sangat jahat! Yang kau tahu hanya mengatakan kata-kata yang tidak penting seperti itu.”

Sebuah perasaan yang menyenangkan bagiku untuk melihat dia protes dengan centil seperti itu. Masalahku yang sebelumnya seolah sudah menghilang. Aku membuka tanganku lebar-lebar untuk melepaskan sebuah pelukan kepadanya.

Mu Zi berteriak karena terkejut dan menghindar. Gerakannya menggunakan wind magic membuatnya sangat gesit. Tidak mudah bagiku untuk bisa menangkapnya, bahkan saat aku menggunakan teleportasi jarak pendek.

Aku akhirnya menemukan sebuah kesempatan untuk menghalangi jalannya dan memeluknya sambil memberikan beberapa kecupan di wajahnya yang manis.

Mu Zi menamparku menggunakan tangannya dan berkata, “Kau menyebalkan dan genit!” Dia berusaha untuk melepaskan diri dari pelukanku.

Aku memeluknya erat hingga dia tidak bisa keluar dari pelukanku. “Apakah pelukanku tidak cukup hangat? Bisakah kau berhenti lari dariku?” Setelah mengatakan itu, aku menatap Mu Zi dengan mesra dengan seluruh perhatianku kepadanya.

Mu Zi berhenti melawan dan diam dalam pelukanku. Aku mengusap rambutnya yang selembut sutra. Aku berbisik ke telinganya, “Mu Zi, aku mencintaimu.”

Mu Zi menjawab sambil berkata, “Mmhmm!” Meskipun dia tidak merespon apa yang aku katakan, aku sudah sangat puas hanya dengan ini. Aku menundukkan kepalaku untuk mencium bibirnya. Mu Zi melompat karena terkejut. Apa yang aku cium akhirnya adalah tangannya yang manis.

Mu Zi mengeluh, “Sikapmu tadi sangat baik, tapi sekarang kau nakal lagi. Apa kau tidak puas hanya dengan memelukku? Kalau kau terus seperti ini, aku tidak akan menghiraukanmu.”

Aku khawatir kalau dia sangat marah kepadaku, jadi aku tidak berani bersikap tidak waspada. Aku hanya berdiri di sana, memeluknya dibawah cahaya redup di malam hari. Kami hanya merasakan detak jantung satu sama lain dengan tenang.

Setelah kembali ke asrama, aku masih merasa kebingungan karena aku sudah memiliki hubungan dengan Mu Zi, namun menyakiti hati perempuan lain dalam prosesnya. Aku menyadari kalau perasaan ini bisa sangat manis,dan juga sangat pahit di saat selanjutnya. Hai Shui, aku benar-benar minta maaf, tapi tolong lupakan aku.

Aku memikirkan banyak hal malam itu. Aku memikirkan tentang kompetisi, tentang Mu Zi, Monster King, Hai Shui, dan masalah keluarga Ri yang terus-menerus muncul di kepalaku, membuatku kesulitan untuk tidur. Aku tertidur malam itu, namun dengan susah payah.

Siapa yang mendorongku? Perlahan aku tebangun. Aku dengar Ma Ke berkata, “Bos! Bos! Cepatlah bangun! Kau sudah terlambat, jadi cepatlah bangun!”

Aku dengan membuka mataku saat Ma Ke terus mengguncangku.

Aku mendorong tangannya menjauh dan berkata, “Jangan berisik. Aku sangat kesal. Biarkan aku tidur! Aku terlambat, lalu kenapa? Ini bukan seperti ini pertama kali.”

Ma Ke menjawab, “Itulah yang kau katakan. Aku akan mengatakan ini kepada Guru Di malam ini. Setelah kau pergi kemarin, orang tua itu terus mengatakan kepadaku untuk mengawasimu dengan penuh perhatian jadi magic milikmu tidak akan menurun, dan terutama agar kau belajar dengan serius di kelas.”

Setelah mendengarkan tentang Guru Di, aku terbangun dan dengan pasrah turun dari kasur. “Ayolah! Apa masalahnya dengan bolos beberapa kelas? Tidak berarti pelajaran ini punya arti yang penting untuk kita.”

Ma Ke terkekeh dan berkata, “Sudah cukup, bos! Berhenti mengeluh dan ayo pergi! Guru Di berkata bahwa meskipun magic powermu sangat kuat, dasarmu belum terlalu padat jadi belajar lebih banyak tentang teori tidak buruk.”

Saat Ma Ke dan aku berada di perjalanan menuju akademi, dia berkata kepadaku, “Aku dengar kau bertanding dengan Kakak Hai Ri tentang masalah Hai Shui kemarin.”

Aku menjawab, “Kau mendapatkan berita itu dengan cepat.”

Ma Ke menjawab dengan terkejut, “Jadi maksudmu itu benar-benar terjadi? Aku kira itu hanya rumor. Bagaimana itu bisa terjadi? Tidak mungkin kau jatuh cinta kepada Mu Zi?”

Aku tersenyum dengan pahit dan berkata, “Aku seratus sepuluh persen yakin kalau aku sudah jatuh cinta kepada Mu Zi dan aku sudah tidak bisa menghentikan diriku sendiri dari mencintainya.”

Mulut Ma Ke terbuka lebar untuk waktu yang lama kemudian berkata, “Aku tidak tahu kau sudah mencapai tahap itu. Kau sangat hebat, bos! Tapi apakah Mu Zi benar-benar lebih baik dari Hai Shui? Apakah dia menerimamu?”

Aku mengangguk. “Siapa yang baik dan jahat? Aku tidak tahu. Tapi semua yang aku tahu adalah aku benar-benar menyukai Mu Zi, dan dia juga sudah menerimaku. Aku menjelaskan semuanya kepada Hai Shui kemarin malam. Dia sangat sedih. Saat itu, Hai Ri datang dan melihat kalau dia sedang bersedih. Dengan sifatnya yang tidak baik, bagaimana mungkin dia bisa memaafkanku? Jadi kami berakhir dengan saling melawan satu sama lain.”

Translator / Creator: Veve