December 17, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 4

 

Reunion of Brothers

Royal Advanced Magic Academy di Kerajaan Aixia Tahun ketiga kelas ketiga.

Guru Wali kelas, Water Magister Si Lan Yu, berdiri di panggung pengajar. “Harap tenang! Aku harus memperkenalkan seorang murid pindahan baru, Zhang Gong Wei.”

Mengikuti apa yang Guru Yu katakan, aku masuk ke dalam kelas. Aku berdiri di depan panggung dan tersenyum tipis ke arah kelas. “Hai semuanya, aku harap kalian bisa menjagaku. Magic Mayor milikku adalah Light dan minornya adalah Spatial.”

“Dia datang darimana?! Bagaimana dia melompat ke kelas kita di tahun ketiga? Dia seharusnya mulai dari tahun pertama, benar ‘kan?”

“Tepat sekali! Dia terlihat sedikit tampan, tapi kita masih tidak tahu seberapa kuatnya dia.” Dua orang murid perempuan saling berbisik satu sama lain.

“Kalian seharusnya tidak tahu ini; dia sudah sangat terkenal. Dia adalah murid yang sangat berbakat dari Royal Intermediate Magic Academy. Dia sudah menjadi salah satu murid yang paling hebat selama lima tahun berturut-turut. Hebat sekali, bukan? Aku dengar dia sudah sampai ke level seorang magister.” Seorang murid perempuan di sebelah mereka berseru.

“Ah? Benarkah? Sekuat itu? Kemampuan miliknya dan guru tidak jauh berbeda. Tidak akan buruk untuk menjadi pacarnya!”

“Berhentilah bermimpi! Dengan tubuhmu, kau ingin menjadi pacarnya? Jika dia mencari seorang pacar, dia pasti akan datang padaku!”

“Kau juga harus berhenti bermimpi!”

………

Guru Yu berkata, “Zhang Gong, duduklah di barisan belakang. Ada sebuah tempat duduk yang kosong di sana.”

Aku mengangguk dan menjawab, “Akan kulakukan. Terima kasih, guru!”
Setelahnya, aku berjalan ke baris belakang dan duduk.

Guru Di menyusun semuanya dengan sangat cepat; hanya dalam waktu dua hari dia sudah berhasil membuatku diterima di akademi. Aku dengar Ma Ke ada di kelas lain dan karena aku belum bertemu dengannya, aku memutuskan untuk pergi dan mencarinya saat waktu istirahat di antara jam pelajaran selanjutnya.

“Baiklah, Aku akan mulai mengajar! Hari ini, pelajarannya adalah tentang bagaimana mengendalikan Advanced Magic. Pertama, kalian harus memiliki magic power yang sangat kuat untuk menopang magic spell itu. Kalian sudah bisa berbicara tentang pengendalian setelah kalian memiliki kekuatan yang lebih besar dari spell itu. Jika tidak, kalian tidak akan bisa mengenai targetmu dengan akurat. Sihir ini mungkin akan menjadi bumerang dan membahayakan anggota tim kalian.” Guru Yu berhenti sejenak dengan ekspresi ketakutan setelah apa yang dia katakan.

Murid-murid mulai tertawa. Cara guru ini mengajar cukup menarik. Aku menyandarkan kepalaku ke tangan kananku dan memperhatikan guru yang berusia tepat empat puluh tahun itu.

“Sebelumnya, aku ingin semua orang untuk fokus pada perkembangan untuk meningkatkan magic power kalian. Ini sangat penting! Magic power adalah sumber dari semua magic. Sekarang! Kita kembali ke topik yang sebenarnya. Saat kalian memiliki magic power yang kuat untuk membantumu, kalian hanya perlu mengandalkan spiritual power untuk mengendalikan sihir. Ma Ke, seorang murid dari kelas satu, memiliki spiritual power yang tinggi. Dia bisa dengan mudah mengendalikan spell yang dia rapalkan untuk mencapai hasil yang dia inginkan. Sebagai contoh, jika kalian melemparkan sebuah fire ball sederhana langsung ke arah musuh, musuh itu bisa menghindarinya. Tapi jika kalian mengendalikan spell kalian sesuai jalur untuk menyerang lawan kalian, kemungkinan untuk dengan sukses mengenai target kalian meningkat. Jika kalian bisa mengendalikannya untuk mengejar musuh kalian hampir menguasai teknik ini.”

Aku berpikir dalam hati. ‘Ma Ke cukup terkenal! Dia bahkan dekat dengan seorang guru yang bahkan bukan dari kelasnya. Sepertinya dia tidak hanya berdiam diri selama dua tahun terakhir dan pasti sudah meningkat dengan pesat, tapi aku tidak tahu apakah dia sudah sampai level seorang Magister atau belum!’

Dalam waktu singkat kelas yang diajar oleh Guru Si Lan selesai dan aku pergi untuk mencari Ma Ke. Aku selalu membawa dagger yang dulu dia berikan kepadaku dan aku sering mengeluarkannya untuk melihatnya kapanpun aku ada waktu senggang. Rasanya seperti aku melihatnya secara langsung! Lagipula, Ma Ke adalah salah satu saudara terbaikku dan aku mulai bersemangat saat menantikan pertemuan dengannya sebentar lagi.

Aku berbalik untuk bertanya kepada seorang murid perempuan yang duduk di sebelahku, “Permisi, bagaimana caranya aku bisa pergi ke Tahun ketiga kelas satu? Aku sedang mencari seseorang.”

Murid perempuan di sebelahku tampak biasa saja, tapi bentuk tubuhnya sangat menakjubkan. Tingginya sekitar 1.7 meter. Dia sepertinya suka melamun, tidak mengerti apa yang tadi dikatakan kepadanya. Tangannya sangat indah dan cantik. Sebuah cahaya samar-samar terlihat berputar di bawah kulitnya, jadi ternyata kemampuannya tidak buruk.

Saat aku melihat ke dalam matanya, aku terpesona. Matanya yang besar memberikan ras akrab dan juga sangat menarik. Jika ada peringkat untuk mata, miliknya pasti akan jadi yang paling indah. Aku tidak mengerti kenapa aku merasa matanya memiliki sinar istimewa keluar dari sana. Aku perlahan menjadi lebih bingung saat dia terus menatapku dengan kosong.

Aku kembali tersadar dan melambaikan tanganku di hadapan matanya.

“Maaf mengganggumu, bisakah kau memberitahuku cara untuk pergi ke Tahun ketiga kelas satu?”

“Ah!” Dia juga kembali tersadar dan menundukkan kepalanya. “Itu ada di ruangan kedua dari sebelah kiri kelas ini.”

“Terima kasih!” Aku tidak berpikir lebih jauh. Aku harus menggunakan waktu istirahat untuk menemukan Ma Ke. Aku mengikuti arahan darinya dan menemukan tahun ketiga kelas satu. Murid-muridnya juga sedang beristirahat. Kelasnya begitu kacau, terutama di pojok yang sangat penuh dengan murid-murid perempuan. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu.

Aku berteriak, “Permisi! Apakah Ma Ke Sai ada di sini?” Karena suaraku yang keras, seluruh kelas melihat ke arahku.

Ma Ke sudah lebih dewasa, tapi suara yang tidak asing terdengar, “Aku di sini. Siapa kau?” Wajahnya yang sangat tidak asing muncul dari sudut yang penuh dengan murid perempuan.

Aku tersenyum ke arahnya. Dia kebingungan sesaat sebelum akhirnya menyadari itu adalah aku yang berdiri di pintu masuk.

Dia mendorong dirinya keluar dari murid-murid perempuan yang ada di sekitarnya dan dengan cepat mendekat. Dia membuka tangannya untuk memberikanku sebuah rangkulan yang erat, “Kakak, apakah itu benar-benar kau? Kau akhirnya kembali!”

Aku memeluknya kembali. “Tentu saja ini aku! Siapa lagi kalau bukan aku? Aku sudah kembali!” Pertemuan saudara kami membuatku sangat bahagia sampai air mata mulai mengalir.

Aku memperhatikan kelas dan menyadari kalau hampir semua mulut para murid itu membeku dalam bentuk huruf O. Mungkinkah mereka mengira kami memiliki hubungan semacam itu? Aku berbisik kepada Ma Ke, “Ayo kita pindah tempat untuk bicara. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian.”

Ma Ke juga memperhatikan kelasnya dan mengerti situasinya. “Ayo! Kita pergi ke halaman!” Dia menarikku keluar dari kelasnya.

Di belakang kami, terdapat suara yang saling bicara. “Siapa itu yang membuat Ma Ke sangat terharu?”

“Benarkah? Dia tampak sedikit tampan, tapi aku belum pernah melihatnya sebelum ini! Apakah dia berasal dari akademi kita juga?”

“Ma Ke tidak mungkin suka sesama jenis, bukan?”

“Kau! Kau berani menghina Ma Ke! Aku akan menggunakan Fire Magic untuk membakar dirimu!”

“Itu benar! Kami tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menghinanya!” Satu kelompok gadis-gadis itu berseru.

Aku menyikut Ma Ke, “Aku tidak tahu kalau kau sudah berubah sangat banyak hanya dalam waktu dua tahun di Advanced Magic Academy. Kau tidak lagi tidak diharapkan dan sudah menjadi cukup populer untuk mendapat banyak penggemar perempuan!”

Ma Ke memukulku sekali, sebelum menegurku sambil bercanda, “Berhentilah mengejekku! Aku sudah sangat terganggu oleh mereka. Jika kau menginginkan mereka kau boleh mengambil mereka!”

Translator / Creator: Veve