January 4, 2017

Child of Light – Volume 4 / Chapter 39

 

Hard to Refuse

Aku berkata dengan terkejut, “Sepertinya instingku benar. Aku selalu merasa kau menyembunyikan sesuatu. Bagaimana kalau membaginya denganku sehingga aku bisa menanggung sebagian bebanmu? Kau tidak perlu mengatakan apapun lagi tentang Hai Shui. Aku, Zhang Gong, bersumpah aku tidak akan menikahi orang lain selain Mu Zi. Kenapa kau terus mendorongku untuk bersama dengan orang lain?” Aku menjadi sedikit marah setelah menanyakan itu.

Mu Zi menggelengkan kepalanya dengan kesal, “Kau akan tahu di masa depan, tapi sekarang bukan waktunya kau untuk mengetahuinya. Jangan paksa aku membicarakan hal itu, mengerti?”

Aku berkata dengan lembut, “Bagaimana mungkin aku memaksamu? Aku yakin aku mampu menyelesaikan semua masalah di masa depan, bahkan meskipun mereka mungkin sangat sulit. Kau adalah milikku selamanya di sepanjang hidupku karena aku akan terus menjagamu, jadi kau jangan berpikir untuk lari dariku!”

Mu Zi melihat ke dalam mataku saat aku menatap matanya. Rasanya seperti waktu berhenti saat itu. Perasaan romantis muncul di dalam hati kami.

Saat bel yang menandakan kelas selesai berbunyi, Mu Zi dan aku kembali ke kenyataan. Aku akhirnya berhasil membangun sebuah hubungan dengan Mu Zi. Aku sangat bahagia.

Aku mengeluarkan kartu amethyst dari ruang spatial milikku dan menyerahkannya kepada Mu Zi. “Kau boleh mengambil kartu ini. Kapanpun kau ingin makan makanan yang lezat, kau bisa menggunakannya untuk membeli makanan untukmu. Kau tidak boleh mengabaikan dirimu sendiri.”

Mu Zi tidak mengambil kartunya, namun malah menggelengkan kepalanya. “Aku rasa kau sebaiknya menyimpan kartu itu untuk dirimu sendiri, karena aku kesulitan dalam mengendalikan pengeluaranku.”

Aku tersenyum dan berkata, “Tidak masalah. Bukankah uang itu ada untuk digunakan? Ambil sajalah! Lagipula aku tidak memerlukan banyak uang. Kalau kau makan dengan teliti, kau akan bisa makan makanan lezat untuk waktu yang lama!”

Setelah dia mendengarkanku mengatakan itu, dia menerima kartu itu, “Kau tidak bisa menyalahkanku, jika aku benar-benar menggunakan semua simpananmu suatu saat nanti. Sebaiknya kita tidak pergi ke Ascending Jade Tide lagi karena meskipun tempat itu bagus, harganya sangat mahal. Ayo kita pergi ke restoran yang lebih murah saja lain kali. Aku rasa makanan yang lebih murah juga tidak terlalu buruk. Aku selalu ingin mencobanya.”

Aku berkata, “Baiklah! Ayo kita pergi makan besok. Kau tidak boleh keluar dari sekolah malam ini karena aku tidak yakin itu aman bagimu untuk keluar sendirian. Aku akan menemuimu setelah bertemu dengan Hai Shui, mengerti?”
Mu Zi menganggukkan kepalanya dengan malu-malu dan berkata, “Aku akan pergi dan makan di kantin duluan.”

Aku menjawab, “Itu bagus! Kau bisa menungguku di sana. Setelah bertemu Hai Shui, Aku akan datang dan mencarimu.”

Setelah sampai di lapangan latihan ketiga, ini masih menjelang sore, meskipun langit sudah mulai gelap. Setelah beberapa saat, para murid sudah makan malam dan beberapa dari mereka datang ke lapangan latihan untuk melatih magic mereka. Namun, di lapangan saat itu terasa sangat sepi. Rasanya sedikit dingin saat angin berhembus melewatiku. Hai Shui masih belum datang. Aku berdiri di tengah-tengah lapangan latihan; memikirkan bagaimana cara mengungkapkan fakta kalau aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya sehingga itu tidak akan membuat perasaannya terluka terlalu parah.

“Zhang Gong, kau sudah ada di sini. Aku minta maaf aku terlambat.” Suara Hai Shui yang sedih terdengar dari belakangku.

Saat aku berbalik, aku melihat wajah Hai Shui sedikit pucat dan tanda-tanda kesepian bisa dilihat di wajahnya yang cantik. Aku berkata sambil tersenyum, “Tidak masalah karena aku baru saja datang.”

Dia menunjuk ke sebuah sudut dari lapangan dan bertanya, “Bisakah kita bicara di sana?”

Aku mengangguk dan mengikuti Hai Shui berjalan ke sana.

“Zhang Gong, apakah aku cantik?”

Aku terkejut karena aku tidak menyangka Hai Shui akan bertanya hal itu padaku. Aku menganggukkan kepalaku dengan sedikit bingung. “Tentu saja, kau sangat cantik. Tidak banyak wanita di sini yang bisa dibandingkan denganmu di akademi.”

Wajah sedih Hai Shui berubah menjadi bersemangat. Nada bicaranya juga menjadi lebih tinggi. “Lalu kenapa kau tidak menyukaiku?”

Jantungku berdegup kencang. “Kenapa kau berpikir seperti itu? Aku tentu saja menyukaimu. Hai Shui adalah gadis kecil yang manis. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak menyukaimu?”

Hai Shui berkata dengan penuh emosi, “Aku tidak kecil! Di matamu, aku seorang gadis kecil yang manis? Kau seharusnya mengerti apa maksudku saat aku bilang aku menyukaimu. Tolong beritahu aku bagian apa dariku yang tidak bisa dibandingkan dengan Mu Zi. Katakan padaku!”

Melihat kondisi Hai Shui yang penuh emosi, hatiku merasakan sakit yang sangat tajam. Aku benar-benar tidak bisa menanggung beban akibat melukai gadis yang manis dan polos itu, tapi aku tidak bisa mengatakan kepadanya apa alasanku. Aku menggertakkan gigiku. Lebih baik untuk menyelesaikan rasa sakit ini, daripada memperpanjang penderitaannya. “Aku minta maaf Hai Shui. Aku mengerti perasaanmu, tapi aku sudah memberikan hatiku kepada orang lain jadi aku tidak bisa menerimamu. Maaf.”

Setelah mendengar apa yang aku katakan, Hai Shui tidak penuh emosi seperti tadi. Dia perlahan-lahan mulai tenang, namun wajahnya menjadi jauh lebih pucat. Air mata bening dan berkilau mengalir di pipinya. Dia mengangguk sebelum berkata, “Baiklah, aku mengerti. Zhang Gong, kau masih ingat saat pertama kalinya kita saling bertemu di arena? Kau mengambil keuntungan saat aku tidak memperhatikan dan mendorongku keluar arena. Aku memang sedikit membencimu saat itu, namun bayanganmu tidak ingin menghilang dari pikiranku. Bahkan setelah bertahun-tahun, selain untuk dirimu, tidak ada seorangpun yang berhasil masuk ke dalam hatiku. Aku tidak menyalahkanmu karena memilih Mu Zi, namun aku menyalahkan diriku sendiri yang tidak memiliki sedikitpun keberanian untuk menyatakan perasaan cintaku kepadamu.”

Dengan lembut aku mengusap air mata yang dari wajahnya. “Hai Shui, bisakah kau berhenti bersikap seperti ini? Hatiku sakit, melihatmu seperti ini.”

Hai Shui menggenggam tanganku dan menekankan wajahnya yang manis dan dingin itu ke tanganku. “Saat aku melihatmu bersama dengan Mu Zi pertama kali, aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres, namun aku menenangkan diriku sendiri. Namun setelah hari ini kau memintaku untuk merawat luka Mu Zi, aku akhirnya mengerti kalau aku tidak memiliki kesempatan lagi. Aku melihat ke dalam hatimu. Hanya ada Mu Zi di matamu. Saat kau melihatnya, ekspresimu sangat lembut. Kau sangat khawatir saat Mu Zi terluka. Selamanya kau tidak akan bisa mencintaiku. Bahkan setelah mengetahui hal itu, hatiku sudah mengikutimu. Zhang Gong, aku benar-benar mencintaimu…”

Hai Shui terisak tanpa suara dalam pelukanku setelah dia memeluk pinggangku erat.

Jika aku katakan, aku tidak tergerak. Aku akan berbohong kepada diriku sendiri. Aku tidak menduga kalau Hai Shui memiliki perasaan yang sangat dalam kepadaku. Sambil memeluknya, aku tidak bisa menenangkannya, karena aku tidak tahu apa yang harus aku katakan.

Sebuah suara mendadak berseru kepada kami. “Apa yang kalian berdua lakukan?” Hai Shui dan aku mendadak saling melepaskan pelukan satu sama lain. Itu adalah Hai Ri, aku tidak melihatnya selama dua tahun. Dia berlari dengan marah dengan sebuah bola api di tangannya yang terangkat. Aku menggunakan light shield untuk menahan serangannya.

Dia berkata dengan marah, “Kau cukup baik, anak nakal! Kau berani memeluk adikku. Aku ingin melihat apa yang bisa kau lakukan.” Meskipun Hai Ri marah padaku, anehnya aku merasakan kehangatan. Ekspresinya membuatku teringat saat ketika aku menolong Ma Ke merawat luka-lukanya.

Aku tersenyum dan berkata, ”Kakak Hai Ri, sifatmu belum berubah sama sekali.”

Hai Ri merasa kalau suaraku familiar. Dia menghentikan offensive spellnya kemudian bertanya dengan keheranan,

“Kau… Siapa kau?”

Aku menjawab, “Aku adalah Zhang Gong.”

Translator / Creator: Veve