January 3, 2017

Child of Light – Volume 4 / Chapter 37

 

Wounding Hai Shui’s Heart

Ketika aku memikirkan kembali saat aku memeluk Mu Zi, jantungku berdebar dengan kencang. Sangat nyaman saat memeluknya.

Setelah kembali ke kelas, masih ada sedikit waktu sebelum kelas dimulai. Aku melihat ke arah Mu Zi, yang sesekali menyentuh benjolan di kepalanya dan menunjukkan ekspresi yang tampak kesakitan. Hatiku merasakan sakit yang tidak bisa dijelaskan.

Aku harus segera menemukan seorang water magician untuknya, tapi siapa yang harus aku cari? Waktu yang aku lalui di akademi belum terlalu lama jadi aku tidak tahu banyak orang. Kalau aku menemui Hai Yue, pasti tidak ada gunanya karena dia sangat membenciku. Hmm, Hai Shui? Hubungan kami sedikit aneh sekarang.’ Aku menggaruk kepalaku. Apa yang harus aku lakukan? Aku menoleh dan melihat dari rambut Mu Zi menetes keringat. Wajahnya sedikit pucat saat dia membaringkan tubuh bagian atasnya di atas meja, sambil terus memijat benjolan yang ada di kepalanya.

Melihatnya seperti itu, kepalaku sakit. Aku tidak peduli lagi. Aku akan pergi dan menemui Hai Shui. Aku berdiri dan berbalik untuk meninggalkan ruang kelas. Mu Zi bertanya, “Kau mau pergi ke mana?”

Aku berkata dengan mesra, “Melihatmu sangat kesakitan, aku akan pergi dan mencari seseorang untuk menyembuhkan benjolanmu. Aku akan segera kembali. Kau hanya perlu menungguku di sini.”

Mu Zi tersenyum dan sedikit senang, “Baiklah!”

Aku berjalan menuju kelas Hai Shui. Aku beruntung dia ada di kelas. Aku berseru dari pintu masuk kelas. “Hai Shui!”

Hai Shui mengangkat kepalanya dan menatap mataku. Matanya menunjukkan tanda-tanda kebahagiaandan dia dengan terburu-buru datang mendekatiku. “Ah! Zhang Gong, kau ada di sini? Aku kira kau mengambil izin untuk pergi selama beberapa hari. Kenapa kau sudah kembali?”

Aku mengangguk. “Itu benar, tapi aku tidak bisa menunda pelajaranku lebih lama lagi. Aku kemari untuk meminta bantuanmu.”

Hai Shui cekikikan. “Wow! Jadi ada saat-saat tertentu dimana kau meminta bantuanku.”

Aku tersenyum canggung. “Tentu saja, kau sangat cekatan. Jika aku tidak meminta bantuanmu, siapa lagi yang bisa aku andalkan?”

Hai Shui tampak terlalu senang setelah mendengar apa yang aku katakan. Dia dengan penuh semangat berkata, “Baiklah! Apa yang kau inginkan?”

Aku menjawab, “Aku ingin memintamu untuk menyembuhkan seseorang.”

Hai Shui merengut setelah mendengar apa yang aku katakan. “Siapa yang harus aku sembuhkan? Kemampuan menyembuhakan dari light magic milikmu jauh lebih baik dari milikku. Kenapa kau datang mencariku?”

Aku menjawab, “Itu adalah Mu Zi. Dia melukai kepalanya dan sensitif terhadap light elements, jadi aku pikir…”

Saat Hai Shui mendengar kalau itu adalah Mu Zi, ekspresinya menjadi murung. Dia hanya menatapku sambil terdiam.

Aku merasa sangat canggung saat itu dan kebingungan harus bicara apa. Kami hanya menatap satu sama lain. Setelah beberapa saat, aku bergumam, “Hmm! Bisakah kita lupakan apa yang baru saja aku katakan? Aku akan mencari orang lain saja.”

Hai Shui menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Baiklah, aku akan menolongmu. Ayo pergi dan sembuhkan dia selagi kelas selanjutnya belum dimulai.” Dia memimpin jalanku dan berjalan menuju ruang kelasku.

Saat berjalan di koridor, dia tidak mengatakan apapun. ‘Sepertinya Ma Ke benar. Hai Shui benar-benar mencintaiku. Namun, aku selalu memperlakukannya hanya sebagai saudariku sendiri. Tidak ada perasaan istimewa seperti yang aku miliki kepada Mu Zi.’ Aku menyadari kalau menemuinya untuk meminta bantuannya sudah menyakitinya.

Aku mengikutinya sampai kami tiba di ruang kelas itu. Hai Shui berhenti dan berkata dengan murung, “Kau pergilah dan panggil Mu Zi keluar.”

Aku menjawab seperti orang bodoh, “Baiklah! Kau tunggulah aku di sini.”

Sambil berlari ke dalam kelas, aku menarik Mu Zi keluar dari ruang kelas. Murid-murid di dalam kelas melihat ke arah kami. Wajah Mu Zi memerah dan dia mencoba melepaskan diri dari genggamanku, namun usahanya sia-sia.

Aku membawa Mu Zi ke hadapan Hai Shui. Saat mereka berdua bertemu, mereka berdua terkejut. Mu Zi melihat ke depan dan ke belakang kepadaku dan Hai Shui sampai Hai Shui akhirnya bicara. Dia memaksakan sebuah senyuman dan berkata, “Mu Zi, bagaimana kabarmu? Aku dengar kau terluka. Zhang Gong sudah datang untuk memintaku menyembuhkan lukamu.”

Mu Zi melihatku kemudian menganggukkan kepalanya, “Hai Shui, aku akan sedikit merepotkanmu.”

Hai Shui mengangkat tangan kirinya. “Air yang lembut! Tolong gunakan wujudmu yang lembut untuk menyembuhkan luka yang ada di hadapanmu.” Setelah dia merapal, tangan Hai Shui mulai mengeluarkan cahaya biru muda yang terang. Setelah beberapa saat, cahaya itu mulai membentuk sebuah bola biru yang bercahaya. Dia mengayunkan tangannya ke arah Mu Zi dan bola biru bercahaya itu meluncur. Dengan tepat mendarat di atas benjolan Mu Zi. Cahaya biru itu mendadak melebar. Setelah beberapa saat, cahaya itu menghilang.

Mu Zi tersenyum dan berkata, “Hai Shui, water magic milikmu sangat hebat! Aku tidak merasakan sakit lagi. Terima kasih banyak untuk itu.”

Hai Shui menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu berterima kasih kepadaku. Kelas akan segera dimulai jadi aku akan kembali ke kelasku. Mu Zi, sampai ketemu lagi.” Setelah dia mengatakan itu, dia menolehkan kepalanya ke arahku dan melihatku dengan tatapan serius sebelum berbisik, “Aku akan menunggumu di halaman latihan ketiga setelah pulang sekolah.”

Aku terkejut, tapi saat aku ingin menjawabnya, Hai Shui berlari menjauh seperti seekor kelinci yang terluka, menghilang dari pandanganku.

Mu Zi menatap ke punggung Hai Shui yang menjauh dan menghela nafas. “Zhang Gong! Kau benar-benar bodoh! Bagaimana mungkin kau bisa memintanya untuk menyembuhkan lukaku? Kau benar-benar tidak mengerti hati seorang wanita.”

Aku berkata dengan pahit, “Saat aku melihatmu kesakitan, hatiku sangat sakit. Aku tidak banyak pilihan lain saat itu, jadi aku pergi mencarinya. Dia ingin aku menemuinya di lapangan latihan ketiga malam ini setelah sekolah. Bagaimana menurutmu? Sebaiknya aku pergi atau tidak?”

Hati Mu Zi sedikit bertentangan pada saat itu. Matanya yang besar itu menunjukkan perasaannya yang bercampur-aduk. Setelah waktu yang cukup lama, dia berkata, “Kau harus pergi.”

Saat aku melihat pertentangan di dalam hatinya, aku menggenggam tangannya dan berkata, “Mu Zi, hanya ada kau di dalam hatiku. Aku tidak akan jatuh hati kepada orang lain. Aku rasa aku tidak akan pergi.”

Wajah Mu Zi sedikit memerah, tapi dia tidak mengibaskan tanganku. Dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Kata-kata itu sudah cukup. Kau tetap harus pergi untuk menyelesaikan masalahnya.”

Saat inilah, suara yang tidak asing terdengar. “Keberanian kalian sebagai anak-anak sudah terlalu besar sampai kalian berani bermesraan di lorong sekolah. Cepat, pergilah dan duduk di tempat duduk kalian. Ini saatnya untuk kelas.”

Mu Zi dan aku mengangkat kepala kami bersamaan. Itu adalah Guru Si. Wajah kami langsung menjadi merah. Mu Zi berbisik, “Ini semua salahmu!” Dia berbalik dan berlari masuk ke dalam kelas.

Aku tersenyum dengan canggung dan berkata, “Guru, aku…“

Guru Si memotong kata-kataku dan terlihat seolah beliau sedang memarahiku. “Cukup!  Kau tidak perlu menjelaskannya sendiri. Aku tahu itu mustahil untuk mengendalikan perasaanmu. Guru juga sudah mengalami hal itu sebelumnya. Tapi kau seharusnya tidak melakukan hal ini di sekolah. Jika kau benar-benar ingin bermesraan dengan Mu Zi, kau seharusnya mencari tempat yang sedikit sepi. Kau benar-benar anak yang sangat mencemaskan. Kau juga harus berhenti membiarkan nilai-nilaimu menurun lebih jauh. Mu Zi dan kau adalah murid paling istimewa dari kelas ini. Aku memiliki harapan yang tinggi kepada kalian berdua.”

Aku menatap kepada guru yang magic powernya tidak bisa dibandingkan dengan magic power milikku. Aku mendapat dorongan darinya. Dia tidak memarahiku, melainkan memberikanku semangat. Apa lagi yang bisa aku katakan? Aku mengangguk kepadanya dengan wajahku yang sedikit memerah dan berlari masuk ke dalam kelas.

Translator / Creator: Veve